TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Mengcancel proyek


__ADS_3

Ray sudah kehilangan semangat hidup, dirinya masih belum menemukan keberadaan Luna, mobil Ray menepi dan Ia menyandarkan kepalanya sembari memejamkan matanya, rasanya ia tidak akan bisa bertemu lagi dengan istrinya.


"Sayang, maafkan aku, aku mohon kembalilah, Aku tak sanggup lagi tersiksa seperti ini, Luna aku sangat mencintaimu, alu mohon kembalilah" ucap Ray lirih dengan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya, iya...putra Vano dan Shesa itu menangis, ia menangis karena telah membuat Luna pergi darinya, dari situlah Ilham datang pada diri seorang Ray.


"Aku minta maaf sayang, aku mohon kembalilah padaku" Isak Ray sembari menelungkup kan wajahnya pada setir mobil.


Saat itu terlihat taksi yang ditumpangi Luna berpapasan dengan mobil Ray yang terparkir di pinggir jalan, tanpa sengaja Luna melihat mobil sang suami yang berada di sana.


"Bukankah itu mobil suamiku!" pikir Luna sembari memperhatikan mobil Alphard tersebut.


"Berhenti Pak!" Luna memperhatikan sekilas mobil suaminya, tampaknya Ray tidak melihat Luna yang tengah memperhatikan nya dari taksi yang Luna tumpangi. Karena wajahnya masih bersandar pada setir mobilnya.


"Dia mau kemana? Harusnya kalau pulang dia harus ke arah selatan, tapi mobilnya ke arah Utara, apa dia sudah tahu kalau aku pergi dari rumah?" gumam Luna bertanya-tanya.


Luna merasa belum saatnya bertemu dengan suaminya, setidaknya Luna ingin suaminya berpikiran jernih, Ia tidak mau melihat suaminya yang masih dikuasai oleh dendam. Apalagi ibu Luna sudah meninggal. Akhirnya Luna melanjutkan perjalanan kembali.


"Jalan Pak!"


Taksi itupun melaju kembali ke jalan raya dan meninggalkan mobil Ray yang masih berada di sana. Luna melihat dari spion mobil Ray yang mulai menjauh darinya.


"Maafkan aku, aku harus pergi, kamu jangan khawatir, anak kita akan baik-baik saja bersamaku, setidaknya hilangkan dulu keegoisan mu itu sebelum kau tahu jika aku sedang mengandung buah cinta kita" gumam Luna antara sedih dan senang, hatinya sangat bahagia, akhirnya Tuhan memberikan Luna sebuah kehidupan dalam rahimnya.


"Kamu yang sabar ya sayang, kamu pasti bertemu dengan ayahmu, tapi tidak untuk sekarang, biarkan ayahmu menikmati dendamnya sendiri, doakan ayahmu agar dia segera sadar dari perbuatannya."


Setelah Ray cukup lama berhenti di pinggir jalan, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah, siapa tahu Luna sudah pulang ke rumah.


Siang itu Ray baru tiba di rumahnya, tampak dirinya yang terlihat kacau hari itu, beberapa pelayan yang melihat keadaan Ray, tampak kasihan dengan majikan mereka yang belum berhasil menemukan Luna.


Seorang pelayan memberanikan diri untuk berbicara kepada Ray.


"Maaf Tuan muda, apa Tuan muda mau diambilkan makanan? Sepertinya Tuan muda belum makan sama sekali" seru pelayan itu yang merasa iba dengan keadaan Ray.

__ADS_1


"Tidak perlu, aku mau ke kamar saja" jawab Ray sembari berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya.


Ray telah sampai di kamarnya, ia melepas jasnya dan membuka kancing atas kemejanya, Ia menghempaskan tubuh kekarnya pada sofa berwarna coklat itu.


Ray menekan-nekan pelipisnya, tanpa sengaja ia melihat laptopnya yang masih teronggok di atas meja. Ray mulai berfikir untuk membatalkan rencananya untuk proyek yang didasari oleh dendamnya itu.


"Sebelum terlambat, lebih baik aku cancel semua rencanaku" ucap Ray sembari membuka laptopnya.


Setelah Ray berhasil mengcancel lewat laptop pribadinya, maka ia memutuskan untuk kembali ke kantor dan mengkonfirmasi bahwa dirinya telah membatalkan kerjasama dengan kepala desa tempat dimana Bayu dan Nabila tinggal.


Siang itu juga Ray kembali ke kantor, sementara Jasmine melihat kakaknya yang sedang terburu-buru.


