
Berita tentang penggusuran itu sangat cepat sekali menyebar, hingga berita tersebut sampai pada telinga keluarga Derry.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita terpaksa harus meninggalkan tempat ini Ma" seru Derry kepada istrinya.
"Apa Pa? Meninggalkan tempat tinggal kita yang sudah puluhan tahun kita tempati, tapi bagaimana bisa pa?"
"Kita tidak bisa berbuat banyak Ma, karena kita tidak mempunyai kekuatan melawan orang-orang kaya itu" ucap Derry.
"Siapa yang sebenarnya yang sudah tega melakukan hal ini kepada kita? Mereka benar-benar tidak berperikemanusiaan" ucap istri Derry.
Tiba-tiba saja Abian datang dan sudah mengetahui berita besar itu.
"Ray putra Rayvanno Adiputra Perkasa, pemilik perusahaan besar PT Elang Perkasa Company dia yang sudah mencetuskan rencana ini Ma!" ungkap Abian yang membuat Mama Abian atau Nabila merasa sangat terkejut.
"Apa? Putra pak Vano? Anak Shesa?" tanya Nabila dengan mata yang membola.
Abian menghampiri Nabila yang lemas setelah mendengar bahwa orang dibalik semua ini adalah anak dari sahabatnya sendiri.
"Iya Ma, dia adalah Melviano Ar Rayyan putra dari pasangan Tuan Vano dan Nyonya Shesa" ungkap Abian yang membuat Nabila semakin tidak percaya.
"Tidak, ini tidak mungkin" ucapnya lirih sembari menggelengkan kepalanya. Abian yang melihat Mamanya yang tampak terkejut, lantas segera bertanya.
"Ma...Katakan pada Abi, apa Mama punya hubungan dengan Nyonya Shesa, ibunya Ray? Katakan Ma?" pertanyaan Abian membuat Nabila salah tingkah, bagaimana dirinya bisa lupa dengan persahabatan nya dengan Shesa, setelah kejadian itu Nabila diungsikan ayahnya ke kampung halaman nya yang sekarang menjadi tempat tinggal mereka.
Nabila menghela nafasnya, lantas Ia mencoba berterus terang kepada Abian, karena bagaimana pun juga apa yang dilakukan putra Shesa itu pasti tidak jauh hubungan nya dengan dirinya.
"Baiklah, Mama akan mengatakan sesuatu hal penting kepadamu, yang selama ini Mama pendam dari kalian semua" ucapnya lirih.
Nabila berdiri dan berjalan kearah jendela yang menghadap pemandangan kebun bunga di samping rumah mereka.
"Kau tahu Abi, dulu...dikebun bunga itulah kami berempat menghabiskan waktu bersama, bercanda, bermain dan belajar bersama, saat-saat yang membuat Mama merindukan kehadiran mereka kembali, Mita, Monic, dan Shesa" ungkap Nabila dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Abian mendengarkan penuturan Nabila dengan seksama.
"Mereka adalah sahabat terbaik Mama, sahabat yang selalu dalam suka dan duka, hingga akhirnya kesalahpahaman itu terjadi, dan membuat kami terpisah" sesal Nabila mengingat kejadian 24 tahun yang lalu.
Lantas Nabila menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya, Shesa dan Mita. Tampak sesekali Nabila berderai airmata saat mengingat kejadian itu, hanya kesalah pahaman, akhirnya Nabila dan Mita dikirim kedua orang tuanya ke kampung halaman mereka yang kini menjadi tempat tinggal mereka.
"Mama akan datang ke rumah Pak Vano dan meminta maaf lagi kepada Shesa, jika hal itu akan membuat putra mereka berubah fikiran untuk tidak menggusur warga kampung kita, Mama akan datang kesana" ungkap Nabila yang membuat Abian memeluk sang ibu.
"Maafin Abi Ma, Abi sudah salah sangka sama Mama" ucap Abian sembari memeluk Mamanya penuh penyesalan.
"Kamu tidak perlu minta maaf, ini salah Mama sudah menyembunyikan rahasia ini dari kalian, sehingga kalian menjadi korban dendam putra Shesa, Mama akan segera meluruskan semua ini, Mama akan datang menemui Shesa dan meminta pengampunan jika itu adalah syarat untuk membebaskan warga kita dari proyek yang akan merugikan banyak orang" ucap Nabila sungguh-sungguh.
