TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Kedatangan Jasmine dan Abian


__ADS_3

Sementara di luar rumah, tampak Jasmine dan Abian menunggu pintu dibuka sama empunya, sembari duduk di sebuah bangku panjang yang biasa digunakan Ray tidur. Abian mengetuk pintu berulang kali, namun masih belum ada jawaban dari dalam.


"Apa mungkin mereka sedang keluar ya? Kok sepi banget nih rumah" seru Abian menebak, Jasmine hanya mengangkat bahunya. Tiba-tiba saja ada tetangga Luna yang sedang lewat di depan rumah sederhana itu. Alih-alih Abian bertanya dimanakah keberadaan pemilik rumah, Pak Bayu.


"Maaf Bu, saya mau tanya!" seru Abian kepada wanita paruh baya itu, wanita yang pagi tadi memberikan Ray makanan. Lantas wanita itu berhenti dan memperhatikan kedua orang pemuda pemudi itu.


"Iya, ada yang dapat saya bantu Mas!" jawab Bu Siti.


"Apa ibu tahu kemana pemilik rumah ini, dari tadi saya ketuk-ketuk pintu belum ada jawaban, apa pak Bayu sedang keluar?" tanya Abian.


"Oh...Pak Bayu sudah berangkat ke warung nya, di rumah cuma ada Mbak Luna dan suaminya yang ganteng itu, perasaan tadi mereka masih ada di luar halaman, masa iya mereka keluar sih, tapi ndak mungkin mereka keluar, orang dari tadi saya ada diluar terus, kalau pun mereka keluar pasti saya tahu, pasti mereka masih ada di dalam" ujar perempuan berambut keriting itu.


"Mereka di dalam! jangan-jangan mereka...waah gila si Ray, nggak nyia-nyiain kesempatan, pasti Luna udah klenger tuh, kena ular kadutnya Ray" gumam Abian yang sudah mengerti apa yang dilakukan Ray berdua di dalam rumah.


"Eh Abi...kamu kenapa? Malah bengong?* seru Jasmine sambil memperhatikan Abian yang tampak memikirkan sesuatu.


"Eh nggak, nggak papa" jawab Abi.


"Kalau begitu terima kasih banyak Bu" ucap Abi kepada Bu Siti.


"Iya Mas, pasti Mbak Luna dan Mas Ray sedang berduaan di dalam hehe" jawab Bu Siti menduga, mereka pasangan yang romantis.


Jasmine dan Abian saling menatap.


Setelah Tetangga Luna pergi, lantas Abian dan Jasmine memutuskan untuk menunggu mereka di luar. Setelah beberapa saat tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka. Abian dan Jasmine tampak terkejut dan melihat kearah pintu yang sedang terbuka.


"Jreng...jreng ...jreng"


Mata Abian dan Jasmine tampak bergerak dari atas ke bawah dan kembali ke atas lagi, menyaksikan Ray yang hanya memakai sarung yang menutupi bagian tubuh bawahnya saja, sedangkan tubuh kekarnya masih terlihat polos dan menantang.


"Ray..."


"Kakak..."


Abian dan Jasmine dibuat terkejut dengan penampilan Ray yang membuat mereka terpaksa mengeluarkan suara tawa kecilnya.


Jasmine dan Abian tak henti-hentinya tertawa melihat Ray yang hanya memakai sarung saja.

__ADS_1


"Hei ... Kalian berdua bisa diam tidak? Berisik banget tau nggak, entar tetangga pada lihatin kita tau nggak" seru Ray sambil menyuruh Abian dan Jasmine berhenti tertawa.


"Hehe ...iya iya sorry, aduuhhh...aku nggak kuat Ray ...perutku sakit nih" keluh Abian yang tertawa sampai perutnya terasa sakit.


"Kamu juga, Jasmine... malah ngikutin Abian ketawa lagi, jangan ikut dia tertawa, si Abi ini sesat, ngerti nggak"


"Maaf Kak, bukan Abi yang sesat ...kak Ray yang bikin kita sesat...aduuhh" jawab Jasmine sambil mendekap perutnya yang sakti akibat tertawa terpingkal-pingkal.


"Haaaaa... kalian berdua sama saja, ayo masuk ...!" ajak Ray


Kemudian Jasmine dan Abian masuk ke dalam dan Ray mempersilakan Jasmine dan Abian duduk.


