
"Pergi kamu dari hadapan Mama, dan jangan kembali sebelum kamu membawa Luna ke rumah ini" ucap Shesa sembari berlalu meninggalkan Ray yang terlihat pasrah.
"Shesa kamu jangan begitu terhadap putramu, kasihan dia, lihatlah dia begitu menderita, Aku tahu kamu kecewa padanya, tapi Ray dia sepertinya sudah menyesali perbuatannya, maaf aku tidak bermaksud mencampuri urusan kalian" seru Nabila yang ikut menyaksikan Ray dihajar habis-habisan oleh Vano.
"Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, perbuatannya sungguh membuat ku malu terhadap Luna, dia gadis yang tidak berdosa, Luna tidak tahu apa-apa, kenapa dia harus merasakan dendam dari putraku sendiri" sesal Shesa.
Nabila menghampiri Ray yang masih terlihat lemah.
"Tante akan membawamu ke rumah Bayu, Aku yakin Luna pasti di sana!" ucap Nabila yang tak tega melihat penderitaan Ray.
"Terima kasih Tante, maafkan Ray jika selama ini Ray sudah menyimpan dendam kepada kalian, ternyata Tante adalah orang yang baik" balas Ray dengan suara serak dan sedikit terbatuk-batuk karena dadanya terasa sesak.
"Sudahlah, lupakan semuanya, Tante juga minta maaf jika dulu Tante sempat menuduh Mamamu macam-macam, sungguh itu diluar kesadaran kami, kami tidak tahu jika Shesa sudah menikah dengan pak Vano, begitu mudahnya kami membuat Shesa malu, hingga akhirnya kami sadar itu semua hanyalah kesalah pahaman saja" penjelasan Nabila membuat Ray tenang jika semua itu hanyalah kesalah pahaman karena sang Mama juga menyembunyikan pernikahannya kepada sahabat-sahabatnya.
Lantas Nabila menghampiri Shesa yang masih terlihat marah.
"Shesa, kami undur diri, izinkan aku membawa Ray untuk menunjukkan dimana rumah Bayu, karena aku yakin sekali Luna pasti mendatangi ayahnya" seru Nabila berharap Shesa mengizinkan dirinya untuk membawa putra mereka ke kampung.
Shesa menghela nafasnya dan akhirnya ia menyetujui permintaan Nabila untuk membawa Ray menemui Luna.
"Baiklah, aku mengizinkan kalian membawa Ray" seru Shesa kepada Nabila.
"Kau lihat Ray, Nabila masih memiliki rasa kasihan terhadapmu, tidak seperti kamu yang selalu ingin membalaskan dendam bodohmu itu" cecar Shesa meluapkan emosinya.
Ray tidak bisa berkata apa-apa, yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana caranya membawa Luna kembali pulang bersama dirinya, karena saat ini Luna pasti sangat kecewa dan sakit hati.
Lantas Abian dan Derry mengangkat tubuh Ray yang sudah tidak berdaya, Shesa tetaplah Shesa, hatinya benar-benar hancur saat melihat sang putra yang lemah tak berdaya, apalagi darah yang masih mengalir dari ujung mulut dan hidung Ray, meskipun Vano sendiri yang menghajarnya, seolah dirinya tak rela jika ada orang yang sudah menyakiti putranya. Tapi bagaimana lagi ini adalah satu-satunya cara untuk membuat Ray berubah.
Ray menghadap Shesa yang tampak membelakanginya dan meminta izin untuk membawa Luna pulang bersamanya.
"Ray pergi dulu Ma, Ray janji akan membawa Luna kembali pulang, Mama jangan khawatir Ray pasti baik-baik saja, Ray akan meninggalkan segalanya, mobil dan perusahaan semua akan Ray serahkan kepada Papa, doakan Ray agar bisa membujuk pak Bayu terutama Luna" ucap Ray melemah.
Shesa memejamkan matanya, terlihat buliran bening itu jatuh tiba-tiba dari pelupuk matanya.
__ADS_1
"Pergilah, cepat pergi...!" seru Shesa tanpa melihat wajah sang Putra, jikalau dia melihat keadaan Ray, yang ada dirinya tak tega melihat kondisi Ray yang terluka parah.
Jasmine hanya bisa menangis melihat sang kakak yang terlihat menderita.
"Kakak, cepatlah pulang, dan bawa Luna kembali bersama kita, kami semua menunggumu, aku sayang kakak" Jasmine memeluk Ray penuh keharuan.
