TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Sahabat jadi cinta


__ADS_3

"Kalian berdua lucu" ucap Aura dengan senyum tipisnya.


"Oh ya Aura, ngomong-ngomong kamu berasal darimana?" tanya Olive


"Aku dari Los Angeles, Daddy ku ada proyek di sini selama setahun, jadi kami sekeluarga pindah sementara, sampai proyek Daddy selesai" jelas Aura.


"Jadi... sekarang keluarga mu tinggal di Indonesia?" tanya Olive, sementara Bara tampak memperhatikan Aura dari ujung rambut hingga ujung kaki "Gadis ini begitu seksi, meskipun penampilannya tampak terbuka, tapi...dari dalam dia masih terbungkus rapi" gumam Bara saat melihat seluruh penampilan Aura dari cara berjalan, hingga gaya nya saat berbicara.


"Iya.." jawab Aura singkat


"Ooo...tapi kalau kamu dari LA, bahasa Indonesia mu kok lancar sih, padahal muka 70 persen bule loh" ucap Olive heran.


"Mommy ku asli Indonesia, jadi setiap hari aku dan Mommy berbicara dengan bahasa Indonesia, meskipun Daddy ku asli orang bule" seru Aura menjelaskan.


"Oh begitu, hebat dong... selamat datang di kampus kami, semoga kamu betah kuliah di sini, ngomong-ngomong kamu ngambil jurusan kedokteran? Wah hebat ya!" ucap Olive


"Iya...aku mengambil jurusan kedokteran, aku ingin sekali membantu orang lain, membuat mereka tersenyum dengan meringankan sakit mereka" ucap Aura tersenyum


"Cita-cita yang mulia, semoga suatu saat kamu menjadi dokter yang sukses dan hebat" ucap Olive ikut senang.


"Terima kasih Olive!' jawab Aura.


"Oke kalau begitu aku ke perpustakaan dulu ya! Sampai jumpa lagi, senang bisa bertemu kalian berdua!" sambung Aura sembari berjalan menuju kearah perpustakaan. Olive dan Bara memperhatikan penampilan Aura yang sangat seksi, dengan rok mini hitam dan tank top warna ungu yang di padu dengan blazer warna hitam, membuat Aura terlihat sangat elegan dan menawan.


"Wahh...gila nih cewek, seksinya nggak ketulungan" ucap Bara sambil melihat Aura yang sedang berjalan menuju perpustakaan.


Olive tampak menaikkan kedua alisnya dan mendengus kesal.


"Hah...dasar Bara, matanya nggak bisa tahan lihat cewek cantik!" sindir Olive sembari pergi meninggalkan Bara.


"Eee... Olive tunggu, aduuhhh..., stop stop!" Bara menghadang langkah Olive.


"Apaan sih Bar, minggir ah, gue mau lewat" seru Olive Sambil menepis tangan Bara yang menghalangi jalannya.


"Weih... jangan ngambek dong, gitu aja cemburu, gue cuma bercanda doang!" seru Bara


"Hah...gue cemburu? Sama Elu...astaga nagaaa...pede amat sih Elu, udah ah gue mau pulang" sahut Olive yang masih tidak menghiraukan Bara.


"Eeehh...gue antar pulang ya? Bolehkan?" ucap Bara penuh harap.


"Gue bisa pulang sendiri, gue nggak mau ngerepotin Elu" ucap Olive

__ADS_1


"Ya nggak lah, calon bini mana mungkin ngerepotin gue" celetuk Bara yang membuat Olive tiba-tiba mencubit tangan Bara.


"Yee...nyubit lagi, sakit tahu" ucap Bara sambil mengusap tangan nya.


"Entar yah, kalau Elu sudah jadi istri gue, Elu nggak bakalan berani nyubit-nyubit gue lagi" ucap Bara yakin


"Dari tadi gue perhatiin, Elu suka banget nyebut gue calon istri?" ucap Olive sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Emang nggak boleh, siapa tahu Elu jadi istri gue beneran, kan asik" sahut Bara dengan senyum khasnya.


"Udah deh ya, elu jangan bikin kepala gue tambah pusing" seru Olive dan langsung pergi meninggalkan Bara. Namun tiba-tiba saja Bara menarik tangan Olive dengan cepat. Sehingga langkah Olive terhenti. Olive menoleh dan melihat Bara yang masih menahan tangannya.


"Bara..., lepasin gue mau pergi" ucap Olive sembari mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Bara.


"Kali ini gue nggak akan ngebiarin Elu menjauh dari gue, Elu harus gue dapetin secepatnya, karena jujur gue mulai sayang sama Elu Liv" ungkap Bara dengan serius.


