
Perlahan Luna menghampiri Ray yang terlihat sudah tidur, kemudian Luna menutupkan selimut ke seluruh tubuh Ray dengan pelan, agar suaminya tidak kedinginan. Ada rasa kasihan saat melihat wajah polos Ray saat tidur. Luna mengelus dengan lembut puncak kepala Ray, sesekali ia tersenyum menatap wajah suaminya.
Namun tiba-tiba saja Ray bergerak, membuat Luna dengan cepat menyingkirkan tangan nya dari kepala Ray, namun sayang tanpa sadar dan dengan mata yang terpejam Ray meraih tangan Luna dan memeluknya ke dalam dekapan Ray. Membuat Luna dibuat gugup dan salah tingkah, Ia takut jika Ray terbangun dari tidurnya.
Dan terpaksa Luna harus duduk di samping Ray sembari menarik pelan-pelan salah satu tangannya dari dekapan Ray.
"Aduuhhh... gimana nih, susah banget lagi nariknya, ayo Ray lepasin tanganku!" gumam Luna dengan menarik-narik tangannya. Tampak Ray masih nyenyak dalam tidurnya, Ray semakin erat mendekap tangan Luna seolah dirinya sedang memeluk sebuah guling.
"Yeeee kok tambah erat sih, bisa-bisa dia bangun nanti" gumam Luna semakin cemas
Dan tiba-tiba saja terdengar suara petir yang cukup keras, dan disertai listrik padam, dimana hal itu membuat Luna sangat ketakutan, spontan Luna memeluk Ray dan menjerit ketakutan.
"Aaaaaa"
Seketika Ray terperanjat saat tiba-tiba dirinya merasakan ada seseorang yang sedang memeluknya. Dengan cepat Ray meraih tubuh Luna dan merubah posisi, kini Luna dibawah tubuh suaminya.
Dalam cahaya yang gelap gulita, Luna merasakan deru nafas Ray yang begitu hangat di wajahnya, sementara Ray tampak terpaku siapa sebenarnya yang telah mengganggu tidurnya, karena pencahayaan yang gelap karena efek listrik terputus, membuat Ray tidak bisa melihat dengan jelas wajah Luna.
"Siapa kau!" seru Ray sembari mengunci kedua tangan Luna di atas kepala, sehingga Luna tidak bisa berbuat apa-apa, Luna berusaha tidak bersuara agar Ray tidak mengetahui bahwa yang sedang bersamanya adalah istrinya sendiri.
Yang terdengar hanyalah suara detak jantung Luna yang berdetak semakin kencang, sehingga membuat nafasnya kian memburu, dari situlah Ray mengenali siapa yang sebenarnya berada di bawah Kungkungan nya tersebut.
"Aku tahu siapa kau, detak jantungmu, deru nafasmu, aroma tubuhmu, semua itu tidak bisa aku lupakan, apa kau sengaja datang kesini untuk menggodaku sayang? Hmm bicaralah...ayo bersuaralah, aku ingin mendengar suaramu, desaahanmu selalu terngiang di telingaku, setiap saat setiap waktu aku ingin mendengarnya"
Ray kembali melancarkan aksinya dengan menelusuri ceruk leher Luna, membuat Luna dibuat tak berdaya karena sentuhan itu membuatnya semakin merinding, Luna berusaha untuk tidak bersuara, agar Ray tidak semakin dalam melakukan cumbuannya.
Mata Luna di buat merem melek saat Ray menggigit leher Luna bak seorang vampir yang haus dengan darah. Membuat Luna semakin tak kuasa untuk tidak mengeluarkan suara erotis nya.
"Aku tahu kau merindukanku bukan? Katakan baby... ayo katakan!" bisik Ray disela-sela kegiatan-kegiatan mengisap dan menggigit leher jenjang Luna.
__ADS_1
Karena Luna sudah tidak kuat lagi untuk mengerang, akhirnya suara lenguhan itu lolos dari bibir mungilnya.
"Aahhkkk...Ray...tidak, aku...tidak merindukan mu, lepaskan Ray, lepaskan" Ray tidak memperdulikan suara Luna yang meminta dirinya untuk melepaskan nya, dia tetap konsentrasi menjamah seluruh yang ada pada diri Luna.
Luna semakin menggelengkan kepalanya saat Ray semakin berani meraih daerah terlarang miliknya. Dan Ray berhasil menggelitik indah di bawah sana. Membuat Luna tak bisa mengontrol diri.
