
"Tidak Bu Shesa, dia tidak menyakiti saya" jawab Luna gugup.
"Benarkah, kamu yakin?" seru Shesa kepada Security nya itu
"Tentu saja Bu" jawab Luna singkat.
"Kau tahu Luna, Ray putra pertama kami, kata orang-orang dia memang sedikit arogan, dia memang begitu anaknya, tapi jujur, Ray adalah anak yang selalu membuatku bangga, dia selalu menyayangi keluarga nya, dia rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan kami, dia sosok pelindung keluarga, dia memang keras kepala tapi dia masih penurut, selama ini belum ada satu gadis pun yang mampu membuat Ray tergerak hatinya, tapi aku melihat, Ray tampak suka sekali memuji mu, seumur hidup baru kali ini aku mendengar Ray memuji seorang gadis di depanku" ujar Shesa tersenyum.
Luna hanya bisa tersenyum, mana mungkin dia menceritakan kepada Shesa tentang perlakuan konyol Ray tadi terhadapnya, mengingat Shesa begitu bangga kepada putranya.
Kemudian Shesa berbalik menatap Luna yang membuatnya teringat akan seseorang.
"Kau tahu Luna, aku merasa sedang melihat seseorang saat memandang wajahmu, entah kenapa aku melihat bayangan sahabatku, seolah ia hadir dalam dirimu, mereka... sahabatku yang selalu aku sayangi, entah bagaimana kabar mereka sekarang, sudah puluhan tahun aku belum bertemu dengan mereka, seusai kejadian itu, aku terpaksa berpisah dengan kedua sahabatku" ungkap Shesa dengan berkaca-kaca.
"Kejadian?" tanya Luna sembari mengerutkan keningnya. Shesa tersenyum kepada gadis itu. Entah kenapa Shesa merasa terbuka kepada gadis seusia Jasmine tersebut.
Shesa menghela nafasnya. Kemudian Ia mengajak Luna untuk duduk bersama.
"Kau tahu Luna, kami dulu empat sahabat, Aku, Monic, Mita dan Nabila, setiap hari kami selalu bersama-sama, ke kantin, ke perpus, hangout bareng, pokoknya semua kami lakukan bersama-sama" ungkap Shesa mengingat masa-masa indahnya dulu. Terlihat Luna mendengarkan Shesa dengan seksama.
"Hingga akhirnya, aku dijodohkan oleh Papa dan harus menikah sebelum aku lulus sekolah, waktu itu aku masih kelas 11, teman-temanku tidak ada yang tahu pernikahan kami, karena aku sendiri yang meminta suami dan keluargaku untuk merahasiakan pernikahan itu" sambung Shesa.
"Kenapa Bu Shesa merahasiakan pernikahan ibu?" tanya Luna penasaran.
"Aku tahu suamiku adalah pemilik sekolah kami, aku tidak mau hanya karena statusku yang sebagai istri pemilik yayasan sekolah, membuatku di beda-bedakan, aku ingin seperti teman-teman yang lainnya, belajar bersama, bermain bersama, dan aku ingin melanjutkan pendidikan ku, karena aku tidak mau hanya karena menikah muda, aku harus kehilangan bangku sekolah." jawab Shesa.
"Jadi, sahabat-sahabat Bu Shesa tidak ada yang tahu kalau ibu sudah menikah?" tanya Luna semakin penasaran. Karena cerita Shesa kali ini pasti ada hubungannya dengan mendiang ibunya.
__ADS_1
"Tidak ada, hanya satu orang yang tahu, yaitu Monic, Ia sudah curiga dengan hubungan kami, aku dan suamiku, akhirnya aku tidak bisa berbohong lagi kepadanya, sementara Mita dan Nabila mereka masih belum mengetahuinya, aku meminta Monic untuk tidak menceritakan rahasia pernikahan kami kepada Mita dan Nabila, karena aku tahu, Mita dan Nabila tidak akan mampu menyimpan rahasia, mereka sering keceplosan, itu yang menyebabkan aku sengaja tidak menceritakan hal itu kepada mereka" ungkap Shesa. Luna tampak terus mendengarkan Shesa.
"Hingga akhirnya aku hamil, Mita dan Nabila mencurigai aku telah menjadi sugar baby, dan anak yang kukandung adalah anak dari hasil menjual diriku" ucap Shesa dengan berkaca-kaca. Luna tampak ikut merasakan apa yang dirasakan Shesa. Pantas saja sang ibu sangat menyesali perbuatannya.
"Kau tahu Luna, hari itu aku di sidang, semua guru, kepala sekolah dan pengurus yayasan di hadirkan dalam sidang tersebut, aku sangat ketakutan, waktu itu aku tidak bisa berbuat apa-apa, semuanya menyudutkanku, hasil tespack itu positif, dua garis yang sangat jelas"
Sejenak Shesa mengambil nafas dalam-dalam. Tak terasa kejadian itu sudah lama berlalu tapi masih membekas sekali di hati Shesa, bagaimana orang-orang sekitarnya sangat membencinya, termasuk sahabatnya yang selalu bermain bersamanya.
