TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Aku terlalu mencintaimu


__ADS_3

Ray membawa paksa Jasmine untuk pulang.


"Masuk" paksa Ray sembari membuka pintu mobil, kemudian dengan wajah yang cemberut, Jasmine masuk kedalam mobil. Setelah itu Ray menutup pintu mobil dan bergegas masuk kedalam dan membawa Jasmine pulang ke rumah.


Selama perjalanan Jasmine tidak bicara sama sekali, dirinya benar-benar kecewa dengan sikap Ray yang gila akan dendamnya. Ray yang mengetahui Jasmine yang sedang merajuk, lantas Ia mencoba mencairkan suasana.


"Kakak minta maaf! Kakak tidak bermaksud jahat kepadamu, itu semua kakak lakukan untuk melindungi dirimu Jasmine, kakak tidak mau kamu menjalin hubungan dengan orang-orang yang sudah membuat Mama kita menderita" ucap Ray mencoba meyakinkan.


"Kak Ray jangan gitu, kakak tahu nggak sih, kakak sudah nyakitin diri kakak sendiri, apa untungnya coba kakak memelihara dendam bodoh ini, Jasmine nggak habis fikir kenapa Kakak bisa melakukan hal ini " sesal Jasmine.


"Bagiku Mita dan Nabila adalah manusia paling keji yang patut mendapat pembalasan, termasuk anak-anak mereka!" jelas Ray dengan tatapan sinis nya.


"Apa? Ternyata dendam kakak itu tidak cukup dengan Mita dan Nabila, kakak juga dendam dengan anak-anak mereka, Kak Ray sadar nggak sih siapa yang kakak bicarakan? Dia istri kakak, Luna...Gadis yang tak tahu apa-apa" balas Jasmine.


"Justru itu aku sangat bersyukur bisa menikahi gadis itu, karena itu akan memudahkan aku untuk melampiaskan dendam ini pada Mita, dia wanita yang paling keji yang telah memfitnah Mama, dia harus melihat putrinya menderita!" ucap Ray dengan senyum jahatnya.


"Kakak benar-benar sudah gila...Kakak tahu nggak sih bahwa bu Mita itu sudah men..." belum sempat Jasmine melanjutkan kata-katanya Ray sudah memotong pembicaraan.


"Cukup...Aku tidak mau dengar lagi tentang perempuan laknat itu" sentak Ray.


"Jasmine nyesel udah menyetujui pernikahan kakak dan Luna, kalau saja Jasmine tahu kakak sejahat ini, aku nggak mau susah payah membujuk pak Bayu untuk merestui hubungan kalian, Aku kasihan melihat kakak tidak bisa bersatu dengan Luna, Jasmine tahu sebenarnya Luna adalah gadis yang kakak cintai, Jasmine tidak tega melihat kakak menderita karena penolakan dari pak Bayu. Ternyata pak Bayu benar, kakak tidak akan pernah membuat Luna bahagia, ingat kata-kata Jasmine kak, Kakak akan kehilangan Luna, Kakak akan menyesalinya, dan kakak pasti akan menderita dengan kepergian Luna, Luna sudah ikhlas memberikan cintanya kepada kakak, tapi apa balasan dari kakak...kekecewaan" sahut Jasmine sembari menitikkan air matanya.


"Haaahhh...Sudah, Aku tidak mau dengar lagi" sentak Ray sembari melajukan mobil mewahnya melesat di jalan raya.


Sementara itu Luna menunggu kedatangan sang suami dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya, sehinggga membuat pelayan yang melihat itu merasa kagum dengan pesona Luna.


"Lihat deh, Non Luna tampak bahagia menyambut kedatangan Tuan muda Ray!"


"Tuan muda beruntung sekali mempunyai istri yang setia seperti Non Luna"


"Kamu benar, Non Luna adalah menantu ideal di rumah ini"

__ADS_1


"Tuan Vano dan Nyonya Shesa, memang tidak salah pilih"


Beberapa pelayan membicarakan Luna dengan senang. Hingga akhirnya mobil mewah Alphard milik Ray tiba juga di halaman luas itu.


Jasmine turun berlari dengan muka yang cemberut, sementara Ray tidak banyak bicara dan lebih memilih masuk langsung ke kamarnya.


"Loh loh, Jasmine ada apa?" tanya Luna yang melihat Jasmine masuk dengan menangis. Setelah Jasmine masuk ke dalam rumah mewah itu disusul Ray dengan tatapan sinis nya.


Luna menghampiri suaminya dan mengambil tas serta mencium tangan Ray. Namun Ray tetap angkuh dan cuek, ia tidak mengindahkan sama sekali kehadiran istri yang sudah menyambut kepulangannya.


"Sayang, Aku sudah siapkan air hangat untuk mandi, setelah itu kita makan malam bersama" seru Luna sembari menunjukkan meja makan yang penuh dengan berbagai macam hidangan.


