
Sedangkan disisi lain, Olive yang biasa tampak ceria, akhir-akhir ini mendadak lebih pendiam, membuat Bara bertanya-tanya.
"Olive...Elu kenapa sih? Gue lihat akhir-akhir ini Elu pendiem banget, emangnya apa yang Elu pikirkan? Elu mikirin hutang?" celetuk Bara sambil duduk di sebelah Olive.
"Enak aja mikir hutang, gue mikirin Elu... puas!" jawab Olive yang membuat Bara terkejut.
"Liv... kita pacaran yuk!" celetuk Bara yang tiba-tiba saja membuat Olive menepuk jidatnya.
"Pacaran? Sama Elu...ogah ah, otak Lu suka ngeres, entar Lu cabuul lagi sama gue" jawab Olive yang sudah mengetahui sifat dan karakter Bara yang tak jauh beda dengan sifat sang Ayah, Bara menyukai gadis-gadis yang cantik dan seksi, tapi itu cuma buat have fun saja, Bara tidak pernah serius dengan gadis-gadis itu. Satu hal yang membedakan Bara dengan Excel, Bara hanya pergi bersama gadis-gadis itu tapi tidak sampai tidur dengan mereka, Vera sang ibu selalu mewanti-wanti putra mereka agar tidak terlalu jauh bermain dengan wanita.
Awalnya Bara menyukai Jasmine, karena Jasmine kini berpacaran dengan Abian, akhirnya ia harus merelakan Jasmine untuk Abian. Untuk sementara kekosongan hati Bara membuatnya iseng untuk mendekati sahabat nya sendiri, Olive. Dimana Olive sendiri juga patah hati karena Abian ternyata mencintai sahabat nya sendiri, Jasmine.
"Ya... Olive, gue emang suka ngeres, tapi gue masih perawan tahu nggak" jawab Bara enteng membuat Olive menoleh paksa.
"Hah...masa? Nggak percaya gue, noh si Adel, Bianca, Merry, Elly .. semuanya Elu embat" sahut Olive menyebut satu persatu cewek -cewek yang pernah Bara dekati, ucapan Olive membuat Bara tertawa kecil.
"Mereka tuh cuma hiburan dikala bosen doang, percaya nggak sih cewek-cewek yang Elu sebutin nggak ada yang virgin, palsu semua..." ungkap Bara yang membuat Olive sangat terkejut.
"Yakin Lu, jangan sembarang ngomong Bar, bisa kena pencemaran nama baik loh" seru Olive.
"Terserah kalau Elu nggak percaya, tapi itu emang bener" tukas Bara meyakinkan.
"Emang Elu udah nyobain satu-satu?" tanya Olive menyelidik.
"Ya nggak sih, gila banget kalau gue mau cobain, bisa digampar emak gue entar, Elu mau tahu, sini gue lihatin" ucap Bara sambil mengeluarkan ponselnya. Kemudian Bara menunjukkan video cewek-cewek itu saat bermain kuda-kudaan dengan pria dewasa.
Olive dibuat terperangah saat melihat adegan hot yang membuatnya tak percaya, jika teman-teman ceweknya itu kebanyakan adalah sugar baby atau cewek simpanan dan pemuas nafsu laki-laki hidung belang.
"Ah ...uh...ah....uh...ahhh"
Terdengar suara desaahan dari video yang ditunjukkan Bara kepada Olive, membuat Olive menutup telinganya, karena suara-suara itu begitu menjijikkan, apalagi adegan yang menampakkan ular kadut yang keluar masuk goa yang terlihat gelap itu, membuat Olive bergidik ngeri.
__ADS_1
"Udah ah Bar, jauhkan video itu dari gue, merinding gue" seru Olive sambil membuang wajahnya. Kemudian Bara menunjukkan lagi satu video milik Merry, si gadis yang terkenal paling cantik dan seksi satu kampus.
"Elu belum lihat yang ini, Elu nggak bakalan percaya Liv" ucap Bara sambil menunjukkan video Merry yang tengah bercinta dengan dua orang laki-laki sekaligus. Membuat Olive semakin gila, Olive sangat tidak percaya, gadis-gadis yang terpopuler di kampus nya itu ternyata tak satupun ada yang tersegel.