Olive menatap wajah Bara, biasanya mereka berdua selalu bercanda, kali ini Olive tampak gugup, setelah Bara mengucapkan itu kepada Olive.


"Gu...gue...gue mau pulang!" ucap Olive terbata-bata.


"Gue anterin Elu, harus mau!" seru Bara sembari menggandeng tangan Olive hingga tiba di parkiran.


Olive melihat tangan Bara yang terus menggenggam tangan Olive. Ada desir - desir aneh yang merambat indah dari sentuhan tangan Bara. Dan spontan Olive melepaskan tangannya dari genggaman tangan Bara.


"Terima kasih" Olive masuk ke mobil Bara dan duduk di sebelah Bara yang tengah menyetir.


Olive tampak diam tak berbicara, entah kenapa tiba-tiba bibirnya terkunci saat itu juga, biasanya Olive selalu banyak bicara dan selalu bercanda dengan Bara.


"Apa Elu marah sama gue Liv?" tiba-tiba Bara menanyakan hal itu kepada Olive.


"Hmm ...marah? Emang gue marah kenapa?" tanya Olive balik.


"Jadi...Elu nggak marah nih? Kalau begitu gue diterima dong?" celetuk Bara yang membuat Olive menelan ludahnya kasar.


"Menerima? Menerima apa maksudmu Bar?" Olive terlihat sangat penasaran.


"Ya... menerima cinta gue" jawab Bara spontan.


"Apa?" Olive sangat terkejut


"Gu...gu...gue, gue...!" jawab Olive gugup.

__ADS_1


"Elu nggak usah gugup gitu dong, gue bakal nunggu jawaban dari Elu, Gue nggak mau maksa" ucap Bara sambil menyetir.


Olive melihat wajah Bara yang terlihat serius, sementara dirinya masih tidak percaya jika Bara menyatakan cinta kepadanya, karena setiap hari mereka saling bercanda dan bergurau. Tiba-tiba saja Bara menyatakan cintanya. Bara adalah sahabat yang kini menjadi cinta.


Dan setelah beberapa saat Bara tiba di rumah Olive, terlihat Monic sedang memperhatikan mobil yang berhenti di depan rumah mereka. Ia melihat Olive turun dari mobil itu.


"Olive? Bersama siapa dia?" seru Monic yang belum mengetahui siapa pemilik mobil tersebut.


Kemudian Bara turun dari mobilnya, karena melihat Monic yang sedang memperhatikannya.


"Selamat siang Tante Monic!" ucap Bara dengan sopan. Monic yang mulai menyadari bahwa itu adalah Bara, tampak tersenyum kepadanya.


"Siang juga Bara, wah...lama nggak ketemu, makin cakep saja nih anak keponakan Shesa" seru Monic memuji ketampanan Bara.


"Makasih Tante atas pujiannya, tapi Bara masih sedih Tante!' ucap Bara


"Kenapa?"


"Meskipun Tante bilang saya tampan, kayaknya Olive tidak akan tertarik dengan saya Tan" celetuk Bara sembari melihat wajah Olive. Sementara Olive menatap Bara dengan membulatkan matanya. Monic tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


"Oh iya Bara, gimana kabar Mamamu?" tanya Monic yang menanyakan tentang kabar Vera.


"Mama baik-baik saja Tante!" Jawab Bara


"Syukurlah!" ucap Monic.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tante!" pinta Bara undur diri.


"Loh nggak mampir dulu!" seru Monic


"Lain kali saja Tante, saya harus segera pulang, Mama sendirian di rumah" seru Bara.


"Ohh...ya sudah, terima kasih ya udah nganterin Olive pulang" ucap Monic berterima kasih.


"Sama-sama Tante, saya juga senang bisa mengantarkan Olive pulang selamat sampai tujuan, mudah-mudahan selamanya kami selalu seperti ini!" celetuk Bara yang tiba-tiba membuat Monic terkejut.


"Apa Bar?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


Ayo beb mampir pada novelku yang berjudul Bu Guru AKU PADAMU, episode nya semakin menarik loh...si Aldo murid yang somplak udah nikah loh sama guru fisikanya... Penasaran ingin tahu gimana malam pertama mereka? Dan gimana Aldo menghadapi teman-temannya yang masih belum mengetahui jika dirinya telah menikah dengan guru fisikanya yang cantik itu? Yuk ikuti kisah mereka... capcuss ramaikan beb, tak jamin bikin kamu ketawa lepas 🥰🥰🥰



__ADS_2