
Hari ini tak seperti biasanya, Luna duduk di sebuah bangku panjang di depan rumahnya, sembari memainkan rerumputan yang ada di sekitar, namun pandangan mata itu kosong, seolah dirinya sudah tak bergairah lagi. Sesekali Ia menghela nafasnya dalam-dalam dan menghapus buliran bening yang terjatuh di sudut netranya yang sayu.
Bayu tak tega melihat Luna yang terlihat sangat bersedih, sebagai Ayah yang sangat menyayangi putrinya, Bayu akan melakukan apa saja untuk membuat Luna tersenyum, entahlah baru kali ini Bayu melihat keadaan sang putri yang tak biasa.
Bayu mencoba mendekati putrinya dan duduk disamping Luna.
"Luna, maafkan ayah, sekali lagi ayah minta maaf" ucap Bayu
"Untuk apa ayah minta maaf, bukan salah ayah, Luna hanya terbawa emosi, jika memang ayah menginginkan itu, baiklah Luna akan menerimanya dengan ikhlas" jawab Luna sedih.
******
Dan tiba-tiba saja terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka. Bayu melihat sebuah mobil mewah Alphard yang berhenti pas di depan rumah kontrakan mereka.
Dan tak berapa lama, terlihat Mario yang turun lantas disusul Vano, Shesa dan Ray di belakang mereka.
"Bukankah itu Pak Mario? Bersama siapa dia?" gumam Bayu.
Sementara itu Luna pergi ke dalam rumah setelah mendengar mobil mewah itu berhenti.
Bayu melihat sepasang suami istri yang sedang berjalan menuju rumahnya. Sedangkan Ray berjalan belakangan.
Bayu tampak berdiri di tempatnya dan menyambut sepasang suami istri itu datang menghampirinya. Setelah Vano dan Shesa sampai di depan Bayu, Mario menyapa Bayu yang tampak kebingungan dengan kedatangan pasangan suami istri itu.
"Selamat siang Pak Bayu, perkenalkan ini Tuan Vano dan Nyonya Shesa, orangtua dari Tuan muda Ray" seru Mario tersenyum.
"Selamat siang Pak Bayu, saya Vano dan ini istri saya, Deandra Rashesa" ucap Vano memperkenalkan dirinya kepada Bayu yang menyadari siapa mereka berdua.
"Deandra Rashesa desainer terkenal itu kah?" jawab Bayu terkejut.
"Anda benar sekali pak Bayu, Nyonya Shesa ini desainer yang sudah sangat terkenal seantero Negeri ini, karya-karyanya sudah di akui dunia Internasional" sahut Mario.
"Ah...Mario terlalu berlebihan" seru Shesa merendah.
"Oh iya Pak Vano, bu Shesa, Nak Ray, pak Mario mari silahkan masuk" seru Bayu mempersilahkan mereka berempat.
Mereka berempat mulai mengikuti Bayu untuk masuk kedalam rumah kontrakan mereka. Setelah sampai di ruang tamu, tampak Shesa mencari keberadaan Luna yang belum ia temui.
"Ke Mana Luna pak Bayu? Dari tadi saya tidak melihatnya" tanya Shesa.
__ADS_1
"Eh...Luna dia ada di kamarnya bu, Luna..." belum sampai Bayu menyelesaikan kata-katanya, Shesa sudah menyela pembicaraannya.
"Saya tahu Luna kenapa, saya sudah mendengar semuanya dari putra kami, tentang apa yang sudah terjadi" seru Shesa memulai pembicaraan dan Bayu tampak tersenyum.
"Pak Bayu, kedatangan kami kemari adalah untuk melamar putri Bapak untuk menjadi menantu di rumah kami" ucap Vano.
"Kami melihat putra kami sangat mencintai putri Anda, kami sebagai orang tua tidak bisa berbuat apa-apa jika Ray sudah terlanjur memilih Luna untuk menjadi pasangan hidupnya, Pak Bayu apakah Anda bersedia untuk menjadikan putri bapak, sebagai menantu di rumah kami?" tanya Vano serius.
Bayu menghela nafasnya, ia masih teringat permintaan Jasmine yang menginginkan pernikahan Ray dan Luna tetap tejadi, karena Bayu tidak tega dengan permohonan Jasmine yang rela bersimpuh di kakinya hanya sekedar untuk mendapat persetujuan darinya, akhirnya ia mencoba tabah dengan mengikhlaskan sang putri untuk menjadi menantu di keluarga besar Perkasa.
