TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Aku Memaafkanmu


__ADS_3

Setelah pintu itu tertutup dan terkunci sempurna, terlihat Ray melihat Luna yang sedang menyandarkan tubuhnya pada dinding dengan tatapan mata yang penuh kerinduan.


Kali ini Ray yang jaim kepada istrinya, Ray seolah tidak terlalu memperdulikan apa yang sedang istrinya lakukan.


"Kenapa memanggilku? Kamu butuh sesuatu?" tanya Ray yang pura-pura sembari dirinya menuangkan air minum pada sebuah gelas di atas meja.


Sementara Luna masih berdiam diri di tempatnya. Ray memperhatikan Luna yang masih diam tak bergeming, hanya tatapan mata yang selalu mengikuti kemanapun Ray pergi.


Ray duduk di sebuah kursi sembari menaikkan satu kakinya keatas paha. Sembari melihat kearah Luna yang masih berdiri di sana.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Katakan ada apa?" Ray semakin dibuat penasaran oleh sikap Luna, padahal dalam diri Ray, ia sudah tidak kuat menahan gejolak yang siap meledak kapan saja.


"Datanglah sayang, cepat kemari, datanglah padaku, datanglah pada suamimu ini, aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku tidak akan menyakitimu lagi, please ...came on baby" Ray sudah sangat menantikan momen-momen seperti ini, saat-saat dimana Luna datang sendiri kepada dirinya.


Luna menatap dalam-dalam mata Ray yang menampakkan gairah seorang Ray.


"Ray... mungkin kini saatnya kau mendapatkan hakmu atas diriku, Aku akan menyerahkan diriku hanya untukmu, Aku sadar kini kau sudah berubah, Aku memaafkanmu...aku memaafkanmu!"


Luna beranjak mendekati suaminya yang duduk di sebuah kursi di depannya, hanya dengan beberapa langkah Luna sampai di depan suami yang sedang menunggu kedatangannya. Kini Luna berdiri tepat di depan suami yang sedang memperhatikannya.


"Aku akan pulang bersamamu" jawab Luna singkat. Membuat Ray menangis bahagia, akhirnya ia membawa kembali sang istri untuk pulang bersamanya.


"Benarkah sayang? Katakan sekali lagi, jika kau akan pulang bersamaku" tanya Ray sembari memegang kedua tangan Luna.


"Apa kau masih tidak percaya kepadaku?" ucap Luna sekali lagi, lantas Luna mulai mengusap wajah suaminya dan berkata.


"Aku akan pulang bersamamu, Aku tidak mau suamiku berpaling dari diriku, Aku tidak bisa melihatmu bersenda gurau dengan gadis-gadis itu, Aku hanya ingin suamiku menjadi milikku seorang, hanya milikku..." ucap Luna sembari mengecup bibir suaminya.


Ray pun membalasnya dengan kecupan hangat yang membuat Luna semakin tenggelam dalam sensasi kenikmatan.


Perlahan Luna menarik tangan Ray sehingga kini Ray beranjak berdiri dari duduknya. Dengan gaya yang sensasional, Luna membawa suaminya masuk ke dalam kamarnya dengan kedua tangannya tetap berpegang pada tangan Ray yang kokoh.


"Kau ajak aku ke kamarmu?" Ray tidak percaya bila dirinya kini sekamar dengan istrinya. Luna melepaskan tangannya dari tangan Ray, dan perlahan Luna mengunci kembali pintu kamar tidurnya.


"Kamar ini juga milikmu, kamar ini milik kita, hanya kita berdua" balas Luna sembari melepaskan satu persatu kancing bajunya sendiri. Dan nampaklah dua gundukan yang tertutup bra itu mulai menyembul keluar.

__ADS_1


Ray tetap masih terdiam di tempatnya, Ia hanya penasaran apa yang akan dilakukan istrinya selanjutnya.


Satu persatu Luna melucuti pakaiannya sendiri, dan kini yang tertinggal hanyalah dalaman yang menutupi area sensitifnya.


Keringat dingin mulai muncul dari wajah tampan Ray yang kini sudah mulai tegang. Luna semakin menggoda suaminya dengan mulai menanggalkan penutup itu dan membuangnya ke segala arah.


Dan kini yang terlihat adalah pemandangan yang membuat Ray menggila, darahnya kian berdesir, denyutan -denyutan itu mulai mendesak untuk segera menjamah seluruh yang ada pada diri Luna.


Luna berjalan bak seekor harimau yang sedang lapar, begitu seksi dan menggoda, apalagi buah pepaya yang menggantung indah, semakin membuat seorang Ray tak sabar ingin segera memakan buah pepaya yang ranum itu.


