
Ray melihat Luna yang tampak kelelahan, lantas Ray membiarkan istrinya tidur untuk memulihkan kembali tenaganya yang sudah terkuras habis saat permainan tak terlupakan bagi mereka berdua.
Ray memutuskan untuk keluar kamar, untuk melihat situasi ruang resepsi pernikahannya. Namun sebelum Ray memasuki ruang resepsi, dirinya melihat Jasmine dan Olive yang tampak berbincang serius di ruangan sebelah.
"Bukankah itu Jasmine dan Olive? Apa yang mereka bicarakan?" gumam Ray. Lantas Ray mencoba mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Flashback
Sementara di luar, terlihat tamu undangan yang masih hadir dalam resepsi pernikahan Ray dan Luna. Tampak Helena dan Dokter Erick menyapa pasangan Vano dan Shesa.
"Hai Vano, Shesa selamat ya... Akhirnya kalian berdua mendapatkan mantu juga, cantik lagi, Ray benar-benar seperti papanya, pintar mencari istri yang cantik" seru Helena kepada keduanya.
"Terimakasih Helena, ya itulah putraku, dia memang pandai merayu wanita yang dicintainya, mungkin kepiawaian Ray itu adalah bakat menurun dari papanya" ucap Vano bangga.
Shesa tampak memijit pelipisnya mendengar ucapan sang suami.
"Iya...Iya, Ray memang berbakat seperti papanya, tapi setidaknya Ray lebih kalem dari papanya" sindir Shesa yang menyebabkan Vano tampak malu dibuatnya.
"Hei...Apa istriku pikir, aku tidak bisa kalem? Nanti pasti ku buktikan kepadamu sayang, Kamu pasti suka" bisik Vano menggoda di telinga Shesa. Mendengar hal itu Shesa melirik suaminya dan tersipu malu.
Helena dan dokter Erick tampak tersenyum melihat kemesraan mereka berdua.
"Oh iya Vano, bagaimana dengan hubungan anak-anak kita, Jasmine dan Bertrand? Apakah Jasmine benar-benar tidak mau menerima Bertrand sebagai calon suaminya? Aku masih berharap Jasmine masih mau menerima Bertrand" ucap Helena yang masih mengharapkan Jasmine menjadi menantunya.
Vano dan Shesa saling menatap, Vano tersenyum kepada Helena dan mencoba menjelaskannya.
"Helena! Aku minta maaf, bukannya Aku tidak menyukai Bertrand menjadi menantuku, tapi...Kami sebagai orang tua tidak bisa memaksakan kehendak, seperti yang aku bilang padamu tempo hari, Jasmine meninggalkan rumah saat kami mencoba meyakinkan dirinya untuk menikah dengan Bertrand, putramu! Apa jadinya jika kami terus memaksakan kehendak, Aku mohon kalian berdua bisa memahami" jawab Vano.
"Lagipula Bertrand adalah calon dokter, dia tampan, berpendidikan, pasti banyak gadis-gadis cantik yang akan meliriknya, mungkin saja Jasmine bukan termasuk gadis-gadis itu, maafkan kami, Aku dan suamiku tidak bisa memaksakan kehendak pada putri kami" sambung Shesa.
Tampaknya Helena dan dokter Erick bisa mengerti maksud Vano dan Shesa.
"Baiklah Vano! Aku bisa mengerti maksud kalian, jika memang Jasmine bukanlah jodoh untuk Bertrand, kami juga tidak bisa memaksakan kehendak " seru Helena yang diikuti anggukan suaminya.
"Kau memang saudariku yang sangat baik" seru Vano bahagia.
__ADS_1
*****
Sedangkan disisi lain, tampak terlihat Bertrand,Bara, Olive dan juga Jasmine tampak sedang asik mengobrol.
"Eh...kemana tuh si Ray? Nggak kelihatan batang hidungnya?" tanya Bertrand sembari mencari-cari keberadaan Ray yang sudah menghilang dari acara resepsi pernikahan mereka.
"Eh...Bener tuh, kita belum ucapin selamat pada mereka berdua, masa iya jam segini si Ray udah mau jebol gawang aja" seru Bara
Tampak Jasmine dan Olive yang saling menatap mendengar ucapan dari Bara.
"Yeee...suka-suka Ray dong, dia mau jebol gawang kek, mau unboxing kek, namanya juga udah sah jadi suami istri, ya biarin aja lah...Kalian kalau iri cepat nikah gih! Biar ikutan main bola juga kayak Ray dan Luna" ucap Olive sambil tertawa lirih.
"Maunya sih gitu, tapi yang diajak nikah nggak mau" sahut Bertrand sembari melirik ke arah Jasmine.
Jasmine tampak membuang wajahnya saat Bertrand memandang wajahnya.
