
Beberapa bulan kemudian
Hari ini tepat usia kandungan Luna sudah menginjak 9 bulan, perut Luna sudah terlihat semakin membesar, bentuk tubuh yang dulunya langsing dan ramping sekarang berubah menjadi menggembung, sering kali Luna memegangi pinggangnya dikala dirinya hendak berdiri dari duduknya.
Perutnya sudah terlihat sangat berbeda dan itu membuat Ray suka sekali menggoda istrinya dengan bermain pada pusar Luna yang tampak menyembul itu dengan menekan-nekan pusar yang terlihat menonjol itu, seringkali Ray tidur di pangkuan istrinya dan berbicara kepada sang anak yang masih berada di dalam kandungan Istrinya.
"Ray! Jangan gitu ah, geli!" pinta Luna agar Ray tidak memainkan pusar nya.
"Hehehe ini lucu sekali!" Ray tidak mendengarkan ucapan istrinya, tiba-tiba saja ada gerakan yang Ray rasakan dari perut Luna yang sedang menendang wajahnya yang menempel pada perut istrinya.
"Eh...apa nih!" Ray melihat perut Luna dan memperhatikan gerakan halus dan seolah-olah perut Luna sedang bergetar.
Luna tersenyum dan mengelus lembut perutnya.
"Tuh kan! Babymu nggak mau kamu ganggu Mommy nya" Luna terkekeh melihat ekspresi Ray yang begitu terkejut, baru kali ini dirinya melihat gerakan bayi dalam kandungan Luna begitu kuat, biasanya Ray hanya merasakan gerakan yang halus, namun kali ini seperti telapak kaki mungil itu sedang mencoba menembus perut Luna. Perut Luna bergerak hebat, seolah sang bayi tidak mau Ray melakukan hal itu kepada Mommy nya.
"It's amazing, dia tahu loh" Ray begitu bahagia melihat reaksi anaknya saat tangan Ray menyentuh pusar Luna yang menonjol itu. Sekali lagi Ray mencoba untuk menyentuh bulatan di tengah-tengah perut Luna.
Dan lagi-lagi, gerakan itu mulai terlihat, kali ini perut Luna seperti jelly yang tampak bergoyang-goyang, seolah-olah sang bayi sedang bersilat dengan Daddy-nya.
"Kamu lihat, masih dalam perut, ternyata dia sudah pandai bela diri, awww kerasa sekali gerakannya kuat banget" Luna mencoba mengatur nafasnya karena gerakan bayinya yang terlalu aktif, membuat Luna terasa sedikit sesak.
Ray yang tak tega melihat istrinya yang sedang menahan bayinya yang sedang bersalto, akhirnya Ray mencoba menenangkan bayinya dengan mengelus lembut perut Luna dan membisikkan sesuatu pada baby mereka.
"Ssstttt sayang! ini Daddy nak, kamu jangan bikin Mommy susah ya! Kasihan Mommy, entar deh kalau udah besar Daddy ajarin bela diri, jangan bela diri dalam perut Mama, ya...muach"
Rupanya Ray berhasil membuat bayinya tenang, sudah tak terasa gerakan yang banyak, hanya sesekali gerakan halus dan itu tidak membuat Luna sesak nafas.
"Nah gitu dong anak pintar!" Ray memuji sang jabang bayi, namun tiba-tiba saja satu gerakan menendang sangat terasa pada pipi Ray yang masih menempel pada perut Luna.
"Aduhhh...masih sempat-sempatnya nendang, awas saja ya!" Ray mengusap pipinya sembari mengoceh pada perut Luna.
Luna terkekeh melihat tingkah lucu Ray dan bayinya, seolah ada ikatan batin yang begitu kuat, komunikasi Ray dan bayinya begitu seru, seolah sang bayi sudah hadir diantara mereka berdua.
"Baiklah sayang! Ayo kita tidur, Besok pagi kita harus menghadiri pernikahan Bertrand dan Aura" ajak Ray sembari membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan. Setelah itu Ray ikut berbaring disampingnya.
Malam ini agaknya Luna tidak bisa tidur, entah kenapa malam ini ia ingin sekali merasakan sentuhan lembut dari tangan Ray.
"Ray!" Luna memanggil suaminya yang tampaknya belum tidur. Ray menghadapkan tubuhnya pada Luna.
"Ada apa? Kamu butuh sesuatu? Katakanlah aku akan mengambilkannya untukmu!" Ray menawarkan jasanya. Namun Luna cuma menggelengkan kepalanya.
"Terus? ada apa?" Ray kembali bertanya.
Dan tiba-tiba saja Luna beranjak dari tempat tidurnya dan melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuh indahnya tanpa terkecuali, sehingga nampaklah pemandangan perut yang membesar dihiasi dua pegunungan yang semakin menantang untuk di daki itu, dan tentu saja sebuah lembah yang semakin indah seolah ada aliran magnetik yang menarik raga Ray untuk menjamahnya.
"Baby! Apa yang kamu lakukan?" Ray spontan ikut melepas piyama tidur miliknya.
"Kata dokter, agar persalinan lancar dan normal, maka di usia kandungan yang menginjak tua ini, sangat dianjurkan untuk berhubungan suami istri, supaya mempermudah jalan lahir baby kita cepat membuka, dan akan mendorong terjadinya kontraksi" ucap Luna dengan suara yang terkecil.
"Apa kamu ingin melakukannya" Ray meraih tubuh Luna dalam pangkuannya.
