TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Menyelam


__ADS_3

Luna terpaksa tersenyum kecut menghadapi tetangga yang sudah mengganggu suaminya, kemudian Luna berusaha mengusir cantik sang tetangga agar segera pergi dari rumah mereka.


"Oh iya bu, maaf ya suamiku harus segera pergi ke warung sekarang juga, karena Ayah sudah siap-siap berangkat" ujar Luna berharap tetangganya segera pergi dari rumah nya.


Tiba-tiba saja kebetulan Bayu muncul dari dalam rumah dan menghampiri mereka bertiga, Bayu benar-benar terkejut melihat Ray dan Luna yang terlihat mesra sekali.


"Eh...ada Pak Bayu, selamat pagi pak Bayu!" sapa ibu itu.


"Selamat pagi juga Bu Siti, tumben Bu Siti kemari, ada apa ya?" tanya Bayu penasaran.


"Oh...tidak kok pak, saya cuma mau ngasih sesuatu sama mas Ray, sebagai salam perkenalan tetangga baru, mudah-mudahan saja mas Ray betah tinggal di kampung kita ini, saya pasti tambah seneng mempunyai tetangga ganteng seperti mas Ray" celoteh sang tetangga yang membuat Luna terpaksa mengatakan hal yang paling dinantikan oleh Ray selama ini.


"Begini ya Bu Siti, kami berdua tidak akan lama-lama tinggal disini, karena sebentar lagi saya dan suami saya akan kembali ke kota, karena kalau kelamaan tinggal disini bisa bahaya, bisa-bisa suami saya di gigitin nyamuk terus, tahu sendiri kan nyamuk disini pada gatal semua" sahut Luna yang membuat Ray tersenyum bahagia.


"Benarkah kau akan pulang bersamaku sayang? Ini adalah hal yang paling aku nantikan, Mama pasti bahagia mendengar berita ini" gumam Ray senang


Terlihat Bayu tersenyum tipis melihat tingkah Luna yang jelas sekali cemburu kepada suaminya. Kemudian Bayu berpamitan untuk segera pergi ke warung nya.


"Ya sudah, sekarang ayah mau berangkat dulu ke warung, kalian berdua di rumah saja, Ray! Hari ini kamu tidak perlu membantuku untuk berjualan, setidaknya ayah mampu melakukannya sendiri hari ini" tukas Bayu


"Loh bukannya dia harus ikut Ayah ke warung?" tanya Luna serius.


"Untuk hari ini biarlah Ray di rumah saja menemanimu, setidaknya biarkan Ray istirahat dulu Luna, kasihan dari awal Ray kesini, Ray sudah terlalu banyak membantu Ayah, Ayah jadi tidak enak, tujuan Ray kesini kan bukan untuk Ayah, tapi untuk kamu!" ungkap Bayu yang mulai difahami oleh Luna.


"Jangan bicara seperti itu Pak Bayu, Anda adalah mertua saya, Anda juga termasuk orang tua saya, mana mungkin saya biarkan mertua saya kerepotan, selagi saya masih bisa, pasti saya akan selalu membantu Pak Bayu" jawab Ray dengan menampilkan senyum terbaiknya.


"Aduuhh... benar-benar nih pak Bayu, menantunya bikin ngiri warga sekampung, Luna! Jangan sampai kamu melepaskan pria seperti ini, Mas Ray pria idaman setiap wanita" seru Bu Siti turut bahagia.


Ada sedikit kebahagiaan tersirat pada diri Luna, Ray memang pernah menyakitinya, Ray memang pernah mengecewakannya, namun dibalik itu semua, Ray memiliki kelebihan yang luar biasa, Ray tidak pernah sungkan untuk membantu sang mertua berjualan ikan bakar yang tentu saja itu bukanlah pekerjaan yang sederhana, setiap hari Ray harus. berkecimpung di bidang per-asapan.


"Ah...bu Siti bisa ajah, mungkin ini merupakan suatu keberuntungan untuk putri kami, Luna beruntung sekali memiliki suami yang bertanggung jawab seperti nak Ray" jawab Bayu senang.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu nak Ray, Luna... Ayah pergi dulu, Nak Ray istirahat saja di rumah, dan kamu Luna, temani suamimu, jangan kemana-mana" ucap Bayu sembari beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.


"Saya juga mau pamit Mas Ray dan Mbak Luna, aduh maaf ya jika sudah mengganggu waktu kalian... permisi" ucap Bu Siti undur diri.


"Ah iya Bu Siti, silahkan..." jawab Luna sedikit senang, akhirnya tetangganya itupun segera pergi dari rumah mereka.Tapi sekarang yang jadi masalah adalah, dirinya dan Ray hanya berdua saja di rumah. Dan Luna yakin suaminya pasti berusaha mendekati dirinya dengan berbagai cara.