"Emang Lu mau nikah sama gue Liv? Kalau Lu nggak mau, mending gue ngajak Jasmine ajah deh" ucap Bara menggoda.
"Kalian tuh ngomong apaan sih, denger ya gue nggak bakalan nikah sama siapapun diantara kalian, kalian berdua adalah saudara gue, nggak lebih" bantah Jasmine yang diiringi wajah kecewa Bertrand dan Bara.
Tampak Olive menertawakan mimik wajah dua cowok tampan itu. Yang membuat Olive tidak bisa menahannya.
"Diihh...Ogah, terus kalau gue kawin sama Elu, gimana dong dengan Abian?" jawab Olive jutek
"Yaa...Denger ya Liv! Abian tuh sebenarnya nggak suka sama Elu, dia tuh cuma nggak enak aja sama Elu, habis Elu nya sih bikin dia dilema gitu!" ungkap Bara.
"Maksud Elu apa Bar?" tanya Olive
"Ya Olive masa Elu nggak peka sih, Abian tuh sebenarnya nggak cinta sama Elu, dia cinta sama cewek lain" ucapan Bara membuat Olive terdiam.
"Apa mungkin cewek yang dimaksud Bara adalah Luna? Cewek yang akan dijodohkan dengan Abian, tapi...Luna justru nikah sama Ray, ah pusing" gumam Olive sembari berlalu meninggalkan teman-temannya.
"Loh Olive, Lu mau kemana? Olive tunggu! Ah Elu sih Bar, tuh ngambek kan!" sahut Jasmine sembari mengikuti kemana Olive pergi.
Olive berjalan keluar ruangan dengan sedikit risau, hatinya masih bertanya-tanya, apa benar yang dikatakan oleh Bara tadi, cewek yang dimaksud Bara adalah Luna?
__ADS_1
"Olive tunggu!" seru Jasmine dengan berlari kecil menghampiri Olive.
"Olive, Elu kenapa sih?" tanya Jasmine penasaran. Olive berhenti dan ia menatap Jasmine yang juga sudah mengetahui rahasia Abian yang akan dijodohkan dengan Luna.
"Jasmine, sadar nggak sih kalau yang dimaksud Bara, cewek yang di sukai Abian itu, jangan -jangan Luna, Aku dengar dari Papa, bahwa mereka berdua sudah di jodohkan, makanya itu Luna pergi" cetus Olive
Jasmine merasa apa yang dikatakan Olive tidaklah benar, karena Ia tahu, gadis yang disukai Abian adalah dirinya sendiri.
"Kita nggak tahu juga sih Liv, tapi menurutku Abian tuh nggak suka deh sama Luna, Abian dan Luna itu bersahabat, mereka terpaksa di jodohkan karena permintaan Almarhum ibu Luna, yang juga sahabat dari Mama kita, Mita" ucap Jasmine menjelaskan.
Tiba-tiba saja seseorang mendengarkan perbincangan mereka dibalik dinding. Tangannya mencengkeram kuat, tatapan matanya berubah menjadi amarah, wajah yang semula terlihat hangat kini tampak merah padam saat dirinya mendengarkan Jasmine dan Olive berbicara.
Sementara itu Luna terbangun dari tidurnya, Ia mendapati sang suami sudah tidak ada disampingnya.
"Sayang... Kamu dimana?" seru Luna sembari beranjak berdiri dari tempat tidur. Dengan menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya, Luna mencari keberadaan suaminya yang tidak ada di dalam kamarnya.
"Awww...sakiit" pekik Luna saat terasa nyeri di area sensitifnya. Luna berjalan pelan ke kamar mandi dan Ia masih mendapati Ray yang tidak ada di sana.
"Kemana dia?" gumam Luna. Kemudian Luna tetap melanjutkan membersihkan dirinya, setelah beberapa menit Luna keluar dengan memakai handuk piyama dengan rambut yang terlihat basah.
Tiba-tiba saja Ray sudah berada di dalam kamar dengan berdiri di depan jendela yang menghadap pemandangan luar hotel yang indah.
"Ray...sayang! Kamu dari mana saja, Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kamu disini" seru Luna sembari melingkarkan tangan nya pada pinggang Ray.
Tiba-tiba saja Ray melepas tangan Luna dari pinggang seksinya.
"Lepaskan, Aku mau tidur!" jawab Ray sembari beranjak pergi ke tempat tidur.
"Deg"
"Ada apa dengannya?" Luna sangat terkejut dan bertanya-tanya, kenapa Ray tiba-tiba bersikap dingin kepadanya.
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
__ADS_1
...Konflik besar baru dimulai 😊...
...Mohon maaf ya jika beberapa hari kedepan othor agak lambat update, di karena kan sama halnya seperti kalian, othor juga mempersiapkan buat lebaran , tapi akan tetap othor usahain untuk update setiap hari...jadi sabar ya🙏😊...