Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Playboy cap cicak


__ADS_3

"Ayelah nih Teletubbies, nggak dikelas nggak dilapangan hobinya pelukan." Ucap Satya saat melihat mereka berpelukan.


"Wah... Umi... Gabung dong..." Seru Reno yang baru datang dari toilet, dengan merentangkan tangannya dia berlari kecil menghampiri mereka.


"Isshhh... Reno, apaan sih. Ini tuh kawasan anak gadis tau." Sewot Arum setelah menepis tangan Reno yang ingin ikut berpelukan.


"Tau nih, ganti kelamin dulu kalau mau gabung." Ucap Lia juga.


"Denger tuh No, ganti kelamin dulu kalau mau gabung." Ledek Satya saat melihat wajah masam Reno, setelah tangannya ditepis oleh Arum.


"Gitu yah kalian sama gue.... TEGGA..." Ucap Reno dengan suara yang didramatisir.


"Lebay lo."


"Alay."


"Jijay."


Cibir Arum cs, sedangkan Satya hanya tertawa melihat mereka.


"Dasar kalian teman nggak ada akhlak." Ucap Reno, dengan tampang kesal. Mitha hanya bisa menghela nafas melihat tingkah para sahabatnya yang terkadang bersikap seperti anak kecil.


"Umi... Lihat Umi, anak-anak gadis umi ngata-ngatain anak ganteng umi ini. Marahin aja umi." Adu Reno pada Mitha, seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibunya.


"Udah-udah kalian ini, kayak anak kecil aja. Mang kalian nggak malu diliatin sama anak-anak yang lain apa." Ucap Mitha, para sahabat Mitha langsung meringis, saat tau kalau mereka saat ini sedang jadi pusat perhatian. Mereka pun segera kembali pada posisi masing-masing.


"Lo sih Li, teriak-teriak kayak speaker rusak, kita jadi diliatin sama anak-anak yang lain kan." Ucap Arum yang sedang berada dibelakang Lia.


"Idihh, nggak nyadar diri. Suara lo tuh yang kaya toa rusak." Balas Lia, karena tidak terima dikatai Arum.


"Udah-udah jangan berisik, nanti kalian kena tegur sama anak OSIS." Ucap Mitha menengahi.


"Iya deh, yang pernah jadi anak OSIS." Ledek Vina, namun tidak digubris oleh Mitha, karena perhatian Mitha sedang terarah pada Rendi yang baru saja datang ke lapangan.

__ADS_1


"Kok dia baru dateng yah?" Gumam Mitha pelan, namun masih bisa didengar oleh Reno yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingnya.


"Siapa Umi?" Tanya Reno.


"Hah?"


"Itu tadi, yang Umi bilang baru aja dateng siapa?"


"Oh... Itu, bukan siapa-siapa. Lihat kedepan, udah dimulai tuh upacaranya." Namun bukannya menuruti ucapan Mitha, Reno malah melihat kearah pandangan Mitha tadi. Reno mendengus saat melihat seseorang, yang kemungkinan besar adalah orang yang diliat oleh Mitha tadi.


***


"Darimana aja lo baru dateng?" Tanya Rangga pada Rendi yang baru saja datang, dengan nafas ngos-ngosan.


"Dari kelas nyimpan tas." Jawab Rendi setelah menetralkan detak jantungnya yang memompa cepat, karena berlari dari kelas.


"Itu badan lo kenapa, merah-merah gitu?"


"Digigit nyamuk."


"Udah nggak usah kepo. Liat kedepan, upacaranya udah dimulai." Rangga pun segera membalikkan badannya saat mendengar upacara sudah dimulai.


"Umi." Panggil Reno pelan saat upacaranya tengah berlangsung. Mitha yang mendengar namanya dipanggil, segera menoleh kearah Reno.


"Kenapa No?" Tanya Mitha.


"Umi, aku minta maaf yah, karena hari Sabtu kemarin, nggak bisa ikutin Umi sampe rumah. Karena mobil aku tiba-tiba mogok. Mau hubungin Umi, tapi ponsel aku malah mati kehabisan daya." Sesal Reno.


