
Di Kantin.
Saat ini Rendi sedang makan bakso di kantin, setelah meninggalkan teman-temannya dikelas. Perutnya tiba-tiba terasa lapar, padahal dia sarapan cukup banyak pagi tadi, nasi goreng plus telor mata sapi. Tapi baru dua jam, dia sudah lapar lagi. Setelah selesai menyantap baksonya, Rendi pun berjalan ke tempat mang bakso untuk membayar bakso yang dimakannya.
Saat Rendi merogoh saku celananya untuk mengambil dompet, tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang, sehingga membuat dompetnya jatuh terlempar.
"Astaga... Maaf Kak, saya nggak sengaja." Ucap siswa yang baru saja menabrak Rendi.
"Makanya kalo jalan tuh hati-hati, noh liat, dompet gue sampe mental." Omel Rendi sambil menunjuk dompetnya.
"Sekali lagi maaf Kak, tadi kaki saya nggak sengaja kesandung." Ucap siswa itu lagi.
"Ck, udah sana pergi. Awas kalo lo nabrak gue lagi."
"I... Iya Kak." Siswa itupun segera membalikkan badannya, lalu berlalu keluar kantin. Padahal tadinya siswa itu mau membeli bakso, tapi segera dia urungkan setelah melihat Rendi dalam mode galak.
"Eh, tunggu!" Teriak Rendi. "Kok anak-anak masih pada ada diluar, bukannya sekarang udah waktunya masuk yah?" Heran Rendi, karena masih banyak murid yang berlalu-lalang disekitar kantin.
"Oohhh... Memangnya Kakak nggak tau yah, kalo sekarang lagi jamkos. Semua guru lagi pada rapat." Ucap siswa itu.
"Oohhh... Gitu, pantes aja si Rangga nggak ngechat gue buat balik ke kas sekarang." Batin Rendi. Rendi membungkukkan badannya untuk mengambil dompetnya yang terjatuh, saat hendak akan mengambil dompetnya, Rendi tiba-tiba teringat sesuatu. "Haa! Gue inget sekarang, dimana gue pernah ngeliat mukanya tuh cowok. Yap! Di dompetnya Mitha. Jadi dia cowok yang udah berhasil membuat Mitha menyimpan foto dia di dompet, gantengan juga gue kemana-mana." Cibir Rendi saat mengingat wajah Bian dalam dompet Mitha.
__ADS_1
***
Ting... Ting... Ting...
Bel pulang sudah berbunyi, Mitha segera memasukkan bukunya kedalam tas.
"Guys, kalian pulang duluan aja, aku mau ke perpus dulu soalnya." Ucap Mitha pada teman-temannya.
"Mau ditemenin nggak Umi?" Tanya Arum.
"Udah nggak usah, kalian duluan aja."
"Waalaikum salam, hati-hati..."
"Siaappp Umiii..."
"Kok kamu masih disini?" Bingung Mitha, karena Reno masih berdiri di depannya.
"Umi pulang sama siapa?" Bukannya menjawab, Reno malah memberikan pertanyaan juga.
"Sendiri, kan aku udah bawa si hitam lagi." Sekedar info, si hitam ini adalah sepeda yang selalu dipakai Mitha ke sekolah.
__ADS_1
"Yaudah aku temenin Umi ke perpus aja."
"Nggak usah No, kamu pulang aja."
"Tapi nanti Umi sendirian."
"Hehehe... Aku udah gede kali, nggak bakal nangis ditinggal sendirian." Kekeh Mitha.
"Ck, bukannya gitu Umi. Aku cuman nggak mau kalo kejadian diruang olahraga ada versi keduanya."
"Hehehe... Kamu ini ada-ada No, insya Allah aku bisa jaga diri kok. Udah sana pulang, hus... Hus..." Kekeh Mitha lagi. sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan Reno.
"Hhuuffftt... Iya udah aku pulang, tapi inget. Kalau terjadi sesuatu segera hubungin aku atau anak-anak yang lain. Dan juga jangan berdua-duan lagi sama siapapun dalam suatu ruangan, apalagi itu cowok. Kan nggak lucu kalo Umi dipaksa nikah lagi, gara-gara kejebak disuatu ruangan bersama seorang pria. Nggak kebayang aku." Ucap Reno dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahaha... Ngaco kamu No, ya kali aku mau dinikahin lagi. Satu aja udah bikin pusing, apalagi dua, bisa stress aku.".
...****************...
Assalamualaikum semuanya 😁😅
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰
__ADS_1