TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Air mata bahagia


__ADS_3

Bara dan Olive sebagai pengantin baru sangat terharu melihat kemesraan Ray dan Luna, Bara menghampiri Olive dan berucap kepada Ray dan Luna yang berada di depannya.


"Kami begitu iri melihat kemesraan kalian berdua, bagi resepnya dong biar bisa mesra selalu" celetuk Bara


"Iya Iya betul tuh, Aku juga pinginlah kayak kamu Ray, selalu mesra dengan istriku, Jasmine" sahut Abian yang juga ikut menghampiri Jasmine.


Ray tersenyum dan mengungkapkan sesuatu hal yang benar-benar membuat kedua pria tampan itu terhenyak.


"Cintai istrimu sepenuh hati, jangan lihat kekurangannya, puji kelebihannya, dengan begitu dia akan memberikan cinta kasihnya hanya kepadamu, jangan bandingkan dia dengan wanita lain, dan kalian akan terus melihat istrimu seolah hanya dia wanita yang tercantik di dunia ini" jawaban Ray membuat kedua pria itu tertegun.


Luna menatap wajah suaminya dengan mata yang mulai mengembun, betapa Ray begitu mencintainya, air mata bahagia itu tak terasa menetes begitu saja pada pipi Luna. Ray mengusap lembut air mata sang istri dan menggelengkan kepalanya.


"Jangan menangis, aku tidak ingin melihatmu mengeluarkan air mata itu, tersenyumlah Baby!" Ray menatap sendu wajah sang istri.


"Aku tidak menangis, aku sangat bahagia Ray! Ini adalah air mata bahagia, betapa beruntungnya diriku memiliki suami sepertimu, Aku mencintaimu Ray!" Luna memeluk Ray begitu dalam, dan lagi-lagi keromantisan mereka berdua membuat kedua pasangan pengantin baru itu begitu terharu.


"Mereka berdua memang ditakdirkan untuk bersama, cinta Ray dan Luna begitu kuat, Ray rela meninggalkan gemerlap nya harta dan jabatan untuk datang kepada Luna, dia rela berpanas-panasan, terkena asap dan sering di cubitin ibu-ibu, belum lagi saat pak Bayu sakit, dia rela berjalan kaki membawa mertuanya untuk sampai di Puskesmas yang lokasinya sangat sulit di jangkau kendaraan, demi untuk membahagiakan Luna, demi untuk mengambil hati Luna untuk kembali ke dalam pelukannya" ungkap Abian yang mengetahui bagaimana keadaan Ray selama dirinya berusaha membawa kembali sang istri untuk pulang.


"Iya kamu benar Bi! Ray patut kita jadikan contoh" sahut Bara


Kemudian Abian mendekati Bara dan membisikkan sesuatu ke telinga Bara, agar tidak terdengar oleh istri-istri mereka.


"Apalagi masalah ranjang, beuh...Ray jagonya! Dia pinter banget bikin Istrinya klepek-klepek tiap malam!" bisik Abian dengan suara terkecil.


"Darimana Lu tahu?" tanya Bara menelisik


"Ya tahulah, saat di rumah pak Bayu! Nggak sengaja tengah malam mereka berdua sibuk mendesaah, gue yang sibuk nutupin kuping" jawab Abian dan Bara terkekeh


"Oh iya? Wah bisa buat sharing nih, gue mau malam ini bikin Olive nggak mau lepas dari pelukan gue!" sahut Bara.


"Hmm... wajib itu!" jawab Abian setuju.


Abian dan Bara tampak membawa Ray dan menginterogasinya.


"Maaf Lun! Kita mau bicara dulu sebentar sama Ray! Boleh kan?" tanya Abian


"Tentu saja! Kenapa tidak?" jawab Luna dengan tersenyum.

__ADS_1


"Memangnya kalian mau ngomong apa sih?" tanya Ray


"Ikut kita deh, sebentar!" Bara membawa Ray sedikit menjauhi Luna agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh Luna.


Sementara Luna tampak berjalan menghampiri Jasmine dan Olive yang sedang memperhatikan suami-suami mereka.


Jasmine dan Olive yang tampak memperhatikan mereka berdua terlihat penasaran tentang apa yang sedang dibicarakan oleh suami-suami mereka, yang terlihat serius berbincang.


"Mereka ngomongin soal apa sih? serius banget!" ucap Olive


"Nggak tahu tuh, kayak penting banget" sambung Jasmine sembari melihat suaminya yang sibuk berunding dengan kedua sahabatnya Ray dan Bara.


Kemudian Luna datang menghampiri mereka berdua.


