
Namun rasa pusing dan rasa lemas yang dirasakan tubuhnya, tidak mampu menopang tubuh Mitha lebih lama lagi. Dan akhirnya Mitha terjatuh, dan pingsan dikamar mandi.
Sedangkan disisi lain, lebih tepatnya dikamar sebelah Mitha, yaitu kamar Rendi. Seorang pria baru saja terbangun dari tidurnya. Yap, dia adalah Rendi. Sebenarnya Rendi sudah pulang saat jam 6 tadi, Bi Sri tidak tau karena Rendi langsung masuk ke kamarnya.
"Ck, sial. Gue ketiduran lagi, padahal kan tadi cuman mau baring-baring, malah kebablasan. Udah jam berapa yah sekarang?" Rendi pun segera mengambil ponselnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang sudah jam 8 malam. Apalagi sudah banyak panggilan tidak terjawab dari Sasya, Aleta, dan teman-temannya.
"Astaga, udah jam 8. Mereka pasti udah nungguin gue daritadi, apalagi Sasya. Dia pasti bingung kenapa gue nggak dateng buat jemput dia, gue telpon aja kali yah." Baru saja. Rendi akan menelpon Sasya, tiba-tiba hpnya mati karena kehabisan daya. "Ck, pakai acara lowbat segala lagi. Chargeran gue mana yah?" Rendi pun segera mencari dimana chargerannya berada, namun setelah beberapa menit mencari, Rendi tidak juga menemukan chargerannya. "Ck, itu chargeran kemana sih? Biasanya juga ada diatas meja, kenapa sekarang nggak ada?" Oceh Rendi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa diambil Nia yah? Gue samperin aja kali yah." Rendi pun segera keluar kamar, dan menuju kamar Nia.
Tok... Tok... Tok...
"Nia... Kamu dimana? Buka pintunya." Teriak Rendi sambil terus mengetuk-ngetuk pintu kamar Nia.
"Maaf den, non Nia nya belum pulang." Ucap Bi Sri, saat mendengar Rendi mengetuk pintu kamar Nia dan mencarinya. Mendengar ucapan Bi Sri, Rendi pun segera membalikkan badan dan berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Den Rendi udah ketemu sama non Mitha? Tadi non Mitha nyariin den Rendi." Ucap Bi Sri lagi, yang membuat Rendi menghentikan langkahnya.
"Mitha disini?" Tanya Rendi.
"Iya den, non Mitha udah dateng sejak tadi." Jawab Bi Sri.
"Ohh... Yaudah Bi, saya temuin Mitha dulu."
"Iya den."
Tok... Tok... Tok...
Rendi terus mengetuk pintu kamar Mitha, namun pintunya tidak kunjung terbuka.
__ADS_1
"Haisshhh... Ni cewek mana sih? Kok pintunya nggak dibuka? Apa dia udah tidur yah? Tapikan ini baru setengah 9 masa iya udah tidur." Gerutu Rendi, dengan berbagai pertanyaan dikepalanya. "Apa gue buka langsung aja kali yah? Siapa tau nggak ke kunci." Pikir Rendi, kemudian dia pun memutar handle pintu dengan perlahan. Dan ternyata pintunya tidak terkunci.
Ceklek.
"Nggak ke kunci, dasar ceroboh." Gumam Rendi. "Tapi nggak papa sih, jadi gue nggak perlu capek-capek nyari kunci cadangan buat ngebukanya." Gumam Rendi lagi. Rendi pun membuka pintunya dengan pelan-pelan, karena mengira kalau Mitha mungkin akan terbangun dari tidurnya dan dia akan ketahuan memasuki kamarnya tanpa ijin.
"Lho, kok nggak ada? Kemana tuh anak?" Ucap Rendi berbicara pada dirinya sendiri. "Apa dikamar mandi yah?" Ucap Rendi lagi, sambil melihat kearah kamar mandi. Satu alis Rendi terangkat saat melihat pintu kamar mandi hanya setengah tertutup, Rendi juga tidak mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Dengan langkah pelan diapun menuju ke kamar mandi, namun baru beberapa langkah, Rendi segera berhenti.
"Ck, ngapain juga gue kepoin tuh cewek, mending sekarang gue siap-siap buat pergi ke pesta. Soal hp nanti gue casnya dimobil aja." Setelah mengatakan itu, Rendi pun berbalik badan dan melangkah menuju pintu keluar.
******************
Assalamualaikum semuanya 😁😅
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰🥰