
"Udah kali santai aja, gue kan udah bilang tadi nggak papa." Ucap Bastian masih dengan senyumnya, jujur saja dia masih tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan gadis yang selama beberapa hari ini selalu mengganggu pikirannya. Bahkan kopi panas yang tumpah dibajunya dan mengenai perutnya, tidak mengganggu sama sekali karena terlalu bahagia bertemu dengan Mitha.
***
"Gimana bajunya, suka nggak? Udah cocok sama selera kamu belum? Atau kamu nyaman nggak pakai bajunya? Kalo nggak, aku cariin yang lain. Atau kamu mau nyari sendiri juga nggak papa, gimana enaknya kamu aja." Cerocos Mitha saat Bastian sudah keluar dari ruang ganti baju. Yap! Mitha membawa Bastian ke stand baju atau toko baju miliknya, karena kebetulan Rendi membawanya ke bioskop yang ada di mall tempat toko baju milik Mitha berada. Sebenarnya Bastian sudah menolak saat Mitha bilang akan memberinya baju baru untuk mengganti bajunya yang sudah basah karena tumpahan kopi, tapi karena Mitha memaksa dan Bastian merasa itu juga sebagai peluang agar dia bisa lebih lama bersama dengan Mitha, maka dia pun menurut dengan pasrah saat Mitha membawanya ke sebuah toko baju.
Bastian yang mendengar celotehan Mitha yang menyerbunya dengan banyak pertanyaan sempat terdiam, karena tidak menyangka kalau ternyata Mitha yang terlihat kalem ternyata cerewet. Bastian pun merasa geli sendiri, karena merasa kalau Mitha itu gadis yang lucu.
"Hehehe." Bastian pun terkekeh kecil dibuatnya, sehingga membuat Mitha mengernyitkan keningnya karena bingung kenapa Bastian tiba-tiba tertawa.
"Ada apa? Apa ada yang lucu?" Tanya Mitha sambil celingak-celinguk melihat sekitarnya, karena dia pikir kalau Bastian melihat sesuatu yang lucu.
"Nggak kok nggak papa, gue cuma nggak nyangka aja. Cewek yang keliatan kalem kayak lo, ternyata cerewet juga." Ucap Bastian dengan senyum manisnya, senyum yang jarang sekali diperlihatkan pada orang lain, tapi dengan mudahnya dia perlihatkan pada Mitha.
"Ohh... Tadi itu refleks aja." Ucap Mitha dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa sedikit malu karena tanpa sadar sudah menunjukkan sikap cerewetnya didepan Bastian, pada hal selama ini dia selalu bersikap datar pada orang yang baru dia kenal. Tapi saat bersama Bastian kenapa dia jadi cerewet seperti tadi, menyebalkan sekali. "Oh yah, gimana sama bajunya, suka?" Tanya Mitha, karena Bastian belum menjawab pertanyaannya yang tadi.
__ADS_1
"Suka, pilihan lo bagus. Lo tau aja selera yang gue suka kayak gimana, bajunya simple tapi benar-benar nyaman dipakai, bikin adem. Seadem suasana hati gue kalau ngeliat lo." Lanjut Bastian dalam hati.
"Syukurlah kalau kamu suka, sekali lagi maaf yah udah bikin kamu ketumpahan kopi tadi." Sesal Mitha.
"Iya nggak papa, yaudah yuk, gue mau bayar bajunya dulu." Ucap Bastian.
"Eh, nggak usah. Bajunya gratis."
"Gratis?" Beo Bastian.
"Wah, serius lo yang ngurus?" Seru Bastian, dan dibalas anggukan kepala oleh Mitha.
"Hebat, lo masih muda tapi udah bisa ngurusin usaha keluarga, keren." Puji Bastian, sehingga Mitha jadi tersipu malu. Untuk sejenak dia bisa melupakan kesedihannya karena Rendi.
"Kamu terlalu berlebihan, aku tidak sehebat itu. Lagipula aku tidak sendirian mengurus toko baju ini, ada karyawan lainnya juga yang membantuku." Ucap Mitha, Bastian yang mendengarnya pun menjadi semakin tertarik dan kagum pada Mitha.
__ADS_1
"Tidak hanya baik tapi dia juga udah bisa cari uang sendiri diusianya yang masih sangat muda, dia juga rendah hati, sopan, dan... Manis, apalagi saat tersenyum. Makasih ya Allah sudah mempertemukanku kembali dengan wanita yang sudah menarik perhatianku untuk pertama kalinya, yang membuatku pusing 7 keliling mencarinya. Dan akhirnya kau mempertemukan kami kembali ditempat yang tidak terduga dan terencana sebelumnya, apa ini yang disebut takdir?" Batin Bastian masih dengan senyumnya, namun senyumnya perlahan luntur saat melihat Mitha memperhatikan jam tangannya. Bastian seperti mendapat firasat kalau Mitha sebentar lagi akan berpamitan dan pergi. Bastian segera memikirkan cara agar dia masih bisa berlama-lama dengan Mitha, dan senyumnya kembali terbit saat sebuah ide muncul dikepalanya.
"Btw thank's yah buat bajunya, gimana kalau gue traktir lo makan es krim, anggap aja sebagai tanda terima kasih dari gue lo udah ngasih gue baju ini. Gimana, mau yah..." Pinta Bastian.
"Mmm... Gimana yah?" Bingung Mitha, karena hari sudah terlalu sore takutnya dia sampai rumah saat sudah malam.
"Please, mau yah..." Pinta Bastian lagi, sebelum Mitha menolak ajakannya.
"Yaudah, tapi bentar aja yah." Ucap Mitha akhirnya, setelah dia pikir-pikir tidak ada salahnya juga dia menerima tawaran Bastian untuk makan es krim. Apalagi saat ini suasana hatinya masih kurang baik karena ulah Rendi tadi, mungkin dengan makan es krim suasana hatinya bisa lebih baik, seperti dinovel-novel yang pernah dibacanya, kalau makan es krim bisa membuat hati bahagia.
"Oke, sip itu mah. Yaudah yuk." Ajak Bastian dengan hati bahagia karena Mitha setuju untuk makan es krim dengannya.
...****************...
Assalamualaikum semuanya 😁😅
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yahhh 😁😅🥰🥰🥰🥰