Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Kecewa


__ADS_3

"Shuuttt... Aku senang melakukannya, jadi jangan melarangku lagi, ok?" Potong Mitha dengan menempelkan telunjuk dibibirnya.


"Tapi..."


"Sudah tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Dan berhenti memanggilku dengan sebutan nona, bukankah sudah sering aku katakan, untuk memanggilku dengan sebutan Mitha saja. Bukankah kita ini teman? Jadi bersikaplah selayaknya seperti sedang bersama teman, bukan seperti seorang karyawan dan atasannya. Jadi santai saja, ok?"


"Tapi, nona memang atasan saya, dan saya adalah bawahan nona disini." Jawab Vita dengan polosnya, sehingga membuat Mitha menepuk jidatnya sendiri.


"Pokoknya aku tidak mau tau, kalau kau masih memanggilku dengan sebutan nona, dan masih terus bersikap formal padaku, maka aku akan memecatmu, mengerti?" Ucap Mitha pura-pura marah.


"APA? Tidak nona, jangan pecat saya. Saya masih mau bekerja disini." Ucap Vita dengan panik.


"Kalau begitu, berhenti memanggilku dengan sebutan nona. Dan bersikap biasa saja padaku, aku duluan." Ucap Mitha sambil membuka pintu.


"Iya nona, eh maksud saya Mi... Tha."


"Nha, gitukan enak didengernya. Oh yah, terima kasih buat perhatiannya tadi."


"Iya Mitha." Jawab Vita dengan sedikit kaku, sedangkan Mitha hanya tersenyum senang melihatnya, karena akhirnya Vita mau menuruti keinginannya. Vita adalah karyawan baru Mitha, dan Mitha sudah sering memintanya untuk bersikap biasa saja padanya, tapi dia masih saja bersikap formal pada Mitha. Makanya Mitha sedikit mengancamnya tadi.


Bukan hanya pada Vita Mitha bersikap seperti ini, tapi pada seluruh karyawannya yang lain juga. Oh yah, hari ini Mitha bekerja sebagai pramuniaga di stand bajunya sendiri, karena ada beberapa karyawannya yang tidak masuk. Walaupun para karyawannya sudah melarang karena merasa tidak enak, tapi tetap saja Mitha melakukannya. Ini salah satu cara yang Mitha lakukan, untuk lebih dekat dengan para karyawannya yang lain. Dan lagipula Mitha senang melakukannya.


"Assalamualaikum, selamat siang Ibu..." Sapa Mitha pada pengunjung yang baru saja datang dengan tersenyum, Mitha sengaja mengucap salam, karena melihat pengunjung yang datang menggunakan hijab. Mitha pun melayani pembelinya dengan baik dan ramah, itu adalah salah satu alasan, kenapa stand baju milik Mitha jarang sepi. Karena selain harganya yang tidak terlalu menguras kantong, pelayanannya juga sangat baik, dan para karyawannya juga sangat ramah.

__ADS_1


Disaat Mitha tengah sibuk melayani seorang pembeli, stand bajunya kembali kedatangan pembeli. Mitha melirik beberapa karyawannya yang sedang sibuk melayani pembeli yang lain.


"Maaf Bu, saya tinggal sebentar. Sepertinya ada pembeli lain yang datang." Ucap Mitha dengan ramah.


"Yah mbak, silahkan." Balas orang itu dengan ramah juga.


Mitha pun membalikkan badannya, hendak menyapa orang yang baru saja datang. Namun saat sudah membalikkan badan, dan melihat siapa yang datang, Mitha hanya diam saja. Kaget saat melihat yang baru saja datang, ternyata sang suami dan... seorang wanita. Dan orang itu bukan Sasya, Mitha tidak tau apa hubungan mereka, namun mereka terlihat cukup dekat. Apalagi wanita itu terus menggandeng mesra lengan Rendi.


"Mitha..." Gumam Rendi pelan, namun masih terdengar oleh wanita yang ada di dekatnya. Rendi pun cukup terkejut melihat Mitha, apalagi saat melihat pakaian pramuniaga yang dipakai oleh Mitha.


"Apa dia bekerja disini?" Batin Rendi.


"Sayang, kamu kenal sama dia?" Seru wanita itu, membuyarkan lamunan Mitha dan Rendi, yang sempat sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Hah? Nggak, aku nggak kenal." Ucap Rendi berbohong, Mitha pun menundukkan kepalanya dan tersenyum kecil. Mencoba menyemangati hatinya yang sedikit kecewa karena jawaban Rendi yang tidak mengakuinya.


"Terus, kenapa kamu bisa tau nama dia sayang?" Tanya wanita itu lagi, sambil menunjuk tage name Mitha.


"Kenapa wanita ini terus memanggil Rendi dengan sebutan sayang? Apa dia pacarnya? Lalu Sasya... Apa mereka sudah putus? Eh tapi, tadi mereka keliatan baik-baik saja, peluk-pelukkan lagi. Apa jangan-jangan Rendi selingkuhin Sasya yah?" Berbagai pertanyaan mulai muncul dikepala Mitha, jiwa keponya kini sedang meronta-ronta ingin mengetahui yang sebenarnya.


Rendi menelan ludahnya dengan kasar, saat wanita yang disampingnya kembali bertanya.


"Oohh... Itu... Sebenarnya kita satu sekolah, dan aku juga nggak kenal-kenal banget sama dia. Cuman sekedar tau namanya aja." Bohong Rendi lagi, mencoba bersikap santai dan biasa saja. Walaupun sebenarnya dia merasa sedikit khawatir, kalau Mitha akan membongkar hubungan mereka. Rendi pun menatap Mitha dengan tajam, seolah meminta Mitha agar tidak mengatakan yang sebenarnya. Mitha yang ditatap seperti itu, cukup peka untuk tau kalau Rendi melarangnya untuk mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Ohh... Gitu."


"Iya, udah sih nggak penting juga. Mending sekarang kamu pilih, gaun mana yang pengen kamu pakai buat nemenin aku ke pesta teman aku nanti malam." Ucap Rendi dengan santainya, tanpa memperdulikan perasaan Mitha. Dan Rendi pun cukup lega, karena Mitha hanya diam saja dan tidak membongkar hubungan mereka pada wanita disampingnya.


Sedangkan Mitha, dia kembali merasa kecewa pada Rendi, karena Rendi lebih memilih mengajak wanita lain untuk ke pesta temannya, ketimbang dirinya yang berstatuskan istri sah.


"Jangan berharap lebih Mitha, jangan mengharapkan terlalu banyak. Ingat! kamu itu hanya orang asing untuknya." Batin Mitha lagi.


"Yaudah, aku lihat-lihat gaunnya dulu yah sayang."


"Hem, iya. Pilih aja yang mana kamu suka."


"Makasih sayang."


"Iya."


"Mari Kak, tempat gaunnya ada disebelah sana." Seru Mitha pada wanita itu, dengan menunjuk ke tempat bagian gaun. Sengaja, karena dia sudah mulai merasa tidak nyaman, melihat interaksi Rendi dan wanita itu. Yang mana wanita itu masih terus bergelayut manja dilengan Rendi.


"Iya, baiklah."


Saat Mitha hendak melangkah, dia melihat Vita yang sepertinya sedang tidak sibuk.


"Vita! Kemari sebentar!" Seru Mitha sambil memanggil Vita.

__ADS_1


...****************...


Assalamualaikum para readers kiuuu πŸ˜Šβ˜ΊοΈπŸ˜πŸ˜… Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh πŸ˜πŸ˜…πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2