TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Pusara Mita


__ADS_3

Sementara itu, hari ini Ray dan Luna akan kembali ke Surabaya, mereka mengajak Bayu sekalian untuk ikut bersamanya. Abian dan juga Jasmine merasa ikut bahagia, bagaimana pun juga kehadiran Ray dan Luna akan mempermudah jalan mereka menuju pernikahan yang akan mereka wujudkan.


Luna tampak berdiri di depan jendela sembari memperhatikan pemandangan alam dari dalam kamarnya, Dirinya sudah bersiap untuk berangkat pulang ke Surabaya bersama suaminya. Dengan berbalut celana panjang putih dan atasan blouse berwarna cream dengan motif bunga bunga kecil, membuat penampilan Luna terlihat sangat aduhai, potongan celana yang tampak press body membuat bentuk tubuhnya terlihat begitu sempurna. Sementara Ray tampak melihat sang istri yang masih terdiam di balik jendela kamar mereka.


Ray menangkap pinggang Luna dan menyandarkan dagunya pada bahu sang istri. Sembari berbisik lembut pada telinga Luna.


"Sedang apa kamu disini, semua menunggumu di luar, tapi kenapa kamu masih disini saja?" tanya Ray sembari menciumi aroma tubuh Luna yang membuatnya selalu betah berada di sisi sang istri.


"Aku pasti sangat merindukan tempat ini, tempat kelahiranku, akan ada banyak kenangan disini, kenangan bersama Ibu" ucap Luna sembari menatap jauh di luar sana. Tampaknya Ray sangat mengerti perasaan istrinya, tak ingin mengecewakan istrinya lagi, Ray mengajak Luna untuk mengunjungi makam Almarhum ibunya sebelum keberangkatan mereka ke Surabaya.


"Kamu merindukan Ibumu?" tanya Ray sembari menghadapkan wajahnya pada wajah istrinya. Luna mengangguk pelan, ada sorot mata kerinduan kepada mendiang Mita tampak begitu nyata di mata wanita yang kini menjadi menantu kesayangan Shesa itu.


"Sebelum kita ke Surabaya, kita mampir ke pusara Ibumu, aku akan meminta maaf dan meminta izin kepadanya, untuk membawamu kembali ke Surabaya, dan aku akan berjanji untuk selalu membahagiakanmu, selamanya" ucapan Ray membuat Luna begitu bahagia, akhirnya Ray menunjukkan sikap keseriusannya untuk membuat Luna bahagia.


Luna tersenyum dan langsung memeluk sang suami penuh keharuan.


"Terima kasih sayang, aku sangat beruntung sekali memiliki suami sepertimu, Ibu pasti ikut senang di sana, mungkin benar kata Ibu, kamu adalah pangeran yang datang untuk menjemputku, kamu tercipta untuk membahagiakanku, dan aku pun tercipta untuk melengkapi hari-harimu, aku akan selalu ada untukmu" ucap Luna sembari mengusap wajah suaminya.


Ray terlihat begitu lembut sehingga tak terasa bibir nya menyentuh bibir sang istri penuh kelembutan, mengecupnya dan merasakan sensasi manis dari setiap sentuhan yang terasa mendebarkan itu.


Tak terasa mereka berdua berdua terhanyut dalam suasana sebelum mereka meninggalkan tempat dimana mereka berdua pernah menumpahkan segala rasa.


Setelah beberapa saat, kemudian Luna melepaskan ciumannya, namun tidak dengan Ray, Ia merasa masih ingin berpagutan mesra dengan Luna sebentar saja.


"Sayang udah dong, ayo kita keluar, mereka pasti sudah menunggu kita" seru Luna sembari menepis bibir Ray yang semakin dalam menyusuri bibir itu hingga ke ceruk leher Luna.


"Sayang stop it, kamu mau kita di tunggu terlalu lama...Ahh" desaah Luna sembari merasakan sentuhan itu mulai membuatnya hilang kendali.


"Sebentar lagi sayang, aku cuma ingin merasakan harum tubuhmu yang membuatku tidak bisa menjauh darimu" jawab Ray yang terdengar begitu menggairahkan di telinga Luna.


Karena merasa Luna tak bisa membendung hasrat itu, akhirnya Luna mendorong tubuh Ray dan menjauhinya. Sehingga Ray terpaksa melepaskan tangannya dari tubuh istrinya.


"Sudahlah Ray, aku tidak mau kamu membuatku tergoda, ayo kita keluar...!" ucap Luna sembari membersihkan lipstiknya yang tertinggal di bibir suaminya.

__ADS_1


Sementara di luar, terlihat Abian, Jasmine dan Bayu menunggu Ray dan Luna. Dan tak berselang lama mobil jemputan dari Shesa sudah tiba di lokasi.


"Eh itu mobilnya, kakak kemana sih?" seru Jasmine sembari melihat ke kanan dan ke kiri, namun tak didapatinya Ray dan Luna.