Dan kini Ray dan Luna hanya berjarak sekian centi, dengan cepat Luna mendorong tubuh suaminya hingga Ray terhempas di atas kasur.


Jika biasanya Ray yang menyerang duluan, kini sang istri yang mengambil kendali, dengan cepat Luna melucuti seluruh kain yang menempel pada tubuh kekar suaminya.


"Baby...Oh no" Ray memejamkan matanya tatkala dirinya merasakan sesuatu yang berbeda di bawah sana. Luna bermain cantik di atas tubuh suaminya.


"Aku pernah bilang padamu, jika saatnya tiba aku sendiri yang akan datang kepadamu sayang!" Luna berbisik mesra pada telinga Ray.


Dan akhirnya penyatuan cinta itu terjadi sudah, hilang sudah kebencian dari hati Luna, segala amarah dan kekecewaan seolah musnah tak berbekas, saat dirinya tenggelam dalam suasana romantis di pagi setengah siang itu.


Slow dan penuh kenikmatan, hingga terdengar alunan lagu "Pak kecipak kecipuk" dari pusat penyatuan dua insan tersebut.


"Ray Akkhhh...Aku mencintaimu" lolos sudah desaahan indah dari bibir Luna. Diikuti gerakan goyangan dombret ala-ala babang Ray.


Semakin lama suasana dalam kamar itu semakin panas, hampir 2 jam permainan itu tak berhenti, dengan berganti-ganti gaya dan model, dari gaya Misionaris, gaya Sponning, gaya duduk mendekap, gaya ***** ***** hingga Women on top.


Semua gaya sudah di praktekkan, hingga saatnya puncak sekresi itu mulai membuncah.


Dan pada akhirnya lenguhan panjang dan erangan memenuhi kamar Luna yang berukuran 4x4 meter tersebut.


"Ray... kamu membuatku gila" Luna semakin merremas rambut suaminya saat detik-detik pelepasan itu terjadi.


"Tahan baby...ini akan sedikit cepat" Ray semakin cepat menaikkan ritme gerakan nya.


Dan pada akhirnya keduanya sama-sama merasakan denyutan yang sensasional, seolah semua bintang di langit berhasil mereka raih, kepuasan batin yang hakiki, semakin subur cinta itu tumbuh didalam sanubari.

__ADS_1


Ray dan Luna saling mendekap, keduanya bersyukur akhirnya mereka berhasil melewati ujian cinta yang sempat membuat mereka berpisah.


"Terima kasih sayang, terima kasih kau sudah memaafkanku, aku berjanji akan selalu menyayangimu, karena hanya kamulah satu-satunya wanita yang ada dalam hatiku, aku sangat menyesal sudah membuatmu terluka, sekarang kau tidak akan merasakan penderitaan lagi, demi buah cinta kita yang sekarang tumbuh dalam rahimmu" ucap Ray sembari mencium lembut perut Luna. Luna tersenyum melihat Ray yang terlihat sangat mencintainya.


Tiba-tiba saja terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu.


"Tok...tok...tok..."


"Ray...Luna ...pak Bayu...Spada"


"Sayang, sepertinya ada tamu deh" ucap Luna yang masih polos dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.


"Biar kulihat" sahut Ray sembari beranjak melihat dari arah jendela kamar.


"Jasmine, Abian... mereka berdua ada disini" seru Ray saat melihat Abian dan Jasmine datang ke rumah Luna.


"Apa? Jasmine dan Abi datang kesini? Terus gimana ini" jawab Luna terkejut karena dirinya masih belum mengenakan sehelai benang pun.


"Kamu tunggu disini, biar aku yang membukakan pintu" sahut Ray sembari memakai celananya kembali, namun sayang celana yang hendak Ray pakai ternyata terkena semburan lava pijar yang Ray hasilkan dari aktivitas bersama tadi


"Shi it... celana ku kotor, terus aku pakai apa dong!" Ray bingung


Luna memutar-mutar bola matanya dan terbesit dalam pikiran nya tentang sarung milik sang Ayah yang dipakai Ray kemarin.


"Sarung Ayah ...iya pakai itu saja, nggak papa hanya sementara sayang"


Kemudian Luna berjalan membuka lemari dan mengambilkan sarung untuk suaminya.


"Pakai ini!" Luna memberikan sarung itu kepada Ray.


Kemudian Ray memakai sarung dan keluar dari kamar untuk membukakan pintu untuk adiknya dan Abian.


BERSAMBUNG


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

__ADS_1


...Bisa di bayangin nggak sih, babang Ray cuma pakai sarung doang🀭...


__ADS_2