
Shesa memeluk foto sang sahabat, bagaimana bisa Mita meninggalkan mereka begitu cepat.
"Mama yang sabar, ini semua sudah kehendak Nya, Bu Mita sudah tenang di alam sana, lagipula sekarang sudah ada pengganti Bu Mita, yaitu Luna menantu Mama" hibur Jasmine yang tak tega melihat kesedihan sang Mama.
"Kamu benar Jasmine, Mita memang sudah pergi untuk selamanya, tapi dia meninggalkan putrinya untuk Mama, pantas saja aku merasa wajah Luna yang mengingatkanku kepada Mita, dan ternyata benar Luna adalah putri kandung Mita, Mama benar-benar sangat sedih Jasmine" ungkap Shesa yang begitu sedih.
"Sudahlah Ma, jangan menangis Jasmine ikut sedih, dan sekarang yang paling penting adalah membawa kembali kakak ipar Jasmine ke rumah ini, apapun caranya Luna harus pulang ke rumah kita" ucap Jasmine
"Iya kamu benar, Ray benar-benar membuat Mama kecewa, kalau saja Mama tahu ini semua akan terjadi, Mama tidak akan pergi ke Dubai, Mama akan melindungi Luna, sehingga dia tidak pergi dari rumah kita" sesal Shesa.
"Terus apa yang harus kita lakukan Ma?" tanya Jasmine
"Kita tunggu sampai kakakmu pulang, setelah itu Mama yang akan memutuskan apa yang harus Ray lakukan!" ucap Shesa
*******
Dan akhirnya mobil Alphard milik Ray kini telah memasuki halaman utama rumah Dirut PT Elang Perkasa Company itu. Mobil itu berhenti dan terlihat Ray yang sudah siap menghadapi kedua orang tuanya.
Ray keluar dari mobil dengan menghela nafas panjang. Dirinya sudah mempersiapkan fisik dan mental untuk menerima hukuman dari Vano dan Shesa.
Perlahan Ray mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, sementara beberapa pelayan yang harap-harap cemas melihat apa yang akan terjadi pada Ray selanjutnya.
"Tuan muda Ray sudah pulang, ya ampun apa yang bakal terjadi? Tuan Vano pasti menghajarnya habis-habisan"
"Kamu benar, aku kok ikut deg-degan sih, kasihan juga sebenarnya"
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa"
"Ya Tuhan damaikanlah keluarga ini"
"Aku lihat Tuan muda sudah menyesali perbuatannya, semoga saja Tuan Vano bisa mengampuninya"
"Iya benar, semoga saja"
Bisik-bisik pelayan berharap mereka baik-baik saja.
__ADS_1
Derap langkah kaki Ray mulai terdengar di telinga Vano, dengan sigap Vano berdiri dan berjalan menyambut kedatangan sang putra yang mulai masuk ke dalam rumah.
"Deg"
"Papa"
Ray melihat Vano masih tenang, tapi wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa Ia begitu marah. Tampak Jasmine yang mulai khawatir dengan apa yang akan terjadi pada kakaknya.
"Semoga saja Papa tidak melakukan hal yang buruk pada kakak" ucap Jasmine yang terlihat sangat khawatir.
"Papamu tahu apa yang harus ia lakukan, Ray harus mendapat hukuman" balad Shesa yang masih kecewa dengan sikap Ray.
Ray mulai mendekati sang papa, sorot mata yang tajam terlihat begitu nyata dari seorang Vano.
Dan akhirnya satu bogem mentah melayang pada wajah tampan Ray.
Ray terjatuh, betapa kuatnya sapuan tangan sang Ayah yang sedang marah.
"Papa tidak pernah mengajarkanmu untuk menyakiti hati wanita, kenapa kamu lakukan itu"
ucap Vano sembari menambahkan satu pukulan lagi pada Ray.
satu pukulan lagi mendarat sempurna pada perut Ray... membuat Ray tersungkur kesakitan, namun Ray tidak melawannya sama sekali, Ray pasrah apapun yang akan Vano lakukan kepadanya.
"Kau buat perusahaan kita menanggung semua atas perbuatanmu yang tidak masuk akal itu, kau sudah membuat Mama mu menangis, kau sudah membuat istrimu pergi dari rumah ini, dengar Ray apa yang kamu lakukan ini sangat fatal" hardik Vano dengan menambahkan lagi pukulan yang bertubi-tubi pada Ray.
