TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Abian putra Nabila


__ADS_3

"Apa yang ingin kakak tanyakan padaku?" seru Olive.


"Dengar Olive, secara tak sengaja aku pernah mendengarkan percakapanmu dengan Jasmine saat malam acara pernikahan kami, apa benar yang kamu katakan, jika Luna sudah dijodoh.kan dengan teman kalian yang bernama Abian itu?" tanya Ray menyelidik. Olive menatap Ray yang penuh tanda tanya.


"I-iya Kak, itu benar" jawab Olive apa adanya.


"Sh iiitt...Kenapa aku bisa terlambat mengetahuinya" sesal Ray sembari mengusap wajahnya kasar.


"Tapi...Abian dan Luna tidak saling mencintai Kak! Abian mencintai gadis lain" ucap Olive sembari menundukkan wajahnya.


"Abian mencintai gadis lain? Apa maksudmu?" tanya Ray semakin penasaran.


"Iya Kak, Abian dan Luna sebenarnya tidak saling mencintai, mereka berdua hanya terjebak dengan perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka, dan kakak tahu, ternyata ibunya Luna dan ibunya Abian adalah sahabat tante Shesa dan Mama" ucap Olive menjelaskan.


"Apa? Jadi Abian adalah anak dari salah satu sahabat Mama yang sudah mempermalukan Mama dulu?" gumam Ray terkejut.


"Luna pergi dari rumah di hari pernikahannya, karena Ia tidak mau menikah dengan Abian, kemudian Ia bertemu dengan Jasmine, setelah itu Jasmine menolongnya untuk melamar pekerjaan di butik tante Shesa, dan akhir nya Luna bertemu dengan Kakak" ucapan Olive membuat Ray sedikit terdiam.


"Lantas siapa gadis yang disukai oleh Abian?" tanya Ray penasaran.


"Dia...Dia adalah...!" Olive tidak kuasa menyebut nama Jasmine.


"Siapa Liv? Siapa gadis itu?" desak Ray semakin penasaran.


"Dia...Gadis itu adalah Adik kak Ray sendiri, Jasmine!" ucap Olive terpaksa


Dan sontak apa yang dikatakan Olive membuat Ray semakin mendendam, dua wanita yang sudah menghina dirinya dan juga sang Mama, membuat Ray tak bisa melupakan dendamnya begitu saja.


Ray mengepalkan kedua tangannya, sorot matanya jelas menunjukkan rasa dendam yang membara, sesekali Ray menghela nafasnya, ternyata dirinya dipertemukan dengan masa lalu sang ibu, yang menyulut rasa dendam seorang Ray.


"Bagaimanapun caranya aku akan membuat mereka berpisah, Aku tidak akan membiarkan Jasmine berhubungan lagi dengan Abian, setidaknya dua anak sahabat Mama ada dalam genggaman ku, dan sebentar lagi mereka akan tahu siapa Ray yang sebenarnya" gumam Ray dengan tatapan sinis nya.

__ADS_1


"Kak Ray? Kakak kenapa?" tanya Olive yang terkejut melihat perubahan sikap Ray yang tiba-tiba serius.


"Tidak ada, baiklah aku pergi dulu, kalau nanti kamu ketemu dengan Jasmine, tolong beritahukan padanya, aku mau berbicara padanya, penting!" seru Ray sembari memakai kacamatanya kembali.


"Jasmine sedang bersama Abian sekarang, mereka berdua sedang berada di taman kota" ucap Olive kepada Ray.


"Apa? Jasmine sedang bersama Abian?" dengan segera Ray pergi mencari Jasmine dan ia meninggalkan Olive yang masih sendiri. Mobil Ray langsung menuju taman kota dekat kampus Jasmine.


"Kak Ray kenapa ya? Kenapa tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah saat mendengar sahabat Tante Shesa dan Mama, apa kak Ray masih memendam dendam dengan dua sahabatTante Shesa dan Mama? Lalu jika kak Ray masih menyimpan dendam pada ibu Luna dan ibu Abian, lantas bagaimana nasib Luna yang kini sudah menjadi istri lak Ray?" gumam Olive


*****


Sementara itu Luna sudah mempersiapkan makan malam untuk suaminya, terlihat Luna semangat untuk memasak sendiri, padahal bisa saja dirinya menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan malam.


"Sini Non, biar saya bantuin" seru seorang pelayan yang merasa kasihan dengan Luna memasak sendiri.


