
Sementara di rumah keluarga besar Perkasa, tampak Shesa tengah mondar mandir sambil mencoba menelepon seseorang.
"Ray...kok nggak aktif sih" seru Shesa saat Ia mencoba menghubungi Ray, namun sayang ponsel Ray tidak aktif. Ia mengkhawatirkan putranya yang belum kunjung pulang, Vano yang melihat istrinya tampak cemas, mencoba memenangkannya.
"Kemari, duduklah" seru Vano sembari meraih tangan Shesa untuk duduk di sampingnya.
"Kenapa Ray belum pulang, ini sudah sangat malam, aku sangat mencemaskannya" ucap Shesa
"Dia pasti pulang, kamu jangan khawatir, Ray sudah dewasa, dia akan baik-baik saja sayang" ucap Vano sembari memeluk istrinya.
Sementara itu tanpa sengaja Jasmine melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tengah.
"Mama...Papa? Sedang apa disini? Kok belum tidur?" tanya Jasmine kepada keduanya.
"Jasmine! Kami sedang menunggu kakakmu, dia belum pulang, Mama sudah mencoba menghubunginya, tapi ponsel kakakmu tidak aktif, Mama khawatir, ayo sayang kita cari dia, aku takut terjadi sesuatu dengannya" ucap Shesa kepada Vano yang begitu mencemaskan putranya.
Jasmine kasihan melihat sang Mama yang tampak khawatir kepada Ray, Ia berinisiatif mencari tahu keberadaan kakaknya lewat teman-temannya.
"Hmm...Bertrand dan Bara, mudah-mudahan saja mereka tahu dimana kakak, hanya mereka teman kakak disini" pikir Jasmine, kemudian Jasmine mengambil ponselnya dan lekas menghubungi nomor Bertrand.
Bertrand yang masih berada di cafe mendapati ponselnya berdering, wajahnya berbinar saat Ia melihat nomor Jasmine sedang menghubunginya.
"Jasmine" ucapnya senang, sementara Bara mendengar Bertrand menyebut nama Jasmine, membuatnya sedikit tidak senang.
Bertrand segera mengangkat teleponnya.
"Iya Jasmine, ada apa? Kenapa kamu meneleponku malam-malam, apa kamu rindu padaku" goda Bertrand
"Udah deh ya, aku tidak mau bercanda, aku mau tanya apa kakak bersamamu?" tanya Jasmine serius.
"Maksudmu Ray? Iya tadi dia bersama aku dan Bara, tapi sekarang dia sudah pulang dari tadi, pasti sekarang sudah sampai rumah" jawab Bertrand
"Sudah pulang? Tapi kakak belum nyampe di rumah, terus kakak kemana dong?" ucap Jasmine khawatir.
"Belum pulang? Masa sih? Ray sudah pulang dua jam yang lalu, harusnya dia sudah tidur pulas, Ray sudah minum terlalu banyak tadi" ucapan Bertrand yang membuat Jasmine semakin khawatir.
"Apa? Kakak minum? Astaga ...Jangan-jangan" seru Jasmine yang membuat Vano dan Shesa semakin khawatir.
"Ada apa Jasmine? Kakakmu kenapa?" tanya Shesa yang tak sabar
"Kakak sudah pulang Ma, tadi kakak pergi bersama Bertrand dan Bara, karena kakak terlalu banyak minum, akhirnya kakak pulang, Kakak pulang sudah 2 jam yang lalu, Jasmine khawatir terjadi sesuatu sama kakak" ucapan Jasmine langsung membuat Vano menyuruh pelayan menyiapkan mobil untuk mencari keberadaan Ray.
__ADS_1
"Ray...kamu dimana?" seketika Shesa lemas saat mendengar itu dari Jasmine.
"Sayang...kamu Kenapa? Kamu jangan khawatir kita akan mencari keberadaan Ray sekarang juga" ucap Vano menenangkan Istrinya.
"Aku ikut Pa" seru Jasmine
Dan malam itu juga Vano bersama Shesa dan juga Jasmine mencari keberadaan Ray yang tak kunjung pulang, Vano juga mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Ray.
Jasmine mencoba melacak nomor Ray untuk mencari lokasi keberadaan Ray lewat google map. Setelah berhasil mencari lokasi nomor Ray, Jasmine dibuat terkejut ternyata nomor ponsel Ray terletak di daerah dekat tempat tinggal Luna.
"Aku tahu Pa, dimana Kak Ray sekarang!" ucap Jasmine yang memberi harapan untuk Vano dan Shesa menemukan putra pertama mereka.
*****
Sementara itu Luna berusaha membawa tubuh Ray yang berat untuk masuk kedalam rumah, mengingat malam itu hujan mulai membasahi bumi yang mereka pijak.
"Ya ampun berat banget nih orang, banyak dosanya kali yah" ucap Luna sambil menahan berat tubuh Ray yang tak seimbang dengan berat badannya.
Ray tampak sudah tidak kuat untuk membawa tubuhnya, namun kesadarannya masih sedikit ada, terlihat matanya masih melirik kearah Luna yang mencoba membawanya masuk ke dalam rumah.