Hingga akhirnya Bayu dan tetangga Luna pergi meninggalkan mereka berdua. Dan tanpa Luna sadari Luna masih melingkarkan tangannya pada pinggang Ray dengan begitu menggoda.


"Akhirnya kita bisa punya waktu cukup panjang untuk menikmati kebersamaan kita disini, bukan begitu sayang?" seru Ray yang mendadak membuat Luna terkejut bukan main. Luna dengan cepat melepaskan tangannya dari pelukan suaminya.


"Apa maksudmu?" balas Luna


"Seperti katamu pada ibu-ibu itu, bukankah kita selalu bermesraan setiap hari dan setiap waktu, sekarang aku ingin kita membuktikannya" ucap Ray yang mulai menggoda istrinya dengan mulai mendekatkan dirinya kepada Luna.


"Jangan macam-macam kamu Ray" seru Luna yang tampak berjalan mundur dan menghindari Ray yang selalu berusaha mendekatinya.


Kemudian Luna pergi masuk kedalam rumah dengan berlari kecil. Ray tersenyum smirk, dia tahu jika Luna masih terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya.


Luna masuk ke dalam kamarnya, dirinya dibuat berdebar setengah mati, apalagi sekarang mereka hanya berdua saja di dalam rumah, Bayu sengaja meninggalkan mereka berdua, agar hubungan anak dan menantunya cepat segera membaik.


"Aduh gawat nih, Ayah sudah pergi, Tante Karin sedang pergi keluar kota, jadi sekarang aku hanya berdua doang dengan suamiku, terus aku mesti gimana?" Luna tampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang. Karena Ia tahu Ray tidak akan tinggal diam dalam kesempatan besar ini.


Sementara itu di luar Ray melanjutkan sisa aktivitas nya yang belum selesai, Ray melakukan tugasnya dengan baik dengan menjemur seluruh pakaian milik Luna dan dirinya.


Luna masih mengintip di balik jendela kamar pribadinya jika sang suami masih berada disana untuk menyelesaikan tugasnya.


Dan lagi-lagi Luna dikejutkan dengan pemandangan yang lebih gila lagi, kali ini bukan ibu-ibu yang sedang menggoda suaminya, justru gadis-gadis desa yang tak sengaja melewati rumah Luna. Karena mereka melihat idola dadakan yang tengah sibuk menjemur pakaian, tampak para gadis itu menghampiri Ray.


"Hai Mas Ray, mau di bantuin nggak!" seru gadis-gadis itu.


Ray yang terkejut melihat kedatangan beberapa gadis belia tersebut merasa sangat senang, mungkin dengan kedatangan para gadis ini, akan semakin membuat Luna dibakar cemburu.

__ADS_1


"Hai juga...wah kalian cantik-cantik dari mana nih?" seru Ray yang membuat telinga Luna terasa terbakar.


"Eh...kami dari jalan-jalan mas" jawab mereka


"Wah asiknya bisa jalan-jalan" ucap Ray sembari menunggu reaksi istrinya.


"Sial banget sih, kenapa juga mereka bicara sama suamiku, Ray juga keterlaluan, pake bilang cantik lagi sama mereka, apa aku masih kurang cantik? Hmm sebel... bener kata Bu Siti, lebih baik aku kunci saja Ray di kamar, biar nggak ada orang yang lihat dia" umpat Luna kesal.


Tanpa basa-basi Luna segera keluar dari kamarnya dan dari kejauhan tampak Luna memanggil suaminya yang sedang berbicara kepada gadis-gadis itu. Dengan menggunakan bahasa isyarat yang menggoda.


Luna berusaha menggoda suaminya dengan terus menaikkan rok yang ia pakai sampai terlihat paha mulusnya.


"Glek"


Ray yang menyadari itu, dengan cepat memutuskan pembicaraan nya dengan para gadis-gadis itu.


"Saya permisi masuk ke dalam dulu ya, lain kali kita bisa ngobrol-ngobrol lagi"


"Ya Mas Ray, kok buru-buru amat, emangnya mau kemana sih" tanya gadis-gadis itu.


"Saya mau menyelam dulu" ucap Ray sembari menyunggingkan senyumnya. Kemudian dengan cepat Ray masuk kedalam rumah menghampiri Luna yang sudah menunggunya di dalam.


"Brakkk ceklek-ceklek" suara pintu ditutup dan dikunci.


"Mas Ray aneh-aneh aja ya, masa didalam rumah bisa menyelam sih, emangnya di dalam ada kolam renangnya" seru gadis-gadis itu saling tertawa.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Waduh mau menyelam dimana nih babang ganteng? 🤔...

__ADS_1


__ADS_2