TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK

TERJERAT CINTA SECURITY CANTIK
Sah


__ADS_3

Hari ini adalah hari bersejarah untuk Luna dan Ray, hari yang sangat dinantikan oleh keduanya.


Tampak Luna sedang berdiri di depan cermin besar, melihat dirinya yang kini akan memasuki lembaran hidup yang baru bersama Pangeran pujaan hatinya.


"Ibu...doakan putrimu agar selalu bahagia, Luna sangat menyayangi Ibu, Luna yakin Ibu pasti ikut senang melihat Luna akan menikah, maafkan Luna, Luna belum sempat memberi tahukan permintaan maaf ibu, namun Luna janji, setelah pernikahan Luna, Luna akan mengatakan hal itu kepada bu Shesa" ucap Luna lirih.


Sementara itu Bayu menghampiri sang putri yang kini berbalut gaun putih mewah rancangan ibu mertuanya sendiri.


"Luna...!"


"Ayah...!"


Luna berbalik menghadap sang ayah yang akan meninggalkan Luna seusai Luna resmi menjadi menantu keluarga besar Perkasa.


"Luna, hari ini kamu adalah putri ayah yang paling cantik, yang sebentar lagi menyandang gelar sebagai seorang istri, dengarkan ayah nak, tugasmu adalah sebagai istri yang baik, jangan pernah tinggalkan suamimu, apapun kondisinya, kamu harus mematuhi semua perintahnya, karena sekarang kamu bukan tanggung jawab Ayah lagi, sudah ada suamimu yang menggantikan Ayah, Ayah akan selalu mendoakan kebahagiaan untukmu" ucap Bayu yang diiringi pelukan Luna.


"Ayah...Aku sangat menyayangi Ayah" ucap Luna sendu.


Dan tiba-tiba saja Jasmine memasuki ruang ganti Luna.


"Luna, Pak Bayu ...ayo kita keluar, kak Ray sudah menunggu kalian" seru Jasmine


"Iya...kami akan segera keluar" jawab Luna


"Ayo Nak, kita keluar, calon suamimu sudah menunggumu" ucap Bayu.


"Iya Yah...Ayah duluan nanti Luna menyusul" tampak Luna masih membersihkan air matanya yang jatuh, tampak Jasmine menghampiri Luna yang akan menjadi kakak iparnya.


"Luna, aku sangat bahagia sekali melihat kalian berdua akhirnya menikah, aku berharap kalian berdua selalu bahagia, hingga maut memisahkan" ucap Jasmine sembari membantu Luna merapikan make upnya.


"Terima kasih Jasmine, aku beruntung akan mempunyai saudari sepertimu, semoga saja kamu dan Abian bisa bersatu, aku selalu berharap kamu dan Abian hidup bahagia" ucapan Luna membuat Jasmine tersipu malu.


******


Sementara itu di luar, tampak Ray yang sudah tidak sabar melihat pengantinnya keluar dari kamarnya.


Pernikahan mereka berdua dilaksanakan di sebuah hotel bintang lima, dengan tamu undangan para kolega bisnis Vano dan Ray, tampak hadir juga Helena dan dokter Erick beserta putra mereka Bertrand. Semua keluarga besar turut hadir dalam acara sakral penyatuan cinta Ray dan Luna.


Vano melihat Ray yang terlihat tegang, kemudian Vano menghampiri putranya yang tampak harap-harap cemas menunggu kedatangan Luna.


"Ray...kamu Kenapa?" tanya Vano yang melihat wajah serius sang anak.

__ADS_1


"Tidak ada Pa? Ray hanya gugup, ini adalah hari yang Ray nanti-nantikan, apakah dulu Papa segugup ini saat menikah dengan Mama?" tanya Ray balik.


"Kamu jangan tanyakan itu, Papa lebih gugup daripada kamu" jawab Vano berbisik pada putranya.


"Kok bisa gitu Pa?" tanya Ray penasaran.


"Kamu dengar, Papa dan Mama dulu beda sama kamu, kamu enak udah saling kenal saling mencintai, Papa dulu kayak Tom and Jerry, Papa takut Mamamu galak soalnya, makanya Papa sangat gugup sekali waktu itu" jawab Vano.


Tiba-tiba saja Shesa tak sengaja mendengarkan ghibahan anak dan ayah itu.


"Siapa yang galak dan siapa yang gugup?" celetuk Shesa yang tak sengaja Vano mendengarnya.


"Eh...Sayang, bukan ini loh, si Ray...dia gugup katanya, mungkin Ray takut kalau Luna itu sebenarnya galak" ucap Vano mengelak sambil memegangi pundak Shesa.


