
Luna mengusap air mata yang membasahi wajah tampan Ray, dan Ray pun meraih tangan sang istri kemudian mencium mesra tangan lembut itu.
"Aku yakin Ibu pasti memaafkanmu, hmm" ucap Luna sembari tersenyum.
Jasmine dan Abian sangat terharu melihat kesungguhan Ray, dan setelah mereka memanjatkan doa untuk Mita, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.
Mereka semua menuju ke tempat mobil yang diparkir di depan pemakaman tersebut, Luna seolah merasa jika Ibunya sedang berdiri dan tersenyum kepada mereka di samping pusara Mita.
Luna menoleh ke belakang, dilihatnya bayangan sang Ibu melambaikan tangan dan tersenyum kepadanya.
"Selamat jalan anakku, akhirnya Ibu bisa pergi dengan tenang, semoga kamu selalu bahagia bersama suamimu"
Suara yang menggema itu terdengar jelas di telinga Luna.
"Luna akan selalu merindukan Ibu" ucapnya lirih, dan Ray pun mendengar ucapan istrinya.
"Ada apa sayang?" tanya Ray sembari menatap wajah istrinya.
"Tidak ada, ayo kita pulang" jawab Luna sembari menatap wajah Ray.
Dan akhirnya mereka semua berangkat ke Surabaya hari itu juga.
Mobil mewah itu berhenti sejenak di rumah Abian, tampak Derry dan Nabila yang tengah berada di teras rumah.
"Mobil siapa tuh Pa?" tanya Nabila yang melihat mobil warna hitam yang tengah berhenti di depan rumahnya.
Derry dan Nabila sejenak berdiri, dan mereka terkejut saat melihat Abian yang sedang turun dari mobil itu. Kemudian di susul oleh Jasmine, Ray dan Luna.
Mereka berpamitan kepada Nabila untuk kembali ke Surabaya.
"Ma...Pa... mereka kesini untuk pamit kepada Mama dan Papa, hari ini Ray, Luna, Jasmine dan pak Bayu akan ke Surabaya" tutur Abian
Kemudian Luna menghampiri Nabila dan Derry.
"Tante! Om Derry! Luna pergi dulu, terima kasih banyak atas dukungan Om dan Tante selama ini, terima kasih banyak Om dan Tante sudah merawat suamiku, Luna berhutang Budi kepada Om dan Tante" seru Luna.
"Tante ikut bahagia, akhirnya kalian bisa bersatu kembali, Tante akan selalu mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua, dan semoga kehamilanmu selalu di beri kesehatan, Tante yakin Mita pasti sangat senang melihatmu bahagia sayang!" jawab Nabila sembari memeluk Luna.
"Saya sangat berterima kasih sekali kepada Om dan Tante yang Sudi memberikan tumpangan untuk saya tinggal di sini bersama Abian juga, terima kasih atas semuanya, dan maafkan saya sekali lagi jika pernah berbuat jahat kepada Tante Nabila dan Om Derry" sesal Ray yang mengingat dirinya saat ingin menguasai daerah tempat tinggal Nabila dan Bayu.
"Sudahlah Ray, semuanya itu sudah berakhir, sekarang pulang lah, Shesa pasti sangat merindukan kalian, dan pak Vano, Tante yakin beliau pasti memaafkanmu, karena kamu sudah menunjukkan keseriusanmu untuk membawa Luna kembali pulang ke rumah kalian." ucap Nabila
__ADS_1
"Iya Tante, Ray juga sangat merindukan Mama dan Papa" jawab Ray.
Sementara itu Jasmine yang berdiri di belakang Luna, tampak ikut pamit kepada calon mertuanya itu.
"Tante Nabila, saya juga pamit, maaf jika kehadiran saya disini sudah merepotkan Tante dan Om" seru Jasmine yang terlihat malu-malu.
Nabila mendekati putri sahabatnya itu. Dan mengusap wajahnya yang cantik itu.
"Jasmine, sepulang dari sini, kamu bilang kepada kedua orang tuamu, besok lusa Tante dan Om akan datang ke rumahmu, kami akan melamar kamu untuk menjadi menantu kami" ucapan Nabila membuat Jasmine bahagia sekali.
"Yes...yes... akhirnya gue nikah juga sama Jasmine!" sahut Abian jingkrak jingkrak yang terlihat sudah tidak sabar lagi untuk menikahi Jasmine.
"He...he...he...kamu ini bisa tenang tidak!" sahut Derry yang melihat tingkah anaknya yang terlalu senang.
"Ye...Papa, Abi bahagia banget pokoknya, makasih banyak Ma, Pa! Kalau bisa nikahnya di cepetin deh Ma, bulan ini saja deh ya! Ayolah Pa! Abi mohon!" seru Abian yang memohon untuk segera di percepat pernikahan mereka.
