TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Makan malam


__ADS_3

Hari itu Aura tiba di rumahnya, Ia masuk ke dalam dengan sedikit tertunduk, wajahnya terlihat murung dan kurang semangat, sang Ibu yang mengetahui hal itu, lantas Siska datang menghampiri Aura yang tampak bersedih itu.


"Aura, tunggu Mommy!"


Aura berhenti dan menengok ke belakang, Aura berhenti dan menghampiri Siska yang kini tengah berada di belakangnya.


"Iya Mom! Ada apa?" tanya Aura


"Kamu kenapa? Mommy lihat ada yang aneh dengan anak Mommy ini?" jawab Siska menyelidik.


"Tidak ada Mom, Aura tidak kenapa-kenapa"


Aura tidak bisa membohongi Mommy nya, sesedih apa pun yang sedang terjadi pada anaknya, Ibu selalu tahu, karena Ibu yang sudah mengandung selama sembilan bulan, sifat dan karakter anak sudah sangat melekat pada diri seorang Ibu.


"Kemarilah Aura, duduklah bersama Mommy!" pinta Siska


"Katakan pada Mommy, apa yang sebenarnya terjadi? Jangan sembunyikan dari Mommy, Mommy tahu kamu sedang bersedih" seru Siska sembari menatap wajah sang anak.


Tak terasa buliran bening itu pun terjatuh juga dari mata Aura, Aura menangis, dirinya tak bisa membendung perasaannya. Siska memeluk putrinya penuh kehangatan.


"Mommy! Aku bertemu dengan anak-anak dari teman-teman istri Pak Vano, dan parahnya mereka satu kampus dengan Aura" ucap Aura


"Apa? Kamu bertemu mereka?" Siska benar-benar terkejut, ia bisa membayangkan jika saja Aura mengaku bahwa dia adalah anaknya. Pasti mereka akan menjauhinya dan membenci Aura.


"Apa kamu bilang kepada mereka jika kamu anak Mommy?" tanya Siska serius. Aurora mengangguk.


"Astaga... Aura! Lantas apa yang mereka katakan kepada mu?" tanya Siska penasaran.


"Mereka bilang, Aura tidak bisa berteman dengan mereka, karena Aura adalah anaknya Mommy, mereka takut jika Aura ikutan jahat seperti Mommy" pengakuan Aura membuat Siska begitu bersedih.


"Maafkan Mommy sayang! Gara-gara Mommy kamu di jauhi teman-temanmu!" seru Siska sembari memeluk Aurora.


"Mommy jangan bicara seperti itu, bagi Aurora Mommy adalah ibu yang baik, apapun kesalahan Mommy di masa dulu, Aura menganggapnya hanya kekhilafan, yang semua orang pasti mempunyainya, yang paling penting bagi Aura, sekarang Mommy sudah berubah, Mommy sekarang luar biasa, Aura bangga menjadi anak Mommy" jawaban Aura membuat Siska begitu terharu, dirinya bersyukur memilik putri yang sangat lembut, sangat jauh berbeda dengan dirinya disaat masih muda dulu.


"Mommy bangga kepadamu sayang!" ucap Siska dengan tatapan yang teduh.


Jack menghampiri kedua wanita yang menjadi belahan jiwanya itu, Jack terlihat senang karena sebentar lagi Ia akan mengadakan pertemuan secara pribadi dengan Vano, Jack mengundang Vano beserta istri dan juga Ray untuk makan malam di sebuah hotel bintang lima.


"Hei... kalian berdua bersiaplah, malam ini Daddy akan mengajak kalian untuk makan malam bersama pemilik perusahaan PT Elang Perkasa Company, Vano Adiputra Perkasa" ucapan Jack sontak membuat Siska begitu terkejut.


"What? Apa itu benar? Kita akan bertemu dengan Vano?" tanya Siska penasaran.


"Iya...aku dan dia akan membicarakan bisnis kita sambil makan malam bersama keluarga, Vano akan membawa putra mereka, karena Ray sudah pulang dari luar kota" seru Jack.

__ADS_1


Aurora dan Siska saling menatap, Siska tidak menyangka akan di pertemukan kembali dengan orang-orang dari masa lalunya. Namun Siska harus bersikap tenang, karena dirinya kini bukanlah Siska yang dulu, Siska sekarang telah berubah menjadi sosok yang penyayang dan sederhana.


