
Jasmine telah tiba di rumah Asisten pribadi Vano, yaitu Mario. Dengan langkah kaki cepat Jasmine meminta izin kepada satpam penjaga rumah untuk menemui Mario.
"Maaf Non Jasmine, Anda mencari siapa malam-malam begini?" tanya satpam yang sudah mengenali Jasmine, karena seringnya Jasmine datang ke rumah Olive.
"Maaf pak, bisa saya bertemu dengan Paman Mario, ini penting sekali, saya mohon tolong panggilkan paman Mario" pinta Jasmine merengek.
"Iya sebentar saya panggilkan, Non Jasmine tunggu dulu" ucap Satpam tersebut.
Kemudian satpam tersebut menelepon Mario.
"Iya...halo"
"Maaf bos, ada non Jasmine mencari Anda! Katanya ada sesuatu yang penting yang ingin dibicarakan kepada Anda" seru satpam
"Non Jasmine? Ada apa Non Jasmine datang malam-malam begini?" pikir Mario, dan tak sengaja Monic mendengarkan ucapan suaminya.
"Ada apa sayang? Kenapa Jasmine mencarimu?" tanya Monic penasaran
"Entahlah tidak biasanya Non Jasmine seperti ini, aku akan keluar menemuinya" seru Mario.
"Aku ikut" sahut Monic.
Setelah beberapa saat Mario dan Monic keluar dari pintu utama rumah mereka. Mereka berdua sangat terkejut melihat Jasmine yang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Non Jasmine!" sapa Mario dan juga Monic.
"Paman Mario, Tante Monic" ucap Jasmine senang, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mario.
"Ayo masuk Non, Non Jasmine sendirian? Apa papa Non tahu kalau Non Jasmine kemari?" tanya Mario.
"Mama dan Papa tidak tahu Jasmine datang kemari" jawab Jasmine sembari duduk di sofa.
"Jasmine, ada apa sayang! Kenapa tiba-tiba kamu datang kemari! Apa Mama dan Papa baik-baik saja?" tanya Monic yang duduk di sebelah Jasmine.
"Mama dan Papa baik-baik saja Tante, Jasmine kemari karena ada yang ingin saya bicarakan kepada Paman Mario, tentang Luna dan Kak Ray" ucapan Jasmine membuat Mario dan Monic saling menatap.
"Apa maksud Non? Paman tidak mengerti?" seru Mario penasaran.
"Paman, tolong katakan pada Jasmine, apa yang paman ketahui tentang mendiang ibunya Luna? Kenapa ayahnya Luna tidak menyetujui hubungan Luna dan kakak, Jasmine sangat sedih melihat keadaan kakak menderita seperti itu, kak Ray sangat mencintai Luna, kak Ray berharap bisa menikah dengan wanita yang dicintainya, nyatanya semua itu pupus, karena ayah Luna tidak merestui hubungan mereka" seru Jasmine dengan netra-nya yang mulai mengembun.
Mario menghela nafasnya dalam-dalam, Mario sendiri juga bingung apa yang harus ia katakan.
__ADS_1
"Non Jasmine, paman mengerti maksud Non, Non Jasmine ingin melihat Tuan muda Ray hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya, tapi... bagaimana jika suatu saat Tuan muda Ray mengetahui siapa sebenarnya Mbak Luna, mungkin itu yang ditakutkan oleh ayah Mbak Luna, pak Bayu, Pak Bayu tidak ingin putri satu-satunya menjadi pelampiasan dendam Tuan muda Ray terhadap mendiang ibunya mbak Luna" ucap Mario menjelaskan.
"Dendam? Dendam apa paman? Kenapa kak Ray harus dendam kepada ibunya Luna?" tanya Jasmine penasaran.
"Ceritanya panjang Non, ini berawal dari persahabatan Mama Non Jasmine, Tante Monic, Mamanya Abian dan ibunya Mbak Luna" seru Mario.
"Apa Paman? Kenapa ada Mamanya Abian?" ungkap Jasmine semakin penasaran.
Tiba-tiba saja Monic memegang tangan Jasmine dan menjelaskan tentang semua yang sudah terjadi.
"Jasmine sayang, mungkin saatnya kamu tahu tentang semua ini, kami adalah empat sahabat sejak masih SMA, waktu itu..."
Monic menceritakan semuanya kepada Jasmine, bagaimana kisah masa-masa SMA mereka, hingga kejadian yang luar biasa itu, yang membuat Shesa dan keempat sahabatnya menjadi pecah. Tampak Jasmine ikut menangis saat Monic bercerita tentang Mamanya. Sesekali Jasmine menyapu air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya.
"Hingga akhirnya Tante tahu dari Paman Mario bahwa Mita, sahabat kami telah meninggal dunia, dan anak Mita, yaitu Luna kini berada dekat sekali dengan Mamamu, tapi Mamamu belum menyadarinya, apalagi sekarang Ray juga mencintainya, sebab itulah kenapa pak Bayu tidak mengizinkan Ray menikahi putrinya, karena kakakmu masih menyimpan dendam untuk Almarhum Mita" seru Monic sembari mengusap air matanya.
"Jadi... ibunya Luna adalah sahabat Mama dan Tante, ya Tuhan kasihan sekali Luna" ucap Jasmine sedih.
"Paman mau membicarakan tentang hal ini kepada Mama dan Papa Non" seru Mario.
"Jangan Paman, Jasmine mohon jangan katakan kepada Mama ataupun papa jika Luna adalah anak Almarhum Bu Mita" bantah Jasmine.
"Tapi Non... Nyonya Shesa harus tahu berita ini!" seru Mario.