"Kamu ini nggak sabar banget, iya tunggu kita aja belum datang ke rumah Jasmine, kalau Jasmine atau pak Vano nggak mau gimana?" seru Derry
"Jasmine pasti mau kok Pa! Beneran coba saja tanya sendiri!" balas Abian.
"Nak Jasmine mau jadi istri anak Om yang petakilan ini? si Abi?" tanya Derry
Jasmine tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, dengan rona wajah yang tampak malu-malu pus pus meong. 😁
*******
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya mobil mewah itu tiba di kediaman keluarga besar Perkasa. Tampak seluruh pelayan menyambut kedatangan Ray dan Luna.
Ray turun dari mobil dan membawa tangan Luna dengan mesra. Diikuti oleh Bayu dan Jasmine di belakang mereka.
Sementara itu Shesa dan Vano sudah siap menyambut kedatangan putra dan menantu mereka.
"Mereka sudah datang Sayang, aku sudah tidak sabar ingin segera memeluknya" ucap Shesa kepada Vano yang berada di sampingnya.
"Iya... akhirnya putra kita bisa menunjukkan kejantanannya, aku bangga padanya, dia lah putraku, putra Vano Adiputra Perkasa" balas Vano yang merasa sangat bahagia dengan perubahan yang terjadi pada Ray.
Ray dan Luna memasuki pintu utama rumah mewah itu, dilihatnya sang Mama yang sudah menanti kedatangan mereka.
"Ray anakku!"
"Mama...!
__ADS_1
Ray datang bersimpuh di kaki Shesa, dan menuangkan semua kerinduan yang selama ini Ray pendam.
"Ray...kangen banget sama Mama, maafkan Ray sudah membuat Mama kecewa" ucap Ray
"Berdirilah Ray, Mama juga sangat merindukanmu, setiap malam Mama tidak bisa tidur memikirkan kalian, sekarang Mama bisa tidur nyenyak, kalian sudah kembali" balas Shesa sembari memeluk putra mereka.
Setelah Ray puas menuangkan rasa rindunya kepada Shesa, lantas kini Ia berdiri di hadapan sang Ayah yang terlihat tegas, namun hatinya begitu bergetar saat melihat putra mereka datang kembali ke rumah.
"Pa...Ray minta maaf sama Papa, Ray sudah membuat Papa marah, Ray bodoh sekali, Ray sangat menyesal atas semua yang sudah Ray lakukan, Ray menyesal Pa" ucap Ray sembari bersimpuh di hadapan Vano, namun dengan cepat Vano menyuruhnya berdiri.
"Bangunlah Ray, jangan lakukan itu, Papa sudah memaafkanmu, Papa juga minta maaf jika Papa sudah kasar kepadamu, Papa terbawa emosi, Papa pasti sudah sangat menyakitimu, maafkan Papa" seru Vano sembari merangkul putra pertama mereka penuh kasih sayang.
"Ray sayang sama Papa!" jawab Ray sembari tersenyum.
Lantas Ray menghampiri Luna yang ada di samping Jasmine dan membawa Luna kepada Shesa yang sudah tidak sabar ingin sekali bertemu dengan menantunya.
"Ini menantu Mama, Ray sudah membawanya pulang untuk Mama!"
Shesa mendekati Luna yang terlihat makin cantik itu, begitu pun juga dengan Luna yang sudah tidak sabar ingin merasakan kasih sayang dari seorang Shesa.
"Luna sayang, bagaimana kabarmu nak, Mama sangat merindukanmu!"
Shesa langsung memeluk menantu kesayangannya itu penuh kebahagiaan, semua yang ada di tempat itu begitu terharu melihat pertemuan antara Menantu dan mertua tersebut.
"Luna baik Ma, Ray sudah menjaga Luna dengan baik" jawab Luna yang merasa nyaman saat berada dalam pelukan sang mertua yang begitu menyayanginya.
Shesa menatap putri dari sahabat nya itu penuh kasih.
"Maafkan Mama, jika Mama tidak mengerti maksudmu untuk memberi tahukan tentang siapa Ibumu, sekarang Mama sadar, ternyata Mita sudah memberikan putrinya yang cantik ini sebagai permintaan maafnya, Mama akan selalu membuatmu tersenyum sayang, karena kamu adalah satu-satunya kenangan dari sahabat Mama, Mita" ungkap Shesa dengan mata yang mulai mengembun.
Luna tersenyum bahagia, akhirnya ia menemukan kebahagiaan nya bersama keluarga besar Perkasa yang begitu mencintainya.
"Oh iya, bagaimana keadaan cucu Mama? Apa dia baik-baik saja?" tanya Shesa sembari mengusap perut Luna yang masih rata itu.
"Iya Ma, cucu Mama baik-baik saja" jawab Luna.
"Syukurlah, Mama bahagia sekali melihat kalian semua!"
BERSAMBUNG
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
...Seneng banget ya lihat mereka berkumpul kembali ❤️❤️...