Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Ternyata...


__ADS_3

"Lo banyak gerak, gue cium." Ancam Rendi, dan berhasil membuat Mitha diam, takut kalo Rendi benar-benar akan menciumnya jika dia masih bergerak. Melihat Mitha akhirnya diam, Rendi pun menarik tangan Mitha agar berbaring disampingnya.


"Eh..." Baru saja Mitha akan protes, telunjuk Rendi sudah mendarat di bibirnya tanda agar Mitha diam.


"Shuuttt... Nggak usah protes, nggak usah berisik, baring aja yang tenang." Ucap Rendi.


"Gimana aku bisa tenang coba, kalau jantung aku berdetak kencang gini. Hhuuffftt..." Batin Mitha.


"Coba deketan, jangan mepet ke pinggir nanti lo jatuh." Tegur Rendi saat melihat Mitha terlalu dipinggir.


"Itu karena tempat tidurnya kecil, makanya turun."


"Makanya gue nyuruh lo buat deketan, biar tempat tidur yang kecil ini muat buat kita berdua."


"Nggak ah..." Tolak Mitha. "Yaudah kalo kamu nggak mau turun, biar aku yang turun." Ucap Mitha dengan menurunkan kedua kakinya dari tempat tidur, namun belum sampai kakinya menyentuh lantai, suara Rendi kembali terdengar.


"Berani turun dari tempat tidur, gue bikin lo kenyang selama 9 bulan." Ucap Rendi asal, agar Mitha tidak jadi turun dari tempat tidur. Dan benar saja, Mitha tidak jadi turun dari tempat tidur. Dengan kesal Mitha pun membalikkan badannya ke arah Rendi.


"Kamu tuh sebenernya mau apa sih? Disuruh turun nggak mau, aku mau turun nggak boleh. Udah tau tempat tidurnya kecil, masih maksa buat baring berdua mana cukup tempatnya." Kesal Mitha pada Rendi.


"Udah dibilangin cukup juga, makanya deketan sini." Ucap Rendi semakin berdetak kencang saat Rendi semakin memepetkan tubuhnya dengan alasan takut jatuh. Dia juga menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, membuat Mitha semakin gelisah ditempatnya.


"Me... Mending kamu sekarang balik ke lapangan deh, upacaranya mungkin udah dimulai." Ucap Mitha, agar Rendi kembali ke lapangan.


"Bukan mungkin lagi, tapi emang udah dimulai. Nggak liat noh, udah jam berapa." Tunjuk Rendi pada jam didinding yang ada di UKS.


"Lalu kenapa belum balik ke lapangan?" Tanya Mitha.


"Ntar aja."


"Kenapa?" Bukannya menjawab, Rendi malah mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


"Liat sini!" Ucap Rendi dan mengarahkan ponselnya kearah Mitha.


"Ngapain?"


"Berenang, yah foto lah ngapain lagi."


"Foto? Buat apa?"


"Nggak usah banyak nanya, liat sini pose yang bener."


"Tapi..."


Cekrek.


"Eh, jangan difoto dulu, aku belum siap. Nanti hasilnya jelek."


"Ck, siap gak siap hasilnya bakal tetap sama, JELEK." Ucap Rendi dengan menekankan kata jelek.


"Yaudah, ngapain difoto kalau jelek." Lirih Mitha dengan wajah ditekuk dan bibir yang sudah maju beberapa centi, sungguh suasana hati Mitha jadi buruk setelah mendengar ucapan Rendi tadi. Padahal ini bukan pertama kalinya Rendi mengatainya jelek, tapi kenapa sekarang rasanya sakit gini. Apa karena dia sudah mulai membuka hatinya untuk Rendi. Entahlah, Mitha masih bingung dengan perasaannya sendiri.


"Enak aja, sembarangan kalo ngomong. Aku nggak gitu yah." Ucap Mitha tidak terima.


"Masa?"


"Terserah kalo nggak percaya, gak peduli." Kesal Mitha dan hendak bangkit dari baringnya, namun kejadian tidak terduga tiba-tiba terjadi saat Rendi menarik tangan Mitha yang hendak bangkit. Sehingga membuat Mitha kehilangan keseimbangan dan jatuh diatas Rendi.


Deg deg deg...


Jantung Mitha kembali bergemuruh hebat, Mitha menelan salivanya dengan susah payah saat wajahnya dengan Rendi sangat dekat.


"Betah banget diatas gue." Ucap Rendi menyadarkan Mitha dari keterdiamannya.

__ADS_1


"Ma... Maaf, aku nggak sengaja. Lagian aku kayak gini, karena kamu yang narik aku yah." Bela Mitha.


"Iya, iya, udah nggak usah berisik. Baring lagi gih."


"Ogah." Ketus Mitha.


"Ck, baring lagi, gue mau foto bentar habis itu gue pergi."


"Beneran?"


"Hm, udah buruan baring gih."


Mitha pun segera berbaring dan berfoto dengan Rendi.


"Oke, sekarang tinggal kirim." Gumam Rendi setelah mengambil fotonya dengan Mitha.


"Kirim? Kirim kemana?" Tanya Mitha.


"Bunda."


"Bunda?" Tanya Mitha lagi.


"Hm, tadi Bunda nelpon gue buat bawa lo ke UKS dan nggak ikut upacara dulu soalnya kemarin abis pingsan. Bunda khawatir kalo lo sampai pingsan lagi nanti, makanya gue bawa lo kesini. Dan soal ini foto, Bunda minta gue buat fotoin kita berdua yang lagi ada ditempat tidur kayak gini. Supaya Bunda percaya kalo gue ngejagain lo disini, padahal mah gue malas banget. Nganterin lo kesini aja, kalau bukan karena Bunda gue sih ogah. Buang-buang waktu tau nggak, mana harus debat dulu lagi sama para bodyguard alay lo tadi. Bener-bener buang-buang waktu banget tau nggak. Jadi, lo nggak usah kege'eran karena gue bawa kesini. Karena gue lakuin ini karena TERPAKSA. Udahlah, urusan gue udah selesai disini, gue mau balik lagi ke lapangan." Setelah berkata panjang lebar seperti itu, Rendi segera bangun dan turun dari tempat tidur. Dan diapun melangkahkan kakinya keluar dari UKS, meninggalkan Mitha sendirian.


Sedangkan Mitha hanya bisa menatap kepergian Rendi dengan tatapan sedih dan kecewa, pokoknya perasaannya jadi campur aduk setelah mendengar ucapan Rendi tadi. Mitha menyentuh dadanya yang terasa sakit.


"Aku pikir dia udah mulai berubah, udah mau perhatian. Ternyata..."


...****************...


Assalamualaikum semuanya 😁😅

__ADS_1


Author datang lagi nih... Ada yang nungguin nggak yahhh🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤭


Jangan , lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰


__ADS_2