TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Pengakuan Aura


__ADS_3

"Baiklah, kayaknya aku harus jujur deh sama kalian" ucap Aura


"Maksud kamu apa Ra?" tanya Olive penasaran.


"Aku...Aku adalah Anak dari Bu Siska, guru Bahasa Inggris yang pernah mengajar di Sekolah SMA Harapan Bangsa, 25 tahun silam, yang juga merupakan guru dari Deandra Rashesa, istri seorang CEO kaya raya Vano Adiputra Perkasa" ungkap Aura menjelaskan.


"Apa? Jadi kamu anaknya Bu Siska yang mencoba mencelakai Tante Shesa, wah gila...kok bisa sih Elu ada disini, eh Elu nggak bercanda kan!" balas Bara dengan sedikit emosi.


Bagaimana pun juga mereka bertiga benar-benar tidak menyangka jika Aurora adalah putri dari seorang wanita yang pernah membuat Shesa hampir celaka.


"Tidak, aku tidak bercanda, apa yang kalian dengar itu adalah fakta, Mommy ku adalah Bu Siska, guru Bahasa Inggris istri pak Vano.


"Oh my God, ini kebetulan atau kah takdir yang sudah mempertemukan kita" ucap Olive tidak percaya.


"Jadi Kamu beneran anaknya Bu Siska? Eh... sebaiknya Kamu jangan dekat-dekat kita deh, kita nggak mau jadi celaka karena berteman dengan kamu, pasti sifatmu tak jauh beda dengan sifat ibumu, kamu pasti punya sifat jahat seperti Bu Siska" ucap Bara yang tersulut emosi, karena dirinya mendengar cerita dari Vera tentang kejahatan Siska kepada Shesa.


Aura sangat terkejut mendengar ucapan Bara kepadanya, matanya mulai berkaca-kaca, dirinya menyadari pasti ada konsekuensi nya jika Aura memutuskan untuk jujur.


Olive melihat embun yang mulai menghiasi mata gadis berambut cokelat itu. Olive merasa kasihan kepada Aura, Aura terlihat sedih saat Bara berucap itu kepadanya.


"Bara! Kamu nggak boleh ngomong gitu!" seru Olive kepada Bara yang terlihat kesal.


"Tapi gadis ini adalah anak dari wanita yang jahat, yang sudah mencoba mencelakai Tante Shesa yang saat itu sedang mengandung Ray" sambung Bara.


Aura semakin tertunduk, air matanya tak bisa terbendung lagi, mungkin ini adalah resiko jika dirinya terlahir dari seorang pendosa seperti Siska, tapi setidaknya Aura tidak menyalahkan Mommy nya, karena sekarang Mommy sudah berubah, manusia tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan Mommy nya.


Sementara Bertrand yang melihat Aura bersedih lantas ia mencoba menghentikan Bara untuk menyudutkan gadis itu, Bertrand merasa kasihan.


"Sudahlah Bar, kamu jangan menyudutkan Aura lagi" ucap Bertrand yang sedang melihat air mata Aura jatuh membasahi wajah cantiknya.


"Tidak apa-apa, aku bisa memahami apa yang dirasakan Bara, maafkan aku dan maafkan Mommy ku, aku tahu Mommy sudah berbuat jahat kepada mereka, tapi setidaknya sekarang Mommy sudah menyesalinya, Bertrand terima kasih atas undangannya, Olive aku pergi dulu, mungkin Bara benar, kalian tidak usah berteman denganku, Aku tidak pantas memiliki teman sebaik kalian... permisi!" Aurora langsung pergi meninggalkan mereka, suasana cafe hari itu menjadi gelap seketika, saat Bara, Bertrand dan Olive saling terdiam melihat kepergian Aura.


Tiba-tiba Bertrand beranjak memanggil Aura dan menyusulnya.

__ADS_1


"Aura...tunggu!" Bertrand memanggil Aura dengan sedikit berlari, karena Aura sudah sampai di luar cafe.


"Aura...Aura tunggu!" sahut Bertrand sembari menarik tangan Aura.


Aura berhenti dan ia menoleh ke arah Bertrand yang terlihat mencemaskannya.


"Maafkan aku Bertrand, lebih baik kamu jauhi aku, mungkin saja kehadiranku akan membuat kalian tidak nyaman dengan status ku yang ternyata anak dari Bu Siska" ucap Aura lirih.