"Biar aku panggil, kebiasaan nih anak, palingan juga lagi anuan dulu" sahut Abian sembari beranjak masuk ke dalam rumah, memanggil Ray dan Luna.


"Apaan si Bi, anuan apaan?" tanya Jasmine yang tampak mengerutkan keningnya.


"Entar nanti kamu sendiri juga tahu, eh kita maksudnya" jawab Abian dengan senyum yang mengembang.


Bayu yang melihat itu tampak tersenyum melihat tingkah anak muda jaman sekarang.


"Abian dari dulu anaknya memang begitu, Non Jasmine beruntung sekali bisa menikah dengan Abian, dia anak yang bertanggung jawab, dia sangat menyayangi kedua orang tuanya, Abi sering membantu Derry untuk melakukan tugasnya, dulu mendiang istriku ingin sekali menjadikan Abian sebagai menantu kami, namun ya seperti itulah, Luna dan Abian tidak saling mencintai, mereka hanya bersahabat, untuk menjadi sepasang suami istri, mereka benar-benar menolaknya, hingga akhirnya Luna pergi meninggalkan rumah" ungkap Bayu mengingat saat-saat Luna pergi meninggalkan rumah pada hari pernikahan mereka.


Jasmine tersenyum mendengar penuturan dari Bayu, nyatanya sekarang Luna menjadi kakak iparnya, Luna menemukan cinta sejatinya, begitu juga dengan Ray yang sudah menemukan tambatan hatinya.


Sementara Abi sudah sampai di depan kamar Luna, kemudian Abi mengetuk pintu kamar tersebut.


Kemudian terdengar suara pintu dibuka, dan Abi melihat Ray membuka pintu itu dengan rambut yang terlihat acak-acakan.


"Hmm... sebentar lagi aku keluar, tunggu sebentar" jawab Ray sembari merapikan rambutnya.


"Cepetan, jangan main dulu dong, entar kalau sudah sampai di Surabaya, kamu puas-puasin sesuka hatimu" ucap Abian


Kemudian Luna menghampiri Abian yang berada di depan pintu kamar mereka.


"Eh...Abi, apa semua sudah siap?" tanya Luna sembari membawa tas selempang dan siap untuk berangkat.


"Semua sudah siap, tinggal nungguin Elu dan Ray doang, lama banget sih, keriting kita nih nungguin kalian berdua" jawab Abi.


"Iya... Iya"


Dan akhirnya mereka mulai masuk ke dalam mobil yang khusus dikirimkan Shesa untuk menjemput Ray dan Luna. Selama ditinggalkan rumah itu kosong tanpa berpenghuni, namun jika Karin tiba kapan saja, Karin bisa tinggal di sana.

__ADS_1


Sebelum mobil mereka tiba di jalan raya, Ray menyuruh sopir untuk mampir ke pemakaman ibu mertuanya, Mita.


Setelah tiba di depan pemakaman tempat Mita di kebumikan, Ray terus mendampingi istrinya hingga sampai di tempat pusara Mita.


Bayu dan Luna sangat terharu, mereka berdua mengusap pusara yang bertuliskan nama Mita disana.


"Bu...Ayah datang untuk memberi kabar bahagia untuk Ibu, anak kita Luna, akan memberikan cucu untuk kita, Luna bahagia dengan suaminya, Ayah berharap ibu juga bahagia di sana" ucap Bayu yang diiringi rasa haru dari Luna.


Sementara Luna terlihat begitu bahagia sekaligus sedih saat ia memandang pusara ibunya yang sangat ia rindukan.


"Ibu... Luna datang untuk memberi doa untuk Ibu, semoga Ibu selalu mendapatkan kebahagiaan disisi-Nya, Luna sudah bahagia bersama Ray, Ibu benar, Ray adalah pangeran yang datang untuk menjemput Luna, Luna yakin ibu pasti ikut bahagia melihat kami, dan Mama Shesa juga pasti sangat merindukan Ibu, Luna sudah menyampaikan pesan ibu kepada Mama Shesa, sekarang Ibu sudah Tidak usah khawatir lagi, Mama Shesa sudah tahu jika Luna adalah anak Ibu" ucap Luna yang diiringi pelukan dari Ray.


Kemudian Ray juga mengusap pusara Mita yang masih berdiri kokoh itu.


"Ibu Mita, saya minta maaf kepada Ibu, jika selama ini saya sudah bersikap buruk kepada Luna, saya sudah menyakiti putri ibu yang sudah rela memberikan hidupnya untuk saya, saya sangat menyesal, maafkanlah saya, jika saja Ibu Mita masih ada, saya rela jika harus bersimpuh di hadapan Ibu untuk minta pengampunan" ucap Ray sembari menitikkan air mata.


"Ray..." Luna melihat air mata itu jatuh dari mata suaminya.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


*


*


Sambil nunggu othor update bab berikutnya, kalian mampir dulu ke karya punya kak Alya Azis yang berjudul JERAT HASRAT SANG CALON DUDA...hayuk bestie ramaikan segera, ceritanya nggak kalah seru loh🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2