TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Melanjutkan sesuatu yang tertunda


__ADS_3

Kedua mempelai tampak begitu bahagia, sangat jelas terlihat aura kebahagiaan dari wajah keduanya. Sesekali Ray mencium lembut tangan Luna seraya berbisik mesra.


"Kita ke kamar yuk" bisik Ray pelan. Luna menatap suaminya dan balik berbisik.


"Nanti saja sayang, para tamu belum pulang" balas Luna sembari melirik ke arah tamu undangan yang tampak memperhatikan pasangan pengantin baru itu.


"Tapi aku, aku sudah tidak kuat sayang" seru Ray sembari mencengkeram tangan Luna.


"Iiihh...kamu tuh di tahan dikit dong" balas Luna


"Nggak bisa...Aku benar-benar tidak kuat" sahut Ray dengan wajah memelas.


Luna tampak bingung antara menemui para tamu atau menuruti permintaan suaminya untuk pergi ke kamar mereka.


"Sayang...Ayo!" pinta Ray untuk mengikutinya.


"Ta...tapi"


Ray langsung membawa Luna pergi dari acara mereka, tampak Vano dan Shesa melihat Ray yang membawa Luna menuju kamar hotel yang sudah dipersiapkan khusus untuk pasangan pengantin itu.


"Astaga...Ray, nggak sabaran amat tuh anak" seru Vano sambil menggelengkan kepalanya.


"Hmm...Anak sekarang, kalau udah lampu hijau di terobos terus" balas Shesa


"Beda banget dengan kita, benar tidak sayang? Bukankah aku sangat sabar menantikan dirimu datang" ucap Vano sembari tersenyum smirk kepada istrinya.


"Hmm...Iya tapi suka curi-curi pandang, suka ngelihat dari jauh, kan malu" ucap Shesa tersipu malu.


"Habis kamu-nya ngegemesin, bikin penasaran" sahut Vano dengan tatapan nakalnya.


******


Sementara itu Luna terus mengikuti kemana Ray pergi, hingga mereka berdua tiba di depan pintu kamar hotel yang dihias dengan bunga-bunga cantik.


"Ceklekk"


Suara pintu kamar yang mulai terbuka. Ray dan Luna masuk ke kamar hotel yang sudah di hiasi oleh tirai-tirai putih yang lembut, Kesan romantis sangat terasa dalam kamar VIP tersebut. Dengan cahaya nan temaram dari lilin -lilin yang telah dinyalakan, membuat Luna dibuat merinding sekaligus bahagia.



Tanpa terasa Luna melepaskan genggaman tangan Ray, Ia begitu suka dengan dekorasi kamar pengantin mereka, Luna berkeliling kamarnya, nuansa putih nan suci memberi kesan yang sangat romantis.

__ADS_1


Luna melihat sekeliling, Ia baru sadar tampak Ray tidak ada lagi disisinya. Luna mencari Ray dan memanggilnya.


"Sayang, Ray...dimana kamu? Ray!" panggil Luna sembari netra-nya berkeliling mencari keberadaan suaminya.


Tiba-tiba saja Luna dikejutkan dengan tangan yang menutup dua mata indahnya. Luna spontan memegang tangan itu.


"Ray...!" suara seksi Luna semakin membuat suasana dalam kamar itu kian menggairahkan.


"Hm" jawaban singkat tapi penuh makna


"Kau dari mana saja, Aku mencarimu dari tadi" tanya Luna sembari membuka tangan Ray yang menutupi kedua netra-nya.


Ray tersenyum, lantas Ia lalu melepas jas putih yang menutupi tubuh atletisnya, dan hanya meninggalkan kemeja putih yang memperlihatkan gurat otot-otot yang menantang itu.


"Aku dari kamar mandi, dari tadi aku menahan rasa ingin buang air kecil, aku sangat tidak tahan, makanya aku ingin cepat-cepat ingin segera ke kamar kita" ucap Ray sembari membuka sebagian kancing kemejanya. Membuat Luna menelan ludahnya kasar.


"Oh...Kalau begitu, kita keluar dulu, para tamu pasti masih mencari kita" ucap Luna sembari beranjak pergi. Namun tiba-tiba lengannya di tahan oleh sang suami. Luna berhenti seketika dan menoleh suaminya.


"Ada apa?" tanya Luna polos sembari menatap tangan Ray.


"Kau tahu ini jam berapa?" tanya Ray sembari menatap bibir Luna yang merekah, tampaknya pandangan Ray hanya fokus pada bibir Luna yang terlihat basah oleh lip-glos warna pink cerah.


"Tapi aku tidak mau pergi kesana lagi" ucap Ray berbisik mesra di telinga Luna.


"Maksudmu?" tanya Luna yang mulai mengerti maksud Ray.


"Kita lanjutkan sesuatu yang tertunda kemarin" ucap Ray sembari menyentuh bibir Luna dengan jari jemarinya.


