TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Jeweran Luna


__ADS_3

Sepertinya Ray semakin tidak kuat menahan rasa sakit pinggangnya, Ray menghentikan mobilnya di pinggir jalan, sejenak dirinya beristirahat karena terasa sakit sekali.


"Ray! Kamu tidak apa-apa?" Luna begitu khawatir dengan keadaan suaminya yang tampak kesakitan.


"Aku nggak tahu kenapa tiba-tiba saja pinggangku sakit banget, apa aku kena santet ya!" ucapan Ray agaknya membuat Luna tertawa kecil.


"Kena santet kena santet, udah ah kamu mikir yang positif, ada-ada saja, sini biar aku yang nyetir, biar cepat sampai rumah sakit" ucap istrinya menawarkan jasanya.


"Memang kamu bisa nyetir?" Ray tampak ragu


"Kamu pikir aku tidak bisa? Sudah geser!"


Luna menyuruh Ray untuk bergeser, sementara Luna keluar untuk berganti posisi menjadi pengemudi.


Ray sudah bergeser pada tempat Luna sebelumnya, sementara Luna sudah ada pada posisi pengemudi. Luna tidak tega melihat Ray seperti itu, secepatnya Luna mengemudikan mobilnya secepat mungkin agar segera tiba di rumah sakit.


Dan setelah beberapa menit, akhirnya mobil mereka tiba di depan rumah sakit. Luna keluar dari mobil dengan perut besarnya. Terdapat beberapa tim medis yang langsung membantu Luna untuk segera naik ke kursi roda.


"Eh...eh... bukan saya yang sakit, tapi suami saya yang masih berada di dalam, tolong bawa dia secepatnya!" Luna menolak untuk dibawa dengan kursi roda, karena dirinya merasa tidak sakit sama sekali. Sementara itu petugas medis langsung membawa Ray masuk ke ruang pemeriksaan.


Setibanya di ruang pemeriksaan, Ray berbaring di atas tempat tidur dan dokter mulai memeriksanya. Dokter bertanya kepada Ray, keluhan apa yang sedang dirasakan oleh Ray.


"Apa yang Anda rasakan Tuan?" tanya dokter


"Nggak tahu nih dokter, tiba-tiba saja pinggang saya sakit sekali, saya benar-benar tidak kuat menahannya, kira-kira saya kenapa dokter?"


"Saya akan memeriksanya!" ucap dokter itu sembari melakukan diagnosa tentang keluhan Ray.


"Tuan Ray! Sudah berapa lama hal ini bapak rasakan?"


"Baru hari ini Dok! Awalnya saya pingin pipis terus, sekarang udah nggak pingin pipis, tapi pinggang saya serasa mau lepas dokter, aduh sakit banget" Ray terlihat mulai mengeluarkan keringat dingin.


"Sebenarnya suami saya sakit apa dok?" tanya Luna yang penuh kekhawatiran.


"Setelah saya amati dan periksa, suami Anda tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, semuanya baik-baik saja, saya merasa ada sesuatu yang jarang terjadi, kasus yang hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan nya" ungkap dokter sembari melihat perut Luna yang terlihat membesar itu.


"Maksud dokter apa?" Luna semakin dibuat bingung, bagaimana bisa Ray yang terlihat sangat kesakitan, namun tidak ada penyakit yang terdeteksi.


"Maaf Nyonya, kalau boleh tahu sudah berapa usia kandungan Anda?" dokter justru tertarik menanyakan tentang kehamilan Luna.

__ADS_1


"Oh... menurut perkiraan minggu-minggu ini dokter" jawabnya sembari mengelus perutnya yang besar.


Dokter tersenyum kemudian memerintahkan suster untuk menyediakan kamar untuk persalinan.


"Mari Nyonya, saya antar Anda ke ruang persalinan!" seorang suster tiba-tiba mengatakan hal itu kepada Luna.


"Loh kok ke ruang persalinan? Saya belum merasa mulas-mulas Dok!" Luna terlihat kebingungan, apalagi Ray yang melongo saat suster hendak mengantarkan istrinya ke ruang persalinan.


"Loh kok ke ruang persalinan sih sayang?" Ray terlihat penasaran


"Nggak tahu!" jawab Luna


"Begini Nyonya, nanti akan ada dokter spesialis kebidanan yang akan menangani Anda, untuk melihat kondisi terkini kehamilan Anda, karena saya mencurigai ada Couvade Syndrom yang sedang terjadi pada suami Nyonya." ucap Dokter itu menjelaskan.


"Apa itu Dokter?" Luna menatap Dokter itu serius, sementara Ray masih terlihat meringis kesakitan dan memegangi pinggangnya yang semakin nyeri.


"Anda sebentar lagi akan melahirkan, tapi yang merasakan kontraksi dan sakitnya adalah suami Anda, ada ikatan batin yang kuat antara Anda dan suami Anda, sehingga ketika Anda sedang melahirkan maka rasa sakit itu Tuan Ray yang akan menggantikannya" ungkap dokter.


"Oh...gitu ya, jadi saya harus apa dokter"


"Silahkan Anda ke ruang persalinan, suster akan mengantarkan Anda!" seru Dokter


"Suami Anda bisa ikut masuk, itu lebih baik!"


Akhirnya Ray dan Luna masuk ke ruang persalinan, karena terlalu fokus mereka menghadapi persalinan Luna yang tiba-tiba, Ray lupa untuk menghubungi Vano dan Shesa.


*


*


*


*


Di ruang persalinan.


Luna sudah berbaring di atas tempat tidur dengan dua kaki yang sudah terbuka lebar, sementara Ray setia menemani istrinya sembari menahan rasa sakit itu, sedangkan Luna tampak santai dan tidak merasakan sakit apa-apa, hanya saja menurutnya terasa sangat ngilu pada area pangkal pahanya, dimana baby mereka akan melewati daerah itu.


"Saya akan memeriksa sudah pembukaan berapa, rileks ya Nyonya, ini tidak akan sakit" ucap dokter Maya, dokter ahli kebidanan dan ginekologi yang menangani persalinan Luna.

__ADS_1


Luna sedikit meringis saat dokter memeriksa pembukaan leher rahimnya. Setelah dokter memeriksanya, dokter tampak tersenyum dan segera mempersiapkan untuk Luna menghadapi persalinan yang sudah di depan mata.


"Sempurna, pembukaan nya sudah 9, luar biasa Anda benar-benar kuat Nyonya, sekarang waktunya Nyonya mengumpulkan tenaga untuk mengejan dan sebentar lagi baby nya akan segera keluar" ucapan dokter membuat keduanya bahagia, mereka berdua tidak menyangka jika baby mereka akan hadir secepat ini.


Dan tak menunggu lama Luna seolah ingin merasa buang air, dirinya tiba-tiba saja ingin mengejan dengan kuat, terlihat dari ekspresi wajahnya yang tampak memerah.


"Dokter saya ingin buang air, apa boleh dokter?" Luna benar-benar sudah tidak tahan, seolah -olah ada yang ingin keluar secepatnya dari bawah sana.


"Tentu saja Nyonya, ayo ambil nafas terus dorong!"


Luna sepertinya mengikuti perintah dokter, tanpa sadar Luna meraih apa saja yang ada disekitarnya, tanpa terasa Luna mencengkram kuping Ray dan merremas-rremasnya dengan kuat seiring keinginan nya saat mengejan.


"Ee...ee... kupingku sayang! Aduh aduh aduh" Ray rupanya meringis menahan kupingnya yang tertarik ke sana kemari saat Luna sedang mengejan.


"Aaaaaaaaa...."


Dan akhirnya.


"Oek...oek...oek..."


Luna lemas seketika, keringat membasahi menghiasi wajahnya yang cantik, sedangkan Ray lemas tak berdaya karena kepalanya terasa pusing akibat jeweran sang istri saat proses persalinan tadi.


Dokter tersenyum dan memperlihatkan baby mereka yang masih merah.


"Selamat Tuan, Nyonya, bayinya cantik sekali" ucap dokter Sembari menunjukkan baby mereka yang sangat manis.


Ray dan Luna sangat bahagia, akhirnya bayi yang selama ini mereka nantikan, sekarang telah lahir ke dunia.


Ray menggendong bayinya, dia melihat wajah sang anak yang mirip sekali dengan Mommy nya.


"Lihatlah, dia mirip sekali denganmu sayang!" ucap Ray sembari memberikan bayi mereka kepada Luna.


"Oh...sayang! Kamu cantik sekali nak, jika saja Ibuku masih hidup, pasti beliau sangat bahagia melihat cucunya lahir ke dunia" ucap Luna yang diiringi air mata yang membasahi pipinya.


"Ibu Mita pasti bahagia di sana, melihat kita bahagia dan melihat cucunya yang cantik ini, jangan menangis, aku akan melindungi kalian berdua" Ray memeluk istrinya sembari mengusap air mata itu dengan lembut.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Akhirnya baby mereka sudah lahir bestie, uuuhhh senangnya...ada yang mau kasih nama bagus buat bayi Ray dan Luna? Kalau ada nama yang cocok nanti Othor ambil..😁...


__ADS_2