"Kakak mau kemana? Apa Luna sudah ketemu?" tanya Jasmine yang kecewa dengan sikap Ray selama ini.


"Kakak tahu kamu membenci kakak, kakak sudah membuat Luna pergi, sekarang biarkan kakak memperbaiki semua, kakak mau ke kantor" ucap Ray


"Sekarang kakak baru sadar ketika Luna sudah pergi dari rumah ini? Kemarin-kemarin kemana hati nuranimu kak? Lupakan dendammu itu, untuk apa kakak menyakiti diri kakak sendiri, sekarang Luna sudah pergi, entah apa yang akan Jasmine katakan pada Mama dan Papa jika mereka tahu Luna tidak ada di rumah" sesal Jasmine atas sikap Ray selama ini.


"Iya...kakak tahu, kakak memang salah, kakak siap menerima segala resikonya, asalkan kakak bisa bertemu lagi dengan istri kakak, kakak bisa gila jika tidak bertemu dengannya lagi, kakak sangat mencintainya, kakak sangat menyesal" ungkap Ray yang diiringi air mata yang jatuh begitu saja dari sudut mata Ray.


Jasmine melihat kesedihan dan penyesalan dalam wajah sang kakak.


"Kak Ray...Inilah dirimu yang sebenarnya, aku sudah melihat Kak Ray yang sesungguhnya, semoga saja kau bisa bertemu dengan Luna secepatnya, karena aku tahu kalian saling mencintai" ucap Jasmine lirih sekaligus senang, akhirnya Jasmine mulai melihat perubahan Ray yang sangat menyesal atas apa yang dilakukannya terhadap Luna.


Dengan cepat Ray datang ke kantor nya untuk melepas semua rencana untuk membuat pusat perbelanjaan di lokasi tempat tinggal Luna dan keluarganya. Tampak ia menyuruh sekretarisnya untuk menarik kembali surat-surat perjanjian sebelum warga pergi meninggalkan daerah itu.


******


Sementara itu Helena menceritakan semua kejadian yang menimpa Luna kepada Bertrand, tampak Bertrand menggelengkan kepalanya saat tahu apa yang sudah Ray lakukan pada Luna.


"Bertrand pergi Ma, Bertrand akan menemui Ray di kantornya, dia harus tahu bahwa Luna sudah meninggalkannya dan kini Luna tengah mengandung anak mereka"

__ADS_1


Dan hari itu juga Bertrand datang ke kantor Ray. Bertrand memperhatikan Ray yang tampak sibuk dengan laptopnya.


"Akhirnya...aku berhasil mengcancel semua rencana proyek itu, mudah-mudahan warga belum sempat meninggalkan tempat tinggal mereka" ucap Ray yang lega, akhirnya dirinya tidak jadi meneruskan proyek baru yang tersulut dari dendamnya.


Tiba-tiba saja Ray dikejutkan dengan kedatangan Bertrand.


"Bertrand... duduklah!" seru Ray pada putra Helena tersebut. Lantas Bertrand duduk dan memperhatikan Ray yang terlihat tidak bersemangat hari ini.


"Katakan, apa yang membuatmu datang ke kantor?" tanya Ray sembari memijit pelipisnya.


"Kau tampak kacau sekali Ray? Apa yang terjadi padamu?" tanya Bertrand yang pura-pura tidak tahu.


"Tidak ada, aku tidak apa-apa, mungkin saja aku kurang istirahat" jawab Ray menutupi.


"Kau sedih kehilangan Luna!" ucapan Bertrand sontak membuat Ray terkejut.


"A_apa maksudmu?" tanya Ray menyelidik.


"Luna pergi kan dari rumah? Semalam dia ada di rumahku, Mama menemukan Luna pingsan di pinggir jalan" ungkap Bertrand yang membuat Ray sedikit punya harapan untuk bertemu dengan Luna.


"Apa katamu? Bertrand kamu tidak bercanda kan, Luna ada di rumahmu sekarang, baiklah aku akan segera menjemputnya" Ray beranjak dari tempat duduknya.


"Tapi dia sudah pergi...Dia tidak ingin bertemu denganmu lagi" sahut Bertrand dengan nada dingin.


Mendadak Ray menghentikan langkahnya.


"Apa...?"


BERSAMBUNG


🔥🔥🔥🔥🔥

__ADS_1


...Aduh aduh...Bisakah Ray menemukan Luna?🤔...


...Tunggu update berikutnya 😊...


__ADS_2