TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Cariin mantu


__ADS_3

Setelah melewati malam panjang yang begitu indah, pagi ini Ray harus pergi ke kantor untuk pertama kalinya sejak kepulangannya dari tempat tinggal Luna.


Luna terlihat bangun pagi-pagi sekali untuk mempersiapkan keperluan sang suami yang hari ini sudah mulai beraktivitas.


"Ray...sayang! Ayo bangun, kamu nggak ke kantor? Nanti kamu terlambat loh!" seru Luna membangunkan suaminya yang masih terpejam itu. Ray mulai bergerak dan ia membuka matanya pelan-pelan.


Dilihatnya sang istri yang sudah terlihat cantik pagi ini.


"Hmm...jam berapa sekarang?" tanya Ray sembari mengembalikan kesadarannya.


"Jam enam lebih lima menit" jawab Luna sembari meletakkan kemeja dan celana Ray. Kemudian Luna berjalan menghampiri Ray yang masih bersembunyi di balik selimut tebal itu.


"Ray...ayo bangun, kamu mau Papa menunggumu terlalu lama?" ucap Luna sembari membuka selimut yang menutupi tubuh Ray yang hanya memakai boxer itu.


Ray masih terbaring di atas ranjangnya, dirinya terlihat senyum-senyum sendiri, membuat Luna mengerutkan keningnya.


"Ayo dong Sayang, disuruh bangun malah senyum-senyum sendiri" ucap Luna sembari menyilangkan kedua tangannya.


Ray membuka matanya sebelah dan segera menarik tubuh istrinya, sehingga membuat Luna terjatuh menindih tubuh Ray yang masih terlihat polos itu.


"Ray...kau gila, lepaskan aku!" Luna berontak karena dia berada tepat di atas tubuh Ray.


"Kau yang membuatku gila, semua yang ada dalam dirimu sangat membuatku gila, semakin hari kamu selalu membuatku tidak berdaya" ucap Ray sembari membelai lembut wajah sang istri.


"Benarkah?"


"Hmmm..." jawab Ray sembari menciumi aroma tubuh istrinya.


"Sudahlah Ray, apa kamu masih belum puas semalam? Sekarang waktunya ke kantor, ayo cepatlah" ucap Luna sembari beranjak turun dari atas tubuh Ray.


Ray kemudian ikut turun dari ranjang empuknya sembari menghampiri Luna yang merapikan bajunya.


"Aku tidak akan pernah puas, aku akan selalu datang kepadamu, kau sudah membuatku sangat candu" ucap Ray sembari masuk ke dalam kamar mandi.


"Ray...aku akui, kamu memang selalu membuatku tak berdaya, dan aku juga selalu menginginkannya, pikiranku sudah gila gara-gara kamu Ray, hmm...sayang maafin Mama dan Papa sering membuatmu bangun ya! Kamu benar-benar anak yang kuat, tetaplah baik-baik dalam perut Mama, kami berdua sudah tidak sabar untuk melihatmu lahir ke dunia ini" gumam Luna sembari mengusap perutnya.


*****


Sementara di suatu rumah mewah milik keluarga Excel, terlihat Bara yang hari itu tampak bahagia, Frisca sang kakak yang melihat itu merasa heran dengan sikap adiknya yang tiba-tiba nyanyi-nyanyi sendiri.


"Tumbenan kamu bahagia sekali? Kamu kenapa Bar?" Frisca menghampiri Bara yang sedang duduk di kursi meja makan.


"Seneng dong Kak, hari ini Bara mau ngajak Olive ngedate" jawab Bara dengan senyum yang mengembang.


"Olive? Kok bisa kamu ngedate sama Olive sih? Kalian bukannya sahabatan ya!" ungkap Frisca.


"Ya emang sih kita sahabat, meskipun sahabat apa tidak boleh aku mendekatinya" balas Bara dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"Eh... ngomong-ngomong Oma kok nggak keluar kamar hari ini? Oma sakit?" tanya Bara yang sedari tadi belum melihat Nyonya Emily keluar dari kamarnya, biasanya sang nenek selalu duduk di pinggir kolam sambil memberi makan ikan koi kesayangannya.


"Iya ...Oma lagi sakit, Papa lagi nganterin Oma check up" jawab Frisca.


"Terus...Mama kemana?"


"Mama di kamarnya!" jawab Frisca


Bara langsung menemui Vera yang masih berada di dalam kamarnya. Bara melihat pintu kamar Vera yang terbuka sedikit. Bara melihat Vera yang tengah berdiri di depan jendela dengan pandangan mata yang jauh menerawang.


"Mama!"