"Iya No, nggak papa. Lagipula aku nggak pulang ke rumah kok, tapi kerumah Rendi."


"Tapi tetap aja, aku nggak bisa kawal Umi pulang, apalagi ada pelakor itu yang ikut semobil sama Umi. Aku kan jadi khawatir dia ganggu Umi." Mitha yang mendengarnya, jadi tertawa pelan.


"Kok Umi ketawa sih? Emang ada yang lucu?" Bingung Reno.

__ADS_1


"Iya, kamu yang lucu. Emang aku presiden apa sampai harus dikawal pulang. Lagipula aku bisa jaga diri kok, jadi nggak usah khawatir-khawatir lagi, oke?"


"Tapi tetap aja, aku nggak tenang kalau Umi harus pulang bareng pelakor itu. Gimana kalau dia tiba-tiba sekongkol sama cowok playboy cap cicak itu, buat nyingkirin Umi. Alasannya mau pergi cari makan, pas ditempat sepi Umi dibius terus ditinggal dihutan dipinggir jurang. Jadi nanti pas Umi bangun, terus kepeleset, langsung jatuh kejurang deh. Terus jasad Umi hilang, nggak bisa ditemuin. Dan si pelakor pun hidup berbahagia dengan si cowok playboy cap cicak itu, tapi hanya sebentar. Karena karma itu akan datang, dan menghancurkan mereka berdua."


"Hahaha..." Mitha tertawa geli mendengar celotehan Reno, yang menurutnya berpikiran terlalu jauh. Mitha yang tidak bisa menahan tawanya, sempat mengundang atensi beberapa murid yang berada didekatnya.


"Kenapa Umi?" Kepo Arum.


"Nggak kenapa-kenapa kok, ini tadi si Reno bikin cerita lucu. Jadi aku ketawa ngedengernya."


"Oohhh..." Arum pun berbalik menghadap ke depan kembali.


"Umi kenapa ketawa?"


"Ya abisnya kamu itu lucu No, kebanyakan nonton sinetron disiaran ikan terbang nih kayaknya. Jadi pikiran kamu suka halu dan negatif thinking sama mereka, dan tadi kamu panggil Rendi apa? Cowok playboy cap cicak... Hehehe..." Mitha kembali tertawa pelan, saat mengingat panggilan Reno untuk Rendi. "Emang ada gitu, istilah playboy cap cicak? Yang biasanya aku denger tuh cap kodok, cap buaya, sama cap kadal. Nggak ada tuh yang namanya cap cicak, hehehe..."


"Adalah, tuh buktinya cowok itu. Kan Umi bisa menjalin hubungan sama dia gara-gara cicak, jadi aku namain aja playboy cap cicak."


"Terserah kamu lah No, suka-suka hati kamu ajalah." Ucap Mitha. "Udah ah No, capek tau ngomong kayak gini. Mending fokus liat kedepan, upacaranya udah mau selesai." Lanjut Mitha lagi. Karena terus saja mengobrol dengan Reno, Mitha jadi haus. Apalagi matahari sudah mulai bersinar dengan semangatnya.


Walaupun dia dan Reno hanya berbicara dengan pelan dan lebih mirip dengan bisikan, tetap aja tenggorokan Mitha sudah mulai terasa haus.


"Astaga... Lama banget sih. Capek nih, haus juga. Mana mataharinya udah mulai makin panas lagi." Gerutu Lia.


"Sama, gue juga haus." Ucap Vina juga.


"Sabar, bentar lagi juga udah mau selesai upacaranya. Setelah itu kita ke kantin buat beli minum, biar aku yang traktir." Ucap Mitha.


...****************...


Assalamualaikum para readers semuanya 😁😅 Author datang lagi nih, jangan bosan-bosan yah baca cerita author...😅😅


Kritik dan saran kalian, akan sangat membantu author....

__ADS_1


Jangan lupa ramaikan kolong komentar yah...😁🥰🥰


__ADS_2