TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Aku hamil


__ADS_3

Setelah Ray berhasil membuat kepala desa menyetujui rencananya, akhirnya malam itu juga dia memutuskan untuk kembali ke rumah.


Dini hari jam 2 pagi, Ray pulang ke rumahnya, tampak suasana rumah sangat sepi, hanya ada beberapa pelayan yang terbangun dan dua orang penjaga keamanan di luar. Sementara seorang pelayan memberanikan diri untuk memberi tahukan kepada Ray bahwa saat ini istri majikannya itu tidak ada di rumah.


"Maaf Tuan muda, Saya mau memberi tahukan sesuatu kepada Anda!" seru seorang pelayan itu. Ray berhenti berjalan dan berbalik arah.


"Ada apa?" tanya Ray yang tampak terkejut kenapa pelayan tiba-tiba terlihat cemas.


"Itu Tuan muda...anu...anu" seru pelayan itu yang terlihat gugup sekali.


"Anu...anu...anu apa? Katakan dengan jelas!" ucap Ray yang sudah tak sabar ingin mendengar secepatnya.


"Non Luna Tuan!" jawab pelayan itu semakin gugup.


"Iya kenapa dengan dia?" sahut Ray


"Non Luna pergi dari rumah Tuan muda, Non Luna pergi dari jam 7 malam, sampai sekarang belum kembali" jawab Pelayan yang terlihat ketakutan itu.


"Apa katamu? Dia pergi!"


Lantas Ray segera pergi keatas menuju kamar mereka, Ray memeriksa barang-barang milik Luna, ternyata Luna membawa sebagian baju-bajunya. Ray mencari keberadaan Luna di sudut ruangan. Mungkin saja Luna tengah bersembunyi dan mengerjainya. Namun sayang nyatanya Luna memang tidak ada di rumah.


Tiba-tiba saja Ray menemukan secarik kertas yang terdapat di atas tempat tidur mereka. Dengan cepat Ray mengambil kertas itu dan membacanya pelan.


"Ray...Aku bisa terima jika kau mengacuhkan aku, aku bisa terima jika kau tidak mencicipi hidangan dariku, tapi aku tidak terima jika kau menyentuh kedua orang tuaku, Aku sudah tahu semuanya, dendam mu kepada ibuku, dan sekarang kau ingin mengusir Ayahku dari rumah kami, kamu benar-benar jahat, Maafkan aku, mulai saat ini jangan pernah mencariku lagi, anggap aku sudah mati, Luna istrimu sudah mati, selamat tinggal"


Tangan Ray bergetar, keringat dingin mulai mengucur di wajah tampannya. Tubuhnya lemas tak berdaya setelah membaca pesan dari istrinya.


Ray bersimpuh sembari merremas sepucuk surat dari Luna. Dirinya tak mampu menahan rasa sedih yang teramat dalam saat ini, hingga akhirnya suara panjang itu terdengar dari mulut seorang Ray.


"Lunaaaaaaa....." Ray berteriak menyebut nama istrinya.


Sementara di kediaman keluarga dokter Erick,


tampak Luna mimpi buruk yang menyebabkan dirinya terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Rayyyyy...!" Luna terbangun dengan keringat yang terlihat membasahi wajah cantiknya, nafasnya tampak naik turun.


"Ray...!" ucap nya lirih memanggil nama sang suami. Setelah beberapa saat dirinya mulai tersadar.


"Dimana aku? Ini rumah siapa? Kenapa aku bisa berada di rumah ini?" ucapnya lirih sembari beranjak dari tempat tidur. Luna melihat sekeliling kamar yang didesain begitu apik dan mewah. Dan tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Ceklek"


Luna melihat pintu kamar yang mulai terbuka, tampak seorang wanita cantik yang datang menghampiri Luna.


"Tante Helena!" ucap Luna yang terkejut melihat Helena berada di hadapannya.


"Tante senang kamu sudah sadar Luna, pasti kamu bertanya kenapa kamu bisa berada di rumah Tante, iya kan?" tanya Helena sembari mengajak Luna untuk duduk disampingnya.


"Kemarilah Nak! Ada sesuatu hal penting yang harus kamu ketahui" ucap Helena sembari tersenyum.


"Hal penting? Hal penting apa Tante?" tanya Luna yang belum mengerti maksud Helena.


"Luna! Selamat ya sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu" ucapan Helena membuat Luna tampak terkejut.


"Apa Tante? Luna akan menjadi seorang ibu...? Tapi bagaimana Tante bisa tahu bahwa Luna sedang hamil?" tanya Luna penasaran.


"Untuk meyakinkanmu, pakai ini dan pergilah ke kamar mandi, nanti kamu akan tahu sendiri jawabannya" seru Helena sembari memberikan alat tes kehamilan pada Luna.


"Testpack Tante?" tanya Luna sembari menatap wajah Helena, dan Helena menjawab dengan anggukan.


Luna segera masuk ke kamar mandi dan mulai melakukan perintah yang ada pada kemasan testpack tersebut.


Setelah Luna mencelupkan testpack tersebut kedalam wadah yang berisi cairan sekresi milik Luna, lantas ia mengambil dan menunggu hasil yang akan tertera di sana.


Luna harap-harap cemas, dirinya memang tidak mendapati datang bulan sama sekali semenjak menikah dengan Ray, hingga kini usia pernikahan mereka sudah hampir 3 Minggu.


Luna membuka perlahan matanya, tampaklah garis satu berwarna merah mulai menampakkan dirinya, dan setelah jeda beberapa menit dua garis mulai muncul menemani garis pertama.


"Positif, Aku hamil..." Luna tampak menangis bahagia sembari memegang perut bawahnya.

__ADS_1


"Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mempercayakan kepadaku untuk menitipkan anugerah terindah ini, Andai ayahmu tahu Nak... Tidak, ayahmu tidak boleh tahu, ibu akan membawamu pergi bersama ibu, biar ayahmu menikmati dendamnya sendiri" ucap Luna lirih.


******


Sementara itu


Ray mengerahkan seluruh pelayan untuk mencari keberadaan istrinya, bahkan ia mengutus anak buahnya untuk mencari Luna diluar sana.


"Cepat cari istriku sampai ketemu, jangan kalian pulang sebelum membawa istriku pulang ke rumah, cepat cepat pergi kalian!" seru Ray yang mulai sangat khawatir dengan keadaan Luna.


Ray terlihat panik dan mondar mandir, ia terus menantikan kabar dari anak buahnya, sesekali ia melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 3 pagi.


"Luna! Kamu kemana? Kenapa kamu harus tinggalkan aku, ah...Sial" rutuk Ray pada dirinya sendiri.


Fajar mulai menyingsing, tampak Ray belum bisa memejamkan matanya sedetikpun, dirinya benar-benar merasa kesepian tanpa Luna disampingnya.


Sesekali Ray memandangi ranjang tidur mereka, terlintas bayangan saat mereka berdua tengah dilanda cinta, setiap malam Ray selalu menghabiskan waktunya bersama Luna, meskipun ia sadar bahwa Luna adalah anak dari Mita, nyatanya Ray tidak bisa jauh dari sang istri, suara-suara desaahan lembut Luna terus menggema di telinganya dan selalu menari-nari indah pada gendang telinganya.


"Ray...Jangan!"


"Ray...Aku!"


"Ray...Pliss!"


"Ray...Aku mencintaimu"


Suara erotis itu tak henti-hentinya menggema indah di telinga Ray, sehingga membuat Ray semakin gila dibuatnya, keadaan Ray sudah tampak kacau sekali.


"Haaaaaa...!" Ray memukulkan tangannya pada tembok yang keras itu. Rasanya pasti sakit, tapi tak sesakit saat Luna tak ada disampingnya.


"Luna... Luna... Luna...kamu dimana!" pekik Ray sembari memanggil-manggil nama sang istri.


"Aku harus mencarinya sendiri, Aku harus menemukannya, aku harus membawanya pulang, kau tidak boleh pergi dariku Luna, aku harus mendapatkanmu kembali, apapun caranya, karena kau adalah milikku, milikku saja" seru Ray sembari keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan sang istri yang masih belum ditemukan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Kira-kira apakah Ray akan berhasil menemukan Luna? tunggu update berikutnya 😊🙏...


__ADS_2