
Dan akhirnya malam ini juga adalah hari yang sudah sangat dinantikan oleh Jasmine dan Abian, Terlihat Derry dan Nabila yang sudah bersiap untuk datang melamar Jasmine untuk menjadi menantu mereka.
"Si Abi nih kemana sih Ma! Lama banget nih anak!" Derry tampak melihat jam tangannya berkali-kali.
"Sebentar lagi juga pasti keluar Pa!" jawab Nabila sembari merapikan rambutnya.
Setelah sepuluh menit agaknya Derry sudah tidak sabar lagi, Derry akhirnya mencoba melihat Abian yang masih berada di dalam kamar.
"Ck...ck...ck...jadi dari tadi kamu itu cuma muter-muter di depan kaca, ayo kita berangkat, kamu mau Jasmine nungguin kamu cuma buat dandan doang" seru Derry sambil berkacak pinggang.
"Yeeee...Papa, Abi bingung nih Pa, pakai baju yang mana nih, biar Jasmine terpesona gitu Pa!" balas Abi sambil menunjukkan baju yang Ia pakai.
"Hmm...baju apa saja pasti Jasmine mau, kalau Jasmine cinta, dia nggak bakal lihat bajunya, lihat kamu aja dia udah seneng, ayo... cepat, kita berangkat!" ucap Derry
"Iya... Iya" balas Abian sembari merapikan jasnya.
Sementara di kediaman keluarga Perkasa, Jasmine terlihat begitu cantik dengan make up natural namun terlihat fresh, memberi kesan segar pada wajah Jasmine yang sudah cantik.
Luna menghampiri adik iparnya yang sedang duduk di depan meja riasnya.
"Coba lihat, kamu malam ini cantik sekali!" ucap Luna sembari menatap wajah Jasmine yang terlihat begitu bahagia malam ini.
"Terima kasih, katakan padaku Luna! Apakah dulu kau juga sangat bahagia seperti ini, saat Kakak melamarmu?" tanya Jasmine penasaran.
"Tak akan pernah bisa kubayangkan sebelumnya, jika Ray akan menjadikan aku sebagai istrinya, pertemuan kami yang singkat, dan tentunya aku tahu siapa dia, seorang putra dari pemilik perusahaan terkenal, ternyata tidak menjadi penghalang cinta kami, meskipun akhirnya ada hal yang sempat membuat kami terpisah" ungkap Luna
Jasmine memegang tangan Luna dan tersenyum kepadanya.
"Tapi sekarang kalian berdua sudah bersatu, dari awal aku yakin hanya kamu wanita yang dicintai Kakak, cintanya begitu besar kepadamu, aku tahu itu, kakak tidak pernah bersikap lembut kepada wanita seperti dia memperlakukanmu" seru Jasmine.
"Hmm...iya! Ayo kita keluar, sepertinya Abi sudah datang, aku yakin dia sudah tidak sabar ingin melihat calon istrinya" ucap Luna sembari menggandeng tangan Jasmine.
Jasmine masih terdiam, dirinya terlihat gugup sekali.
"Loh kok diem, ayo Jasmine kita turun! Apa kamu mau melihat calon suamimu menunggu!"
"Aku gugup sekali Lun! Rasanya deg-degan sekali!" jawab Jasmine dengan ekspresi wajah yang begitu gugup.
"Sudah, tidak apa-apa, itu hal yang lumrah, ayo aku akan menemanimu turun ke bawah"
Luna mendampingi Jasmine yang kala itu terlihat anggun dengan dress malam berwarna silver metalik.
__ADS_1
Sementara itu di ruang utama kediaman keluarga besar Perkasa, tampak Derry dan Nabila yang sudah dipersilahkan untuk duduk di temani Abian di samping mereka. Terlihat Vano, Shesa dan Ray yang duduk menemani mereka.
Abi tampak berkeringat dingin, sesekali ia mengusap keningnya, Ia terlihat gugup karena hari ini Jasmine akan diikat dalam cermin cincin pertunangan. Ray melihat Abi dengan senyum smirk dan membisikkan sesuatu kepadanya.
"Kamu kenapa? spaneng gitu?"
"Gue deg-degan banget"
"Ya elah baru gini doang deg-degan, gimana entar kalau udah nikah!"
"Pastinya makin deg-degan banget tuh, pasti malu banget lah aku sama Jasmine"
"Buat apa malu-malu, entar kalau di kamar berdua, udah nggak ada malu-malu lagi, sikat aja"
"Waduh...itu tuh yang bikin aku penasaran, biar bisa kayak kamu dan Luna, mendesaah setiap malam"
"Tahu aja kamu!"