"Aku mau ke kamar, Aku mau tidur, makan saja sendiri, Aku capek!" jawab Ray ketus sembari berlalu meninggalkan Luna yang terdiam di tempatnya. Beberapa pelayan yang melihat sikap Ray terhadap Luna, membuat mereka merasa kasihan kepada Luna yang sudah repot-repot menyiapkan hidangan makan malam untuk Ray.


"Non Luna yang sabar ya, jangan diambil hati, mungkin saja Tuan muda memang sedang capek" hibur salah seorang pelayan.


"Nggak, Aku nggak apa-apa kok, ya sudah...Karena suamiku tidak mau mencicipi hidanganku, daripada mubazir, kalian makan saja...Aku akan ke atas" jawab Luna sembari tersenyum.


"Kasihan ya Non Luna! Dia sudah masakin banyak untuk Tuan muda, eh ternyata Tuan muda nggak mau makan, kok Tuan muda sekarang gitu ya! Tuan muda berbeda sekali"


"Iya kamu benar, kalau ada Nyonya Shesa, Tuan muda nggak bakal berani bersikap seperti itu pada Non Luna, Nyonya Shesa sangat menyayangi menantunya"


"Gimana kalau kita lapor aja sama Nyonya Shesa, Aku nggak tega lihat Non Luna digituin sama Tuan muda Ray"


"Jangan, Nyonya Shesa dan Tuan Vano sedang ada urusan penting, nanti kita malah ganggu pekerjaan mereka"


"Terus gimana dong, masa kita tega sih lihat Non Luna kayak gitu"


"Kita tunggu aja sampai Nyonya Shesa pulang, mungkin seminggu lagi mereka akan segera pulang"


"Iya bener aku setuju, saat pulang saja kita beritahu Nyonya Shesa dan Tuan Vano"

__ADS_1


Bisik-bisik pelayan yang merasa kasihan dengan apa yang menimpa Luna.


Sementara itu Luna sudah sampai di kamar mereka, Luna meletakkan tas Ray dan berjalan menghampiri suaminya yang sedang berbaring di kasur.


"Sayang, kamu tidak mandi dulu, nanti airnya lekas dingin loh" seru Luna sembari menyentuh pundak Ray yang tengah berbaring miring.


Namun sayang tidak ada jawaban dari Ray sama sekali. Luna menghela nafasnya, kemudian Ia merapikan jas milik Ray yang tergeletak di lantai. Dengan merendah Luna mencoba bertanya kepada suaminya.


"Kamu kenapa sayang? Apa ada masalah di kantor?" pertanyaan Luna yang juga tak kunjung mendapat jawaban.


Setelah beberapa saat Ray tidak merespon Luna sama sekali, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan menemui adik iparnya yang terlihat menangis sepulang tadi bersama Ray.


"Baiklah, kalau kamu tidak mau bicara, aku pergi ke kamar Jasmine sebentar, istirahatlah" pamit Luna sembari berlalu pergi dari kamar mereka.


Sementara itu Ray masih tersadar, dirinya lantas membalikkan badannya dan duduk menyandarkan punggung kekarnya pada sandaran tempat tidur mewah itu.


Ray melihat potret mereka berdua yang diletakkan di atas nakas. Lantas Ray mengambil foto saat pernikahan mereka.


"Maafkan aku Luna, aku tahu kamu tidak bersalah, aku sudah mengotori hidupmu dengan dendam ku terhadap ibumu. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri, aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu, namun sebelum ibumu meminta maaf pada Mama, aku tidak akan berhenti mengejar kemanapun Mita dan Nabila pergi" ucap Ray lirih.


"Aku tidak perduli kau menganggapku jahat, lebih baik seperti itu, anggap saja aku jahat, biarlah kau membenciku saat tahu yang sebenarnya, bahwa ibumu adalah incaranku, dan setelah itu kau bisa pergi dariku sesuka hatimu...Tapi jujur aku tidak mau berpisah dengan dirimu, aku terlalu mencintaimu" gumam Ray dengan menghela nafas panjangnya.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤


...Maafkan othor jika sudah membuat kalian darah tinggi🙏...koflik memuncak guys dan sebentar lagi Ray akan terjatuh, terpelanting menghantam batu penyesalan...so ikuti terus kisah mereka yang selalu menguras esmosi dan air mata😁...


...Jangan lupa dukungannya 🙏🌷🌷...


...Untuk reader yang kurang suka dengan bab-bab yang berbau hareudang, bisa di skip asal jangan komen yang menohok, author nggak maksa kamu untuk baca, suka baca nggak suka nggak usah di hujat, buanyak novel yang model begini, bukan punya othor saja, othor sedang mode mellow rek😁...

__ADS_1


...Buat yang dukung othor berimajinasi, tengkyu banget, kalian adalah penyemangat author 😍😍...


__ADS_2