TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Bertrand dan Aura


__ADS_3

Di kampus.


Hari itu Aura berangkat ke kampus seperti biasa, baru 2 hari ini Aura masuk ke kampus yang sama dengan Bara dan Olive. Tampak Aura berjalan sembari membaca buku yang kemarin ia dapatkan dari perpustakaan.


Aurora berjalan tanpa melihat ke arah depan, sepertinya dia sangat terpaku dengan buku yang dibacanya. Dan tiba-tiba saja.


"Brugghh"


"Awwww..." pekik Aura saat dirinya terjatuh.


"Kamu tidak apa-apa?" terlihat seorang pemuda yang sedang mengulurkan tangannya kepada Aura.


Aura melihat sang pemuda, kemudian ia meraih tangan pemuda itu. Aura akhirnya bisa berdiri dan membersihkan kotoran di bajunya akibat terjatuh tadi.


"Kamu tidak apa-apa? Maaf aku tidak sengaja menabrakmu!" seru Bertrand meminta maaf kepada Aura.


"Tidak, aku tidak apa-apa, mungkin aku yang harus minta maaf, aku tidak melihat arah depan" ucap Aura


"Eh... ngomong-ngomong kamu anak baru ya disini?" tanya Bertrand


"Iya..." jawab Aura singkat.


"Kenalin, namaku Bertrand Daniello, panggil saja Bertrand" seru Bertrand memperkenalkan dirinya.


"Aurora Mattilda, panggil saja Aura!" balas Aura sembari tersenyum.


"Nih cewek cantik juga, cantik banget malah" gumam Bertrand terkesima melihat kecantikan Aura.


"Kamu berasal dari mana?" tanya Bertrand.


"Ya dari bumi lah, kamu pikir dari mana" jawab Aura bercanda.


"Eeh...iya...iya bener juga, bisa bercanda juga kamu!" ucap Bertrand tersenyum simpul.


"Aku dari LA, kedua orang tuaku pindah ke sini selama satu tahun, Daddy ada proyek di Indonesia, jadi aku dan Mommy diajak juga sekalian" ungkap Aura menjelaskan.


"Ooh... pantesan!" seru Bertrand manggut-manggut.


"Apanya yang pantesan?" tanya Aura sembari mengerutkan keningnya.


"Mukanya udah beda, bule" jawab Bertrand


"Ohh..iya" jawab Aura tersenyum.


"Tapi... kenapa bicaramu fasih sekali bahasa Indonesia nya? Bukankah kamu dari liar negeri?" tanya Bertrand penasaran.


"Hmmm...iya Mommy ku asli orang Indonesia, Mommy menikah dengan Daddy dan kini kami kembali lagi ke Indonesia untuk sebuah proyek yang Daddy lakukan bersama CEO PT Elang Perkasa Company, pa vano!" ucapan Aura membuat Bertrand terkejut.


"Daddy mu ada kerjasama dengan Om Vano? Wah keren...berarti orang tuamu pebisnis yang handal, salut..." ucap Bertrand memuji.


"Om Vano itu saudaranya Mama gue, om Vano terkenal orang nya tegas sekali" ucap Bertrand yang membuat Aura benar-benar terkejut.


"Pak Vano saudara Mommy mu? Wah... ternyata dunia itu sempit sekali Yah?" ucap Aura.


"Eh kamu masuk jurusan apa?" tanya Bertrand


"Kedokteran!" jawab Aura singkat

__ADS_1


"Oh ya, samaan dong kita!" balas Bertrand senang.


"Kamu juga ambil fakultas kedokteran?" tanya Aura balik.


"Ya begitulah, aku ngikutin jejak Papa yang juga seorang dokter, kayak suatu bentuk pengorbanan bisa membantu orang lain" Jawabnya.


"Iya...kamu benar, sangat bangga bisa membuat orang lain tersenyum" sambung Aura.


Ternyata kita banyak kesamaan ya, kita ngobrol-ngobrol dulu, Aku mau ajak kamu makan siang gimana?" ucap Bertrand.


"Sepertinya bukan ide yang buruk, baiklah" jawab Aura sembari tersenyum.


Bertrand mengajak Aura makan siang di sebuah cafe di sekitar kampus mereka. tanpa sengaja ada dua pasang mata tengah memperhatikan mereka berdua.


"Liv...Liv, bukannya itu si Bertrand sama Aura ya?" ucap Bara kepada Olive yang berada di seberang jalan sembari menunjuk ke arah Bertrand dan Aura.


"Eh...iya itu memang mereka" jawab Olive mengiyakan.


"Kita kesana yuk Liv?" ajak Bara.


"Ngapain? Biarin aja mereka, suka banget sih Elu jadi obat nyamuk" jawab Olive.


"Ya bukan begitu maksudnya, kita gabung sama mereka, kalau ramai kan enak" seru Bara.


"Ayok ah Liv!" ajak Bara sambil menggandeng tangan Olive.


"Eh...kok gue deg-degan sih Bara pegang tangan gue, nggak biasanya" gumam Olive sembari menarik sedikit ujung bibirnya. Tampak senyum tipis mengembang saat Bara menggandeng tangan Olive menuju ke tempat Bertrand dan Aura berada.


Hingga akhirnya Bara dan Olive tiba di tempat Bertrand dan Aura duduk.


"Hai bro, nggak bilang-bilang Lu kalau ngedate di sini" seru Bara sembari menepuk pundak Bertrand.


"Tahu lah, apa sih yang enggak gue tahu!" jawab Bara.


"Hai Aura! Apa kabar, tambah cantik aja" seru Bara menggoda, lantas Olive segera melepaskan tangannya dari genggaman Bara.


Bara terkejut saat melihat Olive yang tiba-tiba melepaskan tangannya. Bara melihat ekspresi wajah Olive yang terlihat berbeda.


"Eh...Ayo duduk, malah bengong!" seru Bertrand mempersilahkan Bara dan Olive untuk bergabung bersama mereka.


Akhirnya Bara dan Olive duduk bersama dengan Bertrand dan Aura.


"Eh... ngomong -ngomong kalian berdua sudah saling kena?" tanya Bara kepada Bertrand dan Aura.


"Ya... begitulah, kita seangkatan, satu jurusan dan satu tujuan" ucapan Bertrand dirasa berbeda oleh Aura.


"Apa katamu?" seru Aura sembari mengerutkan keningnya.


"Hah...apa? Aku bilang apa? Satu jurusan bukan?" ungkap Bertrand.


"Ahh... bukan gitu Elu ngomongnya, Elu bilang satu tujuan, emang Elu mau ngapain satu tujuan sama Aura?" tanya Bara menelisik.


"Apaan sih Elu?" bantah Bertrand.


"Eh...ada yang tahu kabarnya Ray nggak sih?" tanya Bara tiba-tiba.


"Coba kalau dia ikut gabung, pasti seru nih" sambung Bara.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Bara membuat Aura mengingat kembali tentang putra Vano yang bernama Ray.


"Ray...anak Pak Vano bukan?" tanya Aura menebak.


"Eh...kok Elu tahu?" seru Bara.


"Ya...tahu lah, siapa sih yang nggak tahu putra dari pemilik perusahaan terkenal itu" jawab Aura.


"Jasmine bilang, dalam beberapa hari ini mereka akan pulang" jawab Olive.


"Wah beneran Liv? Jadi Ray dan Luna sudah akur dong, wah mantap nih, mereka memang pasangan yang cocok, klop" jawab Bara yang membuat Aura mengerutkan keningnya.


"Ray dan Luna?" gumamnya


"Luna itu siapa? Kalau boleh tau?" tanya Aura yang tampak penasaran, karena pada awalnya Aura terpesona oleh ketampanan putra Vano dan Shesa itu.


"Luna itu istrinya Ray, mereka menikah satu bulan yang lalu, sekarang Ray sedang menyusul istrinya, dan sebentar lagi mereka akan pulang" ungkap Olive


"Astaga...jadi Ray sudah punya istri, setidaknya itu lebih baik, mengetahui hal yang sebenarnya sebelum perasaan ini terlalu jauh" gumam Aura sembari menghela nafasnya.


Aura mengingat pesan Mommy nya, sehingga dirinya lebih mudah menerima kenyataan bahwa pria yang ia kagumi ternyata sudah menjadi milik orang lain.


"Semoga saja mereka berdua selalu bahagia, apalagi sekarang Luna sedang hamil, kebayang dong kebahagiaan Tante Shesa dan Om Vano" ucap Bertrand.


"What... Luna hamil? Kok gue nggak tahu ya?" ucap Olive terkejut.


"Gue sendiri tahunya dari bokap" jawab Bertrand.


"Ya percaya sih, dokter Erick pasti lebih tahu, secara bokap Elu udah nyelametin Luna" ucapan Olive membuat Aura lagi-lagi terkejut saat Olive menyebut dokter Erick.


"Tunggu-tunggu, siapa tadi Dokter Erick?" tanya Aura penasaran dengan sosok dokter Erick, apakah dia orang yang sama dengan orang yang sedang berfoto bersama Mommy nya saat mereka masih muda.


"Iya Dokter Erick itu Papanya Bertrand" seru Bara menjelaskan.


"Apakah Dokter Erick itu bersahabat dengan Pak Vano dan seorang wanita bernama Siska?" pertanyaan Aura sontak membuat mereka terhenyak.


"Aura...kok kamu tahu sih?" tanya Olive dengan serius.


"Hehe...iya... Karena...karena aku sebenarnya adalah..."


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


...Kira-kira Aura ngaku nggak ya kalau dia anaknya Siska 🤔...


*


*


*


*


Sambil nunggu update berikutnya


Yuk kepoin guys novel karya kak St Nurul Ng yang berjudul GELORA NODA & CINTA...di jamin ceritanya mantul abis 🥰🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2