TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Mantu Idaman


__ADS_3

Ray terlihat menahan sang Ayah mertua agar tidak terjatuh, ini satu-satunya cara untuk cepat sampai di puskesmas terdekat. Sesekali Ray tersandung batu kecil saat melewati turunan yang tajam. Namun ia dengan sigap segera menghindar dan bisa mengimbangi langkahnya, mengingat ada sang Ayah mertua yang harus segera mendapatkan pertolongan.


Setelah beberapa menit dan berhasil melewati berbagai kelokan, akhirnya Ray berhasil sampai di jalan yang menuju ke Puskesmas.


Hanya dengan beberapa langkah, Ray akhirnya berhasil membawa Bayu ke Puskesmas.


Ray membawa Bayu masuk ke dalam Puskesmas, terlihat seorang petugas kesehatan menyambut kedatangan Ray yang menggendong Bayu di punggungnya, petugas itu segera memberikan kursi roda untuk Bayu tempati.


Dengan sangat pelan Ray meletakkan tubuh mertuanya pada kursi roda yang sudah disediakan. Kemudian petugas medis membawa Bayu ke dalam ruang pemeriksaan. Terlihat seorang dokter jaga yang sedang menangani keadaan Bayu.


Dokter itu tampak memeriksa kondisi kesehatan Bayu, Ray tampak selalu mendampingi ayah mertuanya. Setelah dokter memeriksa kesehatan Bayu, lantas Ray bertanya mengenai kondisi mertuanya.


"Bagaimana keadaan mertua saya dokter?"


"Pak Bayu memilik riwayat penyakit kolesterol dan asam urat yang cukup tinggi, mungkin beliau kecapekan, sehingga membuat kondisi nya menjadi nge-drop" ucap Dokter itu.


"Saya akan memberikan resep, supaya kondisi Pak Bayu bisa segera pulih, oh iya satu hal lagi, pola makan harus dijaga, kurangi dulu makanan yang berlemak, serta jangan beraktivitas berat dulu, pak Bayu harus banyak istirahat!" seru dokter mengingatkan.


"Baik dokter, terima kasih" jawab Ray sembari menerima resep tersebut. Kemudian Ray menghampiri Bayu yang masih terbaring di tempat tidur.


"Ayah, Ray... pergi dulu untuk menebus obat, Ayah tunggu disini, Ray tidak akan lama" ucap Ray berpamitan kepada Bayu.


"Nak Ray, terima kasih kamu sudah membantu Ayah, Ayah tidak tahu harus membalasnya dengan apa budi baikmu" ucap Bayu


Ray tersenyum pada pria yang sudah memberikan putri satu-satunya itu kepadanya.


"Ayah jangan bicara seperti itu, ini sudah tanggung jawab Ray, Ayah juga seperti papa kandung saya, siapapun yang disayangi oleh istri saya, maka saya pun ikut menyayanginya" ucapan Ray membuat Bayu tampak terharu, dirinya ternyata tidak salah pilih menantu, meskipun Ray pernah melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat fatal, namun kesalahannya terbayarkan dengan sikap terpujinya kepada sang mertua.


"Ayah tunggu disini dulu, Ray segera kembali" pamit Ray.


"Hati-hati Nak" jawab Bayu mendoakan.


Kemudian Ray segera pergi mencari apotek terdekat untuk menebus obat yang diberikan dokter kepadanya. Ray tampak berjalan jauh mencari dimana apotek terdekat di daerah itu, namun belum juga Ray mendapatkannya, Ray tampak kesusahan mencari apotek terdekat. Mengingat kawasan tempat tinggal Luna tergolong daerah pedalaman.


Ray mencoba bertanya kepada orang-orang yang sekiranya mengetahui dimana apotek di daerah itu.


"Permisi Bu, disini apotek terdekat dimana ya?" tanya Ray pada seorang ibu-ibu


"Ya ampun...Masnya ganteng banget, duh Gusti, wong Lanang ganteng kenapa jalan kaki sendirian?" ucap wanita berbadan subur itu.


"Saya sedang mencari apotek untuk menebus obat untuk mertua saya, apa ibu tahu dimana tempatnya?" tanya Ray.


"Ya ampun masnya rela jalan kaki demi mencari apotek untuk mertua? Benar-benar mantu idaman banget ini! Apotek di daerah sini memang cukup jauh mas, mas naik ojek saja, paling sekitar sepuluh menit sudah sampai" ucap wanita itu.


"Terimakasih banyak atas informasinya Bu, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Ray sembari tersenyum.

__ADS_1


"Eh....eh... tunggu Mas, saya minta foto


nya, boleh nggak Mas...Mas nya ganteng banget sih" pinta wanita itu.


"Boleh...!" jawab Ray.


"Benarkah itu Mas? Waahh masnya baik banget deh, makasih banyak"


Dan Ray pun memenuhi permintaan ibu-ibu itu untuk berfoto bersama dengannya, karena ibu-ibu itu bersedia menunjukkan dimana apotek terdekat, akhirnya Ray menuruti permintaannya, sekedar berfoto bersamanya.


"Waduh... makasih banyak loh mas ganteng, ini pasti teman-teman medsos saya pada ngiri lihat saya berfoto bersama orang ganteng banget" seru wanita itu senang sekali bisa berfoto dengan Ray, dan menguploadnya ke medsos miliknya.


"Baiklah Bu, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Ray


"Oh iya Mas, semoga saja Mas ganteng bisa segera mendapatkan obat untuk mertuanya" ucap nya.


"Makasih Bu!"


Kemudian Ray segera mencari tukang ojek untuk mengantarkannya ke apotek.