"Eh...Ray, ngomong-ngomong kamu habis sunat ya? Tiba-tiba pakai sarung gitu" seru Abian sembari melihat sarung yang membalut tubuh Ray .


"Enak aja disunat" jawab Ray cepat


"Oh... mungkin saja kalian habis nganu ya? Hehehe...ngaku saja" sindir Abian yang membuat Jasmine tertawa kecil.


"Eh...apaan sih, udah ah...aku mau ganti baju dulu" pamit Ray sembari berlalu meninggalkan Jasmine dan Abian yang tak henti-hentinya menertawakan dirinya.


Saat Ray meninggalkan Jasmine dan Abian masuk kedalam, tampak keduanya membicarakan tentang Ray dan Luna.


"Sepertinya gitu" jawab Jasmine percaya


"Wah syukur deh kalau mereka sudah baikan, itu tandanya Luna akan kembali ke rumahmu, Mama dan Papamu pasti bahagia tuh mendengar berita ini" ucap Abian senang.


"Itu sudah pasti, Mama dan Papa pasti memaafkan kakak, jika Luna berhasil dibawa pulang, aku sudah tidak sabar keluarga kami berkumpul kembali" ucap Jasmine bahagia.


"Aku juga tidak sabar, untuk membawamu ke pelaminan, biar aku seperti Ray, pakai sarung setiap hari" sindir Abian sembari tersenyum smirk.


"Apaan sih, dasar mesum" celetuk Jasmine yang membuat Abian semakin senang.


Tampak Jasmine malu-malu meong, saat Abian memandanginya.


"Jasmine, setelah Ray dan Luna pulang, aku, Mama dan Papa akan datang ke rumahmu untuk melamarmu sebagai istriku, apa kau bersedia menjadi istriku?" tanya Abian serius.


Sebelum Jasmine menjawab pertanyaan Abian tiba-tiba saja Luna keluar menemui mereka berdua, Jasmine melihat Luna yang tampak rambutnya masih basah, membuat keduanya yakin bahwa Ray dan Luna baru saja membuat adik.

__ADS_1


"Jasmine...apa kabar" seru Luna sembari memeluk adik iparnya.


"Luna...aku baik-baik saja, aku kangen banget tau nggak sama kalian" ucap Jasmine sembari menyambut pelukan kakak iparnya.


"Kapan kamu pulang, tahu nggak sih Mama udah nanyain kamu terus, dia sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu dan ingin mengelus keponakan ku yang masih di dalam sini" seru Jasmine sembari mengusap lembut perut Luna yang masih rata.


Luna tersenyum.


"Secepatnya, kami akan pulang secepatnya" jawab Luna.


"Jadi ...kamu sudah maafin kakak?" tanya Jasmine


"Ya ...pastilah dimaafin, Luna tuh sudah klepek -klepek sama Ray, nggak bisa jauh-jauh dia, iya kan" sahut Abian yang sudah mengetahui karakter sahabatnya itu


"Dasar Abi, apaan sih Lu...nyerocos aja" umpat Luna


"Tapi emang bener kan? Kalian udah baikan...udah ngaku aja, tuh bentol-bentol merah di leher udah cukup bukti" celetuk Abian yang melihat bekas gigitan Ray yang menghiasi leher putih Luna. Membuat Luna meraba lehernya sendiri dan mengingat betapa dahsyatnya sang suami menyerangnya kala itu. Luna tampak tersipu malu.


"Eh... kamar mandinya dimana nih, gue pingin pipis" tanya Abian.


"Elu ke belakang aja, nanti Elu pasti nemu, ada Ray disana lagi mandi" Jawab Luna sembari menunjuk arah belakang rumah.


"Oke"


Abian lalu pergi ke belakang rumah dan mencari kamar mandi. Tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan Ray yang baru saja keluar dari kamar mandi, sontak membuat Abian terkejut.


"Wah gila kamu Ray, kamu apain si Luna sampai kayak gitu, ganas juga kamu" seloroh Abian sambil tertawa kecil.


"Yang pastinya aku buat dia tergila -gila, dia tidak akan bisa melupakannya" ucap Ray sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Hebat kamu Ray, bisa taklukkan hati Luna, memang kalian sudah berjodoh... seperti aku dan Jasmine, iya nggak sih?" ucap Abian sambil menaikkan alisnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


Sambil nunggu othor update berikutnya...Ayo Beb ramaikan nih Karya kak Mekha_chan yang berjudul My Boss My Berondong ... capcuss okey🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2