
Itu sebabnya mereka jarang bertemu dan berurusan dengan anak-anak OSIS, karena mereka tidak termasuk pembuat onar di sekolah. Atau mereka nya yang terlalu lihay
menyembunyikan kenakalan mereka, entahlah.
"Ngomong-ngomong tentang Mitha, kalian merasa ada yang aneh nggak sih?" Tanya Anto tiba-tiba. Rendi yang mendengarnya segera membalik badannya kearah Anto, dengan kening berkerut.
"Maksud lo?"
"Iya menurut gue aneh aja, gara-gara insiden yang menimpa lo sama Mitha, dia dilengserkan dari jabatannya sebagai ketua OSIS. Padahal selama menjabat sebagai ketua OSIS, Mitha membawa banyak perubahan dan kemajuan buat sekolah. Bukan itu saja, beasiswa nya juga dicabut. Padahal Mitha sudah menyumbangkan beberapa piala dan penghargaan buat sekolah kita ini karena prestasi nya dia, karena otak good smart yang dia miliki. Dia juga dikeluarkan dari anggota tim Sains, dan nggak dibolehin ikut lomba cerdas-cermat yang diadain seminggu lagi. Padahal gue sering ngeliat dia belajar buat persiapan lomba ini. Hhuuffftt.... Kasian banget Umi..." Ucap Anto, merasa prihatin dengan nasib Mitha.
"UMI???" Kompak Rendi cs.
"Umi? Siapa Umi? Dan apa hubungannya coba sama Mitha?" Tanya Vino yang dari tadi hanya diam saja.
"Kalian nggak tau?"
__ADS_1
Sontak pertanyaan Anto, membuat Rendi cs kompak memggeleng.
"Umi itu panggilan untuk Mitha dari anak-anak, lebih tepatnya anak OSIS dan teman-temannya Mitha. Nha, kalau pria yang tadi meluk Mitha itu namanya Bian. Biasa dipanggil Abi sama anak-anak, jadi Mitha sama Bian itu udah kayak Umi sama Abi nya kita para anak-anak OSIS dan para temannya Mitha. Mereka juga suka nasehatin kita para anak-anak nya, buat selalu bersikap baik, negur kalau kita berbuat salah. Mereka juga tak segan-segan buat nolong kita yang lagi kesusahan, baik itu secara finansial atau bukan. Mitha sama Bian juga selalu ngajarin kita buat saling tolong menolong. Yang jelasnya Mitha sama Bian itu udah seperti ortu buat kita, hehe... Lucu yah, punya orang tua yang seumuran sama kita." Jelas Anto dan diakhiri dengan tawa kecilnya.
"Jadi... Mereka pacaran?" Tanya Rendi penasaran. Mendengar pertanyaan seperti itu dari Rendi, Anto segera menggelengkan kepalanya. Takut Rendi salah mengartikan hubungan Mitha sama Bian.
"Nggak lah, mereka itu cuman sahabatan. Cuman mungkin karena mereka usah sahabatan dari kecil, udah terbiasa bareng-bareng jadi mereka keliatan deket. Tapi mereka nggak pacaran, cuman sahabatan." Jelas Anto.
"Yakin?" Tanya Rendi lagi.
"Yakinlah, mereka itu cuman sahabatan. Kayaknya." Lanjut Anto dalam hati. Melihat ada keraguan dalam ucapan Anto, Rendi jadi tidak yakin kalau Mitha dan si Bian-Bian itu hanya sahabatan, apalagi kata Anto tadi, mereka udah sama-sama dari kecil. Masa iya mereka nggak ada perasaan lebih, setelah bersama-sama bertahun-tahun.
"Ya iyalah, gue kan salah satu dari anak mereka, hehe..."
"Anak mereka?" Ucap Rendi dengan tatapan yang kurang bersahabat, rasanya ada perasaan tidak suka saat mendengar ucapan tadi.
__ADS_1
"Waduh, kayaknya gue salah ngomong nih." Batin Anto, saat melihat tatapan tidak menyenangkan dari Rendi.
"Yaa... Ma... Maksud gue, gue inikan salah satu dari teman-teman Bian dan Mitha yang memanggil mereka dengan sebutan Abi dan Umi. Jadi kita tuh udah kayak anak-anaknya mereka gitu." Ucap Anto dengan sedikit tegang, karena Rendi masih terus menatapnya.
"Back to topic utama, jadi... Keanehan apa yang lo bilang ada pada Mitha?" Tanya Rangga, mencoba mengalihkan pembicaraan saat merasa situasinya kurang baik.
"Hah, iya benar juga. Tadi lo bilang ada yang aneh tentang Mitha, apaan?" Tanya Vino juga.
"Ohh itu, kalian nyadar nggak sih? Gara-gara insiden yang menimpa Rendi sama Mitha, Mitha jadi mengalami banyak perubahan dalam hidupnya. Mulai dari dihina dan direndahkan sebagai cewek murahan, terancam putus sekolah, lalu dinikahkan secara mendadak, dan sekarang saat dia bisa kembali bersekolah, dia malah diperlakukan dengan kurang adil."
"Kurang adil, maksudnya?" Tanya Rendi.
"Yaa... Menurut gue kurang adil aja, disaat Mitha harus kehilangan banyak hal, mulai dari jabatannya sebagai ketua OSIS, beasiswa, dan lain-lainnya. Lo masih tetap jadi kapten basket, masih dikasih kepercayaan buat memimpin anak-anak basket buat ikut pertandingan basket, yang dilaksanakan 3 minggu lagi. Padahal kan seharusnya, jabatan lo sebagai kapten tim basket dicopot juga. Jadi... Gue ngerasa ini kurang adil aja buat Mitha." Jelas Anto, sedangkan yang lainnya masih pada diam, sibuk dengan pemikiran masing-masing.
...****************...
__ADS_1
Assalamualaikum para readers 😁😅
Kritik dan saran kalian, author tunggu yah😊🙏 Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...😁🥰🥰