TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Cincin putih


__ADS_3

Acara makan malam pun sudah usai, Jack dan Siska telah kembali rumah mereka, begitu pun dengan keluarga besar Vano, yang sudah kembali ke rumah mereka dengan bahagia.


Tampak Jasmine menyambut kedatangan mereka.


"Mama sudah pulang!" seru Jasmine yang tampak bahagia tersebut.


"Kakakmu minta pulang melulu!" jawab Shesa sembari melihat putranya yang terlihat menggandeng tangan Luna dengan erat. Jasmine hanya tersenyum melihat sang kakak yang selalu nemplok kepada istrinya.


"Oh...ya! Bagaimana kuliahmu?" tanya Vano


"Baik Pa, sebentar lagi Jasmine akan mengajukan skripsi, doain ya Pa! Supaya Jasmine bisa menyelesaikan kuliah dengan nilai terbaik" ucap Jasmine


"Tentu saja kami akan selalu mendoakan untuk keberhasilanmu sayang!" balas Vano sembari membelai lembut pipi Jasmine.


Sementara itu Ray langsung ke kamarnya sembari terus membawa Luna ikut naik ke atas, membuat Shesa menggelengkan kepalanya.


"Tuh si Ray, persis banget sama kamu!" ucap Shesa sembari melirik kearah suaminya.


"Tak apalah, yang penting bisa membuat istri senang, bukan begitu sayang?" jawab Vano terkekeh.


Dan tiba-tiba saja Shesa memanggil Ray yang sedang menaiki anak tangga itu bersama Luna.


"Ray... tunggu!"


Ray dan Luna berhenti dan menengok kearah Shesa.


"Iya Ma! Ada apa?" tanya Ray yang terpaksa menghentikan langkahnya.


"Setelah ini, Mama ingin bicara pada istrimu sebentar, bisa?" tanya Shesa sembari melihat wajah Luna.


"Bisa Ma!" jawab Luna tersenyum sembari melihat wajah suaminya yang sedikit kecewa.


"Cuma sebentar, mungkin Mama masih kangen sama cucunya" ucap Luna meyakinkan suaminya. Kemudian Ray melepaskan tangannya dari tangan Ke Luna, dengan lemas Ray masuk ke kamar tidurnya.


Luna memperhatikan Ray yang tampak lesu, tanpa dirinya Ray terasa lemah tak berdaya.


"Kamu duluan Ray, nanti aku segera kembali!" seru Luna dengan tatapan hangatnya.


"Aku menunggumu baby, jangan lama-lama" balas Ray sembari mengusap lembut wajah sang istri. Kemudian Ray naik keatas ke kamar mereka, sementara Luna turun menghampiri Shesa.


"Ada apa Ma?" seru Luna saat dirinya berada di hadapan sang ibu mertua.


"Ayo ikut Mama!" Shesa mengajak Luna ke kamarnya dengan menggandeng tangan menantunya itu.


"Kita mau kemana Ma?" tanya Luna penasaran.


Setelah beberapa saat Shesa tiba di kamarnya.


"Untuk apa Mama mengajakku kesini?" Luna tampak memperhatikan kamar Shesa yang begitu luas dan mewah.


"Kamu tunggu disini, Mama mau ambil sesuatu!" ucap Shesa sembari membuka lemari dan mengambil sesuatu dari dalam sana.


Setelah selesai Shesa mengambil sebuah kotak kecil itu, kemudian Ia menghampiri menantunya yang tampak sangat penasaran.


"Luna! Mama membawamu kemari untuk memberikan sesuatu kepadamu, ambillah ini untukmu" ucap Shesa sambil menyerahkan kotak kecil itu kepada Luna.


Luna menerima kotak tersebut dan dirinya bertanya-tanya kotak apa sebenarnya itu.

__ADS_1


"Apa ini Ma?"


"Bukalah!" titah Shesa.


Luna perlahan membuka kotak kecil itu, alangkah terkejutnya saat Luna mendapati sebuah cincin putih yang sangat indah, berhiaskan intan yang sangat indah sekali.


"Itu untukmu!" seru Shesa sambil mengambil cincin itu dari kotaknya dan memakaikannya kepada Luna yang kini menjadi menantu kesayangan keluarga Perkasa.


Cincin itu terpasang indah pada jari manis Luna, membuat Luna sangat terharu sekali.


"Luna, cincin ini adalah cincin turun temurun dari keluarga Perkasa, dulu Mama mendapatkan cincin ini dari Almarhum nenek buyut kamu, nenek Triana. Beliau sangat menyayangi Mama seperti cucunya sendiri. Nenek memberikan cincin ini sehari setelah pernikahan kami. Dan sekarang cincin itu kamu yang berhak memakainya.


"Luna sayang, Mama sangat bahagia kamu berada di sini, Mama sangat bersyukur mempunyai menantu yang baik dan cantik sepertimu, Mama juga berterima kasih kepada Almarhum Mita yang sudah memberikan putri satu-satunya untuk menjadi menantu Mama" ungkap Shesa yang terharu mengingat mendiang sahabatnya. Terakhir Shesa bertemu Mita disaat hari dimana rahasia pernikahan Shesa terbongkar, dan setelah itu Shesa sudah tidak pernah berjumpa lagi dengan Mita, hingga akhirnya terdengar di telinganya jika Mita telah kembali ke pangkuan Nya.