Vera menoleh dan tersenyum kepada putra keduanya itu.


"Bara!"


"Mama, kenapa masih disini? Nggak ikut Papa nganterin Oma check up?"


"Nggak, Mama di rumah saja, lagipula sudah ada Papamu, Oma lebih nyaman dengan Papamu?" jawab Vera


"Oh ya Ma, kenapa akhir-akhir ini Bara perhatiin, Oma lebih sering ke rumah Tante Laura dan Om Romi? Mama sering di tinggal di rumah sendirian? Mama sama Oma nggak ada masalah kan?" tanya Bara serius


"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" Vera menatap wajah sang anak.


"Aku tahu bagaimana Mama, Mama tidak bisa menyembunyikan kesedihan Mama dari Bara, katakan Ma! Ada apa antara Mama dan Oma?" Bara lagi-lagi menanyakan hal yang sama.


"Kecewa? Apa yang Mama maksud?"


Vera berjalan menuju arah jendela, Ia melihat awan hitam yang tengah menghiasi langit hari itu. Bara memperhatikan Vera yang mencoba ingin menjelaskan sesuatu kepadanya.


"Papamu pernah bercerita pada Mama, bahwa Almarhum Opa kamu meninggal dalam suatu kecelakaan, dan kecelakaan itu melibatkan kakek Dewa, Oma masih menganggap bahwa kematian Opa adalah karena kelalaian kakek Dewa. Itulah sebabnya sampai sekarang, Oma masih sangat membenci Mama, karena Mama adalah anak dari kakek Dewa" ungkap Vega sembari menundukkan wajahnya.


Bara menghampiri Vera yang terlihat sedih sekali.


"Apa Papa mengetahuinya Ma?" tanya Bara


"Papamu menganggap Oma sangat menyayangi Mama, Papamu tidak pernah tahu bagaimana Oma kamu memperlakukan Mama setiap harinya" sambung Vera yang disertai air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


"Mama!"


Bara memeluk Vera dan mencoba menenangkan ibunya.


"Mama jangan khawatir, Bara akan selalu melindungi Mama, Bara akan berbicara kepada Oma, bahwa selama ini Oma sudah salah faham kepada Kakek Dewa" ucap Bara


"Percuma Bara! Oma kamu sangat keras kepala, sudah berkali-kali Mama menjelaskan semua ini" ungkap Vera


"Mama jangan khawatir, Bara pasti bisa meyakinkan Oma, sekarang Mama tersenyum dong" seru Bara menggoda sang Mama.

__ADS_1


"Oh iya Ma! hmm...Bara boleh ngomong sesuatu nggak?" Bara mencoba memberanikan dirinya untuk mengatakan bahwa dirinya ingin melamar Olive.


"Ma! Mama setuju nggak kalau Mama Bara cariin mantu, biar Mama nggak kesepian, biar Mama ada temannya gitu!" seru Bara merayu sang Mama.


"Mantu? Kamu mau kawin? Eh nikah maksudnya?" tanya Vera sembari melihat wajah Bara yang tampak malu-malu kucing.


"Iya Ma! Boleh ya Ma? Please!" rengek Bara.


"Siapa gadis itu?"


"Olive Ma!" jawab Bara singkat.


"Olive? Putrinya Monic?" tanya Vera menebak.


"Iya Ma Hehehe" jawab Bara


"Emang dia mau sama kamu yang cengengesan seperti ini?" Vera mencubit hidung putranya.


"Yee ... Mama, ya pasti maulah dia, udah Bara hipnotis dia" jawab Bara yakin.


"Maksudmu? Kamu jangan macam-macam ya Bar! Olive gadis baik-baik" ucap Vera yang khawatir jika saja Bara berbuat sesuatu kepada Olive.


"Ya ampun Mama, Bara bersumpah tidak pernah macam-macam, Bara selalu ingat pesan Mama, Bara tidak akan macam-macam sebelum sah menjadi suami istri, jadi Mama tidak usah cemas, Olive dan Bara masih sama-sama belum ternoda Ma!" celetuk Bara yang membuat Vera mengacak-acak rambut putranya itu.


"Hmmm...dasar kamu! Iya iya...Mama percaya"


"Jadi...Mama setuju dong aku nikah sama Olive?" tanya Bara penuh harap


Vera menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada putra keduanya itu.


"Yesssss...uhuyyy.... akhirnya....makasih Mama, Bara sayang banget sama Mama!"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥


*


*


*


*


*


Yuhuuu... promosi lagi, mampir gengs ini karya punya kak Reni.t yang berjudul Terjerat cinta Mafia Tampan... gaskan 🔥🔥🔥

__ADS_1



__ADS_2