"Ray... jangan!"
Dan tiba-tiba saja listrik menyala kembali, Ray terkejut dan ia menghentikan pekerjaannya merayap-rayap dan meraba-raba yang sudah menjadi miliknya. Dan seketika itu Luna mendorong tubuh suaminya, sehingga membuat Ray terguling ke samping, disaat bersamaan Luna segera masuk ke dalam rumah.
Ray tersadar bahwa Luna sudah lari dari dirinya. Namun ada senyum kebahagiaan dalam wajah tampannya, ternyata sang istri masih merespon dirinya, terlihat Ray merasakan sesuatu yang mulai basah saat ia menyentuh kepemilikan Luna.
Ray menghela nafasnya dan Ia mencoba menenangkan dirinya, sesekali ia melihat kearah jendela kamar Luna, tampak disana Luna juga mengintip Ray dari ujung jendela.
"Ihhhh sebel sebel, kenapa aku nggak bisa mengontrol diriku sih, Luna...kamu itu sedang ngambek, kalau ngambek nggak boleh dekat -dekat sama suami, jadi kesetrum kan" umpat Luna pada dirinya sendiri.
Sementara Ray kembali tidur meskipun tak bisa dipungkiri dirinya sangat merindukan belaian istrinya.
Namun tiba-tiba saja Ray dibuat terkejut saat ia meraba sebuah benda yang milik Luna yang tertinggal.
"Apa ini?" Ray menyunggingkan senyumnya saat ia melihat underwear milik Luna tertinggal, dari hasil kegiatannya tadi Ray berhasil melepaskan underwear milik Luna.
Ray terus berdiri di depan Jendela kamar Luna dan sesekali ia memberi kode dengan merentangkan underwear milik istrinya dengan kedua tangannya.
Malam itu terlihat sangat sepi, semua orang sudah tidur, hanya mereka berdua yang masih sibuk main petak umpet.
Luna melihat kearah jendela kamarnya, dilihatnya Ray memegang underwear pink miliknya, dan itu membuat Luna geram setengah mati.
"Hiii kok bisa sih daleman itu ada di tangan nya, bisa-bisanya aku nggak sadar...aduuh Luna bego banget sih lu" gumam Luna sembari menepuk-nepuk jidatnya.
__ADS_1
Akhirnya Luna kembali keluar menemui Ray, alih-alih dirinya meminta underwear miliknya yang sengaja dilepas oleh Ray tadi
Ray melihat kearah Luna yang datang kepadanya, dengan duduk santai Ray memainkan underwear warna pink itu.
"Kembalikan, itu milikku!" seru Luna sembari menadahkan tangan nya.
"Kau mau ini?" balas Ray dengan senyum nakalnya.
"Kembalikan Ray, cepat kembalikan!" ucap Luna sekali lagi.
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa?" jawab Ray santai.
"Astaga Ray, kamu buat apa barang itu, emangnya kamu mau memakai nya, cepat kembalikan itu milikku!" desak Luna sembari merebut underwear itu dari tangan Ray, namun sayang Ray dengan cepat menghindar dari sahutan tangan Luna.
"Dengar sayang, aku tahu kita saling merindukan, kenapa kita tidak lepaskan saja kerinduan itu, aku tersiksa, dan kamu juga tersiksa, kita sama-sama tersiksa, apa benda ini tidak cukup bukti bahwa dirimu sangat lah merindukan ku, kau biarkan aku melepas nya dengan begitu mudah, itu artinya kamu siap untuk membawaku masuk kedalam ragamu, menyatukan jiwa kita" ucap Ray dengan suara seraknya.
Sejenak Luna terhipnotis, tapi dengan cepat Ia meraih kembali underwear itu dari tangan Ray.
"Dengarkan aku Ray, kamu jangan mimpi dulu, hatiku masih terlalu sakit untuk menerima mu kembali" balas Luna dengan nada yang melemah.
Kemudian Luna berjalan masuk kedalam rumah dan sebelum Luna menutup pintunya, ia berkata kepada suaminya.
"Aku ingin melihat seberapa besar cintamu kepadaku, setelah aku melihatnya, aku yang akan datang kepadamu" ucapan Luna membuat Ray memejamkan matanya.
"Aku akan membuktikan nya kepada mu sayang, pasti akan ku buktikan" janji Ray penuh keyakinan
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Ayo ayo othor tetap menunggu dukungan kalian 🥰🥰...