"Mama jangan bersedih, Luna sangat beruntung mempunyai mertua yang baik banget seperti Mama, Mama adalah sosok pengganti Almarhum Ibu, saat Luna melihat Mama, disitu juga Luna melihat Ibu sedang tersenyum bahagia" balas Luna sembari memeluk sang Ibu mertua penuh kasih.


"Baiklah sayang, sekarang kembalilah ke kamarmu, istirahatlah!" seru Shesa


"Iya Ma, kalau begitu Luna permisi keluar, terima kasih untuk cincin yang indah ini Ma!" ucap Luna sembari beranjak keluar dari kamar Shesa.


*


*


*


Sementara di kamar, Ray tampak tak bisa tidur, dirinya menunggu kedatangan sang istri yang sedari tadi belum datang juga.


"Lama banget sih, sudah setengah jam" Ray terlihat sudah tak sabar lagi menunggu Luna datang ke kamarnya.


"Luna tunggu!"


Luna berhenti dan menoleh kearah Jasmine.


"Jasmine! Ada apa?" tanya Luna sembari mengerutkan keningnya.


"Aku minta tolong sebentar saja, Pliss" ucap Jasmine sambil menarik tangan Luna.


"Minta tolong apa? Katakan" jawab Luna


"Ayo ikut!"


Jasmine membawa kakak iparnya itu untuk datang ke kamarnya. Dan menunjukkan beberapa gaun untuk ia pakai besok saat keluarga Abian datang untuk melamarnya.


"Jasmine, untuk apa baju sebanyak ini?" tanya Luna sembari menyentuh beberapa gaun malam itu


"Aku mau minta pendapatmu, hmm kira-kira aku pakai baju yang mana? Besok Abi dan keluarganya akan datang ke rumah untuk membicarakan tentang pernikahan kami" ucap Jasmine


"Ya ampun Jasmine, aku kira apa? Bagiku kamu tetap cantik pakai gaun apa saja, aku yakin Abi tidak akan mampu mengedipkan matanya, jika kamu pakai gaun warna marun, pasti terlihat sangat elegan" ucap Luna sembari menunjuk gaun berwarna marun itu.


"Hmm...bagus juga pilihan kakak ipar ku" ucap Jasmine sambil mencoba menempelkan baju bodycon itu di tubuhnya.


"Emmm...bagus banget, pilihan kamu memang tepat" seru Jasmine setelah dirinya mengganti bajunya.


Setelah itu Luna merasa adik iparnya sudah tidak memerlukan bantuannya lagi, sangat terlihat sekali Jasmine sangat senang melihat dirinya memakai gaun berwarna marun itu.


"Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu" seru Luna sembari menghela nafasnya menemui Ray yang sudah pasti sangat menunggunya.

__ADS_1


"Baiklah, terima kasih banyak Lun" balas Jasmine sambil tersenyum dan memutar-mutar badannya.


Setelah itu Luna kembali menuju kamar mereka, sementara Ray terus menunggu kedatangan Luna dengan berdiri di belakang pintu sembari meminum segelas wine.


"Ceklek"


Luna masuk ke dalam kamarnya, Dimana Ray sudah menunggu dirinya sedari tadi. Ray melihat Luna yang masuk tanpa Luna sadari Ray berada di balik pintu.


.


"Sayang... sayang, Ray kamu dimana?" ucap Luna sembari mencari keberadaan suaminya yang belum mengerti jika Ray sedang berada di belakangnya.


"Ray...ah" Luna menoleh ke belakang, dirinya begitu terkejut saat Ray tepat berada di belakang Luna dengan bertelanjang dada. Menampakkan otot-otot kekarnya yang membuat Luna sangat tergoda untuk menyentuhnya.


Luna begitu menikmati keindahan yang ada di depannya. Dengan merendamkan kepalanya pada dada Ray yang terlihat berbulu tersebut.


Luna memejamkan matanya merasakan begitu nyaman saat dirinya berada dalam pelukan Ray.


"Kenapa lama sekali? Aku sudah tidak sabar ingin memeluk istriku" ungkap Ray sembari menciumi bibir Luna. Luna pun membalas ciuman Ray dengan tenang dan mesra.


"Lepaskan Ray, aku mau mandi! ucap Luna sambil mendorong tubuh suaminya untuk menjauhinya. Ray segera menarik tangan Luna dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Nanti saja mandinya, sekarang temani aku dulu" bisik Ray disela-sela kegiatannya yang mulai menjelajahi lekuk tubuh istrinya.


"Ahh... Ray! Apa yang kamu lakukan?" ucap Luna dengan nafasnya yang mulai terengah-engah saat tangan Ray sudah melepas satu persatu gaun yang menutupi tubuh indahnya.


"Malam ini kau milikku, selamanya tidak akan aku lepaskan" bisik mesra Ray sembari menghirup aroma khas tubuh istrinya yang selalu membuatnya candu. Luna semakin dibuat terpejam saat mulut Ray berhasil menggapai dua buah ceri yang berwarna gelap itu, mengulumnya dan mengisapnya dengan lembut.


Sekarang Ray sudah membawa Luna di atas tempat tidur mereka, peningkatan hormon kehamilan, membuat semakin dibuat agresif, membuat Ray semakin memperdalam setiap sentuhannya.


*


*


*


*


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


...Maafkan othor ya 😁🙏...


*


*


*


Dan untuk kesekian kalinya Othor punya cerita bagus untuk kalian baca disela-sela kalian menunggu update berikutnya, karya punya kak Oktavia Hamda Zakhia yang berjudul DUDA CASANOVA TERJERAT CINTA GADIS BAR BAR


__ADS_1


__ADS_2