******


Sementara di rumah, Luna tampak masih khawatir dengan keadaan Bayu dan Ray, sampai malam mereka berdua belum kembali, ada tetangga Luna yang tahu, jika Ray membawa Bayu ke Puskesmas.


"Kenapa mereka belum kembali juga, hari sudah mulai malam, semoga mereka berdua baik-baik saja" ucap Luna yang terlihat sangat khawatir.


"Sudahlah Lun, jangan khawatir...Kak Ray dan pak Bayu, pasti baik-baik saja, mereka pasti akan kembali" seru Jasmine.


Dan tiba-tiba saja terdengar suara pintu diketuk.


"Tok...tok...tok"


"Itu pasti mereka!" ucap Luna sembari menyambut kedatangan mereka berdua.


Abian yang berada di ruang tamu, lantas membukakan pintu. Dan betapa terkejutnya ia melihat Ray yang tengah menggendong Bayu naik ke punggung kekarnya.


"Ray...Pak Bayu!" seru Abian yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ray. Sementara itu Luna dan Jasmine turut menyambut kedatangan Ray dan Bayu. Luna dan Jasmine begitu terkejut saat melihat Ray yang sedang membawa Bayu di atas punggungnya.


"Ayah... Ray, kalian berdua tidak apa-apa kan?" seru Luna yang tampak bahagia melihat dua laki-laki yang sangat disayanginya itu pulang dengan keadaan selamat.


"Kami berdua tidak apa-apa, aku akan membawa Ayah ke kamar" ucap Ray sembari menuju ke kamar Bayu.


Setelah sampai di kamar Bayu, Ray segera menurunkan mertuanya pada tempat tidur, Abian turut membantu Ray untuk menurunkan Bayu.


Setelah itu Bayu membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


"Ray... terima kasih banyak, kamu sudah susah payah membawa Ayah untuk pergi ke Puskesmas" ucap Bayu terharu.


"Sekarang Ayah istirahat saja, dan diminum obatnya supaya kesehatan ayah segera pulih" bslss Ray sembari tersenyum. Luna yang mendengar penuturan dari Bayu lantas bertanya kepada sang Ayah.


"Tapi... dengan apa Ray membawa Ayah ke Puskesmas, ke Puskesmas jalanannya susah Yah, kalian kita nggak naik ojek, nggak bakalan nyampe" tukas Luna.


"Luna... suamimu ini benar-benar luar biasa, dia menggendong Ayah hingga sampai ke Puskesmas" kata Bayu menjelaskan.


"Apa? Menggendong Ayah? Pulang pergi?" tanya Luna begitu terkejut, mendengar suaminya bisa sekuat itu membawa sang Ayah pulang pergi dari Puskesmas dengan hanya menggendongnya pada punggung Ray.


Luna melihat sang suami yang tampak kelelahan, Ia begitu kasihan, Luna tidak bisa bayangkan bagaimana sulitnya Ray mencapai lokasi Puskesmas yang melewati jalanan yang terjal dan berkelok dengan membawa Ayahnya pada punggungnya.


Setelah Luna memberikan obat untuk Bayu, akhirnya Bayu menyuruh Luna untuk pergi kepada suaminya.


"Luna, cepat temui suamimu, dia pasti sangat membutuhkanmu, ayah sudah tidak apa-apa, ada Abian dan Jasmine disini" ucap Bayu


"Iya Lun, kamu pergi saja, kami yang akan menemani Pak Bayu disini" sahut Abian.


"Abi benar, kami akan bermalam di sini, sambil menunggu kesehatan pak Bayu membaik, biar aku tidur di kursi ruang tamu, dan Abi diluar" seru Jasmine.


"Kalian yakin, tidak apa-apa!" balas Luna yang merasa tidak enak.


"Yakinlah, kita nggak apa-apa, sudah pergi sana, kakak pasti sudah menunggumu" ucap Jasmine.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" pamit Luna untuk pergi menemui suaminya.


Setelah beberapa saat, Luna sampai di kamarnya, Ia melihat Ray yang tampak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Luna mendekati suaminya yang sedang beristirahat.


"Ray... terima kasih banyak kamu sudah mengantarkan ayah pergi ke Puskesmas!" ucap Luna sembari duduk di samping Ray.


Ray bangun dan duduk sambil menatap dalam-dalam wajah istrinya.


"Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu tersenyum, itu bukanlah hal yang sulit buatku, asalkan aku bisa selalu membuatmu bahagia, apa kamu sudah lega melihat kondisi Ayah, dia baik-baik saja!" ucap Ray sembari menyelipkan rambut pada telinga Luna.


"Iya... Ayah baik-baik saja" jawab Luna tersenyum.


"Senyuman ini yang selalu membuatku semangat, aku selalu ingin melihat senyum ini terukir selalu di wajahmu, selama aku bernyawa, aku tidak akan membuatmu terluka dan bersedih" ucapan Ray membuat Luna menutupkan satu jari pada bibir Ray.


"Sssttt... jangan bicara seperti itu, aku tidak mau kehilanganmu Ray, aku sangat mencintaimu!" ucap Luna yang langsung memeluk Ray penuh keharuan. Ray mendekap istrinya penuh cinta.


"Aku juga sangat mencintaimu baby, sangat mencintaimu" balas Ray sembari melepaskan pelukannya dan mulai menciumi pipi Luna yang berakhir pada bibir Luna yang merekah itu.


"Ray... empttt" rintih Luna sembari mengalungkan tangannya pada leher Ray yang sudah berhasil meraup bibir itu begitu mesra.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...Meleleh nggak sih beb...🥰🥰...


__ADS_2