Terpaksa Menikah SMA

Terpaksa Menikah SMA
Akhirnya sah juga


__ADS_3

"Selamat yah bro buat pernikahannya, walaupun pernikahan kalian terjadi seperti ini, tapi gue doain semoga pernikahan kalian langgeng dan bahagia sampai kakek nenek. Dan satu lagi, nggak usahlah buru-buru buatin kita ponakan baru, nikmatin aja dulu masa-masa pengantin barunya. Kata orang pacaran setelah nikah tuh rasanya lebih indah dan gimana-gimanaaaa... gitu, soalnya mau ngapa-ngapain aja udah halal, hehe..." Celoteh Vino.


"Betul itu, apalagi kalian itu masih pada sekolah. Kan kasian bini loh nanti kalau harus hamil muda, bisa-bisa dia dikeluarin dari sekolah. Jadiii... main aman aja dulu, banyak kok caranya. Lo bisa searching di google, biar lebih ngerti cara dan tata caranya." Timpal Beni juga, dengan menaikturunkan alisnya.


"Bacot lo semua, daripada kalian ngomongin yang nggak faedah, mending kalian semua pada diem. Berisik tau." Kesal Rendi.


"Yee... dibilangin, dikasih saran malah ngomel."


"Maklum belum dapat jatah."


"Hehe..."


"Kayaknya udah nggak sabar pengen cepet-cepet malam, biar bisa berduaan bareng istri."


"Yoi..."


"Haha..."

__ADS_1


Begitulah serangkaian celotehan-celotehan yang dilontarkan oleh teman-teman Rendi, Rendi hanya bisa mendengus kesal mendengarnya. Rasanya sudah terlalu malas untuk membalas ledekan teman-temannya, sampai akhirnya Rangga datang dan merangkul pundaknya.


"Inget! Sekarang lo udah nikah, dan jadi seorang suami. Jaga anak orang baik-baik, tanggung jawab yang baik sebagai seorang suami. Jaga istri lo dengan baik, dalam artian, nggak cuman jagain fisiknya doang tapi juga batinnya. Jaga perasaannya, jangan melakukan sesuatu yang dapat melukai perasaannya. Sekuat-kuatnya seorang wanita, mereka tetap seperti ranting kayu. Yang saat diinjak akan patah, dan ranting yang patah itu tidak akan bisa menyatu lagi. Walau kau berhasil menyatukannya, tapi bekas patahannya masih akan terus ada. Intinya, walaupun kau berhasil menyembuhkan lukanya, rasa sakit dan kenangan pahit itu tidak akan hilang sepenuhnya. Jadi berhati-hatilah dalam melangkah dan bersikap, pikirkan dengan baik-baik sebelum melakukan sesuatu. Jangan sampai lo ngerasain yang namanya penyesalan disaat semuanya sudah terlambat, ngerti?" Tepukan dipundak Rendi, mengakhiri kata-kata dari Rangga.


"Iya gue ngerti, nyadar gak sih. Lo itu udah kayak bapak-bapak lagi ngenasehatin anaknya yang baru nikah."


"Ckk, gue lagi serius, jangan becanda."


"Iya-iya, galak banget sih."


"Btw selamat yah buat pernikahan lo ma Mitha, jangan sampai ada neraka dalam hubungan pernikahan kalian."


Bukannya mendapat jawaban, dia malah ditinggal pergi oleh Rangga.


"Hahh... Itu anak bikin kepala gue makin pusing aja." Dengus Rendi. Tidak lama kemudian, Bunda Desi, Bundanya Rendi memanggil Rendi untuk menemuinya.


"Kenapa Bun? Udah mau pulang yah?"

__ADS_1


"Ishh bukan, masa udah mau pulang. Kita foto-foto dulu, baru pulang."


"Ooh..." Bunda pun menarik tangan Rendi menuju tempat Mitha berada, mendadak perasaan Rendi jadi tidak enak. Firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu saat pemotretan nanti, dan ternyata firasatnya benar. Saat akan berfoto berdua dengan Mitha, sang Bunda malah mengarahkannya untuk melakukan adegan-adegan mesra dengan Mitha. Walaupun sempat diwarnai aksi protes dari Rendi, tapi yang namanya emak-emak mana mau ngalah.


Akhirnya dengan terpaksa pun dia dan Mitha mengikuti keinginan Bunda Desi, hingga pada akhir sesi foto, Rendi pun kembali protes. Bahkan Mitha pun tidak menyetujuinya, bagaimana tidak, Bunda Desi menyuruh mereka untuk melakukan adegan ciuman. Iya kalau mereka pasangan yang menikah karena saling mencintai, pasti tidak akan sulit melakukannya. Nah, ini mereka menikah karena keterpaksaan. Jangankan saling menyukai dan mencintai, mereka bahkan baru saling mengenal beberapa hari yang lalu, disaat tragedi diruang olahraga terjadi.


Dengan alasan sekali seumur hidup, Bunda Desi tidak menyerah untuk menyuruh mereka berdua untuk melakukan adegan itu. Yang menurutnya sangat sweet dan romantis. Walaupun pernikahan mereka terjadi secara paksa, Bunda ingin mereka tetap memiliki kenangan indah dan romantis dihari pernikahan mereka, yang akan mereka ingat dimasa depan dan dihari tua mereka nanti.


"Mang Bunda bisa menjamin kalo Rendi ataupun Mitha cuman bakal nikah sekali? Bisa ajakan kalo Rendi nikah lagi dan..." Belum selesai Rendi menyelesaikan ucapannya, pukulan telak dari Bundanya sudah lebih dulu nangkring dengan santuynya dikepala Rendi. Dan berhasil membuatnya sedikit terhuyung kesamping, saking kuatnya pukulan Bundanya. Bukannya apa-apa, Bundanya merasa benar-benar kesal dengan ucapan Rendi. Bisa-bisanya dia mengatakan hal seperti itu didepan istrinya, di hari pernikahan mereka sendiri, pikir Bunda.


"Ya ampun Bundaaa.... Kok Bunda malah mukul kepala Rendi sih? Kalo nanti Rendi jadi bodoh gimana? Mang Bunda mau, punya anak bodoh?"Protes Rendi, Mitha yang mendengarnya hanya memutar bola matanya dengan malas.


...****************...


Assalamualaikum para readers kiuuu...☺️😊


Author datang lagi nih... Jangan bosan-bosan yah😅😁

__ADS_1


Para readers yang Budiman, bantuin author ramein kolom komentarnya dongggg....🥺🥺🥺🥺 Kritik dan saran dari kalian sangat membantu author, buat lebih semangat dan semangat lagi dalam berkarya...🥰🥰☺️


__ADS_2