Ray hanya pasrah tak bisa berbuat banyak, meskipun dirinya bisa saja melawan Vano, namun Ray sadar kesalahannya memang tak patut dimaafkan.
Mulai terlihat darah segar mengalir lewat hidungnya, dan seketika itu Jasmine berlari memeluk sang kakak dan mencoba melindungi nya.
"Sudah Pa! Jasmine mohon jangan sakiti kakak lagi, Jasmine mohon sama Papa jangan pukul Kak Ray lagi!" seru Jasmine memohon di depan Vano sembari bersimpuh di bawah kaki Vano untuk memohon pengampunan untuk kakaknya.
Vano berhenti dan mengambil nafas panjang sembari memejamkan matanya sejenak saat sang putri meminta nya untuk memaafkan Ray.
"Bangunlah, kau tidak perlu bersimpuh di hadapan Papa" ucap Vano sembari membangunkan Jasmine yang terlihat menangis, sementara Ray terlihat meringkuk tak berdaya setelah hantaman dari tinjauan Vano yang berkali-kali menghujam dirinya.
__ADS_1
Vano memeluk putrinya dan meminta maaf kepadanya.
"Maafkan Papa sudah membuatmu menangis, tapi setidaknya kakakmu mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya" seru Vano sembari melihat Ray yang meringis kesakitan.
"Jasmine mohon maafkan kakak, dia sudah menyesal Pa, Jasmine tidak tega melihatnya seperti ini, Jasmine mohon maafkan kakak" permintaan Jasmine ternyata tidak didengarkan oleh Vano, dengan cepat Vano segera pergi keatas dan meninggalkan Ray yang masih merintih kesakitan.
"Papa...!" seru Jasmine
Akhirnya Jasmine menghampiri Ray yang sudah berdarah-darah, Jasmine menangis melihat kondisi Ray yang menyedihkan.
"Kenapa kakak sakiti diri kakak sendiri, kakak tahu bagaimana sifat Papa, kenapa kakak berani bermain api, sekarang lihat keadaanmu, aku tak tega melihat kakak seperti ini" Isak Jasmine sembari membersihkan darah yang keluar dari hidung Ray.
Dan tiba-tiba saja Shesa datang menghampiri putranya yang terlihat kacau sekali hari itu.
"Mama... Maafkan Ray! Ray sudah membuat Mama kecewa, Ray menyesal...Ray mohon ampuni Ray!" seru Ray sembari berlutut memeluk kaki Shesa.
Tak bisa dipungkiri Shesa adalah seorang ibu, dirinya tak tega melihat keadaan Ray yang seperti itu, meskipun Ray memang telah berbuat kesalahan yang fatal.
"Mama memang kecewa padamu Ray, Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk membenci orang lain, apalagi dendam...kamu tahu wanita yang sangat kamu benci sudah tidak ada di dunia ini, Mita sudah meninggal, dan betapa jahatnya kamu sudah melukai hati Luna, menantu Mama!" ungkap Shesa yang membuat Ray semakin menyesal, baru saja Ia menyadari bahwa Mita sudah meninggal dunia, sementara dirinya masih terobsesi untuk membalas dendam.
"Apa Ma? Jadi ... ibunya Luna sudah meninggal?"
"Terlambat kamu mengetahuinya, dan sekarang Luna sudah pergi meninggalkan kita, kamu tahu bagaimana perasaannya saat kau memperlakukannya seperti itu"
Ray lagi-lagi tidak bisa berkata apa-apa, baru saja ia tahu bahwa Luna tengah mengandung anaknya, ditambah lagi kenyataan jika Mita sudah meninggal dunia.
"Sungguh aku adalah orang paling terjahat di dunia ini, apa yang kulakukan sangat terkutuk, ya Tuhan...ampuni aku, aku ingin melihat istriku kembali" sesal Ray yang tiada hentinya.
Shesa menghela nafasnya dan berucap kepada putranya.
"Mama akan memaafkanmu, tapi dengan satu syarat...bawa kembali menantu Mama ke rumah ini" seru Shesa serius.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Bisa nggak ya Ray membawa Luna kembali pulang?🤔...
...Jangan lupa dukung terus kisah mereka agar othor selalu semangat update setiap hari 🥰...