
"Ya ampun Bundaaa... Kok Bunda malah mukul kepala Rendi sih? Kalo nanti Rendi jadi bodoh gimana? Mang Bunda mau punya anak bodoh?" Protes Rendi. Mitha yang mendengarnya hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Siapa suruh ngomong kayak gitu?" Omel Bundanya sambil berkacak pinggang.
"Becanda doang Bunda, serius amat sih."
"Iya, tapi becanda kamu tuh sama sekali nggak lucu."
"Iya iya, maaf yah Bundaku sayaaanngg.... Jan marah lagi yah, nanti keriputnya makin banyak lho..." Bujuk Rendi dengan mencolek dagu Bundanya.
"Dasar kamu ini."
"Hehe..." Cengir Rendi.
"Ekhem, maaf mengganggu. Tapi ini jadinya gimana yah? Masih mau dilanjut atau udahan?" Akhirnya setelah lelah menunggu, sang fotografer pun mengeluarkan suaranya.
"Yah lanjut dong mas." Ucap Bunda.
"Tunggu apalagi? Buruan ambil posisi masing-masing." Ucap Bunda lagi, saat melihat putra dan menantunya hanya diam saja. Rendi dan Mitha pun saling bertukar pandang, seolah mereka sedang berbicara lewat tatapan mata mereka.
"Aku nggak mau."
__ADS_1
"Lo pikir gue mau?"
"Yaudah kalo gitu, pikirin gimana caranya supaya kita tidak perlu melakukan adegan tersebut." Kira-kira seperti itulah yang sedang mereka bicarakan lewat tatapan mata mereka. Disaat Mitha masih tengah melamun, memikirkan cara untuk terbebas dari adegan mesra itu, tiba-tiba ada yang menarik tangannya, hingga membuat dahinya terbentur didada orang itu. Gadis itupun spontan mendongakkan kepalanya ketika Rendi membisikkan sesuatu di telinganya.
"Bekerja samalah, gue pengen ini cepat selesai."
Belum sempat Mitha menjawabnya, dengan cepat Rendi menangkup kedua pipi Mitha dan mencium keningnya. Mitha membelalakkan matanya antara terkejut dan tidak percaya kalo Rendi akan mencium keningnya, buru-buru sang fotografer mengabadikan momen tersebut. Sedangkan Bunda Desi langsung tersenyum sumringah, namun tidak lama kemudian berdecak kesal, karena sang putra langsung menjauhkan diri setelah mencium kening Mitha. Padahal Bunda Desi sudah berharap kalo Rendi akan melanjutkan ciumannya, tapi sayangnya ekspektasi tidak sesuai realita.
Bunda Desi menghela nafas dengan pasrah. "Ya sudahlah, daripada nggak sama sekali." Pikir Bunda.
"Nggak usah ge'er, gue ngelakuin ini terpaksa, Jadi nggak usah besar kepala. Ngerti???"
"Iya aku tau."
***
Rendi, Mitha dan yang lainnya pun, berjalan keluar dari tempat yang menjadi saksi pernikahan Rendi dan Mitha. Setelah sesi cium kening tadi selesai, Rendi pun meminta Bundanya untuk mengakhiri acara sesi foto. Dan karena Bundanya sudah mendapatkan foto yang diinginkan, dia pun setuju-setuju saja untuk mengakhirinya. Setelah hampir sampai diparkiran, Mitha dan kakaknya Miko pun berpamitan kepada keluarga Rendi.
"Lho, kok lo pamitan sih sama keluarganya Rendi? Mang lo nggak ikut sama mereka, Tinggal sama Rendi?" Kepo Vino yang melihat Mitha pamitan kepada mertuanya. Mitha pun membalasnya dengan gelengan kepala, sehingga membuat teman-teman Rendi menatap Mitha dan Rendi dengan tatapan heran dan penuh tanya.
"Jadi gini, saya sebagai kakaknya Mitha mengajukan beberapa syarat kepada keluarga Rendi. Salah satunya adalah mereka tidak tinggal seatap dulu, karena mereka masih sekolah. Takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan." Jelas Miko.
__ADS_1
"Oohhh..." Serempak teman-teman Rendi ber'oh' ria, dan didetik berikutnya pun mereka kompak menatap kearah Rendi dengan tatapan mengejek, sehingga membuat Rendi jengah melihatnya.
"Ya sudah kalo begitu, kami permisi dulu." Ucap Miko.
"Iya, tapi ingat yah sayang, kamu harus sering-sering datang ke rumah. Nanti Rendi yang akan antar jemput kamu. Oh ya, berangkat dan pulang sekolah juga harus bareng, biar kalian makin deket, makin saling kenal dan maki sayang. Iya kan Ren?" Tutur Bunda Desi panjang lebar sambil menyenggol lengan puteranya.
"Iya." Pasrah Rendi, dia lebih memilih untuk mengalah dan mengiyakan permintaan Bundanya. Agar semuanya bisa segera selesai, dan dia pun bisa segera pulang dan merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya.
"Dengarkan sayang? Jadi kamu jangan ragu-ragu buat sering-sering main kerumah." Ucap Bunda Desi lagi.
"I... iya Bunda."
"Yah udah dek, salim dulu sama mertua dan suami kamu. Baru kita pulang." Ucap Miko.
"Iya kak." Ucap Mitha, lalu berbalik menghadap mertuanya kembali. Setelah salim pada kedua mertuanya, Mitha pun melangkah kearah Rendi yang sudah bergabung dengan teman-temannya. Namun naas, saat hendak melangkah, Mitha tidak sengaja menginjak ujung kebayanya, yang sedikit panjang bagian bawahnya. Alhasil Mitha pun jatuh terjengkang kedepan.
Rendi yang melihatnya pun berniat menolong, namun karena tidak terlalu siap, Rendi tidak bisa menahan tubuh Mitha dan akhirnya mereka berdua pun terjatuh bersama.
...****************...
Assalamualaikum semuanya...ππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh...π₯°π₯° Like, komen, dan votenya author tunggu yah...ππ Tenang saja ini gratissss kokkkk... Heheπ ππ