*******
Sementara itu Luna berjalan sepanjang jalan dengan perasaan yang penuh kesedihan, entah apa yang ada dipikiran suaminya hingga ia tega menyakiti perasaan terdalamnya, dalam rintik hujan di malam itu, Luna melangkah sekuat tenaga meski tak dipungkiri dirinya terlihat lemah dan kelelahan.
Tanpa disadari tiba-tiba saja Luna merasa kepalanya pusing dan berputar-putar, sesekali Ia memegang pelipisnya, namun Luna tidak kuasa menahan rasa pusing yang teramat sakit tiba-tiba benderanya, akhirnya Luna terjatuh tak sadarkan diri.
"Sayang...sepertinya ada seseorang yang pingsan di sana, kita lihat kesana sekarang" ucap seorang wanita yang tengah berada dalam mobil bersama suaminya yang seorang dokter. Mereka tiba-tiba saja mendapati seseorang yang tengah tergeletak di pinggir jalan.
"Astaga...Luna! Apa yang sedang terjadi dengan mu Nak? Sayang...Ayo kita bawa dia, dia tampak kelelahan sekali" seru Helena kepada dokter Erick.
Lantas dokter Erick membawa tubuh Luna kedalam mobilnya. Mereka tak menyangka bisa menemukan gadis malang itu ditengah malam seperti ini.
"Luna! Bagaimana dia bisa terjatuh di pinggir jalan, apa Shesa tidak mengetahui menantunya sedang berada diluar rumah, lantas Ray kemana? Kasihan sekali gadis ini" seru Helena yang khawatir dengan keadaan Luna.
Setelah beberapa menit akhirnya Dokter Erick dan Helena tiba di rumah mewah mereka. Lantas keduanya membawa Luna masuk ke rumah dan meletakkannya di atas tempat tidur.
Tampak wajah Luna yang pucat, kemudian dokter Erick memeriksa keadaan menantu Vano dan Shesa tersebut.
Setelah beberapa saat Dokter Erick memeriksa kondisi Luna, tidak ada hal yang serius, Luna hanya kelelahan dan kondisi kesehatannya sedang mgedrop, Dokter Erick menyimpulkan bahwa saat ini Luna tengah mengandung.
__ADS_1
"Bagaimana sayang? Bagaimana keadaan Luna?" tanya Helena khawatir.
"Gadis ini baik-baik saja, tidak ada hal yang serius, bahkan kabar ini akan membuat Vano dan Shesa sangat bahagia" ucap dokter Erick senang.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Helena penasaran.
"Aku memang bukan dokter ahli kandungan, tapi aku menyimpulkan gadis ini tengah mengandung, kondisinya baik-baik saja, hanya saja dia kelelahan, itu yang membuat dia pingsan" ungkap dokter Erick yang membuat Helena ikut bahagia.
"Ini adalah berita yang bagus, aku akan menghubungi Ray..."
Lantas Helena menghubungi Ray untuk memberi tahukan bahwa Luna kini berada di rumah mereka. Namun sayang ponsel Ray tak bisa dihubungi, sehingga membuat Helena memutuskan menghubungi nomor keluarga besar Perkasa.
"Halo...kediaman keluarga besar Perkasa, ada yang bisa kami bantu!"
"Ini Helena! bisa bicara dengan Tuan atau Nyonya kalian?"
"Nyonya Helena! Maaf Nyonya sudah 2 minggu ini Tuan dan Nyonya tidak ada di rumah, mereka sedang pergi ke Dubai untuk mengurus bisnis" ucap seorang pelayan.
"Oh...Terus Ray kemana?" tanya Helena
"Tuan muda Ray sedang keluar kota Nyonya, mungkin besok baru pulang"
"Astaga...Apa kalian tahu jika Luna pergi dari rumah?
"Apa Nyonya? Non Luna pergi dari rumah? Perasaan Non Luna sedang tidur di kamarnya"
"Hah...Ya sudah, sepertinya ada yang tidak beres, baiklah aku akan menghubungi Shesa sekarang"
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Gimana reaksi Shesa saat tahu apa yang terjadi pada menantunya?...
...Sabar ya beb, othor pasti update terus kisah mereka berdua, dan tentunya dukungan kalian yang akan terus menyemangati othor...so tunjukkan dukungan kalian 😊❤❤...