"Jasmine! Kamu mau kemana sayang?" tanya Monic yang tiba-tiba melihat Jasmine beranjak ingin pergi.
"Jasmine ingin menemui pak Bayu Tante, semoga saja pak Bayu mau mendengarkan Jasmine, supaya kak Ray dan Luna bisa segera menikah" ucap Jasmine sembari mencium tangan Mario dan Monic.
"Saya pergi dulu Paman, Jasmine sangat berterima kasih kepada Paman dan Tante karena akhirnya Jasmine tahu alasan pak Bayu menolak lamaran kak Ray, sekali lagi tolong rahasiakan hal ini dari siapapun, Jasmine mohon" seru Jasmine memelas.
Mario dan Monic yang tidak tega melihat gadis itu memohon, lantas ia menyetujui permintaan Jasmine untuk merahasiakan siapa Luna kepada Vano dan Shesa.
"Baiklah, kalau itu permintaan Non Jasmine, Paman tidak bisa berbuat apa-apa, Paman dan Tante berjanji akan menutupi rahasia ini dari siapapun, asalkan Non Jasmine dan Tuan muda Ray bahagia, Non Jasmine sudah seperti putri kami sendiri" seru Mario sembari mengelus puncak kepala Jasmine.
"Terimakasih Paman, Tante...kalau begitu Jasmine pamit" ucap Jasmine.
"Hati-hati Non" ucap Mario
Sementara itu tanpa sengaja Olive mendengarkan pembicaraan mereka.
"Jadi...Luna adalah putri Mita, sahabat Mama yang membuat Tante Shesa dibully satu sekolah dan Abian adalah anak Nabila yang juga ikut membully Tante Shesa, ya Tuhan jika Ray tahu ini, aku tidak tahu bagaimana nasib Luna dan Abian, nggak ...aku nggak akan biarin Ray menyakiti Abian, aku harus merahasiakan hal ini" gumam Olive.
__ADS_1
Dan akhirnya Jasmine mengetahui permasalahan yang sebenarnya, sekarang tujuan nya adalah datang ke rumah kontrakan Luna dan membujuk Bayu untuk merestui pernikahan kakaknya dan Luna.
Tak butuh waktu lama , akhirnya Jasmine tiba di rumah kontrakan Luna, tampak dari kejauhan lampu rumah yang masih belum dimatikan. Jasmine berharap Bayu akan mendengarkan penjelasannya.
Jasmine kini telah berada di depan pintu rumah Luna.
"Tok...tok... tok"
Tak butuh waktu lama, terlihat seorang pria paruh baya sedang membukakan pintu. Tampak Bayu terkejut dengan kehadiran Jasmine disitu.
"Maaf Mbak, Mbak mencari Luna? Luna nya sudah tidur" seru Bayu tersenyum.
"Bukan, Saya tidak mencari Luna, tapi saya mencari Pak Bayu" seru Jasmine yang membuat Bayu terkejut.
"Mencari saya?" tanya Bayu tidak percaya."
"Iya...saya Jasmine, putri pak Vano dan desainer Deandra Rashesa" ucap Jasmine.
" Oh...Baiklah, silakan masuk" Bayu mempersilahkan Jasmine duduk di sebuah kursi sederhana.
"Ada apa Mbak Jasmine mencari saya?" tanya Bayu penasaran.
"Pak Bayu sebenarnya saya datang kemari, hanya untuk memohon kepada Pak Bayu agar Pak Bayu mengizinkan Luna dan kak Ray menikah, Jasmine tahu kenapa pak Bayu tidak merestui hubungan mereka, pak Bayu takut jika suatu saat nanti kak Ray akan mengetahui siapa Luna sebenarnya" ucap Jasmine
"Pak Bayu, percayalah kepada saya, kak Ray pasti membahagiakan Luna, saya mohon kepada pak Bayu agar jangan bilang kepada Mama ataupun papa tentang rahasia mendiang ibunya Luna, Jasmine ingin melihat kak Ray dan Luna menikah, tolonglah pak Bayu, saya sangat mohon kepada pak Bayu untuk menerima lamaran kak Ray kepada Luna, saya rela bersimpuh di hadapan pak Bayu, asalkan pak Bayu mengabulkan permintaan saya" seru Jasmine sembari bersimpuh di hadapan Bayu.
"Bangunlah Mbak Jasmine, Mbak Jasmine tidak usah melakukan itu, baiklah kalau itu permintaan mbak Jasmine, saya akan merahasiakan hal ini dari siapapun, dan semoga saja Tuhan melindungi Luna dari dendam Tuan muda Ray" ucap Bayu lirih.
"Pak Bayu jangan khawatir, cinta Luna pasti mampu merobohkan dendam yang ada di hati kak Ray, Luna pasti bisa memadamkan kobaran api dendam itu, saya sangat yakin sekali Pak, mereka berdua sudah ditakdirkan berjodoh" seru Jasmine tersenyum.
"Baiklah saya percaya kata-kata Mbak Jasmine, saya akan menikahkan Luna dengan Tuan muda Ray" ucap Bayu.
Apa yang dikatakan Bayu sangat membuat Jasmine bahagia, akhirnya ia bisa mempersatukan cinta Ray dan Luna, dan mengabadikannya lewat ikatan suci pernikahan.
"Terimakasih Tuhan, semoga Kak Ray dan Luna bahagia" gumam Jasmine.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Hayuk ah ... siap-siap kondangan kita ke nikahan Ray dan Luna...ðŸ¤...
__ADS_1
...Gimana konflik selanjutnya? Tetap setia ya dengan kisah mereka, dan tentunya dukungan kalian sangat berharga untuk author, agar karya ini semakin sukses dan melejit, tunjukkan dukungan kalian 🥰🥰...