TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Canduku


__ADS_3

Abi berjalan menghampiri istrinya yang terlihat sudah bangun. Dengan memasang wajah bahagia Abi duduk di sebelah Jasmine dan meletakkan makanannya di atas meja.


Jasmine menutupkan selimut ke atas dadanya, tampaknya dirinya masih malu saat Abi mendekatinya yang kini masih tanpa busana.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Abi sembari meraih tangan Jasmine.


"Hm... badanku terasa lelah, aku ingin mandi tapi..." ucap Jasmine yang tidak meneruskan kalimatnya.


"Tapi kenapa?" tanyanya sambil memandang wajah Jasmine yang terlihat gugup.


"Aku merasa sakit saat hendak berdiri!" jawabnya sembari tersipu malu.


Tiba-tiba saja Abi dengan segera mengangkat tubuh Jasmine yang masih terbungkus selimut itu.


"Abi! Apa yang kamu lakukan!" pekik Jasmine saat tubuhnya diangkat Abi untuk masuk ke kamar mandi.


"Katanya kamu mau mandi? Biar aku membawamu ke sana, supaya tidak terasa sakit lagi" balas Abi yang disambut senyum Jasmine.


"Terima kasih!" balasnya sembari menyandarkan kepalanya pada pundak Abi.


Sesampainya di kamar mandi, Abi meletakkan tubuh istrinya yang masih terbungkus selimut putih itu. Tampak Jasmine masih merasa malu saat dirinya ingin membuka sprei penutup tubuh satu-satunya itu.


"Lepaskan selimutnya!" titah Abian sambil meraih ujung selimut yang membungkus tubuh istrinya.


"Tapi Bi!" Jasmine menarik ujung selimut itu.


"Katanya mau mandi? Apa kamu mandi dengan memakai selimut tebal seperti ini?" yang Abian


Jasmine tersenyum paksa, mau tidak mau dirinya harus melepaskan selimut itu dari tubuhnya.


Abian melepaskan selimut yang membungkus tubuh istrinya, pelan namun pasti Abian dengan lembut membuka penutup tubuh yang kini menjadi miliknya itu.


Abi sempat mengernyitkan dahinya, saat dirinya melihat bercak darah yang sudah mengering pada selimut berwarna putih itu.


"Darah?" Abian sontak memeluk istrinya, dirinya tahu pasti Jasmine sangat kesakitan saat dirinya membuat darah itu keluar dari tubuh istrinya.


"Abi? Ada apa?" Jasmine begitu terkejut saat suaminya tiba-tiba memeluknya.


"Maafkan aku!" ucap Abi yang semakin erat mendekap tubuh istrinya. Meskipun dirinya tahu jika itu pertanda jika Jasmine sudah bukan gadis lagi, dan tentunya dirinya sendiri yang membuat Jasmine kehilangan keperawanan nya.

__ADS_1


"Maaf? Untuk apa?" Jasmine bertanya-tanya.


"Pasti kamu merasa sakit! Saat darah ini keluar dari tubuhmu, iya kan!" seru Abi sembari menunjukkan darah yang sudah mengering itu.


Jasmine tersipu malu, dirinya memang merasakan sakit saat Abi menembus sesuatu yang dijaganya selama ini.


"Iya! Aku sangat kesakitan saat itu, namun semua rasa sakit itu hilang, dan berganti dengan rasa yang luar biasa, saat kamu berhasil membawaku terbang melayang, bersamamu hanya bersamamu, suamiku!" Jasmine berkata sembari mencium bibir Abian.


Apalah daya seorang Abi yang hanya pria biasa, sentuhan itu pun tak ayal membuatnya ikut terhanyut kembali dalam hasrat itu.


Sesaat mereka saling melepaskan ciuman, bersama mengambil nafas sebanyak-banyaknya, karena ciuman itu membuat keduanya kehabisan nafas.


Jasmine tersenyum dan meletakkan tangan Abi pada kepemilikan nya, dan tentu saja itu membuat Abi membulatkan matanya saat merasakan benda aneh yang sekarang Ia pegang, terasa sangat empuk dan lembut, tak ada sedikitpun rerumputan di sana, sungguh bersih dan terawat indah.


"Ini milikmu sayang! Kau bebas melakukan apa saja!" bisik Jasmine yang kini mulai pintar merayu suaminya.


"Gila... semalam aku memang tak meraba sama sekali milik Jasmine, Aku hanya merasakannya tapi tak menyentuhnya, sekarang aku benar-benar menyentuh benda ini begitu nyata, begitu lembut, hmm" gumam Abi sembari memutar-mutar sebuah kacang yang ia temukan diantara lembah yang indah itu, membuat si empunya merasakan sensasi nikmat yang luar biasa.


"Abi!" Jasmine mencengkram pundak Abi kuat-kuat.


Gerakan tangan itu semakin dalam, hingga Abi menemukan sebuah lubang yang sesekali Jasmine meringis saat jarinya mencoba masuk ke dalam sana. Namun rasa sakit itu tiba-tiba hilang begitu saja saat dua jari Abi berhasil menerobos liang itu dengan mudahnya.


"Abi Pliis! Jangan teruskan!" seru Jasmine yang tak bisa menahan sensasi rasa itu.