Luna tampak menatap sang suami dengan tajam, dirinya mulai gemetaran saat wajah Ray begitu dekat dengan dirinya, apalagi deru nafas Ray yang terasa hangat, seolah membangkitkan hasrat percintaan sebagai suami istri


Ray mulai mendekati bibir Luna dan segera mengecup mesra sesuatu yang membuat Ray sangat ingin menikmatinya. Dalam suasana kamar yang temaram itu, Ray membawa Luna hanyut ke dalam pelukannya.


Ray menyentuh bibir itu tanpa aba-aba, baru kali ini mereka berdua menikmati indahnya pagutan mesra yang tercipta begitu mengasyikan, dan rasanya ingin lagi, lagi dan lagi.


Ray memegang tengkuk Luna, agar dia bebas lebih dalam lagi dalam menikmati pagutan yang membuat mereka semakin menikmati indahnya malam pengantin ini. Sementara tangan Luna dibiarkan bergelayut pada leher Ray yang kokoh, sesekali Luna menyentuh dada bidang Ray yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang menggetarkan jiwanya.


Sejenak Ray melepaskan ciuman mereka dan menatap lebih dalam lagi mata sang istri.


"Kau menyukainya?" tanya Ray sembari perlahan melepaskan ritz gaun pengantin Luna.


"Ray...apa yang kau lakukan?" Luna semakin ber-desir disetiap aliran darahnya, saat tangan Ray mulai memegang kendali punggungnya yang sudah terbuka.

__ADS_1


"Aku menginginkanmu baby" bisik Ray dengan suaranya yang mulai serak. Ray semakin erat memeluk tubuh sang istri, sementara bibirnya menjelajahi setiap lekukan leher Luna dan mengisapnya bak seorang Vampir.


"Ray...jangaaaaannn" pinta Luna agar Ray tidak terlalu dalam melakukan itu, karena dirinya tidak tahan dengan sentuhan yang diberikan Ray kepadanya. Ray terlalu sibuk memberikan stempel kepemilikan itu, sementara Luna sudah sangat terlihat panas dingin saat Ray mencoba melepas gaunnya keseluruhan. Gaun pengantin dengan nuansa putih itu mulai teronggok di lantai dan menampilkan pemandangan yang belum Ray lihat sebelumnya.


"Ray! Kau mau apa?" ucap Luna dengan tangan yang mulai bergetar.


"Menjadikanmu istri yang sesungguhnya" jawab Ray yang masih sibuk menyusuri setiap daerah leher, hingga turun di sepanjang perbukitan nan elok itu. Luna semakin erat mencengkram punggung Ray saat rasa itu membuatnya terengah-engah dan tidak berdaya.


"Jangan Ray, pliss!" pinta Luna agar Ray tidak melakukannya lagi, namun kali ini Ray tidak mendengarkan permintaan istrinya, sehingga tampaklah kepolosan raga Luna yang kini tengah dihadapannya.


"Mulus..." ucap Ray dengan tatapan nakalnya. Dan itu membuat Luna tak bisa berbuat banyak, dirinya sudah terlanjur terhipnotis oleh perlakuan Ray terhadap nya.


"Aku datang baby" bisik Ray saat detik-detik dirinya bersiap menyatukan raga mereka.


"Ray...!" balas Luna dengan tatapan mata yang sangat cemas.


"Jangan takut baby, Aku tidak akan membuatmu sakit, terimalah aku sebagai suamimu" bisik Ray diiringi melesatnya sesuatu yang belum pernah Luna rasakan.


"Ray..." pekik Luna saat Ray menghujamkan dirinya masuk ke dalam raga Luna, menyatukan cinta mereka, menyempurnakan kewajiban sebagai suami istri yang sah.


Sesaat Ray berhenti dan menatap netra Luna yang tampak mengalir bulir bening dari sudut mata itu. Ray mengelap air mata yang menetes dari sudut mata istrinya dan memberikan sentuhan lembut dengan mengecup pelupuk mata sang istri.


"Apakah ini sakit, hm?"


"Hm..." Luna tidak bisa berkata apa-apa saat selaput dara itu mulai robek akibat ulah Ray.


"I am sorry baby, but i like it..." bisik Ray diiringi senyum smirk nya. Luna menatap bola mata suaminya yang tampak penuh gairah di malam itu.


Sekali lagi Ray meraih bibir itu kembali dan menikmatinya dengan lembut, sehingga membuat Luna sedikit melupakan rasa sakit yang tengah berpusat di ibukota miliknya.


Perlahan namun pasti Ray kembali bergerak dengan lembut, membuat kedudukan nya di Ibukota Luna menjadi nyaman dan semakin nikmat. Keduanya telah menyatukan cinta mereka, membawa bersama dalam suasana yang romantis dalam cahaya yang temaram itu. Ray menggenggam erat tangan sang istri, dan membawanya terbang ke langit ketujuh, mencapai puncak bahagia dalam malam pengantin mereka.



BERSAMBUNG


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


...Maafkan othorπŸ™πŸ˜Š...


...Jangan lupa kembang setaman nya ya 😊❀️...

__ADS_1


__ADS_2