"Gila...gila...gila, kenapa gue harus lihat kek gituan sih, ah Elu Bar, Elu sengaja ya nularin otak ngeres Elu ke gue" ucap Olive kesal.
"Bukan gitu maksud gue, iya maaf...gue cuma ingin Elu tahu aja, hampir semua cewek di kampus ini sudah tidak bersegel lagi alias not virgin, hanya ada dua orang gadis yang masih tersegel sempurna, yaitu Elu dan Jasmine" jawab Bara jujur.
Olive tampak malu saat Bara mengungkapkan kebenaran itu.
"Emang Elu percaya kalau kita masih virgin? Tau dari mana Elu?" celetuk Olive.
"Gue belajar kek ginian dari bokap, bokap tahu betul ciri-ciri cewek virgin or not, dari yang kulihat -lihat, cuma Elu dan Jasmine yang masih tersegel sempurna, makanya gue deketin Si Jasmine, tapi sayang Abian yang beruntung, makanya itu sebelum Elu punya orang lain, mending sama gue aja, nyari yang virgin susah bet di jaman sekarang, gimana Elu mau kan?" jawab Bara dengan senyumnya yang mengembang.
Olive tampak tersipu malu saat Bara mengatakan hal itu kepadanya.
"Ah...Bar jangan bercandain gue dong, nggak asik tau nggak" sahut Olive manyunkan bibirnya.
"Nggak mau" jawab Olive singkat, karena bagi Olive Bara hanya sebagai sahabatnya saja.
"Loh kok gitu sih Liv, oke...kalau Elu nggak mau, biar Bokap dan Nyokap yang datang ke rumah Elu" seru Bara
"Eh ...ngapain?" Olive terkejut bukan main.
Kemudian Bara menatap Olive dan mengatakan sesuatu yang membuat Olive terperangah.
"Gue bakal lamar Elu jadi istri gue!" ucap Bara dengan senyum manisnya.
"What...?? Gila Lu Bar, masa kita nikah?" ucap Olive
"Emang kenapa? Elu nggak suka nikah sama gue, daripada Elu nikah sama Raka, Elu pilih mana? Gue apa Raka?" tanya Bara sembari menggerakkan alisnya naik turun.
__ADS_1
"Ya...kalau itu sih, mending sama Elu" ucap Olive jujur.
"Nah...itu dia, tunggu apa lagi, kita nikah aja yuk, nyusul si Ray dan Luna, habis ini pasti Abi dan Jasmine...terus daripada kita ngejomblo, kita kawin aja..enak kan!" celetuk Bara yang membuat Olive ingin beranjak pergi.
"Ah...bodo, gue mau pergi dulu"
"Eh...Liv, Liv...tungguin Napa Liv" Bara terus mengejar Olive. Namun tiba-tiba saja Olive terhenti, dia melihat ada cewek berwajah Indo tampak sedang kebingungan.
"Eh... Mbak-mbak, em ruang perpustakaan sebelah mana ya?" tanya gadis berambut pirang itu kepada Olive, tampak Bara memperhatikan gadis berambut pirang itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Oh...kamu bisa jalan lurus, terus belok kiri sebelum ke tempat parkir, disitu ruangannya"
jawab Olive menjelaskan.
"Baiklah... terima kasih banyak, oh ya sebelumnya kenalin namaku Aurora Mattilda, panggil saja Aura, aku mahasiswi baru fakultas kedokteran" seru gadis bertubuh tinggi itu kepada Olive.
"Oh...namaku Olive, senang bisa berjumpa dengan mu" seru Olive menyambut uluran tangan Aura.
"Kalau nama gue Bara...iya panggil saja Bara, gue fakultas ekonomi" sahut Bara yang tiba-tiba memperkenalkan dirinya.
"Eh...dodol siapa juga yang kenalan sama Elu, peak!" celoteh Olive
"Eh...calon istri gue nggak boleh marah, entar cantiknya ilang" sahut Bara menggoda Olive.
"Calon istri calon istri, jangan sembarangan Lu" sahut Olive sembari mengerucutkan bibirnya.
Tampak Aura tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
Ada pendatang baru nih, siapakah Aurora? 🤔😊