
Malam harinya, Jasmine dan Abian sudah tiba di rumah, tampak Vano dan Shesa menyambut kedatangan pengantin baru itu, tak ketinggalan Ray dan juga Luna ikut menyambut kedatangan pengantin yang sedang hangat-hangatnya itu.
"Mama!"
"Jasmine sayang!"
Jasmine memeluk sang Mama, kemudian Vano, Luna dan terakhir Ray. Ray memperhatikan adiknya yang sekarang sudah terlihat berbeda, Ray melihat adiknya begitu kelelahan.
"Kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Ray merasa Jasmine seolah kurang darah, wajahnya sedikit pucat, meskipun ia sedang memakai make up.
"Tidak kak! Aku tidak apa-apa!" jawab Jasmine dengan tersenyum. Kemudian pelayan mengangkat barang-barang Jasmine dan Abian ke kamar mereka, Vano dan Shesa telah berencana membelikan rumah untuk kedua anaknya, supaya mereka bisa hidup mandiri, karena sekarang mereka telah memiliki pasangan hidup masing-masing. Sementara Abi dan Jasmine harus melanjutkan kuliah mereka hingga lulus nanti.
Luna mengajak Jasmine masuk ke dalam, sepertinya kedua gadis kesayangan Ray ini tampaknya sudah ingin sekali bercerita dan melepaskan rindu.
"Ayo Jasmine kita ke dalam, aku mau nunjukin sesuatu kepadamu!" ucap Luna sembari menggandeng tangan Jasmine.
Jasmine mengikuti Luna pergi, sementara itu Ray menghampiri Abi yang masih berada di ruangan itu. Ray memperhatikan Abi sembari berkata.
"Eh Kamu apain adikku jadi pucat gitu? Pasti kamu nggak turun-turun tuh, kasihan bro! Kayak kamu sedot habis darahnya" bisik Ray sambil duduk santai bersama Abian.
"Yah gimana lagi, dah keenakan sih, jadi ya kita nggak ada berhentinya main, Jasmine sendiri juga nggak mau berhenti, bener katamu Ray! Nagihin tahu nggak!" balas Abi dengan tertawa kecil.
Ray ikut tertawa, keduanya saling bercengkrama malam itu sebelum makan malam di persiapkan oleh pelayan. Sementara Luna dan Jasmine tengah berada di dalam kamar Luna. Luna menunjukkan sesuatu kepada adik iparnya itu.
"Apa ini?" Jasmine terlihat penasaran dengan kotak berwarna putih itu.
"Buka saja! Itu aku sengaja berikan untukmu sebagai hadiah, bukalah!" seru Luna sembari duduk di samping Jasmine.
Kemudian Jasmine membuka kotak hadiah berwarna putih itu, Jasmine tampak mengerutkan keningnya saat melihat dan memperhatikan seksama isi kotak berwarna putih itu.
"Apa ini?" tanya Jasmine lugu yang melihat sebuah baju yang tipis sekali bahannya. Berwarna hitam dengan aksen renda di sekitar dada. Luna tersenyum dan berusaha memberi tahukan kepada Jasmine, bahwa itu adalah sebuah lingerie.
"Kamu belum pernah memakainya?" tanya Luna. Jasmine menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian Luna berusaha menjelaskan kepada Jasmine tentang baju yang menerawang itu.
__ADS_1
"Jasmine, ini namanya lingerie, baju ini digunakan saat kita akan menemani suami kita tidur, hm ibaratnya ini adalah baju penggoda untuk menarik perhatian suami kita, kamu faham maksudku?" tanya Luna sembari memperhatikan wajah Jasmine yang tampak masih kebingungan.
"Baju penggoda?" Jasmine bertanya dengan penuh tanda tanya.
"Hmm... jika kita memakai baju ini saat sebelum tidur, maka kamu tahu sendiri, laki-laki itu suka sekali dengan penampilan istrinya yang seksi dan menggoda, apa kamu tidak ingin melihat Abi tergila-gila padamu, jika kamu memakainya setiap malam, maka Abi akan tergoda untuk selalu bersamamu dan bercinta denganmu" seru Luna dengan nada yang rendah dan hampir berbisik.
Jasmine mulai mengerti maksud Luna, dirinya tampak tersenyum mendengar penjelasan dari kakak iparnya sendiri.
"Iya aku mengerti sekarang, terus...apa kamu pernah memakainya saat bersama kakak?" Jasmine balik bertanya, pertanyaan Jasmine membuat Luna sedikit tersenyum.
Luna menggelengkan kepalanya, itu tandanya Luna tidak pernah memakainya saat bersama Ray.