"Ya ampun cepat sedikit napa? lelet banget nih cowok, mana hujan tambah deras lagi" gerutu Luna saat hujan mulai membasahi tubuh mereka. Jarak rumah kontrakan Luna yang sedikit jauh dari jalan membuat Luna terlambat untuk membawa Ray ke rumah, Alhasil mereka berdua tampak basah kuyup oleh hujan yang sudah turun mendahului mereka untuk sampai di rumah.
Dengan sangat pelan Luna meletakkan tubuh Ray yang tampak basah kuyup itu. Kemudian Luna pergi kedalam dan membawa handuk untuk Ray. Sejenak Luna bingung apa yang harus ia lakukan. Sementara dirinya sendiri juga basah kuyup oleh air hujan itu.
"Aduh...musti gimana nih, masa iya aku harus ganti baju nih cowok, tapi kalau tidak di ganti, dia bakal masuk angin" pikir Luna ragu.
Setelah beberapa saat Ia bernegosiasi dengan hatinya, akhirnya Luna mau tidak mau harus mengganti pakaian Ray yang sudah basah itu. Dari pada Ray sakit, akan membuatnya semakin repot.
Luna memberanikan diri duduk di samping Ray yang terlihat tidur itu, sejenak ia memandangi wajah Ray yang jujur membuat Luna tersenyum.
"Kamu tuh ganteng loh, kalau kamu lagi diem" ucap Luna lirih sembari membuka Jas Ray pelan-pelan.
Sementara itu mobil Vano melaju menuju alamat yang di tunjukkan Jasmine kepadanya. Dengan cepat mereka menuju lokasi di mana mobil Ray berhenti.
Dan tak butuh waktu lama, akhirnya Vano, Shesa dan Jasmine melihat mobil Ray yang terparkir dipingir jalan. Kemudian Vano menghentikan mobil mereka.
"Itu mobilnya kak Ray" ucap Jasmine
Kemudian Vano, Shesa dan Jasmine turun dari mobilnya dan segera mencari keberadaan Ray.
"Ray...kemana dia? Rupanya Ray tidak ada di dalam mobilnya" seru Vano sembari mengintip kaca mobil Ray yang tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan.
__ADS_1
"Terus kemana perginya Ray?" tanya Shesa yang masih khawatir putranya belum ditemukan. Tiba-tiba saja Jasmine terpikirkan sesuatu, Jasmine melihat lokasi ini tepat berada di depan rumah kontrakan Luna. Jasmine melihat kearah rumah Luna, terlihat lampu rumah masih menyala, Ia berharap sang kakak berada didalam rumah Luna.
"Pa...Ma, kita kesana, itu rumah Luna, Jasmine yakin kak Ray ada disana, pasti Luna sudah menolongnya" ucapan Jasmine membuat Vano dan Shesa memiliki secercah harapan untuk menemukan keberadaan Ray.
"Rumahnya Luna? Jadi Luna tinggal disini? Kasihan dia" Shesa sangat terkejut ternyata Luna tinggal di rumah yang sangat sederhana sekali.
"Iya Ma!" jawab Jasmine.
"Ayo kita kesana!" seru Vano mengajak istri dan putrinya untuk mendatangi rumah Luna, berharap Ray berada disana"
"Iya Pa, ayo..." jawab Jasmine.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju rumah Luna yang berjarak 15 meter dari jalan.
Dan kini mereka bertiga sudah sampai di depan pintu rumah Luna.
*******
Sementara itu di dalam rumah, Luna sudah berhasil melepas jas milik Ray, sehingga meninggalkan dalaman kemeja yang juga ikut basah terkena hujan. Tangan Luna bergetar saat Ia mulai melepaskan kancing kemeja milik Ray, sangat terlihat dengan jelas bulu dada itu tumbuh subur pada dada bidang Ray, Luna terlihat menelan ludahnya kasar, saat tubuh atletis itu mulai terlihat sempurna.
"Astaga...kenapa tubuhku ikut gemetar seperti ini" gumam Luna yang tak sengaja tangan polosnya menyentuh tubuh kekar Ray.
Tiba-tiba saja Ray membuka matanya, dan sontak membuat Luna kaget dan berteriak.
"Aaaaaaaa" Dengan cepat Ray membungkam mulut Luna dan membalikkan badan Luna, sehingga posisi mereka sekarang bertukar, Luna dibawah kungkungan tubuh Ray yang sudah telanjang dada.
"Ssssttt bisa nggak sih kamu diam, berisik tahu nggak!" ucap Ray dengan tangan yang menutup mulut Luna, membuat Luna membulatkan matanya.
Tanpa sengaja teriakan Luna terdengar sampai luar rumah, sehingga membuat Vano, Shesa dan Jasmine terkejut bukan main.
"Itu teriakan Luna" seru Jasmine.
Dan tanpa aba-aba, Vano langsung mendobrak pintu tersebut. Alangkah terkejutnya mereka bertiga mendapati Ray dan Luna tengah beradegan yang membuat mata mereka membulat sempurna.
"Kak Ray...Luna? Apa yang kalian lakukan?" Jasmine benar-benar terkejut melihat keduanya tengah beradegan mesra.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
...Hayo hayo...gimana nih kalau sudah gini? Apa yang akan dilakukan oleh Papa Vano dan Mama Shesa? Hmm pasti tambah bikin dag dig dug 😁...
__ADS_1