TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Siapa di ruangan itu


__ADS_3

"Ayo masuk!" Seru Frisca yang membawa Luna ke sebuah ruangan, dimana sudah ada Shesa menunggu dirinya.


Luna dibuat terperangah dengan ruangan yang berisi puluhan koleksi baju mewah milik Shesa tersebut, baju baju yang sering digunakan artis papan atas di panggung dunia hiburan, terpampang nyata di hadapannya.


"Waaahhhh...keren banget" ucap Luna kagum.


"Luna...!"


Tiba-tiba saja Luna dikagetkan dengan suara Shesa yang berada di belakang gadis itu. Luna menengok ke belakang, Ia tersenyum kepada Shesa yang tengah menunggunya sedari tadi.


"Bu Shesa, memanggil saya?" Tanya Luna tersenyum.


"Iya..." jawab Shesa singkat.


"Kenapa Bu Shesa membawa saya kemari?" Luna dibuat kagum oleh ruangan yang berisi berbagai gaun malam itu.


"Luna, Aku memanggilmu kesini untuk melakukan sesuatu untukku, apa kamu bersedia?" tanya Shesa serius.


"Siap laksanakan!" jawab Luna tegas


"Bagus, Aku mau kamu ikut dengan Frisca, dan ikuti saja perintah Frisca!" seru Shesa


Luna tampak bingung, sebenarnya apa yang ingin Shesa lakukan kepadanya, sejenak Ia bimbang.


"Luna! Apa yang kamu pikirkan?" tanya Shesa sembari melihat wajah Luna yang gugup.


"Em...Saya...." ucap nya yang belum selesai.


"Kamu tidak usah takut, cepat ikuti Frisca, aku tunggu disini" ucap Shesa sembari duduk di sebuah kursi.


Kemudian Frisca mengajak Luna untuk ke sebuah ruangan khusus sembari membawa gaun malam yang indah nan mewah.


"Ayo Luna, ikut aku!" seru Frisca.


"Iya mbak" jawabnya pelan.


Luna dibawa ke sebuah ruangan yang penuh dengan cermin besar, Ia tampak asing dengan ruangan 4x4 meter itu.


"Luna, lepaskan seragammu dan pakai ini!" seru Frisca sembari memberikan gaun malam warna hitam yang sangat elegan, terdekat taburan kristal Swarovsky yang menghiasi area dada gaun tersebut, membuat gaun itu terlihat sangat mewah dan glamour. Luna membulatkan matanya saat Ia menerima gaun itu dari Frisca.


"Apa aku harus memakainya mbak?" tanya Luna yang merasa tak pantas jika dirinya memakai gaun mahal itu


"Iya...Kamu akan menggantikan model kami, malam ini Tante Shesa akan menghadiri acara di hotel bintang lima, acara tersebut dihadiri oleh pejabat dan pimpinan tinggi perusahaan, karena kami belum memiliki model pengganti, jadi kamu yang kami tunjuk untuk menggantikannya" ungkap Frisca menjelaskan.

__ADS_1


"Tapi...kenapa harus saya Mbak? Saya tidak pantas untuk memakai gaun semewah ini" ucap Luna merendah.


"Kata siapa? Aku melihat postur tubuh kamu bagus banget, body goal, Aku yakin gaun ini pasti cocok dan pas di badan kamu" ucap Frisca optimis.


Luna tersenyum, kemudian Ia masuk ke ruang ganti tersebut.


Sementara itu Shesa mendapati telepon dari Vano. Shesa keluar sebentar untuk menerima telepon dari suaminya. Disaat yang bersamaan Ray datang ke Butik Shesa untuk mencari sang Mama.


Ray mulai memasuki Butik, Ia tampak terkejut kenapa Luna tidak ada di sana.


"Kenapa gadis itu tidak ada disini? Apa dia tidak masuk hari ini?" gumam Ray sembari melihat tempat dimana Luna biasanya berdiri.


Kemudian Ray bertanya kepada Mia yang tengah memasang baju pada patung manequin.


Mia tampak gugup saat mengetahui Ray mendekatinya.


"Eh...Tuan muda Ray, ada yang dapat saya bantu?" tanya Mia sambil senyum-senyum.


"Dimana security Luna? Apa dia tidak masuk hari ini?" tanya Ray penasaran.


"Luna! Luna...tadi dia masuk Tuan muda, setahu saya tadi mbak Frisca memanggilnya, nggak tahu kemana?" jawab Mia.


"Oh..." jawab Ray singkat sembari berlalu begitu saja dari hadapan Mia, membuat Mia garuk-garuk kepala, baru saja diri nya senang saat Ray bertanya kepadanya, ternyata Ray tidak mau berlama-lama berbicara kepadanya.


