
"Apa ini uang mahar yang gue kasih waktu itu yah?" Gumam Rendi. Tidak mau ambil pusing, Rendi kembali memeriksa bagian lain dompet Mitha. Dan betapa terkejutnya dia, saat menemukan banyak black card dan ATM di dompet Mitha. Setelah dia hitung-hitung, ada 3 black card dan 3 ATM didalam dompet itu. Rendi juga menemukan kartu SIM mobil dan motor milik Mitha.
"Kenapa dia bisa punya semua ini yah? Pantes aja dia nolak black card sama ATM yang gue kasih, ternyata dia udah punya banyak.bTapi dia dapat darimana yah? Jangan-jangan dia ngadapetinnya dari hasil jadi simpanan sugar daddy." Tebak Rendi, entah pemikiran darimana Rendi tiba-tiba bisa berpikiran seperti itu. "Ck, tapi dari penampilan dia yang kayak gitu, emang ada yang mau sama dia? Gue aja ogah, apalagi om-om hidung belang yang cuman merhatiin dan mentingin penampilan." Ucap Rendi lagi, lalu terdiam sebentar. "Kira-kira kalau gue tanya langsung, dia bakal jawab jujur apa nggak yah? Gue jadi penasaran." Rendi terus saja berbicara sendiri, sampai tanpa sengaja matanya melihat sesuatu yang cukup menarik atensinya, alamat Mitha. Kenapa alamat Mitha yang ada di kartu identitasnya, tidak sesuai dengan alamat tempat dia menjemput Mitha waktu itu. Rasa penasaran dan rasa ingin tau, seketika mengepung Rendi. Membuatnya terus bertanya-tanya, apa saja yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh istri dadakannya itu.
"Ini kan alamat tempat kawasan perumahan elit, kenapa alamat itu ada di kartu identitas Mitha? Apa dia tinggal disana? Itu artinya dia orang kaya dong? Lalu kenapa kemarin, dia bilangnya tinggal di daerah dekat gang tempat gue jemput dia? Apa dia boongin gue yah? Tapi kalau dia emang beneran orang kaya, kenapa dia selalu naik sepeda ke sekolah. Dan penampilannya juga biasa-biasa aja, cupu malah, apalagi ponsel jadulnya itu, udah ketinggalan jaman. Harusnya kalo dia emang beneran orang kaya, dia bisa dong beli ponsel yang baru, yang lebih kekinian. Atau jangan-jangan, selama ini dia cuman pura-pura miskin, makanya dia sengaja pakai ponsel jadul, dan berpenampilan cupu. Tapi kenapa? Alasannya apa coba? Kok itu cewek, jadi misterius gini sih. Haa... Menyebalkan... Eh, tapi tunggu deh. Kok di foto KTPnya dia nggak pakai kacamata yah?" Rendi pun segera menarik keluar KTP Mitha, agar dia bisa melihat foto Mitha dengan lebih jelas.
__ADS_1
Tapi tanpa disangkanya, saat menarik KTP Mitha keluar, bersamaan dengan itu ada sesuatu yang terjatuh dari belakang KTP Mitha. Karena penasaran, Rendi pun segera mengambil dan melihatnya. Kening Rendi mengerut saat melihat sebuah foto yang dipegangnya.
"Dia siapa yah? Kok nih cewek keliatan bahagia banget, foto ma dia." Gumam Rendi saat melihat foto Mitha yang sedang tersenyum lebar, dan disampingnya ada pria yang juga sedang tersenyum tak kalah lebarnya. "Bisa juga nih cewek tersenyum selebar ini, manis juga. Kok dia keliatan beda gini yah, nggak pake kacamata. Apalagi sambil senyum kayak gini, keliatan cantik... Wait!!! Kok gue malah muji dia cantik sih? Untung orangnya nggak ada, bisa besar kepala dia kalo denger ucapan gue tadi. Lagian gue kenapa sih malah muji dia, orang dianya B aja kok. Haa..." Rendi lalu menjentikkan jarinya. "Ini pasti efek gara-gara darah gue diambil tanpa ijin sama nyamuk-nyamuk nachkal disini, jadi darah gue berkurang. Itu pasti yang bikin kinerja otak gue jadi kurang maxi." Walaupun sempat memuji Mitha cantik, namun didetik berikut Rendi kembali menyangkalnya. Dan membuat alasan konyol, dengan para nyamuk yang dijadikan tersangka.
"Gue pikir nih cewek nggak bisa senyum, habisnya tiap ketemu gue mukanya datar mulu." Gumam Rendi. Ck, gimana Mitha nya mau senyum, kalo lo nya nyebelin mulu tiap ketemu ma dia. Suara dikepala Rendi kembali berkicau, refleks Rendi menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan suara itu dari pendengarannya.
__ADS_1
Buru-buru Rendi memasukkan kembali KTP dan foto itu kembali ke tempatnya semula, dan menyimpan dompet Mitha kedalam sakunya. Dan berpura-pura sibuk dengan menepok-nepok nyamuk yang beterbangan di dekatnya. Bukan pura-pura sih,tapi memang beneran lagi sibuk menepok-nepok nyamuk-nyamuk itu, karena terus saja berdenging didekat telinganya, dan sesekali menggigit manja tubuh Rendi.
Plaakk...
...****************...
__ADS_1
Assalamualaikum semuanya 😁😅
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁🥰