TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Hipotermia


__ADS_3

Luna mengalami hipotermia cukup parah, tangan dan kakinya teraba dingin dan wajahnya pucat. Sejenak Luna membuka matanya, samar ia melihat bayangan sang suami berada dekat dengannya. Bibir Luna sangat kelu untuk berbicara karena suhu badan yang rendah membuat Luna tidak bisa konsentrasi bicara.


Luna menggigil, Ray melihat Luna sangat tidak tega, satu-satunya cara untuk menghangatkan tubuh istrinya kembali adalah dengan memeluk tubuh Luna.


Setelah beberapa saat Ray berhasil melepas kain penutup yang sudah basah karena hujan itu. Tak ingin terjadi sesuatu yang lebih pada istrinya, Ray dengan cepat membuka handuk piyama nya, agar Luna bisa merasakan kehangatan tubuh dari sang suami, agar hipotermia tersebut cepat menghilang.


Skin to skin, Ray mulai mendekap tubuh sang istri yang sudah polos itu, dan...Naluri kelelakiannya tak bisa di bohongi, niat Ray yang mencoba menaikkan suhu badan Luna dengan hanya memeluknya, justru berakhir pada kisah romantis mereka.


Luna membuka matanya kembali, dan dirinya merasa Ray berada dekat sekali dengannya, bahkan sekarang Ray berada diatas tubuhnya.


"Ray...!" ucapnya lemah.


"Hm...Ssstt Jangan banyak bicara, tubuhmu masih menggigil, aku akan menghangatkannya" bisik Ray dengan suara seraknya.


Ada sesuatu yang memaksa disana, memaksa untuk memasuki area pertempuran, gesekan kulit yang saling menyentuh menciptakan rasa aneh yang membumbung tinggi.


Luna menggeliat, seolah Ia semakin ingin didekap dengan erat. Ray menatap wajah Luna penuh kemesraan malam itu, entah kenapa, sejenak Ray melupakan dendamnya, yang ada hanyalah keinginannya untuk menciptakan kehangatan antara dirinya dan Luna.


"Aku akan menghangatkanmu" bisik Ray dengan nafas yang mulai memburu. Entah mengapa Luna merespon gerakan suaminya yang semakin memperdalam keromantisan diantara mereka.


"Ray...!" Luna mulai merasakan kehangatan pada dirinya saat Ray berhasil mentransfer suhu panas tubuhnya pada Luna.


"Maafkan Aku baby, ini satu-satunya cara untuk mengembalikan suhu tubuhmu agar kembali normal" bisik Ray diiringi gerakan naik turun kepala Luna.


Keduanya terhanyut dalam keromantisan malam itu. Dibalik selimut yang tebal Ray dan Luna menciptakan panas tubuh yang mulai memproduksi keringat dan peluh yang mengiringi aktivitas mereka.


Rasa sakit yang Luna rasakan saat Ray menguasai dirinya disaat malam yang mencekam itu, sekarang telah berganti dengan kenikmatan yang membuatnya lupa akan kebrutalan sang suami yang pernah menyakiti raga nya.


Kali ini Ray sungguh berbeda, Ray begitu lembut memperlakukan Luna, terlihat Ray yang menikmati indahnya malam itu dengan suara eraangan nya yang khas.


Suara indah dari bibir Luna pun lolos dengan sempurna, lenguuhan dan desaahan itu kian rapat dan saling bersahutan bak ayam jantan yang berkokok dipagi hari.

__ADS_1


"Ray...makin cepat!" pinta Luna agar Ray semakin dalam mentransfer hawa panas pada tubuhnya.


"Baby...Its amazing" balas Ray sembari membenamkan wajahnya pada lembah yang berbukit indah itu. Menjelajahinya sesuka hati.


Tanpa terasa Ray sudah cukup lama mentransfer suhu panas tubuhnya pada Luna. Sudah hampir dua jam, akhirnya Ray harus mengakhiri aktivitas tersebut, karena Luna sudah tampak beberapa kali mengalami pelepasan.


Luna menatap wajah Ray, kini dirinya sudah tersadar penuh dari hipotermia yang melanda dirinya.


Dalam kondisi Ray dengan colokan yang masih terpasang sempurna, Luna mencoba bertanya pada suaminya.


"Kenapa akhir-akhir ini kau berubah Ray? Sekarang aku melihat Ray yang penyayang. Aku mohon jangan berubah lagi sayang, kau tahu! Kau sudah sangat menyakitiku, Katakan kalau kau masih mencintaiku?"


Sejenak Ray berhenti, ia tatap dalam-dalam netra sang istri, dirinya tidak munafik. Ada sesuatu yang sangat membuatnya sangat mencintai Luna, tapi dirinya juga masih dilema, rasa dendam itu masih menguasai hatinya.


"Aku sangat mencintaimu, tapi aku juga sangat membencimu, Aku mohon jangan tanyakan itu lagi, saat ini yang paling penting adalah Kau hanya milikku" jawab Ray sembari melanjutkan pendistribusian hawa panas itu.


Tak berselang lama, Ray telah berhasil mendonorkan hawa panas tubuhnya pada Luna, diiringi rasa geli dan denyutan-denyutan spesial, membuat keduanya seolah terbang tinggi ke langit cakrawala dan menikmati sensasi ngefly yang menciptakan lenguuhan panjang.


Hingga tiba waktunya pagi menyapa, Ray tampak mengerjapkan kedua netranya, sesaat ia teringat Luna yang semalam tengah menggigil dan kedinginan, Ray meraba tempat Luna terbaring, nyatanya Ia tidak menemukan keberadaan Luna disampingnya.


"Kemana dia?" pikir Ray sembari beranjak dari tempat duduknya dengan keadaan polos bak bayi yang baru dilahirkan. Kemudian Ia berjalan mengambil handuk piyama yang Ia tinggalkan saat dirinya mentransfer hawa panas pada istrinya tadi malam.


Sementara itu tiba-tiba pintu kamar terbuka, Ray melihat Luna yang membawakannya roti dan susu. Ray melihat istrinya sudah tampak sehat.


Luna mendekati Ray yang diam berdiri di tempatnya, memperhatikan dirinya yang tengah menghampiri suaminya.


"Aku bawakan roti dan susu untukmu, makanlah tenagamu pasti terkuras karena sudah menolongku semalam, terimakasih banyak atas pertolongan mu suamiku" seru Luna sambil menawarkan roti dan susu yang sudah ia bawakan dalam nampan putih itu.


Ray tampak masih terdiam memperhatikan Luna. Dan itu membuat Luna merasa aneh pada dirinya.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Luna penasaran sembari meletakkan nampan berisi roti dan susu itu di atas meja kecil.

__ADS_1


"Kenapa lehermu merah-merah semuanya? Dan kenapa bibirmu terlihat bengkak? Apa kau sakit lagi?" tanya Ray yang melihat leher Luna yang penuh dengan tanda gigitan manusia itu.


"Bukankah kau yang sudah membuatku begini?" jawab Luna malu.


"Apa? Kamu jangan menuduhku sembarangan, mana mungkin Aku melakukan hal itu kepadamu?" balas Ray dengan nada yang kian merendah.


Luna mendekati suaminya dan melingkarkan kedua tangannya pada leher Ray yang kokoh.


"Jangan bilang kau sudah lupa dengan kejadian semalam Ray! Aku tahu kamu sangat mencintaiku, Aku sangat merasakannya, cinta itu masih sangat besar kepadaku" ucap Luna sembari menatap dalam-dalam bola mata Ray yang hitam itu.


Tampaknya Ray masih gengsi mengakui ucapan Luna, dengan cepat Ray melepaskan tangan Luna yang melingkar pada lehernya.


"Pasti kamu sedang bermimpi, Aku mau mandi, hari ini Aku harus ke kantor lebih pagi, ada rapat penting yang harus ku hadiri" ucap Ray sembari berlalu ke kamar mandi.


Luna menatap punggung kekar Ray yang membelakangi nya dan masuk kedalam kamar mandi.


"Apakah kamu sanggup bertahan dengan gengsimu itu Sayang! Aku tahu kamu masih mencintaiku, Aku tidak akan lelah untuk meluluhkan hatimu Ray" gumam Luna sembari mengikuti Ray yang tengah masuk ke kamar mandi.


"Deg"


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Ray saat dirinya sedang asik dibawah guyuran air shower dan Luna datang tiba-tiba dihadapannya.


"Ya mandilah, apa tidak boleh aku ikut mandi bersama suamiku?" seru Luna sambil membuka bathrobe yang melekat pada tubuh indahnya.


"Glek"


Lagi-lagi Ray dibuat susah menelan ludahnya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Semoga saja Luna bisa meluluhkan hati babang Ray ya 🤭...


__ADS_2