__ADS_1
"Hmmm"
Luna mengangguk dan mendorong tubuh Ray terhempas di atas tempat tidur, Luna malam ini bak seorang joki yang sedang menunggangi kuda.
*
*
*
*
Keesokan harinya Ray dan Luna bersiap untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Bertrand dan Aura yang diadakan di sebuah hotel bintang lima.
Semua pasangan muda ini tampak hadir dalam pernikahan mewah putra Helena dan putri Siska.
Jasmine dan Abian, Olive dan Bara tampak menggandeng mesra istri-istri mereka yang juga sama-sama berbadan dua.
"Hai Olive"
"Hai Jasmine, ya ampun aku banget loh sama kamu"
Jasmine dan Olive saling memeluk melepaskan rindu, semenjak mereka menikah, mereka sudah jarang bertemu, keduanya sibuk mengurusi suaminya masing-masing, Olive melihat Jasmine yang terlihat gemukan. begitu pum Jasmine yang melihat Olive yang perutnya terlihat sedikit membesar.
"Jasmine! Kamu hamil?" tanya Olive.
"Hmm...iya, sudah 4 bulan" jawab Jasmine senang.
"Ya ampun, ternyata kita barengan ya bikinnya" sahut Jasmine
Terlihat Luna datang menghampiri Jasmine dan Olive, karena Ray tampaknya di todong Abian dan Bara tentang tutorial berhubungan yang aman dengan istri yang sedang hamil.
"Hai Luna! Ya ampun makin besar aja tuh Ray junior, udah waktunya ya!" seru Olive sembari mengusap lembut perut Luna.
"Masih sebulan lagi!" jawab Luna.
"Wah! Olive kamu juga sedang hamil! Selamat ya!" ucap Luna yang turut senang melihat Olive yang juga hamil.
"Akhirnya Bara bisa juga ya membuat Olive hamil!" celetuk Jasmine.
Olive terlihat tersipu malu, bagaimana tidak saat itu dirinya begitu takut menghadapi malam pertama yang sebagian besar membuat wanita takut untuk merasakan sensasi robeknya selaput dara.
"Ya...mau gimana lagi, itu kan udah kewajiban kita sebagai seorang istri" alasan Olive ternyata membuat Luna dan Jasmine saling menatap dan saling tersenyum.
*
*
*
*
__ADS_1
Sementara para suami terlihat serius mengobrol satu sama lain, sembari memperhatikan pasangan pengantin yang tampak masih malu-malu.
"Eh lihat deh, Bertrand kelihatan nya bahagia banget!" seru Bara
"Ya seneng lah, kayak nggak pernah ngerasain aja!" jawab Abian yang diiringi senyum tipis Ray.
"Hehe...gue ingat banget pas malam pertama dengan Olive, gue abadikan tuh momen dalam video!" ucap Bara yang membuat dua pria tampan di depannya terkejut.
"Wuih... gila Lu Bar! Lu Video in pas Elu lagi nge-fly nge-fly nya?" Abian menggelengkan kepalanya.
"Ya iyalah, seru tahu nggak!" jawabnya terkekeh.
"Dasar Bara!" Ray terkekeh dan sesekali melihat Luna, memastikan istrinya baik-baik saja, Namun tiba-tiba saja Ray merasa gelisah, entah kenapa Ray tiba-tiba ingin buang air kecil.
"Eh bentar gue ke toilet dulu!"
Tampak nya Ray berkali-kali pergi ke kamar mandi hanya untuk mengeluarkan pipis yang keluar cuma setetes dua tetes, tapi rasanya sangat ingin sekali merasa buang air kecil.
Luna melihat suaminya yang terlihat keluar masuk kamar mandi, dengan segera Luna menghampiri Ray yang tampak kelelahan.
"Ray! Kamu kenapa sayang!" Luna mengusap wajah suaminya yang terlihat tegang itu.
"Aku nggak tahu, kenapa tiba-tiba aku ingin buang air kecil terus, tapi keluarnya cuma sedikit sayang!" jawab Ray menjelaskan.
"Kita pulang aja yuk!" ajak Luna yang tidak tega melihat kondisi suaminya yang terlihat berkeringat dingin itu.
"Baiklah! Kita pamitan dulu kepada Bertrand dan Aura"
"Iya"
Setelah Ray dan Luna berpamitan kepada kedua pengantin, akhirnya Ray dan Luna memutuskan untuk pergi ke Rumah sakit sekarang juga, hingga akhirnya mereka berdua berada di dalam mobil, tiba-tiba saja sekarang Ray tidak merasakan buang air lagi, namun pinggang Ray yang sekarang terasa sakit.
"Aduh... pinggangku sakit banget!" Ray meringis sembari memegangi pinggangnya yang seperti mau patah.
"Kalau gitu kita ke dokter aja yuk!" ajak Luna.
"Oke, sepertinya aku nggak kuat banget"
Ray segera melajukan mobilnya ke jalan raya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
...Kira-kira babang Ray kenapa ya bestie??🤔...
Catatan:
...Beberapa manfaat hubungan badan saat hamil tua adalah membantu menguatkan panggul, dan membuat tubuh lebih siap untuk melahirkan, karena pelepasan ( orgasme) yang dirasakan menjadi lebih rileks dalam menghadapi persalinan, dan tidur lebih nyenyak....
...So guys dari bab ini ambil sisi positifnya ya😊, jangan mikir hareudang MuluðŸ¤...
__ADS_1