"Loh pergi, ya ampun baru juga seneng, kok udah pergi aja, tapi...kalau bicara pada Luna, Tuan muda sangat betah, apalagi kemarin Tuan muda sempat mengakuinya sebagai kekasihnya, maksudnya apa? Bukankah Tuan muda belum memiliki pacar? Setahuku si ganteng itu tidak memiliki teman istimewa deh " pikir Mia yang heran dengan sikap Ray yang berbeda saat bersama Luna.


Ray kemudian ke ruangan Shesa, namun sayang Ray tidak mendapati Shesa berada disana.


"Mama kemana? Kok nggak ada?" Ray mencoba mencari Shesa kesetiao sudut ruangan.


Sementara itu diruangan ganti Frisca tiba-tiba ingin pergi ke toilet, Ia melihat mungkin Luna masih lama mengganti bajunya, ia berfikir untuk meninggalkan Luna ke kamar mandi sebentar.


Frisca mulai beranjak pergi ke kamar mandi, dengan sedikit terburu Frisca sudah sangat tak tahan menahan rasa ingin buang air kecil, Ray melihat Frisca keluar dari satu ruangan yang belum pernah ia tahu sebelumnya.


"Itu Kak Frisca? Dia kok terburu?" gumam Ray penasaran, Ia terus memperhatikan Frisca pergi kemana, ternyata Frisca menuju kamar kecil.


Ray masih penasaran Frisca keluar dari tempat apa? Ray belum pernah melihat ruangan itu sebelumnya. Ray memutuskan untuk masuk ke ruangan tersebut, mungkin saja Ia bisa menemukan sang Mama berada disana.


Tanpa pikir panjang Ray kemudian masuk kedalam ruangan berisi koleksi berbagai macam gaun mahal milik Shesa.


Ray melihat sekeliling ruangan berukuran cukup luas itu, ruangan itu terletak di samping ruang kantor sang ibu, ternyata itu adalah ruangan tempat penyimpanan berbagai macam gaun yang sudah di produksi oleh pegawai Shesa.


"Hmm...koleksi Mama banyak juga, Mama hebat mempunyai ide untuk membuat gaun sebanyak ini" puji Ray kepada sang Mama.

__ADS_1


Sejenak Ray terkesiap saat dirinya mendengar sesuatu dari dalam ruangan kecil di tempat itu.


"Suara apa itu" gumamnya penasaran


Ray berusaha mencari tahu, seolah ada seseorang yang berada didalam ruangan itu, Ray mencoba menunggu siapa yang sebenarnya ada didalam ruangan itu dengan duduk di sebuah kursi yang semula diduduki oleh Shesa.


Sementara itu diluar tampak Shesa sedang berbicara dengan Vano lewat ponsel.


"Iya sayang bagaiamana?"


"Kita cari rumah Luna besok sayang, aku sudah menemukan di mana alamat ayah Luna"


"Benarkah? Dimana?"


"Kamu pasti sudah mengenal alamat ini"


"Maksud kamu?"


"Iya...alamat ayah Luna ada di kawasan Dukuh Tengah"


"Apa? Jadi mereka tinggal disana?"


Shesa benar-benar terkejut saat Ia mengetahui alamat Luna yang sebenarnya, ternyata Luna berasa dari kota yang sama dengan kedua sahabat Shesa, Mita dan Nabila.


******


Sementara itu Ray masih penasaran siapa yang sedang berada di ruangan itu, bisa jadi itu adalah sang Mama, Ray tetap sabar menunggu pintu itu terbuka.


Sedangkan di dalam ruang ganti, tampak Luna sudah mengganti bajunya dengan gaun yang diberikan Frisca kepadanya, Luna bercermin pada kaca besar dihadapannya, Luna melihat dirinya yang kini berbalut gaun mewah rancangan sang desainer terkenal, tampak siluet pinggang nya yang ramping, body goal yang dimiliki Luna begitu terekspose begitu indah, gaun malam itu terlihat sangat cocok dikenakan pada tubuh Luna yang jenjang dan seksi.


Ukuran buah dada yang sesuai dengan postur pinggul Luna yang terlihat sintal, ukuran pinggang yang terbilang kecil dan ideal membuat penampilan Luna bak gitar spanyol yang sangat mempesona.


Sejenak Luna melihat perubahan bentuk tubuhnya saat memakai gaun tersebut.


"Gaunnya cantik, ini benar-benar keren, baiklah aku akan segera keluar, mungkin bu Shesa sudah menunggu ku" pikir Luna yang bersiap untuk keluar ruangan.


"Ceklek"


Terdengar pintu mulai terbuka, Ray langsung melihat kearah pintu, siapa sosok dibalik pintu tersebut...


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤

__ADS_1


...Udah nggak sabar ya lihat Ray mulai bucin 😁...


...Tinggalkan dulu like, komentar, hadiah dan vote kalian❤🙏...


__ADS_2