TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Sebatas teman


__ADS_3

"Baik lah kalau begitu Tuan muda, Saya permisi dulu" pinta Sekretaris Jimmy undur diri.


"Terima kasih atas pendapat Anda pak Jimmy" ucap Ray


"Sama-sama Tuan muda, jika Tuan muda butuh pertolongan, Saya bersedia memberi masukan yang terbaik untuk Anda


Kemudian sekretaris Jimmy keluar dari ruangan Ray, Ray menyandarkan punggungnya pada kursi dan memejamkan matanya sesaat, dan lagi-lagi bayangan tentang Luna selalu memenuhi memori internal nya. Masih teringat jelas bayangan saat percintaan yang indah itu. Saat Luna menyerahkan semua yang ada pada dirinya hanya untuk Ray seorang.


Sesekali dirinya tersenyum saat merasakan kehangatan cinta dari Luna, sungguh Ray dibuat gila ketika bersama sang istri, pesona Luna yang membuat Ray mabuk kepayang tak bisa ia lupakan begitu saja, apalagi masih sangat terngiang desaahan-desaahan lembut yang keluar dari bibir Luna, seolah membuai Ray dalam awang-awang, membuat Ray ingin mengulang kembali kebersamaan mereka.


Ray masih sibuk dengan lamunannya, hingga ia lupa hari ini ada pertemuan dengan klien barunya dari Jerman, seorang pengusaha muda asal Indonesia yang lahir di Jerman, bernama Raka Andreas.


"Tok tok tok"


Ray dikejutkan dengan ketukan pintu dari luar, dengan segera Ray terbangun dari lamunannya.


"Masuk!" seru Ray sembari membenarkan posisi duduknya.


Pintu terbuka dan terlihat sekretaris Ray sedang membawa seseorang yang ingin bertemu dengan Ray hari itu.


"Permisi Pak Ray, Pak Raka Andreas sudah datang, beliau ingin bertemu dengan Anda" ucap sang sekretaris.


"Raka Andreas? astaga...Ya ya aku lupa kalau hari ini ada janji sama dia, suruh dia masuk" seru Ray


"Baik Pak"


Sementara di luar berdiri seorang pria tampan, kulit putih, rambut hitam kecoklatan, mata coklat, tampak pria tersebut wajahnya cenderung kebule-bulean.


"Silahkan masuk, Pak Ray sudah menunggu di dalam" seru sekretaris tersebut.


"Terima kasih" Jawab pria berpostur tinggi tersebut.


Raka mulai memasuki ruang kerja Ray, lantas Ia masuk dan melepaskan kacamata nya. Ray berdiri dan menyambut kedatangan partner barunya.


"Selamat siang Pak Direktur muda kita Melviano Ar Rayyan, apa kabar?" sapa Raka sembari mengulurkan tangannya.


"Siang juga Raka Andreas, eksekutif muda yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, senang berjumpa dengan Anda!" seru Ray sembari tersenyum.


"Silahkan duduk!"


Lantas Raka duduk di kursi menghadap Ray yang juga duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Selamat datang di kantor kami, saya sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda" ucap Ray dengan senyum khasnya.


"Tentu saja, bagaimana dengan rencana Anda tentang perluasan daerah di wilayah Dukuh Tengah? Apakah sudah terealisasi?" tanya Raka


"Iya...Pasti akan segera terealisasi, saya berharap Anda bisa bekerja sama untuk mengembangkan usaha kami, pastinya keuntungan yang diperoleh akan semakin besar jika kita berhasil membuat seluruh wilayah Dukuh Tengah itu rata dengan tanah, dan setelah itu kita akan bangun sebuah pusat perbelanjaan dan perumahan elite disana" ujar Ray dengan segala rencananya.


"Hmm... tawaran yang menggiurkan, baiklah saya akan mendukung Anda, ini pasti menjadi bisnis yang menyenangkan" balas Raka


"Pastinya" seru Ray dengan senyum liciknya.


Ray akan tetap membuat kawasan Dukuh Tengah menjadi sebuah tempat baru, dimana daerah itu adalah tempat tinggal orang tua Luna dan Abian. Ray tidak perduli daerah itu adalah tempat tinggal Ayah mertuanya, baginya dendam nya akan terbayar kan jika Ia sudah berhasil membuat Luna merasakan lebih sakit seperti yang pernah Shesa rasakan saat dihina dan difitnah oleh Mita, Almarhum Ibunya Luna.


"Maafkan Ray Ma, Ray tidak bisa menepati janji Ray pada Mama, Ray akan tetap datang ketempat itu, dengan begitu dendam Ray akan terbalas." gumam Ray


"Oh ya Ray, kapan rencananya kita akan mendatangi kawasan itu?" tanya Raka mendesak.