"Lalu apa yang dilakukan kedua sahabat Bu Shesa? Apa mereka bisa memahami bu Shesa atau malah membuat bu Shesa semakin tersudut?" pertanyaan yang ingin sekali Luna mengetahui jawabannya.
"Mita dan Nabila semakin membuatku tersudut, mereka berdua mengira aku telah menjadi simpanan hidung belang, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan persahabatan kami, aku sangat sedih, sahabatku yang kuharap bisa menolongku, nyatanya mereka justru membenciku" ungkap Shesa yang membuat Luna tidak percaya dengan apa yang dilakukan mendiang ibunya.
Luna ikut menangis mendengar cerita Shesa, ia tak menyangka sang ibu tega melakukan itu kepada sahabatnya sendiri.
"Setelah semua berhasil menyudutkan ku, akhirnya suamiku datang, disitulah semua kebenaran terungkap, siapa aku, bayi siapa dalam kandunganku dan siapa suamiku, semua orang merasa menyesal saat tahu bahwa aku hamil anak seorang pemilik yayasan yang tak lain adalah CEO Perusahaan besar di kota ini, yang tak lain adalah suamiku sendiri" ungkap Shesa sembari mengusap buliran bening yang jatuh di sudut matanya.
Luna melihat Shesa penuh keharuan, Luna merasakan kesedihan Shesa yang teramat dalam, Luna tak menyangka bahwa sang ibu tega sekali berbuat itu kepada sahabatnya sendiri.
"Pantas saja Ibu tidak pernah menceritakan hal ini, ternyata ibu sudah menuduh bayi bu Shesa adalah hasil perzinahan, Astagaa Ibu...kenapa Ibu tega membohongi Luna, Ibu tidak pernah menceritakan hal ini kepada Luna" gumam Luna bersedih.
"Luna...Luna...!" panggil Shesa kepada gadis yang terlihat sedih itu.
"Ah...iya bu Shesa, siap" jawab Luna mencoba tegar.
"Hei...kenapa Kamu menangis?" tanya Shesa yang melihat Luna tampak menitikkan air mata nya.
"Sa_saya cuma ikut bersedih mendengar pengalaman bu Shesa" balas Luna sambil mengelap air matanya.
__ADS_1
"Ah...sudahlah Lun, maafkan aku sudah membuatmu ikut sedih, semua sudah berlalu, dan sekarang bayi itu sudah tumbuh menjadi pria yang dewasa, Ray adalah simbol kekuatan cinta kami, Ray hadir melengkapi hidup kami" ucap Shesa tersenyum.
"Lalu bagaimana nasib kedua sahabat Bu Shesa itu?" tanya Luna
"Setelah kejadian itu mereka pindah sekolah, Aku tidak tahu mereka pindah sekolah dimana, tapi yang jelas mereka tetaplah sahabatku, kadang aku ingin sekali bertemu dengan mereka lagi, kira-kira mereka sudah punya anak berapa, seandainya mereka punya anak cewek pasti akan ku jodohkan dengan Ray, tapi sayang aku tidak tahu keberadaan mereka dimana, apa mungkin mereka masih tinggal di Desa Dukuh tengah?" pikir Shesa.
"Bu Shesa benar, mereka masih tinggal di sana, tapi sayang ibu sudah meninggal dunia" gumam Luna.
"Apa mungkin aku harus mengatakan pesan ibu sekarang? Tapi...apa yang sudah dilakukan ibu memang sungguh keterlaluan" gumam Luna yang masih ragu untuk mengatakan hal itu kepada Shesa.
Tiba-tiba Frisca dan Mia pamitan untuk pulang, mengingat hari yang sudah malam.
"Tante saya pamit pulang dulu" seru Frisca dan Mia pun ikut berpamitan kepada Shesa.
Setelah Frisca dan Mia pergi, lantas Shesa beranjak untuk pulang.
"Luna, kunci ini kamu bawa, setelah ini aku mau pulang, tolong kamu kunci semua pintu ya" seru Shesa sambil menyerahkan kunci butik kepada Luna.
"Siap bu" balas Luna.
Kemudian Shesa pulang dengan menaiki mobil mewah miliknya, terlihat Luna yang tengah memperhatikan Shesa pergi.
"Bu Shesa, andai bu Shesa tahu bahwa saya adalah putri sahabat ibu, Mita...Apakah Bu Shesa masih mau menerima saya bekerja ditempat ini?" ucap Luna lirih
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Udah terjawab ya anak siapa Luna itu, tinggal bagaimana reaksi Ray saat tahu bahwa Luna adalah anak nya Mita. Apakah Ray akan membencinya atau sebaliknya? Nah tunggu update selanjutnya, akan ada kejutan tak terduga dari othor, so dukung terus novel ini 😊😊😊😊...