"Jadi kamu tidak pernah memakainya? Lalu kenapa kamu menganjurkan kepadaku untuk memakainya? Sedangkan kamu sendiri tidak pernah memakai baju tipis ini" protes Jasmine.
Kemudian Luna mulai membisikkan sesuatu pada telinga Jasmine.
Jasmine mendengarkan seksama apa yang dikatakan Luna kepadanya, matanya membulat dan sesekali tertawa kecil saat Luna mengatakan hal itu kepadanya.
Luna terkejut kenapa Jasmine justru tertawa setelah mendengarkan alasan, jika dirinya tidak pernah memakai lingerie itu saat bersama Ray.
"Jadi... selama ini kamu tidak pernah memakai baju saat tidur bersama kakak!" ucap Jasmine yang membuat Luna terasa malu.
"Sssttt... jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!" seru Luna dengan wajah yang tampak merah merona.
"Ya ampun Luna! Apa kamu tidak masuk angin, kamu tahu sendiri kamar ini AC nya dingin banget loh, tega banget kakak ngebiarin istrinya tidur nggak pakai baju!" ucap Jasmine menggelengkan kepalanya.
"Ya...aku bersembunyi di balik selimut, kalau nggak gitu, beneran menggigil, tapi...Ray tidak pernah membiarkanku kedinginan, dia selalu menghangatkan tubuhku dengan pelukannya, Ray tidak suka jika aku tidur dengan memakai baju, poloslah raga ini setiap malam" pengakuan Luna membuat Jasmine senyum-senyum sendiri.
Jasmine bisa bayangkan jika dirinya tidur tanpa sehelai benangpun, pastinya sang suami tidak akan pernah melepaskannya sedetikpun.
Kedua wanita muda itu saling tertawa dan berbagi pengalaman tentang memuaskan suami di ranjang, hingga tak berselang lama terdengar pelayan mengetuk pintu.
"Maaf Nona, makan malam sudah siap, Tuan dan Nyonya sudah menunggu di bawah" ucap seorang pelayan dari luar kamar Luna.
__ADS_1
"Iya kami akan segera turun" jawab Luna dan Jasmine.
"Kita makan malam dulu, isi amunisi sebelum berperang!" ujar Luna sembari mengelus perutnya yang kian mulai terlihat membesar.
"Wah... perutmu udah kelihatan besar, aku juga ingin merasakan hamil seperti mu, pasti sangat membahagiakan!" ucap Jasmine yang ikut mengelus perut kakak iparnya itu.
"Hmm...ini adalah kebahagiaan paling indah yang hadir dalam kehidupan kami, aku dan Ray sudah tak sabar lagi ingin melihatnya lahir ke dunia ini, setiap malam Ray selalu berbisik pada bayi kami, Ray selalu mengusap lembut perut ini" balas Luna
"Dan tentunya kakak pasti mengelus bukan hanya di perutmu saja bukan?" pertanyaan Jasmine membuat keduanya saling terkekeh.
"Baiklah, ayo kita turun! Mama dan Papa pasti sudah menunggu kita, bicara tentang hal ini tidak akan ada habisnya!" ucap Jasmine sembari mengajak Luna untuk turun ke bawah.
Jasmine dan Luna mulai turun menuruni anak tangga, mereka melihat sudah ada Ray dan Abian yang duduk di meja makan.
Jasmine duduk di sebelah Abian, dan Luna duduk di sebelah Ray.
"Apa yang kalian bicarakan? Kalian terlihat senyum-senyum sendiri!" bisik Ray pada istrinya.
"Tidak ada, kami cuma membicarakan tentang urusan perempuan, itu saja!" jawab Luna yang membuat Ray penasaran.
"Urusan perempuan? Jadi apa kami kaum laki-laki tidak boleh untuk mengetahuinya?" tanya Ray mendesak.
"Apa sih Ray! Bukan apa-apa, aku cuma memberikan Jasmine sebuah hadiah" jawab Luna
"Hadiah apa?" tanya Ray menelisik
"Lingerie, kamu kan tidak suka aku memakai baju itu saat tidur, ya sudah aku kasih aja kepada Jasmine, sayang kan lingerie itu masih baru, belum kepake!" jawab Luna sembari menatap wajah suaminya.
"Hm...oke, aku memang tidak suka kamu memakai apa-apa saat tidur" ucap Ray yang mulai mengerti maksud istrinya. Dan Luna cuma bisa menghela nafasnya.
BERSAMBUNG
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1
...Jujur ya bestie! Ada nggak sih yang pernah pake baju kek gitu ðŸ¤...