TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Bertemu Ayah


__ADS_3

"Apa katamu? Luna pergi?" tanya Ray sembari menatap wajah Bertrand.


"Kau tahu Ray! Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal itu kepada gadis sebaik Luna, apa yang ada dalam pikiranmu sehingga kau membuat istrimu sendiri menangis?" sesal Bertrand


"Iya aku tahu, aku memang bodoh, dendam itu telah menghancurkanku, sekarang aku hanya ingin istriku kembali, aku berjanji akan memperbaiki semuanya, semua penderitaan nya akan aku ganti, aku rela jika harus menerima hukuman terberat sekalipun, asalkan dia mau memaafkanku dan kembali padaku" sesal Ray sembari memandangi potret kenangan mereka yang Ray letakkan di atas meja kerjanya.


Bertrand menghampiri Ray yang tertunduk sedih dan penuh penyesalan. Bertrand menepuk pundak sahabat nya itu. Tampaklah air mata seorang Ray yang jatuh menetes di atas meja kerjanya.


"Aku tahu perasaanmu Ray, Luna butuh waktu untuk menenangkan dirinya, setelah dia melewati masa-masa yang menyakitkan ini, Aku tahu kau menyesali semua ini, tapi ingat Om Vano dan Tante Shesa tidak akan memaafkanmu, nanti malam mereka tiba di Indonesia" ucap Bertrand mengingatkan.


"Aku sudah siap menanggung segala konsekwensinya, dan aku akan menghadapinya, karena semua ini adalah kesalahan ku, Aku tidak mau jadi pecundang, kalaupun aku dihukum mati, aku sudah siap asalkan Luna mau memaafkanku" ungkap Ray yang penuh penyesalan.


Tiba-tiba saja Bertrand mengungkapkan sesuatu yang membuat Ray terkejut setengah mati.


"Jangan mati dulu! Apa kamu tidak ingin melihat anakmu lahir ke dunia ini Ray?" ucapan Bertrand membuat Ray terperanjat dan sangat terkejut.


"Apa maksudmu?" tanya Ray dengan ekspresi yang mulai berbinar. Bertrand tersenyum dan menatap wajah Ray yang terlihat tegang.


"Luna hamil! Dia sedang mengandung buah cinta kalian" ucapan Bertrand membuat Ray bersimpuh tak berdaya. Dirinya mendadak lemas seperti tak bertulang saat tahu kini istrinya tengah mengandung anak pertama mereka.


"Ya Tuhan, kenapa aku sejahat ini, aku sudah membuat orang yang kucintai menderita, dia...dia mengandung, Luna mengandung buah cinta kami, bodoh...bodoh sekali kamu Ray, dendam bodohmu itu telah membuat cintamu pergi, sekarang apa yang bisa kulakukan, aku sudah kehilangan Luna dan anak kami" sesal Ray yang tiada hentinya.


"Sudah...Yang penting sekarang kamu harus menunjukkan bahwa dirimu telah berubah Ray, ya meskipun Om Vano dan Tante Shesa pasti marah besar melihat perbuatanmu kepada Luna, karena aku yakin kalian pasti bisa bersatu" ucap Bertrand meyakinkan.


"Thank's bro, kamu sudah memberiku dukungan, mudah-mudahan Luna masih mau menerimaku" ucap Ray penuh harap.


******


Sementara di kediaman Bayusena, tampak Karin sedang menghampiri Bayu yang tengah memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam koper besar.


"Ya Tuhan, apakah kami benar-benar akan meninggalkan tempat ini, Luna maafkan Ayah, Ayah sudah membuat hidupmu terjerat cinta buta Ray, maafkan ayah!" ucap Bayu lirih.


Tiba-tiba saja Karin menghentikan Bayu yang tengah memasukkan baju-bajunya.

__ADS_1


"Tunggu Mas, kita tidak perlu lagi pergi dari tempat ini!" ucap Karin.


"Apa maksudmu Karin? Bukankah kita harus meninggalkan tempat ini segera" seru Bayu


"Baru saja Karin mendapat berita, bahwa Ray sudah membatalkan semua rencana proyek yang akan dilakukan di tempat tinggal kita sekarang" ucapan Karin membuat Bayu tampak sangat terkejut dan tidak percaya, bagaimana bisa Ray bisa berubah pikiran secepat itu.


"Benarkah itu? Tapi kenapa dia begitu cepat berubah pikiran, baru kemarin dia menggebu-gebu ingin meratakan tempat ini dengan tanah, tapi sekarang dia justru membatalkannya" ucap Bayu bertanya-tanya.


Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Terlihat Karin membuka pintu dan betapa terkejutnya ia melihat Luna yang tengah berdiri di ambang pintu.


"Luna...!" seru Karin sangat terkejut


"Tante Karin!" Luna memeluk Karin dengan segera, betapa Luna begitu merindukan keluarga di kampung halamannya.


"Luna! Tante sangat merindukanmu, bersama siapa kamu kesini?" tanya Karin sembari menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Luna datang sendiri Tante, di mana Ayah, Luna ingin bertemu dengan Ayah" seru Luna.


Dan tiba-tiba saja Bayu keluar dari dalam rumah, ia sangat terkejut melihat kedatangan Puteri nya di rumah.


"Luna...!"


Luna berlari menghampiri sang Ayah, sementara Bayu menyambut kedatangan putrinya penuh keharuan.


"Ayah .. Luna kangen sama Ayah!"


"Luna, Ayah setiap hari merindukanmu Nak, Ayah sangat bahagia bisa melihatmu kembali di sini"


Ayah dan anak itu saling melepas rindu, tampak Karin mengusap air mata yang menetes di sudut matanya.


Kemudian Bayu mengajak Luna duduk dan menenangkan dirinya.


"Kemarilah Nak, apa suamimu tahu jika kamu datang kemari?" tanya Bayu.

__ADS_1


"Tidak Yah...Luna pergi dari rumah, setelah Luna tahu apa yang akan dilakukan Ray pada tempat tinggal kita" ucap Luna sedih


"Ayah mengerti perasaanmu, ini semua salah Ayah, sudah membuatmu tinggal bersama laki-laki itu, tapi... Ayah juga tidak membenarkan perbuatanmu, kamu pergi tanpa seizin suamimu, kau ingat ayah pernah bilang, seberat apapun masalahmu dengan suamimu, jangan pernah meninggalkan rumahnya, selesaikan masalah kalian bersama" ucap Bayu


"Tapi...Yah, Luna sudah tak tahan dengan sikapnya, Ray hanya ingin membalas dendam kepada Almarhum ibu, dan Luna yang menjadi pelampiasannya, apalagi Luna tahu dia berencana untuk menggusur tempat tinggal kita, itu yang lebih tidak bisa Luna maafkan, karena itulah Luna memutuskan untuk menjauhi Ray" ungkap Luna


"Dengar Nak, Ayah memang sempat kecewa dengan perbuatan suamimu, tapi setelah ayah pikir sebaiknya kamu kembali kepada suamimu, dia pasti sedang mencarimu"


"Tidak Yah, Luna tidak mau, Luna mau ikut Ayah kemanapun Ayah pergi, bukankah kita harus meninggalkan tempat ini Yah?" tanya Luna yang sudah mengetahui rencana Ray untuk menggusur dan menyuruh warga untuk pergi secepatnya dari rumah mereka.


Bayu menghela nafasnya dan menatap wajah sang anak penuh kasih sayang.


"Dengar Luna, baru saja kami mendapat kabar bahwa Ray sudah membatalkan semua rencana proyek itu, jadi... Kita masih tetap tinggal disini, dan kita tidak akan kehilangan tanah kita dengan harga yang murah, Ray sudah mencabut semua keputusannya" ucapan Bayu membuat Luna sangat terkejut.


"Apa Yah? Ray sudah membatalkan semua rencana proyek itu? Jadi semua warga disini tidak jadi pergi?" tanya Luna


"Tidak...!" jawab Bayu


"Kenapa tiba-tiba Ray berubah pikiran? Apa dia sudah menyesali perbuatannya? tapi aku masih belum percaya" gumam Luna penuh tanya.


Disaat bersamaan Karin membawakan Luna minum dan cemilan pisang goreng.


"Ayo minum dulu Luna! Pasti kamu haus, perjalanan kamu cukup jauh dari kota, ayo minum" seru Karin


"Terima kasih Tante" lantas Luna mengambil minuman tersebut, namun dirinya berhenti saat menatap pisang goreng. Perutnya seperti diaduk, tiba-tiba saja Luna mual melihat penampakan pisang goreng yang masih hangat tersebut. Luna berlari keluar rumah dan memuntahkan apa yang ada dalam perutnya.


"Huek...huek...huek"


"Luna...Kamu kenapa?" Karin mencoba membantu Luna dengan memijit tengkuknya.


Setelah perutnya sudah tidak mual lagi, Luna lantas terduduk lemas di kursi, Bayu yang melihat keanehan pada putrinya, lantas ia menebak jika sang putri kini tengah berbadan dua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


__ADS_2