"Kalian lihat apa sih?" tanya Luna kepada Jasmine dan Olive.


"Eh Luna! Nggak...kita tuh cuma lihat para suami, sebenarnya apa yang mereka bicarakan?" jawab Jasmine


Luna memperhatikan ketiga pria tampan yang sedang berembug dan terlihat sesekali cekikikan.


"Ha? Masa sih? Darimana kamu tahu Lun!" tanya Olive, yang malam ini pasti akan mengalaminya. Malam pertama dengan Bara.


"Lihat aja ekspresi wajah mereka, antusias sekali bukan?" ucap Luna


"Waduh eh...bener loh" jawab Olive yang sesekali melihat Bara memperhatikannya dengan tatapan nakal.


"Aduh girls, siap-siap aja nih, lembur kita nanti!" sambung Jasmine yang juga melihat Abian yang tampak senyum-senyum sendiri kepadanya.


Luna terkekeh melihat ekspresi kedua gadis itu.


"Kok kamu malah ketawa sih Lun?" tanya Olive yang malam ini harus bersiap-siap melepaskan status gadisnya.


"Nggak usah takut, santai saja!" jawabnya


"Aku takut banget tau nggak!" sahut Olive


"Olive! Kamu nggak usah takut, tidak akan apa-apa!" jawab Luna.

__ADS_1


"Katanya sakit, bener nggak sih? Kalian pasti sudah tahu rasanya bukan?" tanya Olive penasaran.


Jasmine dan Luna tersenyum.


"Memangnya apa yang kamu takutkan Liv! Bara orangnya romantis, pasti dia akan memperlakukanmu dengan lembut dan tidak akan terasa sakit!" ucap Jasmine meyakinkan Olive.


"Ya takut lah! Kamu tahu sendiri aku tuh takut phobia banget dengan darah, bisa-bisa pingsan tau nggak!" jawab Olive gugup.


"Emangnya harus keluar darah ya? Beneran aku tuh nggak ngerti sama sekali, soalnya aku nggak pernah ngerasain itu!" sambung Olive


"Hmm... kalau pengalaman ku, ada sih darah tapi cuma sedikit, emang sakit sih awalnya, tapi...lama kelamaan ternyata enak banget!" jawab Luna tersipu malu.


"He em, Bener-bener kata Luna, awalnya tuh perih banget, apalagi pas dimasukin itunya, ya ampun sumpah sakit banget, aku malah sampai nangis tau nggak, hmm...bener kata Luna, sakitnya cuma sebentar, setelah itu rasanya berubah berganti kenikmatan, ya ampun aku nggak bisa ngelupain nya!" imbuh Jasmine yang membuat Olive semakin ser-seran.


"Kalian jangan nakut-nakutin aku dong!" seru Olive dengan wajah khawatir.


"Siapa bilang kita nakutin kamu Liv! Kamu jangan takut pokoknya, entar kalau kamu sudah tahu rasanya, kamu bakal ketagihan, percaya deh!" Jawab Jasmine mencoba meyakinkan sahabatnya itu.


Sementara para suami juga tengah sibuk sharing masalah ranjang, agar bisa memuaskan Istrinya masing-masing.


Abian dan Bara tampak serius memperhatikan pengarahan dari Ray, sesekali Bara menelan ludahnya ketika Ray menjelaskan bagaimana memperlakukan seorang istri agar selalu menjadi candunya.


"Aduh Ray...stop-stop, gue nggak nahan nih, pulang-pulang deh kalian, gue mau praktekin nih, sumpah ya adik gue berdiri nih" seru Bara yang sudah merasa on saat mendengar penjelasan dari Ray tentang bagaimana caranya menjadi buas di atas ranjang, namun tetap membuat pasangan ketagihan.


Ray dan Abian terkekeh melihat ekspresi wajah Bara yang sudah tidak sabar untuk segera mempraktekkan malam pertamanya dengan Olive.


"Oke...oke! Kita pulang, kita pulang yuk Ray! Biarkan si bujang dan si perawan menikmati malam pengantin mereka, kita malam pengantin sendiri aja di rumah" seru Abian sembari mengajak Ray untuk pulang ke rumah.


"Tentu saja! Oke bro, kita pulang dulu... selamat menembus eh menempuh hidup baru, semoga berhasil!" seru Ray sembari beranjak pergi.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


...Ser-seran bestie 🤭...


...Jangan lupa DUKUNGANnya ya, dengan cara like komen beri hadiah dan vote kalian, jangan lupa vote nya ya😊...

__ADS_1


__ADS_2