"Sekarang kalian cepat siap-siap, setelah itu kita pergi makan malam, ayo sayang kita bersiap dulu, Aurora cepatlah... Daddy dan Mommy ke atas dulu" seru Jack sembari menggandeng tangan Siska.


"Makan malam? Dengan pak Vano? Ya Tuhan semoga Mommy bisa menghadapi semua ini!" ucap Aura lirih, kemudian dirinya segera pergi ke kamarnya.


*


*


*


Sementara di kediaman keluarga Perkasa, tampak Ray terlihat gagah dengan setelan jas berwarna hitam pekat yang dilengkapi dasi kupu-kupu yang memberi kesan betapa gagahnya putra Vano tersebut, siapa pun wanita yang melihatnya akan terpesona melihat ketampanan Ray yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.


Luna merapikan dasi Ray dan sesekali menatap wajah sang suami yang begitu tampan malam ini, sementara Luna juga terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna hitam sebatas lutut, Luna terlihat begitu seksi meskipun sekarang dia sedang berbadan dua.


Ray terlihat suka sekali mengelus pipi Luna yang semakin hari semakin merona. Vano mengajak istri dan anaknya ikut serta dalam jamuan makan malam oleh Jack Matilda.


"Kamu cantik sekali malam ini baby" ucap Ray yang terus mengelus pipi Luna dengan manja.


"Ah...Ray, jangan menggodaku!" balas Luna tersipu malu.


"Jika melihat kamu seperti ini, rasanya aku tidak ingin pergi kemana-mana, aku ingin bersamamu saja itu sudah cukup untukku" ucap Ray sembari membelai mesra pipi hingga leher Luna yang terlihat menggoda itu. Ray terlihat ingin sekali menggigit leher itu, namun dengan cepat Luna menepis bibir Ray yang ingin sekali mendarat pada lehernya yang jenjang.


"Jangan Ray, nanti saja masih banyak waktu, sekarang Mama dan Papa pasti sudah menunggu kita, ayo kita turun" seru Luna sembari menggandeng tangan Ray untuk segera turun menghampiri Vano dan Shesa yang sudah menunggu mereka.


"Ah...Itu mereka sayang!" seru Shesa saat melihat Ray dan Luna yang berjalan begitu mesra.


"Lihatlah mereka sayang! Mereka berdua sangat serasi, seperti saat kita masih muda dulu" ucap Vano yang masih teringat ketika membawa Shesa berjalan berdua dengannya penuh keromantisan.


Dan akhirnya Ray dan Luna tiba di hadapan kedua orang tuanya.


"Kami sudah siap" ucap Ray sembari menggandeng mesra tangan istrinya.


"Baiklah, ayo kita berangkat!" seru Vano sembari menggandeng tangan Shesa dengan mesra.


"Oh iya Pa! Jasmine tidak ikut?" tanya Vano.


"Tidak, dia ada tugas kuliah, jadi dia tidak ikut!" jawab Vano.


"Ohhh..."


*

__ADS_1


*


*


Dan akhirnya mereka tiba di sebuah hotel ternama di kota Surabaya, mobil mewah Vano berhenti di depan hotel bintang lima tersebut.


Shesa turun dari mobil, diiringi sang menantu yang sama-sama cantiknya dengan ibu mertuanya.


"Wahhhh... bukankah itu desainer terkenal itu, Deandra Rashesa?"


"Iya...kamu benar! Wahhh itu pasti menantunya... benar-benar cantik"


"Iya... sama-sama cantik"


"Wahh...itu juga, Tuan muda Ray yang ganteng itu, ya ampun semakin gagah saja dia"


"Ayah dan anak yang tak pernah pudar ketampanannya"


"Benar-benar keluarga yang harmonis"


Tampak beberapa orang yang datang ke hotel itu, memperhatikan kedatangan Vano dan Ray disana.


Setelah beberapa saat mereka tiba di tempat yang sudah di sediakan Jack untuk mereka.


Jack menyambut kedatangan Vano.


"Selamat datang Pak Vano, suatu kehormatan Anda bisa menghadiri undangan kami sekeluarga, perkenalkan...ini Istri saya... Siska"


"Apa?? Siska?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


*


*


Sambil menunggu othor update bab berikutnya, mampir dulu ke karya punya kak Ingflora yang berjudul JUNIOR CEO DAN BODYGUARD MEI...

__ADS_1


capcuss be🥰🥰



__ADS_2