
Dan waktunya tiba, setelah dua hari, akhirnya kesehatan Bayu sudah semakin membaik.
"Bagaimana keadaan Ayah?" ucap Luna sembari duduk di samping Bayu yang sedang bersandar pada tempat tidurnya.
"Ayah sudah agak mendingan" jawab Bayu
"Syukurlah, Luna senang mendengarnya, Luna sangat khawatir sekali dengan keadaan Ayah!" ucap Luna.
"Oh iya, kemana suamimu?" tanya Bayu yang sedari pagi belum melihat sang menantu.
"Dia lagi di warung Yah!" kata Luna
"Di warung?" ucap Bayu terkejut.
"Iya...untuk sementara dia menggantikan Ayah berjualan" jawab Luna
"Apa? Suamimu menggantikan Ayah berjualan? Aduh jangan di bolehin dong Lun, nanti apa kata Pak Vano! Dikiranya Ayah yang nyuruh dia jualan, Ayah nggak enak" ucap Bayu
"Dia sendiri yang maksa Yah!" ujar Luna.
"Suami mu nggak ada yang bantuin, kasihan!" ucap Bayu.
"Dia sama Abi Yah, mereka berdua yang jaga warung!" ucap Luna sembari memberikan obat untuk Bayu.
"Ayah minum obat dulu!"
Kemudian Bayu menerima obat yang diberikan oleh Luna kepadanya.
Kemudian tiba-tiba saja Jasmine datang menghampiri Luna dan Bayu.
"Bagaimana keadaan Pak Bayu?" seru Jasmine.
"Alhamdulillah, udah mendingan Non Jasmine, bapak sangat berterima kasih kepada Non Jasmine, sudah bersedia datang ke gubuk bapak yang jelek ini" ucap Bayu merendah.
"Bapak jangan bicara seperti itu, Saya datang kesini dengan suka hati, selain saya kangen banget sama Kakak, Saya juga penasaran dengan suasana di sini, disini hawanya adem!" tukas Jasmine sembari tersenyum.
"Oh ya Luna! Kapan kamu balik ke Surabaya? Pak Vano dan Bu Shesa pasti sudah sangat menunggu kedatanganmu!" seru Bayu tiba-tiba.
"Tapi Ayah sendirian di sini! Tante Karin masih lama pulangnya, anak-anaknya masih ingin Tante Karin tinggal lebih lama di sana, Ayah pasti sendiri!" seru Luna yang masih khawatir dengan keadaan Bayu yang sendirian, jika Luna kembali ke Surabaya.
"Tidak apa-apa, Ayah bisa menjaga diri Ayah, kamu tidak perlu khawatir." ujar Bayu menenangkan.
"Tidak bisa Yah, Luna pasti kepikiran Ayah terus, bagaimana kalau penyakit Ayah kambuh sewaktu-waktu, siapa yang akan menolong Ayah!" ungkap Luna yang masih mencemaskan keadaan Bayu.
Tiba-tiba saja Jasmine mempunyai ide.
"Bagaimana kalau kita ajak Pak Bayu sekalian ke Surabaya!" gagas Jasmine.
"Tidak Nak, Bapak tidak bisa tinggal bersama kalian, bapak tidak mau merepotkan, Bapak disini saja, di kampung ini Bapak merasa nyaman, Bapak tidak akan merepotkan orang lain, Bapak juga tidak mau merepotkan kamu dan suamimu Lun, kamu sudah menjadi tanggung jawab Ray, dan Ayah sudah menyerahkan seluruhnya kamu kepada Ray" sahut Bayu.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Ray datang bersama Abian.
"Ayah akan ikut kita ke Surabaya!" ucapan Ray membuat Luna sangat terkejut sekaligus gembira sekali. Luna menghampiri Ray yang baru saja datang dari warung.
"Benarkah itu Sayang!" seru Luna sembari memeluk suaminya dan menatap mata Ray dalam-dalam.
"Demi melihatmu bahagia, apapun akan aku lakukan, jika Ayah adalah kebahagiaanmu, maka kamu tidak perlu memikirkan Ayah yang tinggal sendiri, aku akan menyediakan rumah untuk Ayah yang jaraknya dekat dengan rumah kita, agar jika kamu rindu pada Ayah, kamu tidak perlu jauh-jauh menemuinya." ucapan Ray bagaikan hujan yang turun di terik siang, Luna begitu bahagia mendengarnya.
"Terima kasih sayang, terima kasih, aku mencintaimu!" Luna spontan memeluk Ray penuh kehangatan.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara deheman seseorang.
"Ehm...ehm...ehm" tampak Abi berdehem melihat kemesraan mereka berdua.
Dan spontan Luna melepaskan pelukannya dari Ray.
"Udah... jangan iming-iming melulu dong! Kalian tuh hobi banget bikin gue ngenes" kata Abian.
"Iya... Sorry, gerakan reflek memang seperti itu" ujar Ray.
"Ini juga gerakan reflek" Abi tiba-tiba meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya.
