TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Suara aneh


__ADS_3

Ray semakin memperdalam ciuman itu sehingga membuat Luna tak bisa melepaskan dirinya. Sejenak Ray melepaskan ciuman itu agar Luna bisa mengambil nafas yang terlihat mulai memburu.


"Ray...stop it, apa kamu tidak mau makan dulu, aku akan mengambilkannya" tanya Luna sembari menatap dalam-dalam mata Ray yang sudah dipenuhi oleh gairah itu.


"Aku tidak mau makan, aku lebih suka memakan dirimu saat ini, hmm" Jawab Ray sembari menyambar kembali bibir mungil itu.


"Empptt...Ray stop, aku serius...kamu pasti belum makan, biar aku ambilkan, aku tidak mau melihatmu sakit" ucap Luna sembari beranjak pergi mengambilkan Ray makanan, tapi nyatanya Ray justru menahan tangan Luna dan menariknya, sehingga membuat Luna terjatuh di atas tubuh suaminya.


"Aku sudah makan dengan Ayah tadi, kamu tidak perlu khawatir, sekarang tinggal lah bersamaku disini, aku hanya ingin bersamamu saat ini" ucap Ray sembari melepaskan baju Luna sedikit demi sedikit.


"Tapi... sayang, nanti Jasmine dan Abian akan mencariku" sahut Luna yang kini berganti posisi di bawah tubuh Ray.


"Tidak akan, mereka tidak akan mencari kita, ini sudah malam, pasti mereka sedang beristirahat" ucap Ray sembari mengecup kembali bibir Luna dengan satu tangan yang bergerilya, meraba-raba apa yang sudah menjadi miliknya.


Sentuhan Ray membuat Luna membuka bibirnya dan dengan cepat Ray menikmatinya dengan begitu indah, terasa sangat manis dan membuat candu.


Sejenak Luna melepaskan ciuman suaminya, kemudian ia menatap dalam-dalam mata Ray yang berbinar.


"Sayang, aku ingin menemani Ayah dulu, sebelum kita kembali ke Surabaya, tidak apa-apa kan?" tanya Luna kepada suaminya yang kini sudah berhasil melepaskan seluruh kain yang menempel pada tubuh istrinya. Hanya meninggalkan dalaman yang masih melekat disana.


Ray tersenyum dan menggelengkan kepalanya, sebuah pertanda bahwa dirinya setuju dengan permintaan Luna yang kini membuatnya ingin sekali menyelam ke dasar samudera cinta.


"Benar? Tidak apa-apa? Kau tidak akan marah?" tanya Luna sekali lagi.


"Tidak sayang, aku tidak akan marah...sekarang jangan pikirkan tentang hal lain, aku akan membawamu terbang, kita nikmati malam panjang ini, aku masih belum puas melepaskan kerinduanku, kamu milikku, hanya milikku...hmm" balas Ray dengan suara yang terdengar parau.


"Ray...aku juga sangat merindukanmu sayang, aku tidak mau berpisah lagi denganmu, peluklah aku Ray, peluklah sepuas hatimu, aku akan memberikan kenikmatan hanya untukmu baby... hanya untukmu!" balas Luna sembari membalas ciuman Ray yang begitu dalam.


Dan tak lupa, tangan Ray seolah punya mata, begitu mudah tangan itu sampai pada titik tersensitif milik Luna.


"Akkhh...Ray" suara indah dari bibir Luna lolos begitu saja tanpa halangan. Saat dua jari itu masuk tanpa permisi di sebuah tempat favorit Ray. Mengacak-acak dan menggelitik begitu syahdu, membuat si empunya menggelinjang hebat saat gerakan tangan itu terasa begitu nikmat.

__ADS_1


Kondisi Luna yang tengah berbadan dua, membuat hormon kehamilan itu meningkat, sehingga produksi basah-basah itu semakin banyak di sana.


Ray merasa Luna begitu menikmati sentuhannya, dengan lembut dan teratur, Ray membuat Luna semakin lupa diri, Luna tampak memejamkan matanya dan merasakan betapa Ray begitu memperlakukannya dengan sangat lembut.


Sejenak Ray mengecup perut sang istri, dirinya berbisik pada calon buah hati mereka.