"Secepatnya, lebih cepat lebih baik, sebelum Papa dan mama pulang dari Dubai" ucap Ray dengan jelas


"Kenapa tidak menunggu pak Vano pulang? Bukankah semua ini harus minta izin dan harus dapat persetujuan dari pak Vano?" ucap Raka bertanya-tanya.


"Tidak perlu, cukup dengan diriku saja, Papa sudah mempercayakan semuanya kepadaku" balas Ray dengan optimis.


"Besok lusa kita kesana, dan setelah itu rencana kita akan segera terealisasi kan" ujar Ray dengan penuh keyakinan.


*****


"Hai... Pengantin baru, gimana kabar Elu?"


"Hai ... Dodol, gue baik! Elu sendiri gimana? Masih diem-dieman sama Jasmine, ah Cemen Lu" ledek Luna yang membuat Abian tertawa.


"Bukan Cemen, tapi belum waktunya gue ungkapin cinta gue, gue takut Jasmine bakal nolak gue" ucap Abian


"Yah...Keburu Jasmine ilang kalau Elu nggak ngomong sekarang!" ucap Luna sembari menyibakkan rambutnya. Hingga terlihat dengan jelas tanda kissmark buah karya Ray semalam.


"Waduh, suami Lu ganas juga ya!" seru Abian dengan suara terkikik.


"Apaan sih Lu" balas Luna penasaran


"Tuh buktinya, pada merah semua tuh leher" ujar Abian sambil menunjuk leher Luna yang penuh tanda cinta.


"Eh...Ini, ini gue habis kerokan, masuk angin gue, semalam kehujanan, jadi ya gue kerokin ajah, jadinya ya kayak gini" ucap Luna basa basi

__ADS_1


"Halah...Elu pikir gue percaya, itu jelas banget lah kalau tanda ciipookan, tapi nggak papa sih, gue ikut seneng lihatnya , berarti calon kakak ipar gue sayang banget sama Elu" canda Abian yang diselingi tawa Luna.


"Calon kakak ipar? Ya ya ...Bentar lagi Elu jadi adik ipar gue dong" seru Luna bercanda.


Keduanya terlihat bercanda sembari tertawa penuh bahagia, tampak nya aktivitas Abian telah diam-diam diperhatikan seseorang dari kejauhan.


"Abian? Ngomong sama siapa tuh anak? Kayaknya akrab banget?" gumam Olive dibalik rerumputan di belakang Abian. Dengan sedikit menjinjit, Olive mencoba mencari tahu dengan siapa Abian berbicara, tampaknya mereka berdua terlihat akrab sekali.


"Deg"


"What? Luna? Jadi mereka masih berhubungan? Gue musti ngomong nih sama Abian, apa maksud semua ini, dan tentang perjodohan nya dengan Luna, apakah itu benar?" gumam Olive menyelidik.


"Udah dulu ya Lun, gue harus pergi ke kelas" ucap Abian kepada sahabat karibnya itu


"Oke...gue juga mau mandi, suami gue mau pulang" ucap Luna yang membuat Abian tersenyum.


"Cie... Pengantin baru, maunya mandi mulu, jadi pingin nikah nih gue! Au ah...Udah deh gue tutup dulu, bye!" ucap Abian sembari menutup ponselnya.


Lantas Luna menutup ponselnya, lantas Ia segera pergi ke kamar mandi, karena sebentar lagi Ray akan pulang, Luna berkomitmen untuk selalu menjaga penampilannya agar Ray selalu tergoda kepadanya.


*******


Sementara itu dari kejauhan terlihat Olive yang sedang mendatangi Abian yang tengah duduk sendiri.


"Hai...Lagi ngapain?" tanya Olive basa basi


"Eh...Elu Liv! Nggak ini tadi gue baru ngomong sama Luna." jawab Abian santai.


"Ngomong sama Luna? Emangnya ada apa?" tanya Olive menyelidik.


"Nggak ...Gue cuma mau tanya keadaan nya doang" jawab Abian


"Kok Elu perhatian banget sama dia! Elu lupa jika dia sudah punya suami?"


"Ya ... Tahulah, tapi kan gue cuma tanya doang, lagian kita tuh udah sahabatan sudah lama"


"Atau jangan-jangan kamu punya hubungan ya dengan Luna?" tanya Olive menyelidik dan itu membuat Abian sangat marah.


"Olive ..Bisa nggak Elu diam, Elu udah bikin mood gue ilang aja, asal Elu tahu ya! Hubungan kita Ini sebatas teman, tidak lebih, jadi nggak perlu Elu cumburu buta sama Luna, Luna itu sahabat gue" sentak Abian sembari berlalu meninggalkan Olive yang tampak tercengang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


🔥🔥🔥🔥🔥


...AYO TUNJUKKAN DUKUNGANMU, BERIKAN VOTE KALIAN, AGAR KARYA INI BISA SUKSES SEPERTI NOVEL PERDANA SAYA🤭...


__ADS_2