"Siapa bilang aku tidak mau berteman denganmu, aku akan selalu berteman denganmu, tidak perduli kamu anak siapa, karena aku yakin kamu adalah gadis yang baik" ucapan Bertrand membuat Aura sangat terkejut. Bertrand tersenyum kepadanya dan Aura pun membalasnya.


Sementara itu Bara terlihat masih kesal saat dirinya tahu jika anak dari wanita jahat itu adalah Aura, teman baru mereka yang datang dari LA.


"Sudahlah Bar, kita pulang saja yuk!" ajak Olive


"Nggak mau, Gue masih ingin di sini, kalau Elu ingin pulang, pulang saja dulu!" ucap Bara.


Olive melihat Bara terlihat kacau, setidaknya Bara perlu teman untuk membuat hatinya mendingin. Olive mengurungkan niatnya untuk pergi dari cafe tersebut.


"Kenapa Elu masih ada disini, katanya mau pulang?" tanya Bara sembari menatap wajah Olive.


"Jadi, Elu ngusir gue nih?" Olive balik tanya.


"Bu...bukan begitu maksud gue, baiklah gue tidak akan bertanya lagi" jawab Bara.


"Eh Bar, itu berarti Bu Siska itu menikah dengan orang bule, pantesan si Aura bule banget wajahnya, tapi cantik sih" celetuk Olive yang tiba-tiba membuat Bara memalingkan wajahnya.


"Tapi yang Gue lihat sih ya, Aura itu gadis yang baik deh Bar, Elu jangan berprasangka buruk seperti itu dong, oke lah dia emang putri dari seorang wanita yang pernah jahatin Tante Shesa, tapi belum tentu kan dia sejahat Mommy nya!" seru Olive mencoba meyakinkan Bara agar tidak terlalu membenci Aura.


"Halah, Elu masih ingat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, si Aura itu tidak akan jauh sifatnya dengan emaknya" tukas Bara.


"Tapi Bar, misalkan pohon itu tumbuh di pinggir kali atau di pinggir jurang, pasti dong buah yang terjatuh ikut hanyut ke kali atau bahkan jatuh ke jurang menjauhi pohonnya" ucapan Olive membuat Bara sedikit berfikir.


"Iya juga sih!" pikir Bara mulai ragu.

__ADS_1


"Ah...tapi gue butuh bukti kalau cewek itu nggak bakalan punya sifat kayak emaknya, tapi kita musti waspada, Jangan sampai lengah, karena Bu Siska itu terkenal sangat licik, siapa tahu Aura menuruni bakat kelicikan Siska" ungkap Bara yang masih ragu dengan Aura.


"Astaga Bara... kenapa sih Elu masih ragu sama Aura, aku yakin dia gadis yang baik, aku bisa melihat dari tatapan matanya, jika dia memang seorang gadis yang berhati lembut, itu tidak bisa dibohongi, aku lihat itu dari sinar matanya yang teduh, tidak ada kebencian dalam matanya, aku yakin Aura tidak seperti Bu Siska" ucapan Olive ternyata menggoda Bara untuk menatap kedua matanya.


"Oh iya, jika begitu, apa Elu bisa melihat ke dalam mata gue, jika gue benar-benar sudah jatuh cinta sama Elu Liv" ucapan Bara sontak membuat Olive terkejut dan gugup sekali.


Bara menatap kedua mata Olive dengan tatapan yang serius, sementara Olive dibuat salah tingkah dengan sikap Bara yang membuatnya deg-degan.


"A...Apa maksud Lu Bar? Gue tidak mengerti!" jawab Olive dengan wajah yang gugup.


"Coba lihat kedua mata gue? Apa di sana ada cinta untuk seorang Olive?" ucap Bara sembari memegang tangan Olive yang berada di atas meja.


"Ba...Bara...Elu..." bibir Olive tak mampu berucap banyak saat dirinya melihat tatapan penuh cinta dari kedua mata Bara.


"Iya Liv...Gue cinta Elu, beneran dan itu tidak bohong, Elu bisa lihat sendiri dari mata gue" ucap Bara sembari mencium lembut tangan Olive.


"Bara! Jadi beneran dia cinta gue? Kenapa gue begitu senang melihat hal ini" gumam Olive yang sedang tersipu malu.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


*


*


Yuhuuu promosi lagi, untuk kesekian kalinya Othor berikan nih novel-novel karya sesama rekan author yang pastinya nggak kalah seru ceritanya, ayok Bestie ramaikan karya MOM AL yang berjudul HASRAT SEPUPU... CAPCUSS BEB 🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2