"Tak apa bik, Saya bisa sendiri" balas Luna sembari tersenyum.


"Non Luna mirip banget ya sama Nyonya Shesa dulu, pintar masak"


"Iya bener, udah cantik, baik, pinter masak pula, Tuan muda Ray beruntung mempunyai istri seperti Non Luna"


"Iya kamu benar, semoga saja mereka berdua selalu bersama, dan semoga saja cinta mereka tak akan terpisahkan"


"Pastinya, mudah-mudahan Non Luna segera hamil, ini pasti menjadi berita yang menggembirakan untuk Tuan Vano dan Nyonya Shesa"


Bisik-bisik para pelayan yang tengah melihat Luna sedang menyiapkan makanan untuk Ray.


"Semoga dia suka, setidaknya aku akan terus membuat suamiku bahagia" Luna berdoa penuh harap.


Sementara itu Ray sudah tiba di taman kota dimana Jasmine dan Abian berada. Ray keluar dari mobilnya dan membuka kacamata hitam yang menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


Mata elang Ray berkeliling mencari keberadaan sang adik yang belum juga ia temukan. Tak butuh waktu lama untuk Ray mencari keberadaan Jasmine, dari kejauhan tampak dua sosok pemuda dan pemudi yang tengah duduk di sebuah bangku panjang di sebelah tanaman bunga.


"Jasmine! Ayo kita pulang" ajak Ray yang langsung menarik tangan Jasmine dan mengajaknya pulang.


Jasmine menoleh kearah Ray, dirinya benar-benar terkejut dengan kedatangan Ray yang tiba-tiba.


"Kak Ray! Kakak ngapain kesini?" tanya Jasmine yang merasa malu pada Abian. Karena Ray tiba-tiba saja memaksanya untuk pulang.


"Sudah kamu jangan banyak tanya, sekarang cepat kamu ikut dengan kakak" perintah Ray yang tetap memaksa Jasmine untuk meninggalkan tempat itu dengan segera.


Abian yang melihat Jasmine dipaksa oleh Ray, mencoba bertanya baik-baik.


"Maaf Ray, tolong jangan kasar kepadanya" seru Abian


"Hey...Siapa Kamu berani-beraninya kau bicara itu padaku, kau tidak tahu siapa aku hah" jawab Ray menantang.


"Saya tahu siapa kamu, kamu adakah kakak Jasmine, karena aku sangat menghormatimu, maka dari itu aku mohon lepaskan Jasmine" jawab Abian.


"Dengar ya Abian putra Nabila, Aku tidak akan pernah biarkan Jasmine menemuimu lagi, mulai sekarang kamu jauhi adikku, kalau kamu tidak mendengarkanku, maka aku tidak segan-segan menyakiti keluargamu" ancam Ray dengan penuh kebencian, Jasmine melihat kemarahan sang kakak yang penuh dendam, dengan lantang Jasmine menyumpahi Ray yang sudah dibutakan oleh dendam.


"Kakak! Jasmine nggak nyangka Kakak tega banget, Kak Ray udah jahat, Jasmine bersumpah kakak akan menyesalinya, untuk apa kakak harus membalas dendammu yang nggak guna itu, Mama saja bisa memaafkan kesalahan Mita dan Nabila, kenapa Kakak justru membakar emosi Kakak sendiri, dengan membalas dendam?" celoteh Jasmine sembari menitikkan air matanya.


"Kakak tidak bisa terima Mama diperlakukan seperti itu, sebelum dua wanita itu bersujud di kaki Mama, aku tidak akan pernah melupakan dendam ini, dan Kau Abian, selama ibumu Nabila tidak datang ke rumah kami dan bersujud di kaki Mama, maka Aku Ray putra Vano tidak akan bisa membuat hidup kalian tenang, ingat itu...Ayo pulang!" ucap Ray dengan penuh amarah sembari membawa Jasmine secara paksa.


"Lepaskan Aku Kak, lepaskan...Kak Ray jahat, Aku benci kakak!" pekik Jasmine sambil memukul-mukul lengan Ray yang mencengkeram kuat tangan Jasmine.


Abian tidak bisa berbuat banyak, dirinya harus segera pulang dan menanyakan hal ini kepada sang Mama, Nabila.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


...Konflik mulai memanas, gimana nasib Luna dan Abian selanjutnya? Bagaimana jadinya jika Shesa mengetahui perbuatan Ray? Tunggu update berikutnya yang pasti semakin seru😁...


__ADS_2