"Hah...bilang saja kalau kamu sangat terpesona dengan diriku, iya kan? Ngaku aja" sahut Shesa sembari memutar bola mata nya.


Vano tampak tersenyum malu saat mengingat dirinya yang waktu itu sangat mengagumi kecantikan istrinya.


"Hehe...Iya Iya...sampai saat ini pun aku masih terpesona dengan kecantikan istriku, meskipun tak bisa dipungkiri, tanda-tanda keriput itu sudah mulai nampak" tiba-tiba saja cubitan kecil mendarat di pinggang Vano.


"Woooo...apa sih Sayang, sakit tahu" pekik Vano sambil mengelus pinggang nya yang seperti ditusuk dengan seribu jarum.


"Iya...iya maaf, kemarilah...maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu, kamu akan tetap menjadi wanitaku yang tercantik, dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun, karena kamulah satu-satunya wanita dalam hatiku" ucap Vano sembari membawa Shesa ke dalam pelukannya.


Tampak Ray tersenyum melihat tingkah kedua orang tuanya yang selalu rukun dan bahagia.


Dan tiba-tiba saja Ray dikejutkan dengan kedatangan Jasmine yang tengah mendampingi Luna untuk masuk ke ruangan akad nikah. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat menakjubkan untuk Ray.


Sosok dibalik kain tipis yang menutupi wajah Luna, membuat Ray tak sabar untuk membukanya. Ray menatap pengantinnya begitu mesra.


Kemudian mereka duduk di hadapan pak Bayu dan penghulu.


"Baiklah Nak Ray, Anda sudah siap" seru penghulu itu.


"Sangat siap Pak" jawab Ray yakin seyakin-yakinnya.


"Baiklah, silahkan Anda jabat tangan Pak Bayu, Pak Bayu...Anda ikuti ucapan saya"


"Baik pak" jawab Bayu yang sudah menjabat tangan Ray.


"Bismillahirrohmanirrohim...Saya nikahkan dan kawinkan engkau Melviano Ar Rayyan bin Rayvanno Adiputra Perkasa dengan putri saya Asena Lunara Ravza binti Bayusena dengan mas kawin emas seberat seratus gram dan uang tunai sebesar 1 milyar dibayar tunai"

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Asena Lunara Ravza binti Bayusena dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi?"


"Saahh...sahhh...sahhhh"


Dengan satu tarikan nafas, Ray berhasil merubah status Luna dari gadis menjadi seorang istri.


"Alhamdulillah"


Kemudian Penghulu mendoakan untuk kedua mempelai, terlihat raut bahagia pada wajah Ray dan Luna.


Setelah semua yang hadir mengaminkan doa untuk mereka berdua, kini saat nya Ray memasang cincin dijari manis Luna.


Ray menatap bola mata dibalik kain tipis yang menutupi kecantikan Luna, terlihat senyum mengembang di balik kain tipis itu, senyum bahagia yang menghiasi wajah cantik seorang Luna.


Perlahan Ray meraih tangan Luna dan menyematkan cincin putih itu ke jari manis Luna yang kini telah sah menjadi istrinya. Setelah itu Luna juga menyematkan cincin ke jari Ray selanjutnya Luna mencium tangan Ray dengan lembut.


Ray menarik tubuh Luna dan mendekatkan dirinya pada gadis yang baru saja menjadi istrinya. Perlahan Ray membuka kain tipis yang menutupi wajah Luna, sedikit demi sedikit wajah cantik Luna mulai terlihat.


Luna melihat dua netra itu menatap dirinya penuh kemesraan, tatapan Ray yang tajam mengisyaratkan bahwa Luna kini telah menjadi milik Ray seutuhnya.


Ray membuka sempurna penutup wajah itu, dan kini ia dihadapkan dengan pemandangan yang tak akan pernah membuatnya bosan.


"Kau cantik sekali, bolehkah aku mencium bibirmu" seru Ray sembari berbisik.


Tampak Luna menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Ray semakin gila.


"Kenapa?" tanya Ray penasaran.


"Banyak orang disini, nanti saja di dalam, Aku malu" jawab Luna tertunduk. Ray tersenyum smirk saat gadisnya mengatakan itu.


"Baiklah, aku sudah tidak sabar lagi menunggu saat-saat itu baby" bisik mesra Ray sembari mencium aroma Luna yang menggoda.


BERSAMBUNG


❤❤❤❤❤


...Saat-saat yang ditunggu oleh kebanyakan Reader...First Night 😁...


...Tunggu update selanjutnya...sabar ya😁...

__ADS_1


__ADS_2