"Sayang, dengarkan Papa, Papa mohon sama kamu, kamu baik-baik saja ya di dalam perut Mama, jangan rewel, Papa cuma mau mencuci keris sebentar saja, Papa pinjam jalanmu sebentar ya, sebentar... saja" bisik Ray yang membuat Luna tertawa kecil.


Setelah Ray berbisik pada bayinya, lantas perlahan Ray membuka kedua kaki Luna, Luna tampak terkejut melihat aksi suaminya.


Entah apa yang dilakukan oleh Ray, sehingga membuat Luna melenguh panjang dan semakin mendesaah hebat, sejenak Luna melihat Ray yang terlihat menggerak-gerakkan kepalanya dibawah sana. Ada sensasi yang luar biasa ketika Ray berbuat sesuatu yang membuat Luna semakin tidak berdaya menahan kenikmatan itu.


Lidah itu bermain begitu lihai di suatu tempat favorit Ray, Ray menikmatinya seperti menikmati sebuah ice cream, begitu manis dengan jilatan yang begitu sensasional.


Untuk beberapa saat Luna tampak menggelengkan kepalanya saat dirinya merasa ada sesuatu yang ingin terlepas, Luna meraih rambut Ray dan merremas-rremasnya, seiring sensasi rasa yang mulai terlepas dari tempatnya.


"Aakkkhhh...Ray, aku.."


"Sleepp"


"Sempurna"


Ray mendekap erat istrinya dengan gerakan dibawah sana yang terlihat lembut dan mengalun, Ray tidak mau terlalu kasar dan terlalu cepat, karena ia sadar ada janin dalam kandungan istrinya yang masih sangat rentan bila terkena guncangan hebat.


"Bagaimana? Apa terasa sakit?" tanya Ray berbisik pada telinga Luna


Luna hanya menggelengkan kepalanya, bibirnya tak sanggup berkata apa-apa, saat perlakuan Ray kepadanya membuat Luna merasa terbang melayang.


Ray tersenyum melihat sang istri yang tampak menikmati kebersamaan mereka, malam itu tampak kamar Luna yang temaram, sedikit terdengar dari luar suara desaahan dan erangan mereka berdua yang terbawa angin sampai pada telinga Abian yang sedang tidur di teras rumah, menggantikan posisi awal Ray yang tidur disana.


"Eh...suara apa itu?" Abian tiba-tiba terbangun dari tidurnya, saat kupingnya mendengar sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding.

__ADS_1


Abian melihat jam tangannya, dirinya begitu terkejut saat melihat jam menunjukkan pukul satu malam.


"Gila masih jam satu, suara apaan sih, jangan-jangan kuntilanak kawin lagi" ucapnya lirih, lantas Abian mencoba mencari sumber suara itu yang terdengar begitu mengganggu telinganya.


"Aahhh...gatal nih kuping, suara siapa sih, awas saja kalau ketemu kuntilanak kawin, gue gertak Lu, biar kaget lari terbirit-birit...hihihi" gumamnya sambil cekikikan.


Abian berjalan menuju sumber suara, langkahnya mulai terhenti saat Abian tiba di pinggir sebuah kamar.


"Kayaknya tuh suara dari sini, kamar siapa sih nih?" gumam Abian sambil menempelkan telinganya pada tembok kamar Luna.


Sementara di dalam kamar, tampak Ray dan Luna sibuk bergelut manja, menikmati penyatuan cinta mereka dengan diiringi desaahan romantis yang membuat bulu kuduk merinding.


"Akkhh...Ray, kamu hebat sayang"


"Emmm...kau benar-benar membuatku candu sayang"


"Ray..."


"Baby..."


Abian dibuat terkejut saat suara itu benar-benar sangat ia kenal.


"Jiamp*t si Ray, ternyata itu suara kalian berdua...hah bikin spaneng aja, ah


sial sial" Abian mengumpat dirinya sendiri sambil berlalu meninggalkan sumber suara aneh itu. Abian kembali ke tempatnya dengan mulut yang mengomel.


"Sialan si Ray, bikin gue kepingin aja, gue musti cepat-cepat nih nikahin Jasmine, gue juga pinginlah kek gitu... amsyong nih nasib" gerutunya sambil memasang headset di kuping nya, agar dirinya tidak mendengar suara-suara aneh dari kamar Ray dan Luna.


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Silahkan ngakak sepusmu beb... Maafkan othor ya... hareudang nggak sih😁...


__ADS_2