"Baiklah pak Vano, bu Shesa...kalau untuk keputusan itu, biar Luna sendiri yang menentukannya, saya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan Luna" ucap Bayu.
Sementara itu Ray harap-harap cemas menunggu kedatangan Luna.
"Luna...Kemari Nak, ada yang ingin bertemu denganmu" seru Bayu memanggil Luna.
Luna yang mendengarkan perbincangan mereka di balik tirai tampak tersenyum bahagia. Raut kesedihan sudah tak nampak lagi pada wajah cantiknya.
"Iya...Yah" jawab Luna dengan suara lembutnya yang sangat dirindukan Ray untuk didengar.
"Baby...datanglah padaku, aku ingin sekali melihat dirimu" gumam Ray yang semakin tak sabar ingin melihat wajah gadis yang dicintainya.
Akhirnya Luna menunjukkan wajahnya, tampak ia tersenyum malu, lantas Luna mencium tangan Vano dan Shesa dengan lembut. Ray tampak mengulum senyumnya saat Ia melihat kedatangan bidadarinya.
Luna duduk di samping Bayu, Vano melihat sang putra yang tak berkedip menatap gadis pujaannya itu.
"Hei...sudah jangan melihatnya seperti itu, kamu sudah membuatnya malu Ray" sindir Vano sembari menyikut lengan Ray.
Ray hanya tersenyum simpul dan menunjukkan deretan gigi putih itu tengah menghiasi ketampanan putra Vano dan Shesa itu. Tampak Luna menatap wajah Ray, seakan mata mereka saling berbicara.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?"
"Aku tidak ingin melepaskan pandanganku dari orang yang aku cintai"
"Kamu tahu, pandangan mata itu selalu membuatku mabuk, kamu selalu membuat hati ini berdegup, Tuan muda Ray kenapa aku tidak bisa melupakanmu"
"Sebentar lagi tidak akan ada jarak yang memisahkan kita, kita akan menyatukan cinta kita dengan ikatan suci pernikahan, aku dan kamu akan bersatu dalam cinta"
Kedua nya saling melempar pandangan, Ray sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Luna.
__ADS_1
"Luna sayang! Bagaimana nak? Apa kamu bersedia menjadi istri putra kami, Ray?" seru Shesa tersenyum.
Luna tampak menatap sang ayah, dirinya juga harus meminta persetujuan dari ayah.
"Bagaimana Yah? Apa ayah memberikan restu kepada kami?" tanya Luna penuh harap.
Bayu menghela nafasnya dan mengangguk pelan, tampak senyum mengembang dari bibir pria paruh baya itu.
"Benarkah itu Yah? Ayah akan merestui hubungan kami?" tanya Luna dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Jika putri ayah bahagia, maka ayah pun ikut bahagia" jawab Bayu tersenyum.
"Terima kasih Ayah, Ayah memang baik banget, Luna sayang Ayah" Luna memeluk Bayu dengan senangnya.
Kemudian Luna menghadap Vano dan Shesa, dan menjawab pertanyaan dari calon ibu mertuanya itu.
"Baiklah... saya bersedia menjadi istri Tuan muda Ray" jawaban Luna membuat Ray sangat bahagia.
"Syukurlah, akhirnya kita akan berbesan pak Bayu" seru Vano ikut bahagia.
"Tentu saja Pak, saya tidak bisa memaksakan kehendak, mereka berdua saling mencintai, saya sebagai orang tua, hanya bisa mendoakan semoga mereka berdua bahagia" ucap Bayu tersenyum.
Luna tampak malu, lantas Ia berlari keluar rumah, Ray mengikuti Luna yang tengah berdiri di halaman rumah.
Ray meraih tangan Luna dan menggenggamnya erat.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku Baby, persiapkan dirimu untuk menerimaku, Ray akan selalu membuatmu bahagia" ucap Ray sembari menatap wajah gadis pujaannya itu.
Luna tersenyum bahagia, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, dengan cepat Luna memeluk sang pangerannya dengan penuh kehangatan.
"Katakan sekali lagi, bahwa kau mencintaiku?" seru Luna yang masih berada dalam pelukan hangat Ray.
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu baby" jawab Ray sembari mencium puncak kepala Luna.
Tampak Vano dan Shesa ikut senang melihat putranya yang terlihat begitu bahagia.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Nantikan pernikahan mereka 😊...