"Kenapa? Sakit ya? Tapi ini amazing banget sayang!" tanya Abi sembari mengurangi intensitas gerakan tangannya.


"No...no...no...tolong Abi, cepat lakukan sesuatu!" pekik Jasmine sembari menahan rasa nikmat itu.


"Apa yang harus aku lakukan?" Abi mengeluarkan jari tangannya dan melihat lendir yang keluar dari pusat goa itu. Abi tersenyum smirk, satu tangannya masih menumpu badan Jasmine dengan bibir mereka yang saling bertaut.


Sementara tangan lentik Jasmine mulai berani merayap adik tiri suaminya. Jasmine dibuat merinding sekali lagi saat tangan lembutnya menyentuh benda yang mulai mengeras itu.


"Jangan takut! Keluarkan dia dari persembunyiannya, cepatlah baby!" titah Abi sembari memberi pengarahan kepada istrinya.


"Abi! Ini keras sekali!" Jasmine merasakan benda itu begitu keras dan sesekali mengeluarkan cairan bening dari ujungnya.


Dan akhirnya burung itu keluar dari sangkarnya, terbang menghinggapi sangkar yang baru.


Abi mendorong tubuh Jasmine hingga Jasmine terhimpit oleh dinding, dua tangannya di angkat keatas sedangkan satu kakinya diangkat keatas oleh Abi, sehingga dengan leluasa, burung perkutut itu masuk ke dalam sangkar yang baru.

__ADS_1


Jasmine membulatkan matanya saat Abi berhasil menyatukan yang seharusnya bersatu, membawa keduanya terbang menikmati indahnya perkawinan itu.


Kedua pasangan pengantin baru tengah bersama menikmati kenikmatan surga duniawi yang baru mereka rasakan setelah resmi menjadi suami istri.


Nafas keduanya saling bersahutan, cecapan demi cecapan menyeruak di dalam kamar mandi yang berdesain minimalis itu. Terdengar begitu indah dan merdu suara-suara mesra dari bibir mereka.


"Ini adalah saat-saat yang kunantikan Baby! suara-suara ini yang terdengar begitu indah di telinga ku, serasa begitu merdu, mendesaahlah sayang! Mendesaahlah terus, aku ingin terus mendengarnya" bisik Abi sembari menggigit kecil telinga Jasmine.


Jasmine terus merasakan sesuatu yang indah pada tubuhnya, denyutan-denyutan kenikmatan itu mencuat begitu saja dalam rongga kepemilikan nya. Belum lagi sentuhan dan sesapan bibir Abi yang menjelajahi lekuk tubuh Jasmine seluruhnya.


Kewajiban batin yang dilakukan oleh dua insan itu, membawa mereka lupa akan waktu, lupa akan hiruk pikuk dunia yang pagi ini sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sedangkan Abi dan Jasmine juga tampak sibuk dengan kegiatan mereka yang tidak akan pernah membosankan untuk dilakukan.


Kini Abi merubah posisi, dirinya duduk di atas lantai dan Jasmine duduk di atasnya, sangat terasa sekali jarum tumpul itu menusuk begitu dalam, namun Jasmine begitu menyukainya.


Jasmine menikmatinya begitu dalam, sehingga membuat Abi tersenyum puas.


"Kau sangat menyukainya?" tanya Abian sembari membantu Jasmine untuk melakukan gerakan nya.


"Jangan tanyakan itu lagi, sudah pasti aku menyukainya, sama halnya denganmu, kita sama-sama menyukainya sayang...empptt!" balas Jasmine sembari menutup mulut Abi dengan bibirnya.


Dan akhirnya setelah permainan itu cukup lama, Abi dan Jasmine bersamaan mencapai puncaknya, erangan panjang pun tak ayal Lolos dari bibir keduanya.


"Abi"


"Baby"


Jasmine berhenti bergerak, karena cairan itu telah keluar dari pabriknya, menyisakan denyutan-denyutan kecil di sekitarnya.


"Kamu sekarang sangat pintar sayang!" ucap Abi sembari mengecup bibir Jasmine sekilas.


"Aku harus lebih pintar darimu, agar kamu tidak akan bisa melupakan servis ku yang membuat mu terbang melayang, kau suka?" Jasmine mengusap lembut wajah Abian.


"Bagaimana aku bisa melupakan hal ini sayang! Kau adalah canduku, aku akan selalu menginginkanmu!" balas Abi dengan tersenyum puas.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...KOK HAREUDANG MULU THOR?... INGAT YA BESTIE INI PART PENGANTIN BARU, MAU NGGAK MAU OTHOR HARUS MEMBERIKAN TENTANG GAMBARAN MALAM PERTAMA ITU SEPERTI APA! TAPI OTHOR TAHU BATASANNYA KOK😁... BAYANGKAN JIKA OTHOR MENULIS CERITA SEDIH ATAU NGERI DI KALA MALAM PERTAMA, PASTI KALIAN TIDAK SUKA KAN? 😁...SO IKUTI SAJA, YANG PENTING KALIAN TETAP TERHIBUR DENGAN CERITA OTHOR 😊😊...

__ADS_1


__ADS_2