"Ya... tahulah, bikin kuping nih gatal, suara kalian bikin bulu kuduk ku merinding, jadi penasaran rasanya seperti apa"
"Rasanya nggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, uweeenak pol"
*
*
*
Sementara Shesa dan Nabila tampak sedang berbincang-bincang, mereka berdua meluapkan rasa rindu mereka, saling bercerita dan bercanda.Dan Vano terlihat akrab dengan Derry.
Derry melihat sang putra yang sesekali mengelap keringatnya.
"Kamu kenapa Bi? Disini AC nya udah dingin loh, kok kamu keringetan gitu?" tanya Derry sambil memperhatikan Abian yang tampak salah tingkah.
"Abi gugup Pa!" jawabnya singkat.
Vano yang melihat Abian merasa teringat akan dirinya saat melamar Shesa kala itu.
"Pak Derry, mungkin Abian ini masih gugup, wajarlah dia seperti itu, saya dulu pun seperti itu" ucap Vano mengingat saat dirinya mengagumi kecantikan Shesa saat itu.
Shesa terlihat malu Vano mengatakan hal itu, kala itu dirinya juga mengagumi sosok tampan yang datang melamarnya, meskipun awalnya Shesa begitu kesal terhadap calon suaminya itu. Namun seiring berjalannya waktu, mereka berdua akhirnya saling jatuh cinta, dan sekarang telah dikaruniai dua anak yang tampan dan cantik. Dan tak terasa jika sekarang mereka akan dikaruniai seorang cucu, putra dari Ray dan Luna.
__ADS_1
"Kami berdua tidak menyangka, jika kita bisa berbesan denganmu Shesa, ternyata anak-anak kita berjodoh, Ray berjodoh dengan Luna, putri Almarhum Mita, Sahabat kita, dan sekarang Jasmine yang berjodoh dengan putraku, Abian... mungkin ini sudah di gariskan oleh yang kuasa, persahabatan kita akan tetap terjalin hingga masa tua kita nanti" ucap Nabila
"Iya kamu benar" balas Shesa.
"Aduh Mama, siapa bilang kita ini tua, kita belum setengah abad Ma, masih bisa produksi lagi" canda Derry yang diiringi cubitan kecil di tangan Derry.
"Apa sih nih Papa, entar kita bakal di kasih cucu dari Abi! Kalau Shesa sih masih bisa nambah anak lagi, secara usianya masih muda, anak pertama udah segedhe Ray, masih pantaslah gendong bayi, benar nggak Pak Vano?" celetuk Nabila sambil tersenyum melihat Shesa.
"Betul...betul itu, Nabila benar, sayang bener tuh kata Nabila, kamu masih bisa loh ngelahirin lagi, kita nambah yuk!" sahut Vano semangat.
"Ya ampun, kita nih bakal punya cucu, kamu mau anak kita nanti segedhe cucu kita?" jawab Shesa.
"Ya nggak apa-apa dong, Ray dan Jasmine pasti setuju mereka punya adik lagi!" balas Vano yang tampak ceria.
"Ogah ah, entar kalau aku hamil, aku kasihan sama kamu, yang muntah-muntah kamu, yang mabok kamu, yang ngidam kamu, yang sakit kamu, apa kamu kuat menghadapi morning sickness lagi, menghadapi persalinan lagi?" balas Shesa saat mengingat setiap dirinya hamil dan melahirkan Vano yang merasakannya.
"Ya... gimana ya! ya nggak apa-apa, itu tandanya aku sayang banget sama kamu, biarpun aku kesakitan, yang penting anakku sehat dalam kandungan ibunya" ucapan Vano bak es yang meleleh, terasa sejuk yang mengalir dalam sanubari Shesa. Shesa begitu tersipu malu saat suaminya berkata demikian.
Nabila dan Derry ikut tertawa bahagia
Dan tak berselang lama Jasmine turun didampingi Luna disampingnya, kaki jenjang nan mulus itu menuruni setiap anak tangga, Jasmine yang terlihat begitu anggun membuat Abian tidak bisa mengedipkan matanya.
"Gila...waduh musti cepat-cepat nih nikahnya, udah nggak sabar banget nih, hmm...udah penasaran banget" gumam Abian saat melihat kecantikan Jasmine di malam itu.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥
*
*
*
*
*
Mampir yuk punya kak Kai_sora yang berjudul SEKRETARIS KU CANDUKU...
__ADS_1