"Ehh... lepasin tuh tangan, belum muhrim!" ucap Ray sembari melepaskan tangan Abian dari tangan Jasmine..
"Yah...Ray, cuma pegang tangan doang!" sambung Abian kesal.
"Entar kalau udah halal, nggak sabar banget sih!" seru Ray
"Ya...iya juga sih, habis kamu sih nggak kuat nahan aku bila kamu deket-deket" ucap Ray lirih yang disambut tawa kecil mereka.
"Luna, sebaiknya antarkan suamimu kedalam, suamimu baru pulang, layani dia, pasti dia capek hari ini" titah Bayu yang kasihan melihat menantunya tampak kelelahan.
"Nak Abi, maafkan bapak jika sudah merepotkanmu, kamu sudah membantu Ray menggantikan bapak berjualan" ucap Bayu.
"Nggak apa-apa Pak, kita malah senang disana, kita seperti artis, ya nggak Ray!" seru Abian sambil melihat ke arah Ray
"Artis? Maksudnya?" tanya Jasmine penasaran.
"Banyak yang minta foto bareng kita, sumpah deh warung pak Bayu laris banget kalau kita yang jualan, banyak ibu-ibu yang minta foto" ungkap Abian mengingat saat dia dan Ray seolah dikuti paparazi.
"Ibu-ibu itu goda kamu lagi?" tanya Luna sembari menatap wajah sang suami.
"Hehehe...ya gimana lagi dong sayang, kita nggak bisa menghindari mereka" jawab Ray sembari melihat ekspresi wajah Luna yang terlihat masam.
"Kapan kita ke Surabaya? Secepatnya aja deh kita pulang!" ucap Luna.
"Kamu cemburu ya!" ucap Ray sembari mengangkat dagu Luna.
"Apaan sih, ayo masuk, mandi sana!" Luna tampak menggandeng Ray masuk ke dalam.
__ADS_1
Sementara Bayu, Abian dan Jasmine tampak tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua.
*****
Di Kediaman keluarga Perkasa. Vano baru saja pulang dari kantor, ia disambut hangat oleh sang istri dengan pelukan yang hangat. Vano melihat sang istri yang begitu bahagia dan berseri-seri.
"Aku melihat ada yang berbeda dari dirimu, kamu terlihat bahagia sekali, katakan ada apa?" tanya Vano sembari merangkul Shesa.
"Ray akan pulang sayang, sebentar lagi Ray akan pulang membawa menantu dan cucu kita" ungkap Shesa yang membuat Vano ikut merasa bahagia.
"Benarkah? Akhirnya anak itu menunjukkan keseriusan nya, sebaiknya dia cepat pulang, aku ada tugas untuknya" ucap Vano sembari menaiki anak tangga bersama Shesa.
"Tugas? Tugas apa?" tanya Shesa penasaran.
"Perusahaan kita akan bekerja sama dengan pengusaha kaya dari LA, namanya Jack Mattilda, aku akan memberikan arahan untuk Ray agar bisa secepatnya memahami tentang kerjasama yang sangat menguntungkan ini" ucap Vano penuh harap.
"Jack Matilda? Sepertinya aku pernah dengar nama itu? Tapi dimana?'' ucap Shesa sembari mengingat-ingat dimana dirinya mendengar nama itu.
"Jack datang ke Indonesia bersama anak dan istrinya, besok malam kita diundang makan malam bersamanya, aku akan mengajakmu, aku ingin kamu menemaniku, bagaimana sayang?" pinta Vano.
"Tentu saja aku akan selalu menemanimu" ucapan Shesa membuat Vano tersenyum bahagia.
"Kau benar-benar istriku yang pengertian" ungkap Vano sembari mengecup mesra kening istrinya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
*
PROMO DULU YA😉
Bagaimana rasanya, jika kamu hidup dalam dunia fantasy dari novel yang kamu buat sendiri?
Ya! Itulah yang dialami oleh Ryana Zhang. Seorang author wanita dari dunia modern dan masuk ke tahun 775 dalam tubuh Zhang Rui, yang menjadi tokoh sampah dan paling sial dalam novelnya sendiri. Dia harus berjuang untuk memutar alur cerita agar bisa selamat dari kejamnya dunia budidaya di novel yang dia beri judul 'The Realm Of Cultivation' sebuah novel fantasy yang menuai banyak hujatan.
Bagaimana cara Ryana Zhang menyusun kembali alur kehidupan di novel miliknya itu?
Lalu, apakah dia bisa pulang ke dunia modern untuk kembali me-revisi novel 'The Realm Of Cultivation' yang banyak mendapat hujatan pembacanya?
YUK BEB.... MELUNCUR KE NOVEL PUNYA KAK EET WAHYUNI SHANDI, YANG BERJUDUL THE REALM OF CULTIVATION...YANG SUKA NOVEL FANTASI, AYOK MERAPAT, CEPETAN MAMPIR, CERITANYA SERU BANGET LOH... CAPCUSS BEB😉
__ADS_1