"Sudahlah Jasmine, kamu jangan bersedih, doakan kakak agar kakak bisa membawa istri kakak kembali pulang, lagipula ada Abian yang akan bersamaku, Kakak tahu kalian saling mencintai, maafkan kakak jika pernah membuatmu menangis, jaga dirimu dan Mama baik-baik, kakak pasti segera kembali" ucap Ray sembari mengelus pipi adiknya.
"Kakak...kamu harus tetap semangat!" seru Jasmine menyemangati Ray.
"Abi, Om Derry, Tante Nabila...tolong jaga kakak Jasmine, Jasmine sangat menyayanginya, Jasmine tidak mau melihat kakak menderita, tolong pertemukan mereka berdua" pinta Jasmine
"Jasmine, kamu tidak perlu khawatir sayang, kami pasti menjaga Ray dengan baik, lagipula kami tidak mungkin membuat kecewa calon menantu kami, iya kan Pa?" seru Nabila sembari melirik ke arah Abi.
"Mama benar, bukan begitu Abi?" jawab Derry menyindir Abian yang tampak malu-malu kucing.
Ray tampak tersenyum dibalik ngilu akibat luka-luka yang ada diwajahnya.
"Makasih kakakku sayang, kakak memang baik banget, Jasmine sayang kakak"
Tanpa Jasmine sadari, Jasmine sudah memeluk Ray terlalu erat karena saking senangnya karena Ray sudah menyetujui hubungan mereka berdua. Dan itu membuat Ray merasa kesakitan.
"Awwww...ssss" Ray meringis kesakitan saat Jasmine menyentuh bagian tubuhnya yang terluka. Jasmine sungguh terkejut melihat Ray yang terlihat kesakitan.
"Ma...maaf kak, Jasmine nggak sengaja, masih sakit ya!" seru Jasmine gugup.
"Sakit seperti ini masih bisa kutahan, tapi sakit karena kepergian Luna itu yang tak bisa ku lupakan." seru Ray
Dan akhirnya malam itu juga, Nabila membawa Ray untuk pulang ke rumahnya yang satu kawasan dengan rumah Bayu.
Shesa melihat dari kejauhan sang putra dibawa Nabila pergi, ada kesedihan yang teramat dalam dari wajahnya, bagaimana bisa Ray melakukan hal yang membuatnya benar-benar kecewa pada Ray, tapi bagaimana pun juga Ray tetaplah putranya, Shesa masih mendoakan agar mereka bisa bersatu kembali.
"Semoga kamu bisa menemukan Luna secepatnya, Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaanmu Ray, Luna memang tercipta untukmu, kalian sudah ditakdirkan untuk bersama, semoga kamu bisa lebih dewasa setelah kejadian ini" gumam Shesa penuh harap.
__ADS_1
Kemudian Shesa beranjak pergi ke kamarnya untuk menemui Vano yang sudah tentu sangat bersedih. Namun tiba-tiba saja terdengar suara telepon berdering, terlihat seorang pelayan tengah berlari untuk mengangkatnya.
"Tunggu...biar aku saja" seru Shesa
"Baik Nyonya"
Lantas Shesa segera mengangkat telpon itu segera.
"Halo"
"Halo...Shesa, ini dokter Erick, senang bisa mendengar kepulangan mu dengan selamat"
"Oh dokter Erick, Iya terima kasih, oh iya ada perlu dengan suamiku? Sebentar aku panggilkan ..."
"Tidak perlu, bicara denganmu sama saja, aku cuma ingin menyampaikan berita bahagia untuk kalian berdua"
"Berita apa?" tanya Shesa penasaran.
Lantas dokter Erick menceritakan semua yang telah terjadi pada menantu mereka.
"Selamat, sebentar lagi kalian akan mempunyai cucu, Luna sedang mengandung cucu kalian"
"Luna hamil..."
Betapa bahagianya Shesa mendengar berita dari dokter Erick, ini sungguh karunia terbesar sepanjang hidupnya, mendapat seorang cucu pertama, dengan cepat Shesa memberi tahukan berita bahagia ini kepada suaminya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Ayo ayo beb... jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian dengan like komen beri hadiah dan vote tentunya 🥰🥰...
...Penasaran apa yang akan dilakukan oleh Ray untuk meluluhkan hati istrinya, dan penasaran apa balasan Luna untuk suaminya? tunggu update berikutnya ❤️🥰...
__ADS_1